NovelToon NovelToon
Dikhianati Suami, Dicintai Chef Eksekutif

Dikhianati Suami, Dicintai Chef Eksekutif

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tulisan_nic

"Luka ini masih menganga, kata maaf dan khilaf tidak bisa menguburkanya. Pengkhianatan ini terlalu pahit, hingga aku susah untuk lupa!"

Ini adalah kisah Isana, seorang wanita yang dikhianati Andreas dengan begitu pahit, saat sedang mengandung anaknya. Namun menemukan kisah manis dibalik Cupcake kegemarannya, bersama Althaf Rafardhan, seorang chef yang terkenal dingin dan tidak banyak bicara.
Andreas yang terpuruk karna menyadari, cintanya hanyalah untuk Isana, bukan Risa perempuan penggoda. Ingin kembali lagi, memperbaiki hubungan yang kandas. Mencoba membujuk Isana untuk rujuk, dengan dalih sebagai Ayah biologis anak laki-laki mereka.
Akankah Althaf membiarkan wanita yang ia cintai itu kembali pada pria yang sudah mengahancurkanya?
Dan apa keputusan Isana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tulisan_nic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekalahan Andreas

*

*

*

Restoran bernuansa klasik yang di datangi oleh Andreas dan Risa tidak benar-benar lengang. Meja kayu dan sofa kulit berwarna coklat tua, nampak sudah terisi oleh sebagian orang.

"An, kita duduk disebelah sana yuk. Aku lebih nyaman tidak terlalu dekat dengan panggung akustik itu."

Andreas hanya bisa mengangguk, membiarkan Risa memilih tempat nyamannya. Sesekali ia mengedarkan pandangan, sedikit ragu-ragu untuk sekedar mengangkat wajah. Takut, jika tiba-tiba ada seseorang yang mengenalnya saat berdua saja dengan Risa.

Duduk dikursi bersebelahan, Andreas sengaja memberi jarak. Namun yang dilakukan Risa justru sebaliknya. Ia mengikis jarak itu, bahkan dengan berani menyandarkan kepalanya dibahu Andreas.

"Capek banget ya, An."

Keluhan yang terdengar manis, seolah mempersilahkan pria disebelahnya menampilkan aksi heroik.

Andreas ingin menolak, namun lagi-lagi wangi yang begitu manis dari tubuh Risa mengunci. Seakan wangi itu adalah zat adiktif yang akhir-akhir ini membuatnya ketagihan untuk ia hirup lebih lama.

"Kamu mau aku lakuin apa, supaya capek kamu hilang?"

Bagai mendapat kemenangan, senyum dibibir berwarna Ceri itu mengembang begitu sempurna. Memunculkan lekukan tipis dipipi Risa yang putih mulus.

"Berdua denganmu begini, sudah cukup untuk menghilangkan capek ku, An." bahkan kini jemari lentik dan lembut milik Risa, sudah berada diatas jemari kaku Andreas. "Terimakasih, untuk waktunya ya, An."

Degup jantung tak beraturan milik Andreas terdengar ditelinganya sendiri. Ia akui, berbincang dengan Risa selalu menyenangkan. Berbeda sekali, saat bersama Isana. Karna yang dibahas, selalu tentang HPL, keperluan persalinan, anjuran dokter Syarifah, sampai dengan mengeluhkan kakinya yang mulai membengkak. Obrolan yang itu-itu saja, dan membuat Andreas bosan. Tak jarang ia meladeninya hanya dengan anggukan kepala ringan, dan berakhir tidur dengan memunggunginya.

Tapi saat bersama Risa, bahkan jika orang asing yang melihat mereka, pastilah menyangka kalau mereka adalah pasangan suami istri yang memiliki hubungan harmonis dan romantis. Padahal faktanya, status suami itu hanya milik Andreas, dan status istri bukan milik wanita yang tengah menyandarkan kepala dibahunya.

Ponsel milik Andreas bergetar, layarnya menampilkan foto dirinya memegang lembut perut buncit Isana. Kontak yang ia beri nama—Mine, Isana. Nampak naik turun dengan notif panggilan.

Andreas tidak berani menerima panggilan itu, ia melirik Risa yang kini tengah berubah mimik wajahnya saat mengintip layar yang terbuka. Hatinya ingin mengangkat, tapi tatapan Risa membuatnya tak enak.

Alhasil ia biarkan saja panggilan itu, sampai deritnya berhenti sendiri.

"Istri kamu, nyariin tuh!" kalimat sindiran dari Risa, yang begitu melukai ego Andreas.

Ia tidak terima, jika terlihat sebagai suami takut istri dihadapan wanita yang senyumnya selalu menggetarkan jiwanya. "Ah ... Paling juga sebentar lagi dia tidur."

"Masa?"

