Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.
Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.
Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.
Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ucapan tak terduga
“Nama kamu Shintia, kan?” tanyanya santai.
Shintia langsung mengernyit.
“Kok tahu?”
“Kan tadi di kampus ada yang teriak manggil.”
“Oh iya juga.”
Raffa turun dari mobil perlahan lalu berjalan mendekati motor Shintia.
“Tapi serius. Biar saya bantu dorong.”
“Nanti ngerepotin.”
“Saya lagi gabut.”
“Hah?”
“Bos saya lagi meeting.”
Shintia akhirnya tertawa kecil untuk pertama kalinya di depan pria itu. Tawanya ringan, membuat Raffa tanpa sadar ikut tersenyum lebih lebar.
Namun beberapa detik kemudian Shintia kembali memasang wajah canggung.
“Sebenernya gak enak juga nyuruh orang bantu dorong motor.”
“Saya yang nawarin.”
“Tapi tetep aja.”
“Kalau begitu anggap aja saya lagi olahraga.”
“Olahraga dorong motor orang?”
“Jarang-jarang.”
Shintia geleng-geleng kepala heran melihat pria di depannya.
Akhirnya mereka berjalan pelan di pinggir jalan. Raffa mendorong motor matic Shintia sementara gadis itu berjalan di sampingnya sambil sesekali melirik tak enak hati.
Jujur saja, pemandangan seorang pria tampan dengan mobil mewah rela mendorong motor mogok cukup menarik perhatian orang-orang sekitar.
Beberapa pengendara bahkan melambat karena penasaran.
“Kayaknya hidup kamu sering bikin heboh ya,” gumam Raffa santai.
“Bukan hidup aku. Kamu aja yang random.”
“Masih galak.”
“Belum lihat aku marah.”
“Oh? Menarik.”
Shintia mendecakkan lidah malas.
Namun belum juga sampai pom bensin, sebuah mobil silver tiba-tiba melambat di samping mereka.
Kaca mobil perlahan turun.
Dan... Jantung Shintia nyaris copot.
“Mampus aku…” gumamnya pelan.
Raffa mengernyit bingung.
Seorang pria tampan berwajah dingin terlihat duduk di balik kemudi mobil itu. Tatapannya langsung tertuju pada Shintia lalu berpindah pada Raffa yang sedang memegang motor.
Andreas.
“Kenapa motornya?” tanyanya datar.
Shintia langsung salah tingkah.
“Eh… mogok, Kak.”
“Kehabisan bensin?”
“…Iya.”
Tatapan Andreas langsung berubah tipis penuh teguran.
“Kakak sudah bilang dari pagi.”
Shintia langsung nyengir bersalah.
“Hehe…”
Andreas menghela napas pelan lalu menatap Raffa beberapa detik. Tatapan pria itu tenang, tapi cukup tajam untuk membuat orang lain gugup.
“Dia siapa?”
Belum sempat Shintia menjawab...
“Saya Raffa,” ucap pria itu santai. “Kekasih Shintia.”
Hening.
Dunia Shintia seperti berhenti tiga detik.
“…HAH?!”
Ia langsung menoleh pada Raffa dengan mata membesar tidak percaya.
Sedangkan Raffa terlihat santai seolah baru mengatakan cuaca hari ini cerah.
Andreas sempat menaikkan satu alis tipis.
“Oh ya?”
Shintia panik setengah mati.
“BUKAN KAK! Dia tuh..."
“Ya sudah.” Andreas memotong tenang sambil berdeham kecil. “Kakak pulang dulu. Urusi itu motor.”
“Kak dengerin dulu..."
“Pacar kamu ajak ke rumah.” Andreas menatap Raffa sekilas lalu tersenyum samar. “Kakak mau bicara.”
Dan sebelum Shintia sempat menjelaskan apa pun—
Wussh.
Kaca mobil tertutup kembali.
Mobil silver itu langsung melaju pergi meninggalkan mereka berdua.
Shintia membeku di tempat beberapa detik.
Mulutnya bahkan masih terbuka saking syoknya.
Sedangkan Raffa justru terlihat menahan tawa.
Perlahan Shintia menoleh ke arahnya.
“Apa maksud kamu bilang kamu kekasih aku?!”
Raffa memasang wajah polos.
“Biar gampang.”
“GAMPANG KATANYA?!”
Shintia hampir melonjak.
“Aku bisa dinikahin muda sama kakakku gara-gara kamu!”
Bukannya merasa bersalah, Raffa malah tersenyum santai sambil menyandarkan tangan di motor.
“Bagus kalau kakak kamu mau nikahkan kita.”
Shintia langsung melotot tak percaya.
“KAMU GAK WARAS YA?!”
Raffa tertawa pelan melihat wajah panik gadis itu.
