NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Club malam

Saat ini Andrew sudah berada di sebuah club malam kalangan elite tempat biasa ia nongkrong bersama Fatir di kala suntuk. baru saja memasuki ruangan club ia langsung di suguhkan oleh pemandangan pria dan wanita yang sedang asyik berjoget dan menari di lantai dansa. beberapa orang pun ada yang tengah asyik minum sambil di temani wanita bayaran yang mereka pesan khusus.

Andrew terlihat langsung duduk di sebuah meja tempat biasa ia dan Fatir duduk jika datang ke club malam tersebut. pantatnya baru saja mendarat sempurna di atas sofa namun beberapa wanita malam dengan pakaian kekurangan bahan langsung menghampiri nya dan bergelayut manja di kedua tangan nya saat ini. malah salah satu dari mereka ada yang berani menyentuh wajah tampan dan dada bidang nya mencoba untuk merayu tapi sayang sekali malam ini ia hanya ingin minum seorang diri tanpa di ganggu oleh siapa pun.

"Maaf ladies malam ini aku hanya ingin minum seorang diri, jadi cepatlah menyingkir sebelum aku berbuat kasar kepada kalian." Ucap Andrew terkesan dingin dengan tatapan mata yang begitu tajam.

Para wanita cantik dan sexy yang awalnya terus bergelayut manja di tangan pria itu mulai ketakutan dan bergidik ngeri saat melihat tatapan dingin dan tajam yang pria itu tunjukkan kepada mereka. dengan secepat kilat para wanita itu segera pergi dari sisi Andrew karena takut pria itu akan murka nantinya.

Setelah para wanita jalang itu pergi. Salah satu pelayan mulai mendatangi Andrew untuk mencatat pesanan pria tersebut.

"Satu botol Vodka." Ucap Andrew kepada sang pelayan.

"Baik bos akan segera saya siapkan." Ucap pelayan tersebut.

Sementara di lantai dansa terlihat seorang wanita dengan pakaian begitu mini sedang meliuk-liukan tubuhnya yang bak gitar spanyol tersebut dengan di temani beberapa teman prianya yang terus menempel ke arah tubuhnya secara bebas.

Wanita itu adalah Ema seorang model yang sudah sangat lama bekerja sama dengan perusahan milik Andrew.

Saat sedang asyik menari tiba-tiba saja salah satu sahabat sesama modelnya yaitu Kayla langsung mendekat ke arah Ema untuk memberitahukan pria pujaan hati sahabatnya itu sedang minum seorang diri di sudut ruangan saat ini.

"Ema coba lihat ke arah sana, bukanya itu Andrew pria yang sering melakukan cinta satu malam dengan mu?" Beritahu Keyla menunjuk ke arah Andrew yang sedang asyik minum seorang diri.

"Ehhh....iya itu Andrew." Girang Ema tidak lepas menatap pria tampan itu.

Tiba-tiba terlintas sebuah rencana yang cukup gila namun jika berhasil dalam waktu dekat ia bisa di nikahi oleh pria sedingin kulkas itu. kini Ema mulai meminta bantuan sang sahabat dan membisikan rencana gilanya itu.

"Baiklah akan aku bantu, lagian aku juga sudah sangat cape selama ini melihat tidak ada kejelasan hubungan antara kalian berdua." Ucap Keyla siap membantu.

"Terima kasih, kamu memang bisa di andalkan sebagai sahabat." Girang Ema karena Keyla setuju untuk membantunya.

"Tunggu sebentar aku ambil barangnya dulu di dalam tas, kaya nya masih ada satu lagi."

Kini Keyla mulai berjalan ke arah kursi tempatnya menyimpan tas dan mulai mengambil  bungkusan kecil di dalam tasnya tersebut yang terbalut kertas dan lansung membawanya kepada Ema.

"Sudah aku ambil barangnya." Keyla memperlihatkan apa yang sedang ia pegang.

"Baiklah ayo kita mulai hampiri Andrew, rencana kita malam ini tidak boleh sampai gagal."

"Tenang saja malam ini rencana kita akan berjalan dengan lancar."

Kini Ema dan Keyla mulai berjalan mendekat ke arah Andrew yang sedang minum seorang diri itu.

Andrew terlihat sangat menikmati segelas Vodka di dalam gelas yang ia pegang saat ini, namun tiba-tiba ia menurunkan dan menyimpan gelas tersebut di atas meja kembali. saat dua orang wanita datang menghampiri nya, salah satu dari mereka langsung bergelayut manja di tangannya saat ini.

"Hallo sayang." Sapa Ema.

Sementara Keyla hanya tersenyum singkat untuk menyapa pria bernama Andrew itu.

