NovelToon NovelToon
Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:325
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
​Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
​Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: TUTORIAL PENDERITAAN

Debu mesiu dan aroma logam terbakar adalah sarapan pagi yang buruk, namun bagi Charlotte, itu adalah data mentah.

Ia menyeret tubuhnya dengan satu kaki yang berfungsi, meninggalkan jejak darah memanjang di atas puing-puing beton Sektor 13. Setiap inci pergerakan adalah siksaan. Gesekan antara otot paha yang robek dengan fragmen tulang yang mencuat mengirimkan sinyal elektrik yang meledak-ledak di saraf pusatnya. Namun, alih-alih berteriak, Charlotte justru menatap antarmuka sistem yang melayang di depan hidungnya dengan tatapan lapar.

[Peringatan: Aktivitas fisik intensif memperburuk trauma femoralis.]

[Akumulasi Penderitaan Terdeteksi: +15 MP, +15 MP, +20 MP...]

[Status: Ambang batas pingsan mendekat. Menyarankan optimalisasi segera.]

"Diam," desis Charlotte. Suaranya serak, nyaris tenggelam oleh deru angin yang membawa sisa-sisa jeritan dari zona tempur utama. "Aku sedang... menabung."

Logika sistem ini benar-benar sakit, tapi Charlotte mulai memahaminya. Ini adalah ekonomi penderitaan. Di dunia ini, rasa sakit bukan sekadar sinyal bahaya bagi tubuh; itu adalah mata uang. Dan saat ini, Charlotte adalah orang paling 'kaya' di reruntuhan ini karena ia berada di ambang kematian yang paling estetik secara matematis.

Ia berhenti di depan tumpukan besi tua yang dulunya mungkin merupakan unit transportasi logistik. Tangannya yang gemetar mulai meraba-raba tumpukan tersebut. Mata kirinya yang masih berfungsi melakukan pemindaian liar.

[Skill Aktif: Analisis Struktur Rongsokan.]

[Memindai... 3%... 45%... 100%.]

[Objek: Sasis Truk Transportasi Type-C (70% Hancur).]

[Komponen Tersisa: Pegas suspensi baja-karbon, motor hidrolik mikro (rusak ringan), kabel serat optik (terpotong).]

"Ini dia," gumamnya.

Charlotte mulai membongkar paksa panel penutup motor hidrolik dengan tangan kosong. Kuku jarinya robek saat ia mencoba mencongkel baut yang macet, mengirimkan denyut rasa sakit baru yang langsung dikonversi menjadi poin oleh sistem. Ia tidak merasa keberatan. Baginya, kuku yang lepas adalah harga yang murah untuk 10 poin mekanik tambahan.

[Tutorial Penderitaan - Tugas 1: Kumpulkan Scrap Pertama.]

[Kemajuan: 1/5 Komponen Berkualitas.]

"Sistem, berikan aku skema dasar untuk fiksasi eksternal," perintah Charlotte.

[Membuka Database: Skema Medis-Mekanik Tingkat Rendah.]

[Biaya: 50 MP. Sisa Saldo: 425 MP.]

Sebuah cetak biru hologram muncul di atas kakinya yang hancur. Garis-garis kuning menunjukkan di mana ia harus menanamkan sekrup baja dan bagaimana ia harus menghubungkan motor hidrolik mikro ke sistem sarafnya yang terbuka untuk memberikan daya gerak buatan. Itu adalah prosedur yang jika dilakukan oleh dokter waras, akan membutuhkan anestesi total dan ruang steril. Charlotte akan melakukannya di atas gundukan sampah dengan sebilah pisau berkarat yang baru saja ia temukan.

"Mari kita lihat seberapa 'pintar' kau membuatku, dasar mesin sialan," Charlotte menggigit sepotong kabel tebal agar ia tidak menggigit lidahnya sendiri hingga putus.

Ia mulai memasukkan pegas baja ke posisi yang seharusnya ditempati oleh tulang femurnya.

CRAAAK.

Suara itu lebih buruk daripada suara ledakan tadi. Charlotte merasakan dunianya memutih. Keringat dingin mengucur deras, membasahi luka-lukanya.

