Seina, adalah seorang gadis kampung yang hidupnya penuh dengan kesederhanaan, dia dari keluarga baik-baik, dia juga mendapatkan pendidikan yang baik dari keluarganya, namun dia harus kehilangan anggota keluarganya karena sebuah bencana.
Seina pun satu-satunya yang selamat dan dibawa ke tempat pengungsian oleh para relawan, gadis itu cukup terpuruk dengan nasibnya, namun dia tetap harus menjalani hidupnya.
Karena yang bernasib sama dengannya itu juga cukup banyak.
Hal itu membuatnya bangkit dan merangkul anak-anak yang bernasib sama dengannya.
Suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita cantik jelita, dari atas kepala sampai bawah kakinya, terlihat bernilai mahal, bahkan kibasan rambutnya pun berbau dollar.
"Jadi kamu ya Seina?" tanya wanita itu dengan angkuh.
"Ya, ada apa Nyonya?" tanya balik Seina.
Wanita itu segera membuka koper besar, dan di sana terlihat sangat banyak tumpukkan uang.
"Aku sewa rahimmu!" Tegas wanita itu.
Yuk kepoin baca lanjutannya 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4. Hari yang ditunggu
" Nyonya besar? " tanya Seina heran.
" Iya, Nyonya Gladys dan Nyonya besar terus bertengkar masalah anak, Nyonya besar sangat ingin menimang cucu, tapi Nyonya Gladys masih trauma dengan kegugurannya beberapa tahun lalu." jawab Bibi.
" Apa itu Ibu Tuan Matthew?" tanya Seina.
" Benar, tapi untuk saat ini beliau tidak di sini, karena ada keponakannya menikah di luar negeri, mungkin kembali lagi satu bulan lagi." ujar Bibi.
" Begitu ya Bi, itu Tuan, saya akan menghampiri Tuan sendiri, terimakasih Bibi." ujar Seina.
Seina segera berlari menghampiri Matthew yang tampak sedang menikmati waktu senggangnya sendiri.
" Tuan ... " panggil Seina dengan lembut.
" Seina, duduklah." Matthew langsung mematikan rokoknya dan mencoba menghilangkan sisa asap rokoknya dengan mengibaskan tangannya.
" Ada apa?, apa kau sudah memutuskannya?" tanya Matthew.
" Ya, tapi kenapa Nyonya tidak kelihatan ?" tanya Seina.
Seharusnya Gladys juga ada untuk mendengarkan keputusan Seina, bukankah Gladys yang membutuhkannya.
" Istriku sedang pergi, dia bilang kau bisa mengatakannya padaku." ujar Matthew.
Seina terdiam, benar-benar tidak peduli rupanya.
" Tuan, untuk tawaran lain itu bagaimana?" tanya Seina.
" Kau sudah memikirkannya?, berati jawabannya mau ya kalau aku menyanggupi permintaan dirimu?" ujar Matthew.
" Ya, bagaimana jika saya diberikan pekerjaan yang menjanjikan, lalu apa saya boleh meminta rumah kecil saja untuk saya pulang?" ujar Seina.
" Kau mau pekerjaan seperti apa Seina?" tanya Matthew.
" Saya tidak mau terikat dalam pekerjaan Tuan." jawab Seina.
Matthew tersenyum.
" Kau mau melakukan bisnis kecil?" tanya Matthew.
" Ya, apa itu boleh?" tanya Seina.
" Baiklah, apapun bisnisnya aku akan memberikan dananya, jadi apa kau sungguh yakin akan melahirkan anak-anak ku?" tanya Matthew.
Deg...
Jantung Seina langsung berdegup kencang saat mendengar Matthew bertanya dengan kata melahirkan anak-anaknya.
" Maaf Tuan, tapi kalau anak mungkin iya, tapi kalau anak-anak itu terlalu banyak." ujar Seina dengan polosnya.
" Hahahaha." Matthew tertawa mendengar itu.
" Kalau kita mengikuti dengan IUI, kemungkinan besar bayi kembar itu akan terjadi, jadi mungkin memang jalan terbaiknya operasi Caesar, apa kamu punya pacar?" tanya Matthew.
" Tidak Tuan." jawab Seina.
" Mantan pacar?" tanya Matthew lagi.
" Tidak juga, Tuan." jawab Seina.
" Hem, ini sedikit tidak sopan, karena berarti kamu masih perawan kan?, kita juga tidak akan melakukan hubungan intim, mungkin cara memasukkan benihnya saja itu ah, itu nanti biar dokter saja yang menjelaskan, jadi setelah kau memberikan jawaban hari ini kau tidak bisa mundur ya." ujar Matthew.
" Ya, saya bersedia Tuan dan saya berterima kasih karena Tuan sudah memberikan bantuan pada korban - korban bencana itu, semoga kebaikan selalu tercurah pada Tuan dan keluarga." ujar Seina membungkuk dan pergi.
Matthew sedikit terganggu dengan kebaikan hati anak berusia belia itu.
" Dia terlalu berkorban untuk kebahagiaan orang lain, sudahlah itu kemauan dia sendiri, setelah anakku lahir kita tidak akan ada hubungan apapun lagi, aku akan memiliki keluarga yang bahagia dengan istriku, dan ibuku juga bahagia." ujar Matthew.