Jujur saja, ekspresi Shintia sangat lucu di matanya.
“Aku serius ini!” kesal Shintia. “Kakakku tuh overprotektif! Dia bisa interogasi kamu sampai subuh!”
“Tidak apa-apa.”
“Tidak apa-apa gimana?!”
“Aku suka ditanya calon kakak ipar.”
Shintia memegangi kepalanya frustasi.
“Ya Tuhan… aku ketemu manusia aneh dari planet mana sih…”
"dari Bumi... Sudah, ayok jalan."
Raffa kembali berjalan, sementara Shintia masih berdiri dengan kebingungan.
"RAFFA!"
Raffa hanya tersenyum sambil terus berjalan hampir sampai pom.
Shintia berjalan cepat sedikit kesal. Hingga sampai di belakang Raffa , Shintia kembali berkata...
"sudah, biar aku saja... Lagian udah sampai pom ini. Mobil boss kamu sayang tu di tinggal jauh banget."
Raffa menoleh, sembari mengantri ...
"kamu tanggung jawab antar aku sampai mobil,"
Shintia mengernyit .
“Lah… katanya olahraga, sekarang balik minta antar?” protes Shintia sambil melipat tangan di dada.
Raffa menoleh santai. “Olahraganya sudah selesai.”
“Enak banget hidup kamu.”
“Iya, makasih.”
Shintia mendelik kesal sementara Raffa justru terlihat makin santai.
Mereka akhirnya sampai di area pom bensin. Seorang petugas langsung menghampiri motor Shintia, sedangkan Raffa berdiri di samping motor itu sambil memasukkan kedua tangan ke saku celana.
Dan tanpa sadar…
Beberapa pengunjung pom mulai melirik ke arah mereka.
Atau lebih tepatnya melirik Raffa.
Ketampanan pria itu terlalu mencolok untuk diabaikan. Tinggi, bahu lebar, wajah bersih, ditambah cara berdirinya yang santai membuat beberapa wanita di sekitar sana diam-diam memperhatikannya.
Bahkan dua pegawai minimarket pom sempat berbisik sendiri sambil menahan senyum malu-malu.
“Ganteng banget…”
“Pacarnya cantik lagi.”
“Cocok banget sumpah…”
Shintia yang mendengar samar-samar langsung melirik Raffa sebal.
“Tu kan. Gara-gara kamu orang jadi salah paham.”
Raffa malah terlihat puas.
“Tidak salah juga.”
“RAFFA!”
Pria itu tertawa kecil.
Petugas pom selesai mengisi bensin lalu menyerahkan kembali tutup tangki pada Shintia.
“Sudah, Mbak.”
“Makasih, Pak.”
Shintia buru-buru membayar lalu menoleh pada Raffa.
“Nah, udah selesai. Sana balik ke mobil bos kamu.”
Bukannya pergi, Raffa malah berjalan mengikuti langkah Shintia yang menuntun motor keluar dari area pengisian bensin.
“Kamu belum tanggung jawab.”
Shintia menghela napas panjang.
“Tanggung jawab apalagi sih?”
“Antar saya ke mobil.”
“Kamu sehat, kaki lengkap, gak pincang.”
“Tapi saya capek habis olahraga.”
Shintia sampai menatap langit beberapa detik seolah meminta kesabaran tambahan dari Tuhan.
“Ya Allah… kenapa ketemu manusia model begini…”
Raffa tersenyum kecil menahan tawa melihat ekspresi frustrasi gadis itu.
Lucu.
Semakin lama ia semakin suka mengganggu Shintia.
Akhirnya dengan wajah pasrah, Shintia menunjuk motornya.
“Naik.”
Raffa mengangkat alis.
“Boleh?”
“Daripada kamu ngomel terus.”
Tanpa banyak bicara, Raffa langsung duduk di belakang motor matic Shintia.
Dan detik berikutnya...
“WOI!”
Tubuh Shintia langsung menegang saat kedua tangan Raffa tiba-tiba memegang pinggangnya santai.
“Kamu ngapain pegang-pegang?!”
“Takut jatuh.”
“Kamu segede gini takut jatuh?!”
“Takut kehilangan masa depan.”
Shintia melongo tidak percaya.
Sedangkan Raffa justru tersenyum puas sambil menikmati wajah panik gadis di depannya.
...
Sampai di dekat mobil hitam itu, Raffa akhirnya turun sambil tersenyum santai.
“Sekarang giliran saya tanya. Rumah kamu di mana?”
Shintia langsung mundur setengah langkah curiga.
“Gak mau kasih tahu.”
“Kenapa?”
“Takut kamu muncul tiba-tiba.”
Raffa menggeleng terkekeh kecil.
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲
jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗
Raffa jahil banget sama Shintia 😄😄