NovelToon NovelToon
ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:741
Nilai: 5
Nama Author: NeyNaa

Perselingkuhan di balas dengan selingkuh, hingga menghasilkan buah hati dalam hubungan terlarang!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NeyNaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warga Mulai Membicarakan Kedekatan Irwan dan Lastri

Pagi itu suasana rumah Irwan terasa sangat dingin,tak ada suara televisi,tak ada obrolan ringan seperti biasanya,yang terdengar hanya suara sendok beradu pelan dari dapur dan langkah kaki kecil anak-anak yang berjalan hati-hati seolah takut membuat keributan lagi.

Malam penuh pertengkaran kemarin meninggalkan luka yang belum reda.Sulis memilih mengurung diri di kamar bersama Dito dan Rara sejak subuh. Ia hanya keluar saat perlu mengambil minum atau memandikan anak-anak,selebihnya, pintu kamar terus tertutup rapat,Ia tidak ingin melihat wajah Lastri,bahkan mendengar suara perempuan itu saja membuat dadanya terasa panas.

Sementara Lastri sendiri sejak tadi memilih diam di kamar depan bersama anaknya. Wanita itu jarang keluar dan hanya sesekali berjalan cepat ke dapur saat suasana rumah sedang sepi,rumah itu kini terasa terbagi menjadi dua kubu yang saling membenci dalam diam.

Di luar rumah, rupanya pertengkaran semalam sudah menjadi bahan pembicaraan warga,suara Sulis yang menangis dan berteriak terlalu keras untuk tidak terdengar tetangga sekitar,beberapa ibu-ibu bahkan sudah berkumpul di warung dekat gang sejak pagi.

“Dengar nggak semalam rumahnya Irwan ribut?”

“Dengar lah. Kenceng banget.”

“Kata si Rini ada janda tinggal di rumahnya.”

“Ya ampun... kasihan Sulis.”

Bisik-bisik mulai menyebar cepat seperti api kecil yang tertiup angin.

“Padahal dulu harmonis banget mereka.”

“Namanya laki-laki kalau udah punya uang suka aneh-aneh.”

“Iya, dulu Irwan baik banget sama istrinya.”

“Sekarang malah bawa janda masuk rumah.”

Tawa kecil dan gumaman penuh gosip terdengar di mana-mana,pagi itu, untuk pertama kalinya nama Irwan mulai jadi bahan omongan satu kampung.Irwan sendiri keluar rumah dengan wajah kusut dan emosi yang belum stabil,begitu membuka pagar, beberapa tetangga langsung melirik ke arahnya diam-diam,ada yang pura-pura menyapu,ada yang pura-pura menyiram tanaman,tatapan mereka penuh rasa ingin tahu.

Irwan mengabaikannya dan langsung berjalan menuju mobil pikapnya,baru beberapa langkah, suara seorang ibu terdengar samar dari teras rumah sebelah.

“Kasihan istrinya ya...”

Irwan langsung menoleh tajam,Ibu itu buru-buru pura-pura sibuk sendiri,rahang Irwan mengeras menahan malu sekaligus kesal,sepanjang perjalanan menuju ruko, pikirannya semakin kacau.Ia marah karena merasa hidup pribadinya menjadi bahan tontonan orang,di sisi lain, ia sadar semua itu terjadi karena keputusannya sendiri membawa Lastri tinggal di rumah.

Di rumah, Sulis sedang memandikan Rara di kamar mandi belakang,matanya masih sembab sejak tadi malam.

“Ma...” panggil Rara pelan. “Tante itu kapan pergi?”

Tangan Sulis langsung terdiam sesaat,entah kenapa pertanyaan polos itu terasa begitu menyakitkan.

“Nanti juga pergi,” jawabnya lirih.

“Papa suka sama tante itu ya?”

Air mata Sulis hampir jatuh lagi mendengar pertanyaan putrinya,Ia buru-buru membilas rambut Rara agar anak kecil itu tidak melihat wajahnya.

“Nggak usah mikir aneh-aneh.”

Padahal Sulis sendiri mulai dihantui ketakutan yang sama,Ia mengenal suaminya terlalu baik,dan cara Irwan membela Lastri semalam bukan lagi sekadar rasa kasihan biasa.

Menjelang siang Sulis akhirnya keluar kamar untuk mengambil minum,langkahnya langsung berhenti ketika melihat Lastri sedang berada di dapur membuat susu untuk anaknya,suasana mendadak hening,Lastri tampak canggung.