[Penderitaan Luar Biasa Terdeteksi! Bonus Pengganda Aktif: x2!]

[Anda mendapatkan 150 MP dalam satu detik. Rekor baru!]

[Pesan Sistem: Anda benar-benar berbakat dalam menyakiti diri sendiri. Melanjutkan optimalisasi...]

Melalui kabut rasa sakit yang membutakan, Charlotte melihat dunianya dalam kode hex dan diagram vektor. Ia tidak lagi melihat daging yang terkoyak; ia melihat "Kapasitas Beban Biologis". Ia tidak lagi melihat pendarahan; ia melihat "Kebocoran Fluida Hidrolik".

Tangannya bergerak dengan presisi yang menakutkan, melampaui kemampuan manusia biasa yang sedang sekarat. Ia melilitkan kabel serat optik ke saraf motoriknya, menyambungkannya ke sirkuit motor mikro yang ia ambil dari truk tadi. Dengan satu sentakan terakhir, ia mengunci baut fiksasi ke tulang pinggulnya.

BZZZZT—KLIK!

Kaki kanan Charlotte sekarang adalah perpaduan mengerikan antara daging manusia yang membiru dan logam rongsokan yang berlumuran oli. Ia mencoba menggerakkan jarinya. Motor mikro di pahanya berdengung, memberikan tenaga mekanik yang menggantikan fungsi otot yang hilang.

[Suku Cadang Pertama Berhasil Dipasang: Kaki Prostetik Darurat (Grade: Sampah).]

[Atribut Bertambah: Kekuatan +2, Kelincahan -1 (Karena berat logam yang tidak seimbang).]

[Evaluasi: Estetika 0/10, Fungsionalitas 4/10. Menyarankan untuk tidak pamer di depan umum kecuali Anda ingin dikira zombie mekanik.]

Charlotte terengah-engah, melepaskan kabel dari mulutnya yang sekarang berdarah. Ia mencoba berdiri. Kakinya bergetar, motor hidroliknya mengeluarkan suara derit yang menyedihkan, tapi ia berdiri. Ia tidak lagi merayap seperti cacing di tanah.

"Estetika tidak memberiku poin, Sistem," balas Charlotte dengan sinis. Ia mulai berjalan tertatih-tatih, menyisir area reruntuhan dengan lebih efektif.

Kini ia berada di tahap kedua dari tutorialnya: Memahami Mekanika Poin.

Charlotte menyadari bahwa sistem tidak hanya memberikan poin dari rasa sakit fisiknya, tetapi juga dari penderitaan emosional atau kekacauan yang terjadi di sekitarnya yang ia manipulasi. Ia melihat sekelompok drone pemulung milik faksi lawan yang sedang menggeledah mayat-mayat tentara beberapa puluh meter di depannya.

Analisis Data... [Drone Scavenger Mk-I (x3).]

[Kelemahan: Sensor inframerah buta terhadap emisi panas dari rongsokan terbakar.]

Charlotte merunduk di balik sisa dinding beton. Sebuah ide jahat muncul. Jika ia menghancurkan drone itu satu per satu, ia hanya mendapat poin kecil. Tapi jika ia membuat mereka saling menghancurkan karena kesalahan logika?

"Sistem, bisakah aku menggunakan MP untuk memicu gangguan sinyal jarak pendek?"

[Fungsi 'Jamming Data' Tersedia.]

[Biaya: 100 MP per 10 detik.]

[Catatan: Ini adalah investasi yang berisiko. Lakukan dengan penuh kebencian.]

Charlotte menunggu hingga ketiga drone itu berada dalam posisi sejajar di atas sebuah tangki oksigen yang bocor. "Aktifkan."

Udara di sekitar Charlotte seolah bergetar. Sinyal kendali drone tersebut terputus, digantikan oleh algoritma kacau yang disuntikkan Charlotte melalui sistemnya. Dalam sekejap, drone pertama mengidentifikasi drone kedua sebagai "Ancaman Level Tinggi".

RATATATATA!

