NovelToon NovelToon
Hantu Tampan Yang Tinggal Disebuah Patung

Hantu Tampan Yang Tinggal Disebuah Patung

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Mata Batin / Fantasi
Popularitas:421
Nilai: 5
Nama Author: Widianti dia

Leonel adalah seorang hantu yang bersemayam di dalam patung.
Keberadaannya sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah keluar menampakkan wujudnya pada siapa pun.
Sampai suatu hari ada seorang wanita yang mengusik keberadaannya, sehingga dia terpaksa keluar dan menampakkan wujud aslinya, seorang hantu tapi tampan meskipun dengan wajah pucat, dia memang tidak bisa dilihat oleh mata awam kecuali orang itu sama energinya dengan hantu Leo, pasti manusia itu akan melihatnya seperti wanita yang mengusiknya hari itu ternyata sama energinya dengan hantu leo.
jadi siapakah yang bisa melihat leonel.

kalau mau tau ikutin kisahnya ya teman-teman ☺️🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianti dia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Rumah kosong.

Waktu menunjukan pukul 7, Arun sudah siap mau ke Alfamart sebelum berangkat dia pergi ke kamar atas dulu dan berpamitan sama hantu Leo.

"Leooo Arun pergi dulu,ya?Leo dimana ya, sudah aku pergi dulu pokoknya dada Leo?"

Arun pun meninggalkan kamar atas, setelah itu dia panggil Siti.

"Sittt,ayoooo"

"Aku didepan Mba?"" Jawab Siti.

"Ealahhh ni anak?"

Baru Arun mau keluar tutup pintu dibelakangnya sudah,ada hantu Leo berdiri.

"Astaghfirullah Leooo,bikin aku kaget,saja?"

Leo hanya terdiam saja sambil menatap Arun penuh Arti,dan Arun pun tekesima, dalam hati Arun.

"Yaallahh sekuwatir ini kah dia sama aku, padahal kalau dia ikut keluar pasti energinya terkuras dan bisa menyelakai dia."

Langsung Arun senyum dan mencium pipi hantu Leo.

hantu Leo melotot tajam kearah Arun.

"Bisa jaga sikap gak!"

"Emm,,iya iyaaaa,,,maaff?"""

Kata Arun sambil melipatkan tangannya?"

"Sudah ayok kita jalan?"

Kata hantu Leo.

"Nunggu lama ya Sitt?" Tanya Arun ke Siti.

"Iya sudah jamuran Akuu?"

"Ya udah kalau gitu besuk tak masak cap cay? hehehe" kata Arun.

"Apa sih Mba?""hiii?" Jawab siti.

Mereka berdua pun berangkat ke Alfamart sambil jalan kaki karena jarak Alfamart hanya sekitar 200, meter saja.

Dan disaat jalan melewati rumah kosong disitu Arun perasaannya mulai aneh,tanpa sadar dia nengok kearah rumah itu,dan Arun hampir saja teriak karena yang dilihatnya banyak penapakan disitu hampir semua hantu ada disitu poci,kukun,dan lainya,tapi karena tangan Arun berpegangan erat dengan hantu Leo jadi dia tersadarkan,kalau dia melihat pura-pura lah tidak tau,karena itu akan menjagamu dari bahaya,jadi Arun mulai pura-pura gak tau dan dia langsung ngobrol sama Siti.

Setelah sampai di Alfamart Arun mulai ambil snacks yang dia suka terutama coklat,hantu Leo yang mengikuti dia hanya bisa memandanginya dengan penuh perhatian,dan disaat dia ambil barang tinggi dia kesusahan karena tubuh kecil dia gak sampai, dan hantu leo dengan sigap mengambilkan nya.

"Leooo,untung gak orang?cepet taruh sinii,mohon?"

Dengan memohon untuk secepatnya melepaskan barang,yang dipegang hantu Leo karena Leo mecoba menjahili dia.

Dan hantu Leo hanya tersenyum saja.dan berkata.

"Coba kalau disini berani gak macam-macam." Tanya hantu Leo ke Arun.

"Ya gak berani aku tik dikatain orang aku gak beres ngomong sendiri?" Lalu langsung hantu Leo menyentil dahi Arun.

Dengan refleks dia bilang.

"Aduh skit lo?" Sampai orang disebelah nya memandanginya dengan heran.

Dalam hati dia.

"Astaghfirullah waduhh, pantes saja orang itu tadi liatin aku."

"Tu kan Leoo aku jadi diliatin orang Leo sihh?"

Arun berbisik pelan dihadapan hantu Leo.

Hantu Leo hanya tersenyum dengan tenangnya.

Setelah selesai pilih-pilih snacks Arun ajak Siti kekasir.

"Sitt sudah kahhh?"

"Sudah Mba?" Jawab Siti.

Setelah itu mereka berdua keluar dari Alfamart,dan melewati rumah kosong yang tadi.

Kali ini Arun gak bisa berpura-pura lagi gak tau karena tiba-tiba didepannya muncul,kunkun yang terbang melewati badanya dengan wajahnya yang pucat pasih,dan kuku-kuku panjangnya,langsung Arun berteriak histeris.

"Astaghfirullah"aaaaaa"

"Sittt ayok cepatttttttt""dengan menarik Tangan Siti,dan tangan hantu Leo Arun berlarii.

"Apa sih Mbaaaaaa""

Kata Siti. "Sudah ayokk gak usah banyak omong,lo Leo Kemana?"" Arun baru sadar kalau Leo gak ada, dia balek lagi ke arah rumah kosong itu.

"Sittt cepat,kamu balek duluan dan tunggu aku dipintu gerbang."