Andreas mengangguk, mengusap wajahnya pelan. Ada sedikit sesal dihatinya karna sudah abai dengan panggilan telpon itu. Namun lagi-lagi, sentuhan jemari Risa membuatnya melupakan rasa sesal itu.

"Kamu, pasti sering tidak nyaman. Karna selalu ditinggal tidur duluan sama dia. Kamu pria hebat yang masih menahan sabar untuk tidak marah padanya."

Pria hebat? Pria sabar? Apa itu pantas untuk seorang Andreas? Bahkan hati kecil Andreas sendiri menolaknya. Tapi dihadapan Risa, pengakuan itu seolah sebuah reward yang begitu melenakan. Membuat harga diri Andreas mendapat validasi sedemikian rupa. Dan yang terjadi diantara mereka adalah, seorang wanita dengan ambisinya dan seorang pria dengan ego tingginya.

Mereka saling melengkapi, dalam lingkaran yang semakin lama semakin menuntut untuk dituntaskan.

Obrolan semakin bergulir, bersamaan dengan mengurangnya steak dipiring keduanya. Tawa renyah, sekaligus tatapan hangat tercipta, menghabiskan waktu dua jam yang terasa singkat bagi mereka.

"Oke, An. Sepertinya kita harus pulang. Terimakasih kamu selalu ada untukku. Aku, merasa cuma kamu yang mengerti aku."

Binar mata yang menyertai kalimat itu, terlihat jelas pada tatapan Risa. Membuat pria disebelahnya itu tak tahan untuk tidak mengulas senyum.

"Kamu juga Ris, cuma kamu yang memahamiku."

Gayung bersambut, gendang bertabuh. Dua hati manusia yang telah lupa akan kebenarannya, kini dimabuk oleh situasi yang dikendalikan oleh hawa nafsu. Semua terlihat indah, terlalu candu untuk melepas.

"Ayo pulang, aku antar!"

Risa menganggukkan kepalanya, dengan raut wajah yang masih sama. Tidak ada yang memudar, justru semakin mengental.

Malam semakin larut, sedang hati mereka justru diliputi oleh sesuatu yang cerah. Terlebih sesuatu yang selalu terbit dibibir warna ceri itu. Masuk ke dalam mobil, dengan langkah begitu ringan dan derai tawa yang seolah tak ada habisnya.

Andreas sudah siap dibelakang kemudi, sedang Risa sudah duduk nyaman disampingnya. Sebelum mesin nyala, tangan halus wanita itu menyelinap dileher belakang Andreas. Hati pria itu mencelos. Wajah Risa yang tak berjarak, membubuhkan sesuatu yang begitu menantang dan panas.

"An, aku sudah disini. Apa kamu masih mau memilih pulang? Demi istri yang nantinya hanya memunggungimu dan tertidur pulas?"

Suara Risa bagai racun yang diguyur air es. Andreas menelan ludah, henti nafasnya terasa di kerongkongan. Belum sempat Andreas jawab, bibir mungil nan cerah itu mendarat lagi. Bahkan kali ini, begitu berani dengan lumatan kecil yang menggelorakan.

"Kita ke apartemen ku aja, An?"

Andreas mengangguk, pikirannya dipenuhi oleh aroma vanila yang pekat, juga rasa manis dessert yang tertinggal dibibir Risa.

Risa tersenyum begitu nakal, menjauhkan wajahnya namun gerakan singkat jemarinya menyapu leher Andreas kemudian beralih pada tulang selangka, kemudian kedagunya.

Andreas tak bisa mengalihkan pandangan. Wajah Risa terlalu menghipnotisnya. Ironisnya, hati kecil Andreas berkali-kali menyebut nama Isana. 'Sa, andai yang disebelahku ini adalah kamu.' lirih batinnya.

Mesin menyala, Andreas memutar tuas perseneling dan memacu mobil dengan injakan pedal yang semakin dalam.

Jalan raya kota tak pernah lengang. Seriuh hati Andreas, yang masih menimbang-nimbang. Pulang kerumah menemui istrinya, atau justru bercengkrama lebih lama bersama Risa.

Hingga mobil itu berhenti, apartemen dimana Risa tinggal terus menggapai. Meminta Andreas untuk menyinggahinya.

Pria itu memelankan laju mobil, satu kali gerakan memutar kemudi, roda itu sudah beralih di area basement. Namun, entah kenapa justru membuat pria itu tertegun bersamaan dengan derit ponsel diatas dashboard.

Ada panggilan video masuk.

Kembali foto Andreas bersama Isana terpampang, dilayar ponsel yang semakin lama getarannya semakin kentara.

Risa melipat tangannya didada. Menatap sinis pada layar ponsel tersebut. Sedang Andreas, mencoba memberanikan diri untuk menyentuh ujungnya.

Sentuhan itu, justru menyentuh ikon merah yang berarti penolakan panggilan, sekaligus menonaktifkannya. Getar ponsel memudar. Namun gemuruh didada Andreas semakin menyesakkannya.