Senapan mesin ringan pada drone pertama memuntahkan peluru, menghancurkan rekannya sendiri dalam rentetan ledakan kecil. Drone ketiga, yang bingung karena protokol keamanannya tumpang tindih, mulai menembak secara acak ke segala arah, termasuk ke arah tangki oksigen di bawah mereka.

BOOOOOM!

Ledakan itu mengirimkan gelombang kejut yang meruntuhkan sisa-sisa tembok di atas mereka, mengubur ketiga drone tersebut di bawah berton-ton beton.

[Kekacauan Berhasil Diciptakan.]

[Analisis: Menghancurkan aset musuh tanpa menyentuhnya. Efisiensi: Sangat Tinggi.]

[Anda mendapatkan 250 MP. Bonus: Penderitaan AI terdeteksi saat logika mereka hancur (+50 MP).]

Charlotte berjalan mendekati puing-puing drone yang masih terbakar. Ia mulai memunguti komponen-komponen penting: lensa sensor, baterai inti, dan modul transmisi. Ini adalah "Scrap" berkualitas yang ia butuhkan untuk memperkuat dirinya.

"Hanya 300 MP untuk penderitaan robot?" Charlotte mendengus sambil memasukkan baterai inti ke dalam kantong daruratnya. "Dunia ini benar-benar pelit."

[Pesan Sistem: Jangan serakah. Penderitaan organik tetap memiliki nilai tukar tertinggi. Menyarankan untuk mencari makhluk hidup yang sedang dalam kesulitan.]

Charlotte terdiam sejenak. Ia melihat ke arah cakrawala Sektor 13. Jauh di sana, ia bisa melihat kilatan cahaya dari sihir atau senjata energi tingkat tinggi. Para Pahlawan faksi Radiant sedang bertempur. Dan di mana ada pertempuran heroik, di sana pasti ada banyak penderitaan yang bisa dipanen.

Ia melihat ke bawah, ke arah kakinya yang berlumuran oli dan darah, lalu ke tangannya yang penuh luka robek. Penampilannya saat ini benar-benar mengerikan—seorang gadis muda dengan pakaian mekanik yang compang-camping, kaki logam buatan sendiri yang kasar, dan tatapan mata yang terlalu tajam untuk orang yang baru saja lolos dari maut.

"Tutorial ini hampir selesai, bukan?" tanya Charlotte pada kekosongan.

[Tugas Tutorial Terakhir: Kumpulkan 1000 MP untuk membuka 'Interface Manufaktur'.]

[Kemajuan: 820/1000 MP.]

"Hanya butuh sedikit lagi," gumamnya.

Charlotte mulai mengemasi rongsokan berharga yang ia temukan. Ia tidak lagi merasa seperti korban perang. Ia merasa seperti seorang penambang di tengah tambang emas yang tak terbatas. Setiap rongsokan adalah kesempatan, setiap luka adalah modal, dan setiap kekacauan adalah tangga untuk naik ke atas.

Ia mulai melangkah keluar dari zona reruntuhan aman, menuju area pemukiman yang hancur di mana suara tembakan terdengar lebih sering. Logika sistemnya berbisik di telinganya, memandu setiap langkah kakinya yang berat dan berdenting.

"Mari kita cari penderitaan yang lebih besar," bisik Charlotte, senyum tipisnya kembali muncul di balik debu yang menutupi wajahnya. "Aku butuh poin yang lebih banyak jika ingin memperbaiki dunia ini... atau setidaknya, memperbaikinya sampai aku bisa menguasainya."

[Tutorial Penderitaan: Berlanjut...]

[Status Mental: Teroptimasi untuk kekejaman.]

Charlotte menghilang di balik kepulan asap hitam, meninggalkan jejak kaki manusia di sebelah kiri dan jejak mesin yang dingin di sebelah kanan. Permainan baru saja dimulai, dan ia adalah satu-satunya pemain yang tahu cara mencurangi sistem dengan cara yang paling menyakitkan.

1
BlueHeaven
dekstra typo kah thor
BlueHeaven
The Matrix
Dzuan 017
keren bang 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!