Sinopsis
Menikah dengan pria yang kita cintai dan keluarga nya pun menerima kita dengan baik, jelas membuat kita bahagia tapi semua nya ngak akan semudah itu dalam mencari kebahagiaan . Karena saat ini suami nya malah meninggal dalam kecelakaan, selama itu juga Anggita tak pernah sama sekali menikah .
Apalagi dirinya hanya seorang anak yatim piatu, tidak memiliki keluarga sama sekali dan dibesarkan di panti asuhan di daerah pinggiran kota. Setelah suami nya meninggal, dia tak pernah menikah lagi hingga kedua mertua nya berniat menjodohkan nya dengan adik ipar nya yang usia nya tiga tahun di bawah nya .
Adik ipar nya sama sekali menolak dijodohkan, dia malah menganggap kalau kakak iparnya hanya ingin mencari keuntungan dari keluarga nya tapi saat malam itu dia masuk dan memaksa kakak ipar nya untuk melakukan hubungan suami istri karena dia mabuk tapi ternyata kakak ipar nyaaaaa.....
Bagaimana nasib Anggita kedepan nya ? Yuk mulai ikuti novel ku ya ,makasih 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di blokir
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Arhan Wardana,anak kedua keluarga Wardana . Dia lebih memilih keluar dari keluarga Wardana, bukan berarti memutuskan hubungan kekeluargaan. Tapi dia memilih membuka perusahaan sendiri ,mengerjakan urusan perusahaan bukan untuk menjadi dokter seperti papi dan kakak nya .
Kini Arhan mendengar kalau kakak nya akan menikah, minggu depan akan ada pertemuan keluarga dan dia harus datang . Sementara dia harus keluar negeri untuk menandatangi kerja sama dengan beberapa perusahaan yang ada disana ,dia ingin menjadi lebih sukses dan pengusaha yang baik.
"Kamu bisa kan Han ? Kita kumpul sekali kali " tanya mami nya dengan nada berharap karena hanya sesekali saja Arhan ikut dalam acara keluarga mereka
"Maaf mi,kayak nya Arhan ngak bisa. Nanti Arhan telpon kak Rendra ,dia pasti ngerti kok" jawab Arhan dengan nada menyesal ,dia tau mami nya pasti merasa kecewa pada nya
"Ck....kamu sih gitu banget ,bisa bisa nya ngak ikut acara penting kakak mu" ucap mami nya sambil berdecak dengan kesal
"Maaf mi,tapi aku janji. Nanti kalau kakak nikah ,aku pastiin aku datang " ucap Arhan dan mami nya pun mengangguk walaupun tak dilihat oleh Arhan
Setelah nya mereka pun memutuskan panggilan nya, mami nya Rendra kembali menatap rendra dengan serius. Dia tau kalau Rendra memang sudah serius dengan Anggita dan dia ingin segera memiliki menantu seperti Anggita, dia ngak akan membiarkan Anggita bekerja lagi
"Jangan lupa ,kamu bawa dia minggu depan . Mama ngak mau tau ya ,ini lagi adik kamu ngak bisa datang " ucap Mami nya karena masih kesal dengan Arhan
"Iya mami ,minggu depan aku lamar dia trus minggu depan nya lagi kami langsung menikah . Aku ngak mau lama lama "jawab Rendra sambil tersenyum
Tak lama mobil pun sampai didepan rumah mewah mereka ,papi nya sedang duduk santai di teras depan sambil membaca koran . Hari sudah menjelang malam ,mereka tinggal menunggu waktu nya makan malam saja.
"Belum di bawa juga ?" tanya papi nya Rendra sambil menatap ke arah mobil
"Ini nih anak papi ,dia bilang minggu depan aja tapi Arhan ngak bisa datang katanya pi" jawab mami nya dan papi nya hanya bisa mengangguk
Sebagai ayah, dia tau bagaimana anak anak nya. Arhan memang keras,memiliki kemandirian yang kuat . Sama seperti dirinya waktu muda dulu, keluarga nya tak ada yang menjadi dokter dan dia lah yang memilih menjadi dokter sekaligus membuka rumah sakit hingga kini rumah sakit itu berjalan dengan baik .
Arhan kebalikan dari Rendra yang selalu menuruti apa yang diinginkan oleh keluarga nya ,jadi sebagai ayah dia ngak pernah mau memaksa anak anak nya untuk sama menjadi seperti nya. Mereka hanya mengarahkan saja ,tapi jika anak nya tidak mau maka mereka akan mendukung keinginan anak nya yang penting positif dan baik untuk mereka .
