NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Tak Terduga

Eliza mengendarai motornya dengan kecepatan sedang tidak terlalu laju tidak juga terlalu lambat, ia melewati hutan rimbun ketika sampai ia memasang topeng miliknya dan juga topi hitam setelah itu ia berjalan menuju markas

Kreetttt

Gerbang itu terbuka dan Eliza langsung masuk dan menuju ruang bawah tanah tempat para tahanan, ketika sampai Eliza dapat melihat pelayan yang bernama Elsa itu disana juga ada Jasper yang sedang menungku air panas.

"Kau bisa keluar " Ucap Eliza datar nan dingin kepada Jasper

Jasper hanya mengangguk kemudian keluar dan tidak lupa menutupi pintunya, Eliza langsung mengatifkan peredam suara agar tidak terdengar keluar

Eliza berjalan kearah pelayan itu yang sedang pingsan, ia dengan kejam menyiram pelayan itu dengan air es.

Byurrr

Uhukkk... Uhukk

" Apa kau nyenyak tidur disini? " Tanya Eliza dengan suara datarnya

Sedangkan pelayan itu terpaku mendengar suara datar nan dingin itu

" Siapa kau? " Tanya pelayan itu was-was

Namun Eliza tak menjawab ia dengan santai mengambil air panas yang masih mendidih di atas tungku

"Kau mau apa? " Tanya pelayan itu was-was ketika melihat orang misterius didepannya yang sedang berjalan kearahnya dengan membawa air panas tersebut

Byurrr

Aahhhkkkkkk

"PANAS KENAPA KAU MENYIRAM KU " Teriak pelayan itu dengan merasakan panas ditubuhnya ia yakin bahwa saat ini tubuhnya melepuh

Byurrr

AAHKKKK

"BERHENTI AKU MOHON INI SANGAT PANAS " Teriak pelayan itu lagi ia sudah merasakan kulitnya seperti terkelupas sekarang

Namun bukan Eliza namanya jika tidak menyiksa musuhnya tanpa ampun

Byurrr

AAHHKKKKK

pelayan itu sudah tak bisa lagi untuk berbicara ia hanya bisa menangis sekarang

"Bukankah kau menginginkan air panas? " Tanya Eliza dengan suara datarnya

" S_siapa kau sebenarnya? " Tanya pelayan itu disisa teganya

" Apa kau pikir setelah ingin mencelakai adikku, aku akan diam saja " Ucap Eliza dengan suara datarnya

"A_aku bahkan tak mengenalmu apalagi mencelakai adikmu" Ucap pelayan itu dengan suara terbata-bata karena merasakan sakit diseluruh tubuhnya yang sudah melepuh

Eliza dengan santai membuka topeng dan topinya di depan pelayan itu

Degh

"K_kau!!! " Pelayan itu sudah tak bisa berkata apa-apa lagi, ia tak menyangka bahwa takdirnya akan berakhir seperti ini

" Bagaimana? Apakah kau sudah mengenalku? " Tanya Eliza datar nan dingin sedangkan pelayan itu tak bisa lagi untuk berkata-kata

Eliza berjalan mengambil pengait dan belati diatas meja kemudian berjalan ke arah pelayan itu, membuat pelayan itu menggeleng keras

" Aku mohon nona jangan lakukan ini " Ucap pelayan itu memohon kepada Eliza sedangkan orang yang di mohonkan hanya memasang wajah datar nan dingin

Eliza mencengkram dagu pelayan itu kemudian memasukkan pengait itu dan mencantolkan dilidah pelayan itu, kemudian dengan kejam Eliza menarik dengan kasar pengait itu membuat sesuatu keluar dari mulut pelayan itu keluar

Pelayan itu hanya bisa menangis sekarang ia tak menyangka bahwa orang yang didepannya ini seperti iblis mematikan

Setelah menarik keluar pengait itu Eliza dengan kejam lagi mer*bek mul*t pelayan itu, pelayan itu sudah tak bisa lagi untuk berbicara bahkan sekedar teriak saja ia tak bisa ia hanya bisa menangis menahan rasa sakit yang luar biasa

Setelah selesai melakukan penyiksaan Eliza bangkit dari tempatnya kemudian berjalan keluar disana sudah ada Jasper dan beberapa anggota yang lainnya

" Lempar pelayan itu ke kolam buaya " Ucap Eliza dingin dan tanpa menunggu jawaban dari Jasper dan yang lainnya Eliza pergi menuju lantai dua untuk membersihkan diri.

