NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04

Asha berjalan dengan dagu terangkat, mencoba menikmati kemewahan sekolah yang luasnya hampir seluas komplek perumahannya di dunia nyata. Berdasarkan ingatan yang masuk, Melody ini sebenarnya anak yang cukup ramah dan humble, tapi kalau urusan kelakuan, tetap saja jiwa "Asha yang petakilan" tidak bisa disembunyikan.

​"Buset, sekolah mewah bener! Lantainya aja kinclong banget bisa buat ngaca. SPP-nya berapa ya? Pasti nggak cukup seratus ribu kek gue dulu," bisiknya sambil cekikikan sendiri. "Lumayanlah ya, nikmatin dulu rasanya jadi anak sultan sebelum alur maut menjemput."

​Begitu sampai di kantin, langkah Asha mendadak melambat. Suasana kantin yang tadinya riuh mendadak terasa memiliki tekanan atmosfer yang berbeda di salah satu sudutnya. Di sana, di meja paling eksklusif, berkumpul para "penguasa" cerita ini.

​Ada Galen yang terlihat seperti pangeran sekolah yang ramah, dan tentu saja, Kaisar yang duduk dengan aura gelap bin horor. Di tengah mereka, duduklah Zoya, si gadis cantik yang auranya benar-benar menyilaukan.

​"Buset... mereka definisi karakter utama. Gantengnya nggak ketolong, wangi orang kaya-nya kecium sampai sini," gumam Asha sambil menelan ludah. "Tapi nggak, ah! Ngeri, Cuy! Gue nggak mau berurusan sama mereka dulu."

​Asha mencoba tetap tenang dan berjalan santai—atau setidaknya berusaha terlihat santai—melewati meja mereka. Di sana bukan cuma ada Galen dan Kaisar, tapi juga antek-anteknya: Azka yang pendiam, Jigar yang sedang asyik menggoda adik kelas yang lewat, dan David.

​"Wih, si kutu kupret nembak Kaisar kemarin, sekarang udah berani lewat depan mukanya tanpa nangis?" celetuk Jigar dengan suara lantang, khas cowok playboy yang mulutnya tidak bisa direm.

​Langkah Asha sempat terhenti sejenak. Ia melirik meja itu dari sudut matanya. Di sana, Kaisar masih diam membatu dengan tatapan tajam yang terarah pada Zoya, seolah-olah seluruh dunia tidak penting baginya.

​Sabar, Asha... Sabar... Anggap saja mereka patung manekin di mal, batin Asha menyemangati dirinya sendiri sambil terus berjalan menuju meja Rere dan Ghea.

"Gue kagak ada duit," ucap Melody (Asha) dengan wajah paling lempeng sedunia. Dia benar-benar lupa kalau dompetnya sekarang mungkin isinya kartu kredit semua, bukan uang recehan sisa kembalian angkot.

​Rere yang lagi asyik mengunyah siomay langsung melongo, sementara Ghea yang sedang minum es jeruk spontan tersedak sampai airnya hampir keluar dari hidung.

​"Uhukk! Uhukk! Apaan lo bilang?" Ghea mengelap bibirnya kasar. "Gue tahu ya, Mel, bokap lo itu sahamnya di mana-mana. Lo belum jatuh miskin dalam waktu lima belas menit tadi, jadi kagak usah minta dikasihani!"

​Rere menatap Melody dari atas sampai bawah dengan mata menyipit. "Terus ini apa lagi? Tumben amat elo nggak pakai 'makeup karnaval' itu? Biasanya kalau nggak menor, lo ngerasa nggak hidup."

​Melody duduk dengan santai, lalu menyambar kerupuk milik Rere tanpa izin. "Baru sadar gue, Re. Ternyata makeup itu mahal. Sayang kalau cuma buat dipamerin ke orang yang nggak naksir gue," sahutnya enteng sambil mengunyah kriuk-kriuk.

​Rere dan Ghea saling pandang. Mereka merasa ada yang salah dengan kabel di otak sahabatnya ini.

​"Eh, sumpah, Mel. Lo habis kepentok pintu kamar mandi ya?" tanya Rere heran. "Kemarin lo nangis bombay pas Kaisar bilang muka lo kayak ondel-ondel kesasar, makanya lo dandan lebih tebel lagi tadi pagi. Sekarang malah dihapus total? Tapi... jujur sih, lo cakepan begini. Lebih... manusiawi."

​"Emang sebelumnya gue apa? Siluman?" balas Melody sambil mendelik.

​"Ya hampir," celetuk Ghea jujur.

​Melody menghela napas, matanya tak sengaja melirik ke arah meja "inti" di seberang sana. Di sana, Jigar masih tertawa-tawa, sementara Kaisar tetap diam dengan aura dinginnya yang bisa bikin es teh manis membeku seketika.

1
emalia
Lanjut kak 🤭🤭
Irsyad layla
lagi dong thor masa cuma 1
Nazia wafa abqura
kak novel ny bagus banget. aq tunggu up ny y kak. 💪
Irsyad layla
thor up lagi dong hari ni nggak cukup 1 bab perhari
Natasya
👌
Wahyuningsih
😅😅😅 drama korea ada aja nih melo
Wahyuningsih
thor buat asha aka melodi badaz abiz biar mkin seru bla perlu dpt bonus ruang dimensi atau sistem yg srba bisa 💪💪💪 thor
Wahyuningsih
mampir q thor
**Maulina**
lanjut thor semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!