NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taring Sang Singa di Altar Media

Gedung pertemuan utama Aditama Group siang itu bener-bener kayak sarang lebah. Ratusan wartawan dari media cetak, televisi, sampai portal berita online udah menumpuk di depan panggung. Kamera-kamera dengan lensa panjang udah terpasang rapi, semuanya siap buat mengabadikan momen kejatuhan—atau justru kebangkitan—sang penguasa bisnis Jakarta, Kenzo Aditama. Bisik-bisik miring soal status "Anak Haram" masih kedengaran jelas di sudut-sudut ruangan.

Di balik panggung, Nabila lagi sibuk ngerapihin dasi hitam Kenzo. Tangannya agak gemeteran, tapi dia berusaha buat tetep kelihatan tenang di depan suaminya.

"Kenzo, kalau nanti pertanyaannya mulai ngaco, kamu jangan kepancing emosi ya. Inget, ada aku di samping kamu," bisik Nabila sambil menepuk dada kemeja Kenzo lembut.

Kenzo nggenggam tangan Nabila, lalu ngecup punggung tangannya lama banget. Tatapan matanya udah nggak rapuh kayak tadi pagi di apartemen. Sekarang, tatapan matanya tajem, dingin, dan penuh percaya diri. Sosok CEO Singa udah balik seutuhnya. "Gue nggak bakal biarin tikus-tikus itu ngerasa menang, Bil. Lo cukup berdiri di samping gue dan senyum. Biar sisanya gue yang beresin."

"Pak Kenzo, waktu kita tinggal satu menit lagi. Tim medis dari Rumah Sakit Pusat Pusat dan pihak kepolisian sudah siap di tempat," lapor Surya yang tiba-tiba nongol dengan muka yang jauh lebih tenang dari tadi pagi.

Kenzo mengangguk tegak. Dia nggandeng tangan Nabila erat-erat, lalu berjalan keluar dari balik tirai. begitu mereka berdua melangkah ke atas panggung, suara jepretan kamera langsung berondong kayak suara tembakan. Lampu flash nyala bergantian sampai bikin silau.

Kenzo duduk di kursi utama, sementara Nabila duduk setia di sampingnya. Di meja depan mereka, udah ada beberapa map dokumen dan mikrofon yang siap merekam setiap kata yang keluar.

"Selamat siang semuanya," suara berat Kenzo menggema lewat speaker besar, seketika membuat seluruh ruangan yang tadinya bising langsung hening total. "Saya tahu alasan kalian berkumpul di sini. Soal siaran langsung pria bertopeng tadi pagi yang menuduh saya bukan anak kandung dari mendiang ayah saya, dan tuduhan bahwa saya tidak berhak atas Aditama Group."

Seorang wartawan dari media ternama langsung berdiri dan mengangkat mikrofonnya. "Tuan Kenzo! Pria bertopeng itu menunjukkan surat medis kepemilikan saham dan bukti kehamilan Ibu Sofia sebelum menikah. Apa tanggapan Anda mengenai hal itu? Apakah Anda akan mundur dari jabatan CEO jika terbukti bersalah?"

Kenzo tersenyum tipis—sebuah senyuman sinis yang bikin wartawan yang bertanya tadi langsung ngerasa merinding.

"Saya tidak akan mundur selangkah pun. Karena semua yang dikatakan pria bertopeng itu adalah sampah palsu yang sengaja dibuat oleh Sofia Aditama sepuluh tahun lalu sebagai alat pemerasan," jawab Kenzo tegas, tanpa ada keraguan sedikit pun.

Kenzo ngasih isyarat ke Surya. Surya langsung menyalakan layar proyektor besar di belakang panggung. Layar itu nampilin surat perjanjian asli yang dibawa sama Ardiansyah tadi pagi, lengkap dengan hasil verifikasi forensik dari kepolisian yang menyatakan kalau dokumen yang disebar pria bertopeng itu adalah dokumen hasil manipulasi.

"Di sebelah kanan saya, sudah hadir Dokter spesialis forensik dari Rumah Sakit Pusat. Dan hari ini, di depan kalian semua secara live, saya akan melakukan tes DNA tandingan dengan sampel rambut mendiang ayah saya yang tersimpan resmi di bank medis keluarga," ucap Kenzo dengan nada yang sangat tenang tapi menekan.

Proses pengambilan sampel DNA dilakukan langsung di atas panggung oleh tim medis independen yang dikawal ketat sama pihak kepolisian. Para wartawan sibuk mengambil foto dengan heboh. Ini adalah sejarah baru, seorang CEO melakukan tes DNA langsung di depan publik demi menjaga harga dirinya.