"Bisakah kamu tidak menganggu ku saat ini?, aku hanya ingin minum seorang diri." Usir Andrew begitu dingin.

"Kenapa harus minum seorang diri jika ada aku yang bisa menemani mu minum malam ini." Ucap Ema mulai membelai pipi Andrew.

Namun tanpa di sadari Andrew, Ema mulai memberikan kode kepada Keyla untuk segera menjalankan rencana mereka saat ini juga.

Keyla yang mengerti dengan kode lirikan mata yang di berikan oleh Ema segera memasukan sesuatu ke dalam minum Andrew mumpung pria itu sedang lengah saat ini.

Andrew yang sudah sangat kesal kepada Ema, ingin menoleh ke arah lain namun dengan cepat wajahnya di tahan oleh wanita itu.

Cup! hmmmm....

Kini bibir Ema sudah mulai mendarat sempurna dan sedikit melumat bibir Andrew dengan lembut. pria itu begitu kaget dengan tindakan Ema, ia segera mendorong tubuh Ema ke belakang dengan ekspresi wajah begitu kesal.

"Sudah gila kamu Ema?!" Kesal Andrew refleks mengelap bibirnya.

"Maaf aku hilang kontrol." Lirih Ema pura-pura merasa bersalah.

Kini Ema melirik sekilas ke arah Keyla yang sudah berhasil memasukan sesuatu ke dalam minuman Andrew. artinya misinya malam ini akan segera terlaksana.

"Pergi dari sini sebelum aku bertindak lebih kasar lagi!" Marah Andrew menatap tidak suka ke arah Ema bertingkah seenaknya.

"Baiklah aku akan segera pergi, tapi jika kamu membutuhkan ku telepon saja. aku masih berada di club ini sampai larut malam." Ucap Ema mengeluarkan senyum manisnya.

Andrew hanya diam tidak berniat membalas ucapan wanita tersebut, merasa di abaikan Ema dan Keyla mulai berjalan meninggalkan Andrew seorang diri.

Namun kini bibir Ema terlihat menyungkinkan senyum liciknya setelah melirik sekilas ke arah Andrew.

"Jika malam ini berhasil, satu bulan kemudian aku bisa memetik hasilnya dan akan segera menjadi nyonya besar tuan Andrew Permana." Batin Ema begitu girang sudah tidak sabar menunggu pria bernama Andrew itu mulai terpengaruh obat.

Setelah kepergian Ema dan Keyla, Andrew masih terlihat kesal. dengan sekali tegukan ia langsung menghabiskan segelas penuh Vodka tanpa tahu jika minuman tersebut telah di campur sesuatu.

30 menit berlalu, Andrew sudah hampir menghabiskan satu botol Vodka dan kini kepalanya sudah mulai terasa pusing namun kesadarannya masih sangat baik.

Namun tiba-tiba tubuh pria itu mulai memanas dan terasa gerah, perlahan Andrew mulai membuka 2 kancing kemeja paling atas miliknya karena merasa begitu gerah. pria itu sampai mengipasi tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya sangking merasa sangat kepanasan.

Keringat dingin mulai keluar dari dahi dan tubuh Andrew saat ini, dan tiba-tiba pria itu merasakan dari balik celana yang sedang ia kenakan miliknya sudah menegang sempurna siap untuk bertempur.

"SHIT! SIAL! sepertinya ada seseorang yang telah mencampur sesuatu ke dalam minuman ku!" Geram Andrew dengan wajah merah padam saat ini.

Dengan cepat ia segera mengambil ponsel miliknya yang tergelak di atas meja dan segera menghubungi sahabatnya Fatir untuk datang menjemputnya kemari.

TUTTTT.....TUTTT......

Andrew terus menghubungi Fatir hampir 20 kali namun tidak ada jawaban dari sahabatnya itu.

"Sialan!, kenapa gak di angkat-angat apa ia sudah tidur jam segini?!" Gerutu Andrew begitu kesal.

*****

Sementara di club malam Andrew terus berusaha menelpon Fatir namun belum ada jawaban juga. Pria itu mulai merasa gelisah karena tubuhnya semakin memanas dengan keringat yang terus  keluar. Andrew saat ini sangat butuh pelampiasan, tapi ia tidak ingin karena takut akan kebablasan dan lupa tidak mengunakan pengaman saat melakukan itu.

"AH SIAL!" Teriak Andrew frustasi, sedikit membanting ponsel mahalnya di atas meja.

Untung saja suara teriakannya itu tidak akan terdengar sama sekali karena suara musik yang begitu kencang di dalam club.

Di saat Andrew sudah mulai prustasi, tiba-tiba ia terpikir untuk menghubungi keponakannya Bella, menyuruh wanita itu untuk membangunkan Fatir yang pasti sudah tertidur saat ini.

