NovelToon NovelToon
Pengganti Istri Pertama

Pengganti Istri Pertama

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:281.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nita.P

Menjadi istri pengganti istri pertama, begitulah yang Deandra alami. Ketika dirinya terpaksa harus menikah dengan Majikan di rumahnya ini, hanya karena dia membutuhkan sosok seorang istri pengganti di saat istri pertamanya masih dalam keadaan koma.

"Jadi istri pengganti untukku, selama istri pertamaku belum sadar"

Sebuah kalimat yang membuat Deandra sangat terkejut. Namun sebuah pilihan yang akhirnya dia ambil. Entah bagaimana pernikahan ini berlanjut, mungkin akan tetap bersama dengan saling mencintai? Atau bahkan saling melepaskan dengan rasa sakit?

Saksikan kisahnya di PENGGANTI ISTRI PERTAMA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Menjadi Milikku!

Seharian ini Deandra hanya sibuk dengan menemani Resa dan sesekali mengecek keadaan Sandra. Saat ini dia sedang membawa Resa ke kamar ibunya, membuat Resa untuk mengenal Ibunya sendiri. Jangan sampai anak kecil ini tidak mengenali wajah Ibunya. Deandra tidak sejahat itu untuk membuat Resa tidak mengenal wanita yang telah melahirkannya.

"Nah ini.. Duh, dia manggilnya apa ya?" Deandra malah bingung sendiri untuk menyebutkan panggilan untuk Resa pada Ibu kandungnya itu. Mommy? Mami? Eh, tapi dia 'kan menyebut dirinya Papa pada Resa, berarti Nyonya juga harus di panggil Mama, biar serasi. Gumamnya sambil tersenyum.

"Ini Mamanya Resa, Mama sedang sakit, Resa do'akan Mama akan segera sembuh ya" ucap Deandra sambil menempelkan tangan Resa di pipi Sandra yang masih belum sadarkan diri.

"Cepat sembuh ya Nyonya, Resa dan Tuan Afkha membutuhkan anda juga"

Karena sebenarnya aku yang ingin cepat selesai dengan tugasku sebagai pengganti istri pertama. Baru satu hari saja, semalam aku udah di buat spot jantung sama tuh orang. Deandra melirik ponselnya, dan sadar jika hari ini adalah jadwal Dokter Angga untuk datang ke sini dan memeriksa keadaan Sandra. Mengingat itu Deandra jadi tersenyum sendiri mengingat itu.

"Ah, aku harus mandi dulu nih. Biar terlihat cantik dan menarik di depan Kak Angga nanti"

Deandra menggendong Resa dan membawanya keluar kamar. Dia menghampiri Ibu yang sedang duduk di sofa ruang tengah. "Emm, Bu, aku titip Resa sebentar ya. Mau mandi gerah sekali"

Ibu tersenyum mendengar itu, dia berdiri dan mengambil alih Resa dari gendongan menantunya. "Yaudah sana mandi, sebentar lagi suami kamu juga pulang. Harus tampil cantik dan wangi di depan suami kamu"

Deandra hanya tersenyum, meski sebenarnya dia ingin terlihat  tampil cantik di depan Dokter Angga. Masalah suaminya, bodo amat dia mau melihat aku dengan penampilan kumal juga. Toh aku tidak suka padanya. Hehe.. Tertawa jahat dalam hatinya.

Selesai mandi dan bersiap, Deandra sudah tampil lebih segar sekarang. Menggunkan dress selutut dengan rambutnya yang di gerai. Deandra keluar dari kamar dengan senyum yang bahagia. Karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan pujaan hatinya.

Dan ketika Dokter Angga datang, wajah Deandra langsung memerah malu. Memang seperti itu reaksi yang di berikan oleh seorang perempuan yang mengagumi seseorang.

"Selamat malam, Nyonya. Hai Deandra" ucap Angga ketika menemui mereka

"Malam Kak" jawab Deandra dengan senyum yang tidak bisa dia tahan.

