Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita salah jalan
Wusss..
Wusss..
ketika mereka masih kebingungan karena kepala yang tiba-tiba terjatuh di tempat mereka. Beberapa anak panah juga tiba-tiba melesat dan menancap di tubuh anak buah Adipati Bao Jing.
Zlepp..
Zlepp..
beberapa anak buah Adipati Bao Jing tewas seketika.
"Waduh.. sekarang ada anak panah yang melesat." ucap Yu-nian.
"Apalagi Yu-nian?" kata Yi-bao.
"Merunduk!" perintah Yu-nian.
"Siapa orang-orang itu?" ucap anak buah Adipati Bao Jing. ketika dia melihat beberapa temannya sudah mati mengenaskan karena beberapa anak panah yang sudah menancap di tubuh teman-temannya.
"Le-lebih baik kita pergi dari sini, jangan-jangan ini teman-teman dari gadis itu." ucap salah satu anak buah Adipati Bao Jing. Dia tiba-tiba ketakutan apalagi ketika melihat beberapa pria berpakaian serba hitam yang sudah berada di atas genteng rumah warga.
"Lihatlah Yu-nian, siapa orang-orang itu? Kenapa tiba-tiba mereka ada di sana?" tanya Yi-bao.
"Aku tidak tahu, tapi...," perkataan Yu-nian terhenti, tiba-tiba matanya melotot. "Jangan-jangan mereka adalah pembunuh?" lanjutnya dengan ekspresi bingung. Yu-nian menatap ke arah tempat beberapa pria berpakaian Hitam.
"Ihhhh... Jangan-jangan mereka para penjahat yang mau membunuh kita." Yi-bao ikut ketakutan, kedua kakinya tiba-tiba bergetar hebat.
"Jangan banyak bicara!" bentak Yu-nian. dia menatap beberapa orang berpakaian hitam di atas genteng.
Anak buah Adipati Bao Jing yang hendak melarikan diri itu mereka tidak bisa melakukannya, beberapa pria berpakaian hitam itu langsung melepas anak panahnya. "Jangan sampai mereka keluar dari tempat ini!" perintah Fu Tian.
Anak buah Fu Tian langsung menganggukkan kepalanya, mereka turun dari genteng warga kemudian melesat dengan begitu cepat. setelah itu beberapa pengawal itu langsung menebas kepala anak buah Adipati Bao Jing.
"Aaaaaa!!!!" Yu-nian dan Yi-bao yang melihat itu tentu saja mereka bukan hanya terkejut, mereka langsung terjatuh dengan ekspresi wajah yang tidak bisa percaya dengan apa yang terjadi di depan mereka.
"Gawat, mereka membunuh orang-orang itu, Yu-nian." ucap Yi-bao yang ketakutan.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Yu-nian, tentu saja dia juga nampak ketakutan. "Si-siapa Mereka?" ucap Yu-nian yang menatap tajam beberapa pria berpakaian hitam itu, tiba-tiba kedua kakinya berjalan mundur.
Fu Tian dan anak buahnya kemudian melesat turun dari atas genting dan mendekat ke arah Yu-nian dan Yi-bao. "Jadi, kalian juga anak buah Sanhu?" tanya Fu Tian.
"Si-siapa?" tanya Yu-nian yang nampak bingung, wajahnya langsung pucat.
"Cepat katakan di mana Sanhu!" bentak Fu Tian
Mendapatkan bentakan tiba-tiba itu Yu-nian langsung rem gaspol kata-katanya. "Aku dan saudaraku itu tidak kenal dengan Sanhu, memangnya siapa dia? lagian kalian ini siapa sih?!" bentak Yu-nian balik. mulutnya terus merapal kata-kata dengan ekspresi kesal luar biasa.
"Berani sekali pengkhianat seperti kalian melawan kerajaan!" Fu Tian mulai mengayunkan pedangnya.
Yu-nian dan Yi-bao langsung membulatkan mata mereka, ke dua kaki Yu-nian langsung lemas, dia seolah pasrah ketika pedang itu mulai berayun.
"Kalian seharusnya sudah dihabisi semenjak dahulu!" kata Fu Tian yang hendak mengayunkan pedangnya untuk membunuh Yu-nian dan Yi-bao.
Tingg...
