semua yang kulakukan selama ini ternyata tidak berarti apapun bagi mereka,orang yang kuhormati,kusayangi dan kucintai mengkhianati ku begitu saja.
menyaksikan kematian ku seperti pertunjukkan yang menghibur mereka,aku sungguh bodoh...
memilih mereka yang tidak memilih ku..yang hanya memanfaatkan ku..aku menyesal...
aku tidak menerima takdir ini....aku menolak...
aku meminta pembalasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HartaKarun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 4
“Apakah kamu tidak senang?”pertanyaan Devan membuat ku tersadar dari lamunan ku
Sudah dua minggu semenjak aku berada di dalam tubuh ini,selama waktu itu aku berusaha untuk beradaptasi dengan kehidupan si pemilik tubuh,dan juga selama waktu itu aku menjadi dekat dengan orang-orang yang dikenal si pemilik tubuh,termasuk dengan Devan.
Awalnya memang terasa susah untuk menerima keberadaan Devan,namun setelah aku fikirkan bukankah menarik untuk menghancurkan hatinya dengan identitas wanita yang ia cintai seperti sebagaimana ia menghancurkan aku dulu.
“Bukan begitu,hanya saja aku merasa bingung dengan apa yang akan aku lakukan selanjutnya”elak ku,untuk saat ini mari berpura-pura menjadi tunangan yang baik bagi nya.
“Love,selama aku berada disisi mu.tidak ada yang perlu kamu khawatir kan”ia mendekat dan menggenggam tangan ku.
“Setelah ini kita akan memulai lembaran baru,dimana hanya akan ada kebahagian untuk mu di dalam nya.dan ada sebuah kejutan untuk mu,tebak lah”aku menatap bingung,kejutan seperti apa yang akan bisa diberikan oleh lelaki seperti Devan.
Sepanjang perjalanan,aku menatap lingkungan yang dulu pernah kulalui tampak sangat berbeda,dulu ada jalanan yang penuh dengan pepohonan namun sekarang banyak pohon yang sudah ditebang dan jarak yang cukup jauh dari satu pohon ke pohon yang lain.
Aku jadi teringat dengan perkataan perpisahan dari Ana,kakek dan juga nenek sebelum meninggalkan rumah sakit,ternyata sejak bertunangan pemilik tubuh ini sudah tinggal serumah dengan Devan.
“Nona,jika anda butuh sesuatu atau seseorang untuk bercerita jangan ragu untuk menghubungi saya.saya akan bersedia kapan pun itu”Ana berkata sambil memegang tangan ku,aku membalas genggaman nya dan berkata,”tentu,dan kamu harus bersiap untuk aku repotkan,”ia tertawa atas balasan ku,untunglah ia bisa sedikit ceria.walaupun aku merasa heran kenapa Ana tidak ikut dengan ku.
Kakek mendekat dan mengelus rambutku,”anak naik,jika sesuatu membuat mu tidak nyaman,datanglah pada kakek dan nenek mu ini.kamu akan disambut kapan pun itu”mata ku berkaca-kaca.,
Bohong jika selama 2 minggu ini aku tidak mengembangkan kasih sayang kepada mereka,kasih sayang yang mereka berikan tidak pernah aku rasakan pada kehidupan pertama.bagi seseorang yang tidak pernah merasakan kasih sayang jika diberi sedikit perhatian pun ia akan tersentuh.seperti seseorang yang sudah lama terkurung dalam kegelapan ia masih akan merindukan setitik cahaya.
“Sayang,jalani lah kehidupan yang bahagia,jaga kesehatan dan jangan lupa untuk makan walau sesibuk apapun kamu.kesehatan mu yang utama ”pesan nenek kepada ku
“kita sudah sampai,Love ayo keluar”
Aku memandang rumah yang akan menjadi tempat tinggal ku untuk sementara ini.rumah yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil,minimalis dengan kebun di samping kanan dan kiri dengan berbagai bunga yang cantik.disamping kiri juga ada taman dengan beberapa kursi dan meja saat mau menikmati waktu luang atau berbincang dengan suasana alam.dan yang paling menarik perhatian ku adalah sebuah ayunan yang panjang yang bisa dinaiki 2 atau 3 orang dewasa.itu pastilah akan menjadi tempat favorit untuk sekadar berbaring atau berbincang dengan seseorang.
“Bagaimana menurut mu?kamu suka?”tanya Devan memegang bahuku.aku mengalihkan pandangan ku kearahnya.
“Suka,suka sekali”Devan tampak senang dengan jawaban ku seolah tidak menyangka aku akan menjawab seperti itu.lalu ia menuntunku masuk.menjelaskan beberapa ruangan dan segera mengantarkan aku ke kamar pribadi ku.
Kamarnya juga tampak rapi dengan kasur berada ditengah,lalu beberapa tanaman hias didekat jendela dan sebuah meja dan kursi belajar disudut ruangan.sepertinya pemilik asli menyukai bekerja di kamar.
“istirahat lah Love,kamu tidak boleh kelelahan.aku akan memanggil mu saat kita akan makan siang nanti.jadilah anak penurut”Devan menuntun ku duduk ditempat tidur dan membelai rambut ku penuh dengan kasih sayang.
“Baiklah”jawabku yang mungkin terdengar agak lesu
Devan terkekeh,aku menatapnya bingung,”istirahat hari ini dan besok kamu bisa berkeliling kemana pun kamu mau.atau mau duduk di ayunan.namun jangan lupa untuk memakai pakaian yang hangat karena cuaca saat ini terkadang agak dingin,”aku terkejut,bagaimana ia bisa membaca pikiran ku.
“Itu tergambar dari wajah mu.sekarang istirahat lah secukupnya,agar kamu juga bisa bermain lebih awal besok”ia mendorongku berbaring,membuka sepatu yang aku pakai dan menaikkan selimut sebatas dadaku.ia mencium keningku seolah itu adalah rutinitas dan keluar dari kamar.
Aku memandang datar ke arah kepergiaan nya dan menaikkan selimut hingga menutup setengah wajah ku menutupi pipi yang sedikit memerah tanpa aku sadari.
Rumah ini tampak seperti yang pernah aku bayangkan.