"Hasil resmi dari laboratorium independen ini akan keluar dalam waktu tiga jam, dan hasilnya akan langsung diunggah ke situs resmi kepolisian agar tidak ada manipulasi," lanjut Kenzo. Dia lalu berdiri, menumpukan kedua tangannya di atas meja sambil menatap lurus ke arah kamera utama.

"Kepada pria bertopeng yang menonton siaran ini... lo pikir lo bisa ngehancurin gue pakai trik murahan warisan nyokap gue? Gue kasih lo waktu sampai matahari terbenam hari ini buat nyerahin diri. Karena kalau tim gue yang nemuin lo duluan... gue bakal mastiin lo membusuk di penjara paling bawah bersama Sofia dan Bram."

Aura intimidasi Kenzo bener-bener menguasai seluruh ruangan. Nabila yang melihat hal itu cuma bisa tersenyum bangga di dalam hati. Suaminya bener-bener luar biasa kalau lagi mode bertempur.

Konferensi pers ditutup dengan riuh tepuk tangan dari sebagian besar staf Aditama Group yang ikut nonton. Saham Aditama yang tadinya anjlok, pelan-pelan mulai merangkak naik lagi karena pasar melihat ketegasan dan transparansi dari Kenzo.

Begitu kembali ke ruang kerja pribadi Kenzo di lantai paling atas, Nabila langsung lemas dan duduk di sofa. "Hhh... jantungku rasanya mau copot tadi pas lampu flash kamera nyala terus."

Kenzo jalan nyamperin Nabila, dia ngelepas jas navy-nya dan melonggarkan dasinya. Dia langsung duduk di samping Nabila dan menyandarkan kepalanya di pundak sang istri. "Makasih ya, Bil. Kalau nggak ada lo yang megang tangan gue tadi, mungkin gue udah kelepasan mukul salah satu wartawan yang nanyanya ngaco."

Nabila ketawa kecil, dia mengusap rambut Kenzo lembut. "Kamu hebat banget tadi, Kenzo. Aku bangga banget bisa jadi istri kamu."

Kenzo mendongak, menatap bibir Nabila dengan tatapan yang mulai berubah jadi "berbahaya". "Oh ya? Kalau bangga, mana hadiahnya buat suami lo yang habis bertempur ini?"

Pipi Nabila langsung merah padam. "Hadiah apaan sih! Ini kan masih di kantor, Kenzo!"

"Gak peduli. Kantor ini punya gue," bisik Kenzo sambil mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Nabila.

Tapi, tepat di saat suasana kamar kerja itu mulai memanas dan romantis, pintu ruangan diketuk kasar dari luar tanpa permisi. Ardiansyah masuk dengan langkah terburu-buru, wajahnya kelihatan sangat cemas. Di tangannya, dia memegang ponselnya yang masih menyala.

"Kenzo, Nabila! Gawat! Pesan misterius tentang dana X-Corp itu... ternyata bukan gertakan," ucap Ardiansyah dengan suara bergetar.

Nabila langsung teringat pesan ancaman di HP-nya tadi pagi. "Ayah? Maksud Ayah apa? Siapa 'Tuan Agung' yang mendanai X-Corp selama ini?"

Ardiansyah menelan ludah, dia menatap Kenzo dengan pandangan yang penuh rasa takut. "Tuan Agung itu... adalah kakek kandungmu sendiri, Kenzo. Ayah dari mendiang ayahmu. Dia belum meninggal sepuluh tahun lalu seperti yang diberitakan media. Dia sengaja memalsukan kematiannya, mendanai X-Corp milikku dari balik layar, hanya untuk memantau apakah kamu... layak menjadi pewaris tunggal kerajaan bisnis Aditama atau tidak. Dan siaran pria bertopeng tadi pagi... itu adalah ujian pertama dari kakekmu untukmu."

Kenzo langsung berdiri dari sofanya, matanya membelalak lebar dengan rasa syok yang luar biasa. Jadi, dalang dari semua kekacauan identitasnya ini bukan sisa-sisa anak buah Bram atau Sofia, melainkan darah dagingnya sendiri? Kakek kandungnya sendiri yang sedang bermain-main dengan hidupnya?

Pernikahan mereka baru saja dimulai, tapi tantangannya kini bergeser dari musuh luar menjadi perang dingin keluarga yang jauh lebih kejam dan penuh teka-teki.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!