"Ayo masuk, An."

Wajah Risa mendekat lagi, suaranya berbisik ditelinga Andreas, mengantarkan wangi vanila yang masih saja segar, ditambah helaian rambut coklat blonde yang jatuh menyentuh rahang pria dewasa yang memiliki kenormalan lelaki pada umumnya.

Andreas menurut, bagai anak kucing yang polos, mengikuti kemana langkah kaki Risa, tanpa berani menoleh kearah mana-mana.

*

*

*

~Salam hangat dari Penulis 🤍

1
mawar merah
Masya Allah dilamar sama orang yang disukainya dari dulu 🤭🤭🤭
mawar merah
Jangan mau Sa, biarkan Andreas bersama ulat bulu itu 🤭🤭
neny
ini beneran gendis dilamar kahfi,,yeay,,sahabat jd ipar dong🤩
_Nic: iya kak, Mas Kahfi tipe sat set kalau udah siap😀
total 1 replies
Cheryl🧚‍♀️
Jemput saja si Andreas bila perlu Kurung dia Risa biar nggak Badung nyusulin Isana lagi. Isana Udah nggak butuh laki-laki plin plan begitu nggak punya pendirian mau sana sini.
Cheryl🧚‍♀️: sumpah mau banget
total 2 replies
Cheryl🧚‍♀️
Hadir lah seorang anak yang tidak berdosa dari sebuah hubungan pengkhianatan mereka... nggak tau deh harus ngomong apa? aku cuma kasian sama anak yang dikandung Risa, anak yang nggak tau apa-apa harus menanggung kesalahan orang tuanya kelak🤧
_Nic: Yah begitulah akibatnya bercocok tanam sembarangan🤭
total 1 replies
mawar merah
Ya Allah semoga Bu dewi dapat ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya
_Nic: Aamiin, semogalah dia cepat sadar. Sadar kalau dpt mantu Risa 😀
total 1 replies
mawar merah
Dih si ulat bulu lagi yang datang
Black Swan
Ayo Risa aku antar kamu ke sana dengan senang hati🤭biar isana nanti sama Althaf🤭🤭🤭🤭
_Nic: Pketin kak, ngga usah dikasih label fragile biar kebanting²🤣
total 1 replies
Black Swan
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin/Yey hamil, biar Isana cerai sama An dan cari suami baruuu🤭🤭🤭
neny
selamat risa,,akhir nya rencana mu berhasil,,dan selamat jg mendapatkan mertua yg ter masyaallah seperti bu dewi🤭🤭
_Nic: Selamat Risa dapat Andreas paket lengkap sama Bu dewi😀
total 1 replies
Black Swan
Kan rezeki aja udah mulai sempit An....An....udah dibilang jangan main sama ulet bulu kan jadi malah kaya gini An🫠🫠😏😏
Black Swan
😏😏😏lama-lama gue juga nih yang jelasin sama mamanya An kalau dia selingkuh sama si Risa, ngomong gitu aja susah banget sih An pake acara muter2 segala
Black Swan
Pengen jambak mamanya An🫠🫠🫠kesel juga sama An ga bisa mgomong terus terang, red flag banget si An pengecut, emang tuh mamanya cocok besanan sama Risa kaya botol ketemu sama tutupnya🫠🫠🫠🫠😏😏😏😏😏
_Nic: kalo Risa yg jadi mantunya bakal gimana ya😀
total 1 replies
neny
pasti itu risa,,
neny: tertuduh terus ya kak🤣🤣
total 2 replies
Cheryl🧚‍♀️
Malangnya nasibmu Andreas, ini belum apa-apa tangis Isana akan terbayar dengan kehancuran kamu.
Cheryl🧚‍♀️
Mungkin Isana harus melewati Cobaa ini dulu sebelum bertemu dengan Althaf. Setelah ini pengen liat yang manis-manis.
Cheryl🧚‍♀️
idih sok-sokan mau rawat Ghazi anaknya aja nggak bener. ogah banget kata baby Ghazi juga mau jadi apa nanti kalau di urus neneknya modelan begitu.
_Nic: Begitulah Dewi🤭
total 1 replies
Cheryl🧚‍♀️
kamu kuat Isana beruntung masih punya keluarga yang support kamu dalam kondisi apapun🥲
Cheryl🧚‍♀️
Gila si Risa boleh juga gayanya. langsung skak mat Andreas kalau dia yang mengizinkan si Risa masuk ke dalam kehidupannya. memang benar sih coba dari awal Andreas nggak mudah tergoda mungkin nggak akan seperti ini.
Cheryl🧚‍♀️
Mampus aja kamu Andreas giliran ke gep bilang Risa itu perempuan iblis giliran di belakang Isana sayang sayangan. laki-laki kampret memang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!