Ibu langsung membawa Angga untuk masuk ke dalam kamar Sandra. Angga juga segera memeriksa keadaan Sandra dengan Deandra yang setia mendampinginya di samping Angga.

"Bagaimana perkembangan pasien selama satu minggu ini?" tanya Angga pada Deandra.

"Semuanya masih berjalan dengan baik, Kak. Perkembangan otot dan saraf masih terlihat normal, detak jantung juga. Hanya saraf motorik di otaknya yang belum benar-benar terlihat perkembangannya" jelas Deandra dengan pengamatannya selama ini.

Angga mengangguk mengerti, dia mulai mengecek semuanya. Membuka kelopak mata Sandra yang terus terpejam dengan menyenterkan senter medis kecil. Melihat perkembangan yang masih biasa saja. Belum ada perkembangan yang benar-benar terlihat intens.

"Sejauh ini semuanya masih baik, meski belum mendapatkan perkembangan yang benar-benar insten. Tapi saya yakin akan ada perkembangan yang baik kedepannya. Benturan di kepalanya membuat saraf motorik di otaknya terganggu. Dan di tambah dengan pendarahan yang terjadi saat melahirkan. Semuanya memang menjadi faktor utama trauma yang membuat pasien koma" jelas Angga

Deandra hanya tersenyum sambil memperhatikan wajah Angga yang sednag serius. Benar-benar tampan. Gumamnya.

Pintu ruangan yang terbuka membuat dia langsung menoleh dan melihat Afkha yang baru saja pulang kerja, masuk ke dalam kamar. Dia masih memakai kemeja, namun dasi dan jasnya sudah dia lepas.

"Bagaimana perkembangannya?" tanya Afkha

"Semuanya masih cukup baik sejauh ini, meski belum ada perkembangan yang benar-benar insten" ucap Angga

Afkha mengangguk mengerti, dia menatap istri pertamanya yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur dengan segala alat medis yang terpasang di beberapa bagian tubuhnya. Melirik sekilas pada istri keduanya yang terlihat senyumm-senyum tidak jelas. Sampai Afkha melihat ke arah tatapan Deandra yang ternyata sedang menatap Angga.

"Ikut aku!" ucap Angga sambil menarik tangan istrinya itu keluar kamar. Ibu dan Dokter Angga tentu saja terkejut dengan hal itu. Apalagi Dokter Angga yang tidak tahu apa-apa tentang mereka yang telah menikah kemarin.

Deandra juga terkejut dan juga bingung dengan kelakuan suaminya ini yang tiba-tiba menariknya keluar kamar di saat dia sedang memperhatikan pujaan hatinya itu. Dia itu mau apasi? Deandra jadi bingung sendiri, tapi dia tetap mengikuti langkah suaminya sampai di kamar mereka.

Afkha duduk di atas sofa, menatap Deandra yang masih berdiri di dekat pintu kamar yang masih terbuka. Gadis itu yang sesekali melirik ke luar kamar, seolah memang masih ingin bersama dengan Angga. Terlihat jelas jika Deandra memang mengagumi pria itu, dan hal ini yang membuat Afkha tidak suka.

"Kau menyukainya?" tanya Afkha dingin.

Deandra langsung menoleh ke arah suaminya, menatapnya dengan bingung. Tatapan dingin Afkha yang membuat Deandra semakin bingung saja. Dia menutup pintu dan berjalan mendekat pada suaminya itu.

"Maksudnya bagaimana?" Tanya Deandra yang memang belum mengerti dengan maksud dari pertanyaan suaminya itu.

"Ingat Deandra, dalam perjanjian itu kau harus patuh dan nurut apa perkataanku. Dan sekarang, aku minta kau berhenti menyukainya!" tegas Afkha

Deandra langsung terdiam, dia mulai bisa mencerna apa yang di bicarakan oleh suaminya. Ternyata memang tentang Angga. Apa mungkin begitu terlihat kalau aku menyukainya?