"Ck....papi Ini lho ,dikerasi dikit anak nya dong . Biar dia mau datang " ucap Mami nya
"Mau di kerasi kayak apa hhmm? Mami tau sendiri gimana anak nya kan ? Udah keras dari orok" tanya papi nya sambil tertawa saat melihat wajah istri nya merengut
Mereka pun masuk dengan santai, menikmati makan malam dan bersenda gurau bersama hingga waktu nya tidur . Rendra mengambil ponsel nya, mengirimkan pesan ke nomor Anggita. Selama ini dia tau nomor Anggita tapi tak pernah sama sekali menelpon atau mengirimkan pesan karena dia tak ingin Anggita terkejut, tapi kini dia merasa yakin kalau mereka harus segera menikah
"Udah bobok sayang ?"
Ting....pesan pun terkirim, Rendra tersenyum menatap ponsel nya saat pesan nya sudah dibaca oleh Anggita tapi kemudian dia mengernyitkan dahinya saat nomor nya langsung di blokir karena ponselnya yang canggih dan memiliki fitur keamanan yang tinggi sehingga tau kalau nomor nya diblokir oleh orang lain
"Ya ampun.....manis nya calon istri ku " gumam Rendra yang kini sudah tersenyum dan tertawa ,dia senang karena Anggita memblokir nomor nya. Dia pikir Anggita akan membalas nya dengan manis juga walaupun tidak mengenal nomor itu
Mereka memang tidak pernah saling bertukar nomor, makanya Anggita tak pernah tau nomor nya Rendra sama sekali. Mereka hanya sering jalan bersama karena Rendra yang turun dari bus dan mengikuti nya dari belakang hingga dia sampai didepan rumah nya, kini nomor yang pertama kali masuk dan tidak tersimpan di ponsel nya langsung di blokir nya tanpa mau tau siapa itu .
Besok nya ,Anggita sudah berada di rumah sakit pagi sekali. Hari ini jadwal nya bersih bersih ruang operasi ,karena ngak sering mereka harus bersih bersih disana. Walaupun hanya menyapu, mengepel dan mengelap beberapa barang barang yang ada disana dengan hati hati karena setelah nya akan di steril kan oleh para ners.
Kemudian mereka berjalan menuju ruangan vip,lantai itu hanya ada beberapa kamar saja dengan ukuran besar. Yang membersihkan nya bukan orang biasa biasa ,ada ners juga yang menemani dan ikut mensterilkan barang di sana .
"Pagi dok"
"Hhmmm"
Ners ,Anggita dan satu rekan kerja nya menyapa pria tua yang memakai jas dokter yang masih terlihat tampan . Anggita masih diam saja ,dia sering melihat wajah dokter didepan nya ini . Karena mereka menyapa dan menundukan kepala makanya Anggita pun menunduk saja .
"Lihat tuh....gimana ngak tampan ners Rendra ? Bibit nya aja udah unggul "
"Iya .....akh....andai bisa jadi binik nya ners Rendra, pasti makin bahagia deh "
"Eh....tapi apa mau punya papa mertua kaku ,dingin dan jarang senyum begitu ? Aku pasti bakalan takut "
"Siapa bilang dokter Wardana ngak bisa tersenyum ? Beliau itu bisa tersenyum bahkan tertawa dengan keras kalau sama orang orang yang di cintai dan di sayangi ,ada yang pernah melihat nya "
"Apa benar ? Tapi bawaan wajah pak Wardana seperti itu, tegas dan bijaksana "
"Dokter Wardana ini sama seperti adik nya ners Rendra, aku pernah melihat adiknya . Tampan ,angkuh dan sikap nya itu tegas dan berkuasa "
Anggita hanya bisa mendengarkan nya saja ,dia terdiam karena ngak tau harus berkata apa . Dia jadi takut lebih dekat dengan Rendra ,selama ini dia juga menjauhi Rendra dan ngak ingin terjadi sesuatu dengan kedekatan mereka.
"Eh....aku dengar, kata nya ners Rendra sudah punya kekasih "
Anggita yang sedari tadi berjalan sambil menunduk, kini melotot ke arah kedua nya . Jantung nya berdebar tak menentu ,dia tak ingin terjadi gosip di rumah sakit ini karena Rendra mengatakan nya sebagai kekasih.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