NovelToon NovelToon
Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Vaelisse

Ketika kakaknya, Orla, kabur dari pernikahan dengan pria berbahaya bernama Lorcan, Pearl dipaksa menggantikannya demi menyelamatkan keluarga dari kehancuran.

Terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria dingin yang seharusnya menikahi orang lain, Pearl harus hidup dalam kebohongan yang bisa merenggut nyawanya kapan saja jika kebenaran terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaelisse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Tengah malam, keheningan di dalam kamar itu terasa jauh lebih menyiksa dari semua kata-kata Moira yang pernah ia dengar.

Pearl meringkuk di sofa, mencoba mengecilkan tubuhnya agar muat. Tidak ada selimut. Sistem pendingin ruangan bekerja senyap namun efektif, dinginnya menusuk masuk ke bawah kulit, menyusup ke dalam tulang. Pearl menggigil, tapi tidak bergerak untuk meminta apa pun dari pria yang tidur dengan tenang di atas ranjang besar di tengah ruangan itu.

Ia tidak akan pernah meminta apa pun dari pria itu.

Rasa haus yang akhirnya memaksanya bangkit.

Dengan langkah seringan mungkin, Pearl berjalan menuju meja di sisi ruangan. Ia menuangkan air dan meminumnya dalam tegukan kecil, matanya berkelana tanpa tujuan ke permukaan meja kerja di dekatnya tumpukan dokumen, pena, sebuah cangkir kopi yang sudah dingin.

Dan sebuah bingkai foto yang diletakkan terbalik.

Pearl seharusnya tidak peduli.

Seharusnya ia meletakkan gelasnya, kembali ke sofanya, dan pura-pura tidak melihat apa pun.

Tapi tangannya sudah bergerak lebih dulu dari akalnya.

Ia membalik bingkai itu.

Lorcan tampak beberapa tahun lebih muda di sana, sudut-sudut wajahnya belum sekeras sekarang, bahunya tidak setegang ini. Dan ia sedang tertawa. Di sampingnya, merangkul lengannya dengan senyum yang Pearl kenal betul...

Orla.

GLARRR!

Guntur menggelegar di luar, mengejutkan Pearl hingga bingkai itu terlepas dari tangannya.

Kaca penutupnya pecah di lantai, dengan suara yang terasa seperti tembakan di tengah keheningan.

"SIAPA YANG MENYURUHMU MENYENTUHNYA?!"

Pearl membalik badan.

Lorcan sudah berdiri tepat di depannya.

Entah sejak kapan. Entah sejak kapan ia sudah sedekat ini. Tangannya mencengkeram rahang Pearl dengan tekanan yang membuat gadis itu memekik tertahan, memaksanya mendongak, memaksanya menatap sepasang mata yang terbakar amarah yang tidak lagi bisa ia kendalikan.

"Tuan-maaf-- aku tidak sengaja, aku hanya--"

"Tidak sengaja."

Ia mengulang kata itu seperti racun yang ia cicipi perlahan.

"Atau kamu memang sengaja? Ingin menghapus jejaknya? Ingin mengambil tempatnya?" Suaranya naik, gemetar di tepiannya oleh amarah yang sudah terlalu lama disimpan dan malam ini menemukan celah untuk meledak. "Kamu pikir dengan wajah memelas seperti itu kamu bisa menggantikannya?"

"Tidak!"

Sesuatu di dalam diri Pearl patah.

"Aku tidak pernah ingin ada di sini!" Suaranya keluar lebih keras dari yang ia rencanakan, air mata yang sudah ditahan sepanjang malam akhirnya jebol sepenuhnya. "Aku benci berada di tempat ini! Aku benci menjadi pengganti Orla! Tapi aku tidak punya pilihan, demi ibuku, aku tidak punya pilihan lain!"

Lorcan terdiam.

Hanya sesaat, tapi Pearl melihatnya. Sesuatu bergerak di balik matanya, seperti lapisan es tipis yang retak di permukaan danau beku.

"Jangan sebut namanya,"* bisiknya.

Suaranya turun. Kini jauh lebih dingin dan jauh lebih berbahaya dari teriakannya tadi.

"Jangan pernah sebut namanya dengan mulut itu."

Ia melepaskan rahang Pearl, bukan dengan lembut.

Pearl kehilangan keseimbangan dan jatuh terduduk, tepat di atas serpihan kaca yang berserakan di lantai.

Nyeri menggigit ujung jarinya seketika. Ia menatap tangannya sendiri. Luka-luka kecil di beberapa jari, darah merah segar merembes pelan ke lantai di bawahnya.

Lorcan menatapnya dari atas.

Tidak ada penyesalan di wajahnya.

"Tidur di lantai malam ini." Suaranya sudah kembali datar seperti tidak ada yang baru saja terjadi. Ia berbalik dan berjalan kembali ke ranjangnya. "Biarkan serpihan itu sampai pagi. Biarkan itu mengingatkanmu di mana posisimu di rumah ini."

Pearl tidak bergerak.

Ia menatap darahnya sendiri yang merembes di antara serpihan kaca, di antara kepingan foto itu, foto Lorcan yang tertawa dan Orla yang tersenyum dan sesuatu di dalam dadanya runtuh dengan cara yang tidak bersuara, tidak bisa didengar siapa pun.

Perlahan, dengan tangan yang masih berdarah, ia mulai memunguti serpihan kaca itu satu per satu.

Ia tidak merintih.

Rasa sakit di ujung jarinya tidak ada artinya dibandingkan rasa sakit yang lain.

**

Malam itu, Pearl meringkuk di sudut lantai yang dingin seperti es, memeluk lututnya sendiri.

Di luar, badai masih mengamuk. Di dalam, jam dinding berdetak pelan dan konsisten menghitung setiap detik yang berlalu, setiap detik yang harus ia lewati sebelum matahari kembali.

Matanya tertuju ke ranjang besar di tengah ruangan. Lorcan tidur membelakanginya, punggungnya naik turun dengan ritme yang tenang, ritme orang yang tidak terbebani oleh apa pun yang baru saja terjadi.

Pearl menyentuh cincin di jari manisnya.

Berlian itu terasa Berat. Seperti belenggu yang dirancang agar terlihat indah oleh orang-orang yang melihatnya dari luar.

Ia menghapus sisa air matanya dengan punggung tangan yang tidak terluka, lalu menatap langit-langit tinggi di atasnya dalam gelap.

Bertahan,bisiknya pada dirinya sendiri untuk kesekian kalinya malam ini. Bertahan. Pagi akan datang.

Tapi untuk pertama kalinya, ia tidak yakin apakah pagi yang akan datang itu membawa sesuatu yang lebih baik atau hanya membawa sandiwara baru yang harus ia perankan dengan sempurna, di bawah tatapan pria yang sudah memutuskan untuk membencinya bahkan sebelum mengenalnya.

Di sudut kamar gelap itu, Pearl meringkuk sendirian di lantai yang dingin.

Dan malam pertama pernikahannya berlalu dalam diam yang paling menyakitkan.

1
Dede D
ceritanya sangat bagus
Dede D
lanjut kak
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Gegara Kk nya, adikny jdi korban😭
Dan demi ibunya, pearl rela melaksanakan pernikahan yg ia sendiri tidak mau sbnrnya🙏😓
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Vaelisse: makasii kak, jangan lupa like dan komen nya ya 😀
total 1 replies
Juli Queen
bagus
Juli Queen
kaa kapan update nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!