Sebuah batu di lempar ke arah pedang Fu Tian. "Berhenti komandan!" tiba-tiba terdengar suara serak namun begitu garang.
Fu Tian menoleh, dia menatap ke arah atasannya itu. "Jenderal." ucap Fu Tian.
"Apa yang kamu lakukan, komandan. Kenapa kamu di sini?" tanya Feng Shiyan.
"Tentu saja membasmi para pengkhianat, Jenderal." jawab Fu Tian.
"Sanhu sudah melarikan diri anak buahnya sudah kita tangkap semuanya, mereka adalah warga yang tidak bersalah." kata Feng Shiyan yang kemudian memerintahkan para prajuritnya untuk kembali.
Rasanya kedua kaki Yu-nian dan Yi-bao lemas seolah kaki mereka tidak bertulang, jantung mereka berdebar begitu kencang seolah jantung itu akan keluar dari tubuh mereka. "Dasar kurang ajar, mereka ini para pria brengsek, beraninya mereka membuatku hampir kena serangan jantung." ucap Yu-nian yang kemudian memegang dadanya. dia mencoba untuk menenangkan diri dari kejadian yang barusan dia alami.
Sekilas Feng Shiyan menatap Yu-nian. "Bawah gadis itu dan temannya." perintah Feng Shiyan.
Yu-nian yang baru merasakan nafas lega tentu saja dia kembali mendapatkan kejutan, "Hei, kenapa aku harus dibawa?" tanya Yu-nian yang tidak terima.
"Aku harus melakukan interogasi kepada kalian, karena kalian berada di tempat yang tidak seharusnya." jawab Feng Shiyan.
"Hei, kamu gila ya! aku ini gadis baik-baik kenapa aku harus ditangkap? kalian kira aku ini penjahat apa!" teriak Yu-nian yang tidak terima ketika dirinya ditangkap oleh Fu Tian.
"Diam jika tidak pedangku ini akan berbicara." ujar Fu Tian.
Dengan cepat Yu-nian langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sedangkan Yi-bao dia sudah kehabisan kata, barusan bernafas lega sekarang mereka harus ditangkap oleh orang-orang dari istana.
"Apa nyawaku akan melayang? oh dewa.. Kenapa nasibku sial banget, apa mungkin aku memang berumur pendek?" Yi-bao nampak mengeluh, dia menghela nafas cukup dalam kemudian menggelengkan kepalanya seolah pasrah. berbeda dengan Yu-nian, dia terus memberontak, dia berusaha untuk melepaskan diri dari orang-orang yang menangkapnya.
"Jangan harap kalian bisa menangkapku ya." ujar yunian yang memberikan perlawanan, dia menendang Fu Tian juga para prajurit yang lain.
"Ternyata gadis ini pandai ilmu beladiri." gumam Ren Fen dalam hati.
"Jangan kira aku akan diam saja." ucap Yu-nian yang kemudian mulai melawan dengan kekuatan seadanya, namun dengan kepercayaan diri yang tinggi. Dia mulai melawan Fu Tian, gerakannya begitu lincah begitu gesit hingga membuat Fu Tian seolah tidak percaya kalau seorang gadis bisa melakukan perlawanan seperti itu. padahal dia adalah komandan sayap kanan, orang kepercayaan jenderal kerajaan Tianyu.
Fu Tian sedikit tersenyum ketika dia melawan seorang gadis yang mempunyai kekuatan yang lumayan hebat, sembari melawan Fu Tian, Yu-nian menatap di sekitar. Sesaat kemudian dia langsung menarik tangan Yi-bao. "Kabur!!" teriak Yu-nian. Dengan langkah seribu dan berlari secepat kilat, cara berlarinya seperti seorang gadis yang ada di arena marathon, berlari kencang secepat mungkin dan menyelamatkan nyawanya.
"Yu-nian, Kenapa kamu bisa berlari cepat itu?!" seru Yi-bao.
"Demi menyelamatkan nyawa kita, apa kamu mau dipenggal oleh orang-orang itu." jawab Yu-nian yang kemudian lari selip kanan selip kiri di antara rumah-rumah warga desa Chi.
"Gila, ternyata gadis itu larinya kencang sekali." ucap Fu Tian yang seolah tidak bisa mengimbangi langkah kaki Yu-nian yang begitu cepat.
*bersambung*