Itu adalah bayangan Matthew, karena Matthew sangat mencintai istrinya.
Gladys yang mendengar kabar kesediaan Seina untuk mengandung anaknya pun segera kembali.
" Seina , sungguh kau mau?, itu bagus." Gladys tampak sangat senang.
Seina hanya mengangguk saja.
" Mulai besok kesehatanmu akan dipantau dokter, aku akan memanggil dokter spesialis kandungan untuk melakukan program IUI, jadi kau harus makan yang banyak dan sehat, ingat ya, aku menyewa rahimmu, jadi itu adalah anakku dan suamiku, kau hanya tempat saja, jadi kau tidak perlu begitu merasakan kehamilan itu, agar kau tidak berat berpisah dengan anak itu." tegas Gladys.
" Baik Nyonya." jawab Seina.
Dan keesokan harinya Gladys memanggil ahli gizi, karena berat badan Seina sangat buruk jauh dari ideal, Seina pun mulai diatur makannya untuk mengatur berat badan agar mencapai berat ideal untuk menjadi ibu yang sehat.
Dalam 3 Minggu Seina berhasil mengejar berat idealnya, lalu di periksa lagi oleh dokter spesialis.
Apakah Seina sangat sehat untuk mengandung anak, sebenarnya Seina masih sangat terlalu muda, namun karena anak itu juga tidak ada unsur dipaksa, progam itu pun berlanjut.
Seina juga dibekali ilmu untuk menjadi ibu hamil yang pintar dan sehat.
Gladys mengupayakan Seina untuk menjadi Ibu yang sehat mental dan jasmani, awalnya.
Seina semakin cantik karena tubuhnya Ideal, dia menjadi begitu menawan, orang mengira pasti dia anak yang terjamin secara finansial dan juga kasih sayang dari keluarga yang kaya raya.
Dari ujung rambut sampai kaki pun semua yang dipakai sangat aman dan mahal tentu saja branded.
Semua orang melayaninya dengan sangat baik, karena mementingkan mental ibu yang sehat.
Seina tahu itu semua palsu, karena Seina sangat dibutuhkan, dan semua akan kembali seperti semula saat Seina sudah menyelesaikan tugasnya.
Hari melakukan IUI pun tiba, Seina berdebar tak karuan, ketika dia harus membuka kakinya, karena dokter akan memasukkan alat ke dalam miliknya untuk memasukkan benih yang akan ditanam di dalam rahim Seina.
Katanya itu sedikit tidak nyaman seperti dicubit, namun semua akan segera menghilang jika sudah selesai.
Melihat Seina yang terlihat tegang, dokter pun mulai bertanya - tanya pada Seina sehingga fokusnya teralihkan.
Seina sempat terkejut, namun dia tetap menjawab pertanyaan dokter yang tiada habisnya.
" Sudah selesai, tunggu kami akan membersihkannya sebentar." ujar Dokter.
Setelah selesai di bersihkan Seina pun dibantu mengganti pakaian.
Dan kembali pada Matthew dan juga Gladys.
Dokter pun memberi beberapa wejangan pada mereka bertiga.
" Perhatikan ya, istirahat yang cukup, hindari aktivitas fisik berat, tidak merokok, dan minum alkohol, serta konsumsi obat sesuai resep. Perhatikan juga efek samping seperti kram ringan atau bercak darah, dan hindari kafein berlebihan serta makanan berisiko. Penting juga untuk menjaga pikiran tetap positif dan terhindar dari stres, serta mengikuti anjuran dokter terkait makanan dan nutrisi untuk mendukung kehamilan potensial, jadi nurut sama ahli gizi ya." ujar Dokter itu.
" Baik Dok terimakasih."
" Untuk hasil pasti yang akurat, kita akan melakukan tes di hari ke -14, jadi nanti datang lagi untuk melihat hasilnya." ujar Dokter.
" Baik, kami akan kembali di hari ke -14." jawab Gladys sangat bahagia.
Mereka pun kembali ke kediaman Howard.
" Bibi, tolong jaga Seina dan penuhi semua kebutuhan dan kesehatannya, dokter akan memeriksanya setiap hari, aku mau kembali ke kota." ujar Gladys begitu saja.
Ya kediaman itu bukan rumah utama Howard karena ada dipinggir kota, yang ditempati oleh Ibu Matthew.
Tentu saja hal itu disembunyikan oleh keluarga dan kerabat dan teman-teman, yang tahu juga tidak boleh membuka mulut.
" Sayang ayo kembali ke kota, kita akan kembali 14 hari lagi." ujar Gladys.
" Sebentar kau bisa kembali dulu, karena aku masih ada beberapa pekerjaan." ujar Matthew.
" Baik aku pergi dulu." Gladys segera pergi meninggalkan kediaman itu dan pergi ke kota.
Di kota sangat banyak tempat hiburan dan teman-teman, jadi Gladys sangat suka di kota, dari pada di kediaman pinggir kota itu, tapi meskipun begitu dia harus tetap mengunjunginya.
semangat seina, semoga author cepat membuat bahagia 🤣