Jasper dan tiga orang lainnya masuk ke ruang dimana Eliza menyiksa pelayan itu ketika sampai mereka dibuat menganga tak percaya melihat keadaan pelayan itu

"Jadi Queen menyuruh kita untuk menungku air panas hanya untuk menyiram pelayan ini " Ucap salah satu anggota tersebut

" Benar-benar tragis sekali " Ucap anggota satunya lagi

" Sudahlah itu kesalahannya sendiri yang sudah berani menyinggung Queen " Ucap Anggota satunya lagi

Sedangkan Jasper hanya diam saja mendengarkan gosipan anggotanya ini

" Seret pelayan itu kemudian lempar ke kandang buaya seperti yang Queen minta " Ucap Jasper kemudian ia berjalan pergi meninggalkan Anggotanya yang sedang misuh-misuh tak jelas

Disisi Eliza

Eliza mengendarai motornya menuju ke suatu tempat yang pastinya bisa membuat ia tenang.

Eliza sudah sampai di sebuah taman namun tidak ada orang sama sekali di taman tersebut, Eliza dengan santai duduk dikursi dan memejam kan matanya untuk menenangkan diri sebentar.

Sedangkan disisi Elzia dan keluarganya

Mereka menuju Restoran yang cukup terkenal.

" Yaudah kita duduk disana saja " Ajak Faris sambil menunjuk ke arah kursi paling pojok, sedangkan yang lainnya hanya mengangguk saja

Kemudian mereka duduk di tempat masing-masing dan mulai memesan makanan

Setelah beberapa menit akhirnya pesanan mereka pun datang dan mereka mulai makan tanpa bicara lagi

Elzia dengan tenang makan makanan miliknya sambil melihat ke arah ponselnya, Tiba-tiba seseorang memanggilnya

" Zia? Ternyata kamu " Ucap seseorang dari belakang

Merasa namanya dipanggil Elzia menoleh kebelakang melihat Arumi dan Bara yang sedang berdiri sambil membawa barang belanjaan

" Loh bunda papa? " Kaget Elzia ketika melihat orang tua angkatnya ada disini, kemudian Elzia menghampiri kedua paruh baya tersebut

" Gimana kabar bunda? " Tanya Elzia sambil memeluk Arumi

" Baik aja kok ini bunda sehat-sehat aja " Ucap Arumi sambil menampilkan senyum manisnya berbeda dengan bara yang hanya memperlihatkan wajah lelahnya

" Ayo duduk gak baik loh ibu hamil kelamaan berdiri " Ucap Amira sambil bercanda sedangkan Arumi mengangguk saja dan duduk di kursi yang kosong.

Mereka semua berbincang-bincang santai sambil menikmati suasana dimalam hari sedangkan para pemuda yang ada disitu hanya menyimak saja mendengar obrolan para orang tua.

Malam pun semakin larut sedangkan Eliza yang berada di taman ketiduran sampai ia mulai terganggu dengan dinginnya angin malam

Eliza terbangun dari tidurnya kemudian ia bangkit dari kursi tersebut dan berjalan menuju motornya untuk pulang ke rumah karena ia takut orang rumah akan mencarinya jika ia tak pulang apalagi sekarang itu adalah keluarga kandungnya sendiri

Setelah sampai di depan pagar Eliza tidak membunyikan klaksonnya karena satpam itu lebih dulu membuka pintu pagar tersebut, setelah terbuka Eliza mengendarai motornya menuju garasi tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada satpam tersebut

" Nona Eliza ini benar-benar sangat jauh berbeda dengan nona Elzia " Gumam satpam tersebut kemudian ia menutup kembali pagar tersebut

Sedangkan Eliza berjalan menuju lantai dua dapat ia lihat jika para pelayan berlalu lalang tapi tak ada yang dari mereka untuk menyapa gadis itu karena saking takutnya sedangkan Eliza tak peduli sama sekali

"Apakah keluarga ku belum pulang? " Tanya Eliza datar pada pelayan yang berpaspasan dengannya

"B_belum nona " Jawab pelayan itu dengan gugup yang melanda dirinya ketika berbicara dengan Eliza

Sedangkan Eliza mengangguk saja kemudian berjalan menuju tangga untuk ke lantai dua dimana kamarnya berada.

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
aytysz
Semangat yaa kak! kalau kakaknya ada waktu luang, boleh dong berkunjung ke profil ku .. di sana ada cerita sederhana yang mungkin kakaknya suka ♡
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!