“Saya udah bersihin dapur tadi...” ucapnya pelan seolah mencoba mencairkan suasana.

Sulis tidak menjawab,Ia membuka kulkas dengan wajah dingin lalu mengambil air minum.

Lastri menggigit bibir bawahnya gugup.

“Mbak Sulis... soal semalam...”

“Saya nggak mau ngomong sama kamu.”

Nada suara Sulis begitu dingin hingga membuat Lastri langsung diam,Sulis menatap wanita itu penuh kebencian.

“Kalau masih punya malu, harusnya kamu pergi.”

Lastri langsung menunduk dengan mata berkaca-kaca.

“Saya nggak punya tempat lain.”

Namun Sulis justru tertawa kecil penuh luka.

“Kamu milih rumah saya karena nyaman dengan suami saya ya?”

Lastri tidak menjawab.

Sementara Sulis sudah lebih dulu pergi meninggalkan dapur sambil membawa gelas airnya,wanita itu kembali masuk kamar dan mengunci pintu.Ia tak sudi berada dekat perempuan yang perlahan mulai merebut ketenangan rumah tangganya,di luar sana, gosip tentang Irwan dan Lastri terus menyebar dari mulut ke mulut tanpa bisa dihentikan lagi.

Menjelang sore suasana rumah masih terasa muram.Sulis duduk di lantai kamar sambil melipat pakaian anak-anak dengan gerakan pelan. Wajahnya kosong, matanya sembab karena terlalu banyak menangis sejak semalam.

Dito sedang menggambar di dekat jendela, sementara Rara tertidur memeluk boneka kelincinya.

Rumah itu terasa asing,padahal setiap sudutnya pernah menjadi tempat paling nyaman bagi Sulis.Ia masih ingat bagaimana dulu dirinya dan Irwan mengecat dinding rumah itu bersama-sama saat baru pindah. Mereka tertawa karena cat putih malah belepotan ke wajah masing-masing.

Namun sekarang...

Semua kenangan itu terasa seperti sedang dihancurkan perlahan.

Suara pintu kamar depan terbuka membuat Sulis menegang sesaat,Lastri keluar membawa ember kecil berisi pakaian cucian. Wanita itu berjalan cepat menuju belakang rumah tanpa berani melirik kamar Sulis.

Tetapi keberadaannya saja sudah cukup membuat Sulis sesak,Ia merasa seperti tamu di rumahnya sendiri.

Sementara itu di luar rumah, beberapa tetangga masih sibuk membicarakan keluarga Irwan,bahkan kini gosip mulai berkembang semakin liar.

“Kata suaminya Bu Santi, jandanya udah tinggal lama di situ.”

“Ih serius?”

“Iya. Pas istrinya pulang baru ketahuan.”

“Ya ampun tega banget.”

“Padahal Sulis itu baik loh orangnya.”

Beberapa ibu menggeleng prihatin,namun ada juga yang mulai menyalahkan Sulis.

“Kadang perempuan kalau udah punya anak suka nggak ngurus diri.”

“Mungkin suaminya bosan.”

“Tapi ya tetap aja salah si Irwan.”

Obrolan-obrolan itu terus berputar tanpa henti,semakin lama, nama keluarga Irwan mulai jadi tontonan satu kampung.

Di ruko, Irwan sedang emosi sejak pagi,beberapa pegawai terlihat bekerja lebih hati-hati karena takut terkena amarah bos mereka.

“Mas, desain yang ini salah ukuran,” ucap salah satu pegawai pelan.

Irwan langsung membanting map di meja.

“Dari kemarin kerjaan kalian nggak ada yang bener!”

Pegawai itu langsung diam ketakutan,padahal biasanya Irwan dikenal cukup sabar,namun sejak masalah di rumah meledak, emosinya menjadi jauh lebih mudah terpancing,belum lagi beberapa klien mulai meliriknya aneh karena sudah mendengar gosip dari warga sekitar.

“Wanita yang sering di ruko itu istrinya ya Pak?” tanya salah satu pelanggan siang itu.

Wajah Irwan langsung berubah keras.

“Bukan urusan Anda.”

Pelanggan itu buru-buru diam,rasa malu mulai menggerogoti harga diri Irwan perlahan.

Menjelang magrib Irwan pulang dengan kepala penuh tekanan,begitu masuk rumah, suasana kembali terasa sunyi.Lastri sedang duduk di ruang tamu membantu anaknya belajar membaca,sedangkan pintu kamar Sulis masih tertutup rapat.