"Tapi..."

Tatapan Afkha semakin tajam mendengar kata tapi dari Deandra yang pastinya akan mengeluarkan protes atas apa yang da ucapkan barusan. "Sudah berani membantah kau? Padahal baru dua hari kita menikah, tapi kau sudah mulai melanggar peraturan"

Deandra mengusap tengkuk lehernya yang terasa dingin dan merinding melihat tatapan dingin Afkha. Aku tidak tahu kalau dia bisa semenyeramkan ini. Gumamnya.

"Iya, lagian dia juga punya wanitanya sendiri dan yang aku rasakan itu hanya sebatas kagum saja" ucap Deandra

Brak..

Afkha menendang meja di depannya dengan keras, sampai membuat Deandra terlonjak kaget. Deandra sampai mengelus dadanya sendiri yang begitu kaget dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.

"Berani kau mengagumi pria lain, sementara aku adalah suamimu. Kau sudah menjadi milikku, dan apapun yang sudah menjadi milikku tidak boleh di miliki orang lain. Faham?!"

Afkha berdiri dan langsung berlalu begitu saja ke ruang ganti dengan menutup pintu sangat keras. Deandra lagi-lagi terlonjak kaget dengan itu.

Bersambung

1
Ririn Nursisminingsih
no koment thor kok semakin ruwet...
Ririn Nursisminingsih
sabar diandra kmu ndak salah...afkalah yg egois.....
Ririn Nursisminingsih
kebanyakan ngomong dalam hati...jdi gak asik bacanya
Lilik Juhariah
baca lagi , tapi masih enak
Neng Ati
udah ketemu
Neng Ati
kok saya cari ga ada judul ini
Dewi @@@♥️♥️
sepertinya bagus ceritanya
Lilik Juhariah
oalaaah ternyata gini toh
Lilik Juhariah
lah knp gk nyari atau TLP suaminya kl masih hidup
Dewi @@@♥️♥️: kan Sandra hilang ingatan kak ,baru kembali ingatan beberapa hari ini
total 1 replies
Lilik Juhariah
alur dan tokohnya gk lebay jadi enak bacanya, beda dg karya novel lain , biasanya ada kekerasan pelecehan Krn awalnya nikah Krn pengganti
Lilik Juhariah
bagus banget ceritanya , makasih thor
Nita.P: Mampir di cerita terbaruku yuk.. Judulnya MENGEJAR RENJANI YANG HILANG
total 1 replies
Lilik Juhariah
emang gk peka , dia sendiri yg mau diperhatikan , istrinya mual tiap pagi Yo diem ,emang apa modelan rafkha klngk ditegur gk sadar,
Lilik Juhariah
Davin sama sanra baik lembut, sama adiknya sama orang tuanya jahat banget
Lilik Juhariah
cukup.dg.kata maaf , hebat si Davin ini, saat kamu sdh sukses knp gk cari adikmu
Dewi @@@♥️♥️: karena yg ada dalam pikiran Davin hanya cintanya,,wanitanya,bahkan pas pertama datang menemui Dean lngsng main tampar aja tanpa nanya keadaan Dean
total 1 replies
Lilik Juhariah
Krn Dean baik dan tulus, kecuali Davin yg jangan sama dean
Lilik Juhariah
untung Dean sabar
Lilik Juhariah
selalu meminta maaf , itu yg aku suka dari pasangan ini , Dean yg sabar dan afka yg gk segan meminta maaf
Lilik Juhariah
banyak di dunia nyata , ada di keluarga saya , istri kedua menyerah
Lilik Juhariah
ya SMA sama nyaman kan Sandra sudah sama Davin , pdhl kakak iparnya tinggal di rumahnya, sebenarnya idem sih
Lilik Juhariah
lah ya ngapain cuekin Dean , lah yg minta Dean jadi istrimu itu siapa , yg cinta dan nyaman siapa , kok Dean jadi kambing hitam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!