"Aku bisa telepon Bella.",

Dengan cepat Andrew mengambil ponsel miliknya kembali dan langsung menghubungi nomer Bella.

"Hallo?" Sapa suara Bella di sebrang sana.

"Hallo Bella, tolong bangunkan Fatir dan suruh ia datang ke club friends untuk menjemput paman." perintah Andrew dengan suara tertahan.

"Baik paman."

BIP!

Panggilan telepon itu telah terputus. Saat ini Bella sedang menutup laptop miliknya, ia segera berdiri dan mulai berjalan keluar dari kamar untuk membangunkan paman Fatir.

Barusan saat menerima telepon dari paman Andrew, Bella merasa agak khawatir setelah mendengar suara tertahan dari sang paman saat berbicara di telepon dengan nya.

"Apa yang telah terjadi dengan paman Andrew?, aku jadi begitu khawatir."

TOK! TOK! TOK!

"paman Fatir bangun!"

TOK! TOK! TOK!

"Paman Fatir ayo bangun!"

Bella terus mengetuk dan berusaha membangunkan sang paman, namun usahanya itu sia-sia saja.

"Dasar kebo!, gak bangun-bangun kalo sudah ketemu kasur sama bantal!" Gerutu Bella kesal.

Kini Bella jadi panik dan khawatir karena tidak berhasil membangunkan paman Fatir, artinya tidak ada orang yang akan menjemput paman Andrew di club malam saat ini.

Gadis itu mulai terdiam dan berpikir namun detik berikutnya ia memutuskan untuk pergi ke club malam tersebut menjemput paman Andrew seorang diri.

Kini Bella langsung berlari ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian, tidak sampai 5 menit ia sudah menganti pakaian tidurnya dengan setelah celana jeans levis dan kaos oversize saja. kemudian langsung menyambar kunci mobil miliknya yang berada di atas meja samping tempat tidur dan dengan tergesa-gesa segera keluar dari kamar.

*****

Sementara di sudut ruangan Andrew begitu tidak nyaman dengan posisi duduknya saat ini, ia berusaha menahan rasa panas dan gairah di dalam tubuhnya sampai Fatir datang kesini untuk menjemputnya.

Sementara di lantai dansa terlihat Ema yang tengah tersenyum senang ketika melihat keadaan Andrew yang mulai gelisah di sudut ruangan itu.

"Malam ini benih mu akan masuk ke rahim ku sepenuhnya tanpa terhalang pengaman sialan itu lagi!" Gumam Ema tersenyum licik.

Kini bagian bawah Ema sudah berdenyut dan mulai basah hanya dengan membayangkan apa yang akan ia dan Andrew lakukan malam ini. dengan senyum girang menghiasi bibir Ema, wanita licik itu segera berjalan menghampiri Andrew.

"Kamu kenapa sayang?" Tanya Ema yang langsung duduk di atas pangkuan Andrew dan merasa ada sesuatu yang menonjol.

sementara Andrew langsung membulatkan kedua matanya saat merasakan ada sesuatu yang telah menduduki miliknya dan itu membuatnya bertambah frustasi dan semakin tidak karuan.

"Apa yang sedang kamu lakukan hah?!, cepet menyingkir dari atas tubuh ku sebelum aku benar-benar marah!" Ancam Andrew sembari memberikan peringatan.

Bukannya takut dan segera menyingkir, Ema malahan terlihat sengaja mengesek-gesek pantat sexy nya di atas pangkuan Andrew. hal tersebut langsung membuat mata pria itu merem melek karena kelakuan Ema.

"Arggghhttt shit!" Guman Andrew merasa frustasi.

*******

Kini Bella sudah sampai di club dan langsung berjalan ke area lantai dansa, mulai mencari keberadaan sang paman. beberapa pria mulai mengodanya namun tidak ia hiraukan dan terus menatap kesekitar mencari sang paman.

Kini tatapan mata Bella langsung tertuju ke arah sudut ruangan, ia melihat paman nya sedang memangku seorang wanita sangat sexy. wanita itu terlihat sedang merayu dan mengoda sang paman, namun paman nya terlihat tidak nyaman dan terus menghindar. Bella yang melihat pemandangan tesebut menjadi sangat kesal dan ingin sekali rasanya ia menendang wanita jalang itu dari pangkuan sang paman saat ini juga.

"Kayanya perlu di kasih pelajaran tuh wanita jalang!" Gumam Bella tersenyum devil.

Dengan tergesa-gesa Bella mulai berjalan menghampiri paman dan wanita jalang itu.

BRUK!

ARGGGGHHTTT SAKIT!

*****

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!