“Kamu belum makan?” tanya Lastri pelan.

Irwan menggeleng sambil duduk lemas di sofa.

Lastri langsung berdiri.

“Saya angetin lauk ya.”

Irwan tidak menjawab,beberapa menit kemudian aroma sayur hangat mulai tercium dari dapur,hal sederhana itu justru membuat Irwan merasa nyaman sekaligus bersalah,karena selama ini perhatian kecil seperti itu biasanya datang dari Sulis.Lastri meletakkan makanan di meja.

“Mas makan dulu.”

Panggilan itu kembali terdengar begitu akrab,Irwan menatap wanita itu beberapa detik.

“Orang kampung udah ngomongin kita.”

Lastri menunduk pelan.

“Saya tahu.”

“Semua jadi kacau.”

Lastri duduk perlahan di kursi depan Irwan.

“Kalau Mas nyuruh saya pergi... saya pergi.”

Nada suaranya lembut dan terdengar sedih,anehnya, Irwan justru merasa tidak rela.

Padahal seharusnya itu jalan paling benar.

“Kamu mau ke mana?” tanya Irwan akhirnya.

Lastri tersenyum kecil pahit.

“Nggak tahu.”

Jawaban itu membuat Irwan menghela napas panjang,sekali lagi, rasa kasihan membuatnya menunda mengambil keputusan.

Tak lama kemudian pintu kamar Sulis akhirnya terbuka,Sulis keluar sambil menggandeng Rara yang baru bangun tidur,begitu melihat Irwan dan Lastri duduk bersama di meja makan, langkahnya langsung terhenti,tatapan wanita itu berubah dingin,Lastri buru-buru berdiri.

“Mbak Sulis mau makan? Saya ambilin nasi....”

“Nggak usah.”

Jawaban Sulis cepat dan tajam,Ia berjalan menuju dapur tanpa memandang Lastri sedikit pun,namun saat membuka rice cooker dan melihat lauk yang sudah tertata rapi di meja makan, dadanya kembali terasa sakit,itu pemandangan yang biasanya ia lakukan untuk keluarganya,sekarang perempuan lain melakukannya di rumahnya sendiri.

Rara yang masih polos tiba-tiba berkata pelan,

“Tante itu masak buat Papa ya, Ma?”

Seketika suasana menjadi hening,Sulis menahan napas sesak,sedangkan Irwan langsung menoleh ke arah putrinya.

“Rara...”

Namun anak kecil itu justru semakin polos bertanya,

“Papa suka masakan tante?”

Air mata Sulis hampir jatuh lagi,Ia buru-buru mengambil piring lalu berkata lirih,

“Ayo makan di kamar aja.”

Malam itu, Sulis kembali memilih mengurung dirinya bersama anak-anak daripada harus melihat perempuan lain perlahan mengambil perannya sebagai istri di rumah tersebut.

1
Yati Adek
dasar janda bolong wkwkwk
NeyNaa: wkwkwkw tenangin diri kak 🤣🤣
total 1 replies
Yati Adek
dasar janda gatal
Yati Adek
memang perempuangktau malu
NeyNaa: mksh ud mmpir kak 😄
total 1 replies
Neriya Naura
Si lakor kayaknya pke guna2, si iwan ampe segitunya, author matiin tu lakor, gatal bgt....
Si sulis juga demen bgt masih betah am tu laki...
NeyNaa: jgn emosi kak 🤭
total 1 replies
NeyNaa
ud buta sma cnta, efeknya amnesia 🤭
Lili Amalia
laki2 klau sdh mulai mengalami puber ke 2 atau apapun itu alasannya, TDK akan bisa mendengar nasihat dari siapapun.
kalau kata aku sih biar saja mreka ,dan s istri minta talak 3 dan cari cuan sebanyak banyaknya tuk menyenangkan diri sendiri dan anak. Ngapain bertahan dg laki2 tdk setia. najis .
Neriya Naura
Gak tau malu bgt 🤭
Neriya Naura
Ni si pastri gatel ya gak ketulungn, gatel+gak tau malu, si iwan juga silau bgt ama godaan janda🤭, lemah bgt imannya.
NeyNaa: tenangkan dirimu kak...🤭
total 1 replies
Neriya Naura
Cerita menarik, makin seru, si suami naksir janda gatel...
Neriya Naura
Si pastri gatel bgt sih.... 🤭
NeyNaa
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!