"Tapi Mba kamu, mau kemana?"

"Ada barangku yang jatuh,sudah jangan bawel."

"Cepatt" teriak Arun supaya Siti cepet pulang sedang kan dia balek lagi,untuk cari Leo.

"Leoo,kamu dimana?" sambil nangis dia cari-cari hantu Leo,sedangkan hantu Leo yang tau Arun nyari dirinya,dia langsung berdiri dihadapan Arun.

"Leooo,leo gak papa?" Leo bukanya jawab

Malah marah besar pada Arun.

"Ngapainn balek kesini cepat balek!!"

"Dan langsung masuk kamar atas!!"

"Tapi Leooo?""

"Yaa Tuhannn ni anakkkk!!?"""

Dan disaat itu lah Arun sebenarnya melihat di belakang Leo banyak sosok-sosok yang menakutkan yang mengejar hantu Leo, dan untuk melidungi Arun hanya ada satu cara supaya Arun cepat pergi dari situ.

"Aaaaaargh"""

Leo,dengan sekali teriakan amarahnya, langsung seperti angin yang menerjang sampai Arun terpental dan jatuh,tapi Arun buru-buru bangun dan berlari nenuju rumah.

"Mba Arun gak papa,kamu kenapa pucat betul Mba?"

Arun hanya menggelengkan kepalanya.

"Ayo Sitt masuk?""

"Iya Ayokk"" jawab Siti.

Setelah dirumah langsung Arun pamit Siti untuk istirahat diatas.

Dikamar atas Arun menyesalkan kejadian hari ini,dan dia hanya diam saja.

Sampai dia tak terasa kalau dia sedang demam,karena habis melihat sosok-sosok itu tadi.

Dan setelah 1,jam akhirnya hantu Leo pun kebali pulang dan langsung kekamar atas,dikamar terlihat Arun sedang meringkuk dikursi dengan mata tertutup badannya yang kecil terlihat memprihatinkan, buru-buru hantu Leo mendekatinya dan dipegangnya dahi Arun.

"Ya Tuhan pasti kamu karena melihat semua itu tadi sampai kamu demam."

Langsung hantu Leo menggendong tubuh Arun dan membaringkanya disofa panjang dengan sigap dia kopres Arunn.

Sampai demam nya turun, setelah demamnya reda Arun tebangun dan melihat hantu Leo dengan wajah kelelahan, Arun langsung memeluknya dan menangis.

Leo hanya terdiam tanpa mengucap satu patah kata pun,

"Terimakasih,dan terimakasih."

Kata Arun,dalam hati.

"Aku tidak akan keluar-keluar dari rumah ini lagi,selagi aku masih bisa melihatmu,aku akan menemanimu disini sampai aku puas melihatmu dan rela serta iklas melepasmu tanpa bisa melihatmu."

Setelah itu Arun membaringkan badanya,disofa dan mencoba memejamkan matanya, sebelum matanya terpejam hantu Leo mendudukan Arun.

"Pejamkan mata." "Kata Leo.

Arun dengan patuhnya memejamkan mata,dalam fikiran Arun sudah pasrah kalau hantu Leo memang sudah tidak ingin dia melihatnya lagi, jadi Arun berfikir,kalau hantu Leo sedang menutup batinnya.hati Arun sebenarnya saat itu menjerit sakit dan sedih tapi dia berusaha sekuat tenaga tidak menangis supaya hantu Leo tidak kasian lagi pada dia,setelah itu Arun perasaannya merasa tenang setelah ditrasfer energi oleh hantu Leo setelah itu dia tertidur pulas.

Hantu Leo pun kembali duduk bersila didepan Arun untuk memulih kan tenaganya yang terkuras habis karena menghalangi sosok-sosok yang menakutkan tadi yang mengejar Arun.

Malam pun berlalu dengan penuh kedamaian,angin malam mulai berhempus disela celah-celah fentilasi udara dikamar itu.dengan meditasi hening hantu Leo mengaktifkan energi murninya,dan untuk mencari jalan terbaik dari semua yang dialaminya.

Pagi pun mulai tampak dari arah timur sinar matahari pagi menembus cendela kamar,suara burung-burung berkicauan didahan pohon sebelah kamar,

Arun terbangun dari tidurnya dalam hati dia sudah berfikir tadi malam adalah malam terakhir melihat hantu Leo,jadi hari ini dia tidak akan langsung membuka matanya dia akan mengilustrasikan bahwa hantu Leo masih ada,

"Leooo aku tau hari ini pasti kamu sudah pergi meninggalkan ku,tapi gak papa aku sadar kita tidak bisa bersama,tapi paling tidak aku masih bisa ingat wajahmu."

Habis itu Arun perlahan-lahan buka matanya dan betapa terkejutnya Arun didepan dia masih ada duduk sosok Leo,yang sedang meditasi.

"Loo,kok masih ada Leo,apakah karena aku masih bermimpi ya?""

Langsung Arun cubit lengan sendiri dengan kerasnya.

"Aaaawwwww""

"Sakitttt."

"Apaan sihh pagi hari sudah ribut."

Kata hantu Leo.

"Leooo,,leo belum meninggal kan Arun?"

"Maksudnya apa?"" Kata hantu Leo,

"Bukanya tadi malam Leo menutup mata batinku?"

Langsung Leo ketek dahi Arun.

"Aduh sakittt?" Kata Arun.

"Makasih Leoo"" langsung Arun,karena senengnya cium pipi hantu Leo lagi,dan sambil berlari pergi keluar kamar dan menuju kebawah, lagi-lagi hantu Leo tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya diam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!