(AWAS. KHUSUS ***++ ADA BANYAK ADEGAN MEMANCING GAIRAH. JANGAN YA DEK YA) Dia dikhianati pacarnya. Dia berusaha menenangkan diri di kamar sebuah hotel. Tapi dia malah diperkosa oleh Gerson, seorang CEO sombong karena suatu kesalah-pahaman.
Bella hamil dan diusir orang tuanya dari rumah. Dia harus melahirkan dalam kondisi sulit.
Tujuh tahun kemudian, Bella kembali dipertemukan dengan Gerson dan harus bekerja di kantornya Gerson.
Di saat yang sama, Bella melihat wawancara Gerson di Youtube. Dia meminta anak-anaknya untuk menjauh kalau melihat Gerson.
Tapi anak kembarnya yang jenius itu, memilih untuk bertindak sebaliknya. Bukannya menjauh, mereka malah terus menyerang Gerson.
Sejak itu, hidup Gerson tidak lagi tenang karena terus diganggu oleh si kembar jenius.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gregorious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil dalam Keterbatasan
Gadis itu terbelalak saat pintu lift terbuka dan melihat Gerson di depan pintu. "Mungkinkah dia sudah menyadari kekeliruannya semalam dan kini dia hendak memperkosaku," batin gadis ini.
Dengan cuek, Gerson masuk ke dalam lift dan mengeluarkan handphonenya
Gadis itu terlalu takut untuk bergerak sehingga dia tetap di posisinya. Padahal dia seharusnya turun di lantai ini, namun akhirnya, karena terlalu takut pada Gerson, dia malah ikut turun ke lantai dasar.
"Dimana gadis itu, Ton?" tanya Gerson di telpon kepada Tony. Tanpa sengaja, dia menekan tombol loudspeaker sehingga suara percakapan antara Tony dan dirinya bisa terdengar oleh gadis itu.
"Aku tidak tahu, bos. Aku sudah pulang ke rumah. Apa dia tidak ada lagi di kamar?"
"Saat aku bangun, dia sudah pergi."
"Hmmm. Mungkin dia takut, bos."
"Bagus. Dengan apa yang aku lakukan kepadanya semalam, aku yakin kalau dia tidak akan berani lagi mengganggu rumah tangga adikku," tandas Gerson.
"Semoga, bos."
"Tapi kamu tetap cari tahu. Kalau wanita sundal itu berani mengganggu iparku lagi, maka hukuman lebih berat akan dia rasakan."
"Apa itu, bos?"
"Aku akan menyerahkan dia pada kelompok preman kenalanku. Biar dia diperkosa ramai-ramai disitu," geram Gerson.
"Hahaha. Pasti dia kapok, bos."
Kata-kata Gerson itu membuat gadis bernama Lisa yang berada di samping Gerson, langsung ketakutan. "Hiyyy. Aku berjanji. Aku tidak akan lagi mengganggu suami adikmu," batin Lisa.
**
Satu bulan kemudian, saat Bella baru bersiap untuk wawancara kerja, tiba-tiba dia merasakan sakit yang teramat sangat di perutnya. Dia langsung muntah-muntah di kamar mandi.
Bayu yang mendengar itu mulai curiga. "Sudah berapa hari ini dia selalu muntah-muntah. Nampaknya ada sesuatu yang terjadi pada anak kita itu," kata Bayu kepada Livia.
Livia ikut-ikutan mengerutkan keningnya. Kemudian Bayu memberikan tespek kepada Livia. "Aku sengaja membeli ini di apotek. Periksa dia supaya apa yang kita takutkan tidak terjadi."
"Anak kita tidak mungkin hamil di luar nikah," tandas Livia. Tapi, karena Bayu melotot ke arahnya, Livia terpaksa mengikuti kemauan suaminya itu. Dia pun meminta Bella untuk menggunakan tespek.
Bella langsung tercekat mendengar permintaan ibunya ini. Tapi setelah dibujuk, dia pun mengikuti apa yang diinginkan ibunya itu.
Setelah pemeriksaan terjadi Bella menjerit keras karena apa yang dia takutkan ternyata telah terjadi.
Livia langsung masuk ke kamar mandi dan melihat ke alat tespek yang saat ini sedang dipegang oleh Bella sambil menangis itu.
Setelah itu, Livia melaporkan hal ini kepada Bayu yang menunggu di luar kamar. "Ternyata Bella memang hamil, Pah."
Bayu langsung naik pitam mendengar laporan dari Livia ini. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan masuk kamar mandi serta membentak Bella, "siapa ayah anak yang kamu kandung itu?"
Bella cuma terdiam. Dia cuma bisa menangis sambil membuang tespek ke tempat sampah di kamar mandi ini.
"Tidak mungkin Benny yang melakukan itu. Iya kan? Kamu baru saja datang ke Jakarta dan memergoki perbuatan Benny, iya kan?"
"Huhuhu."
"Berarti dengan siapa kamu melakukan itu, hah? Apa kamu melakukan itu dengan pacarmu di Amerika? Huh! Rupanya kamu tidak ada bedanya dengan Benny," sembur Bayu.
Bella tidak bisa membela diri. Dia cuma bisa menangis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Melihat itu Livia langsung mendatangi Bella, memeluk Bella serta bertanya, "siapa dia, Bella? Siapa yang menghamilimu?"
"Aku tidak tahu, ma. Aku tidak tahu." Pada dasarnya Bella tidak mengenal Gerson, karena itu, itulah yang dia katakan.
Tapi pengakuan Bella itu membuat Bayu langsung naik pitam. Dia segera mengambil semua baju-baju milik Bella, menaruh di koper dan berkata, "sekarang juga kamu pergi dari sini! Keluar dari rumahku. Aku tidak mau memiliki anak seperti kamu, yang hamil diluar nikah!"
Livia berusaha membujuk Bayu tetapi Bayu tidak bisa dibujuk. Bayu terus berteriak-teriak menyuruh Bella untuk keluar dari rumahnya.
Akhirnya dengan berlinang air mata, Bella pun keluar dari rumah kedua orang tuanya ini. Dia cuma memiliki sedikit tabungan dari pekerjaannya pada saat dia melakukan part time di Amerika.
Selain karena biaya hidup yang besar di Amerika, juga karena sebagian besar penghasilannya dia kirim untuk ibunya. Karena itu, sekarang ini dia hanya memiliki tabungan sedikit.
Karena memang Bella berencana sepulangnya ke Jakarta ini untuk langsung mencari kerja dan memiliki penghasilan sendiri karena dia tidak ingin bergantung kepada orang tuanya.
Dengan keadaannya yang ternyata sudah berbadan dua seperti ini, maka Bella menjadi bingung. Bingung untuk memikirkan kehidupan masa depannya nanti.
Bella putuskan untuk keluar juga dari rumah orang tuanya ini, kemudian dia mengambil kos di sekitar Ciledug.
Setelah 2 hari, Bella putuskan untuk memeriksakan dirinya ke Puskesmas terdekat untuk mencari tahu dengan pasti, apakah dia memang hamil atau tidak.
Ternyata setelah diperiksa oleh dokter di Puskesmas, ternyata Bella memang hamil. Ini membuat dia menangis sedih.
Bidan yang memeriksa Bella mulai bertanya tentang apa yang membuat Bella menangis seperti itu
Bella pun menceritakan semuanya. Dimulai dengan kepulangan dia ke Jakarta kemudian berlanjut dengan dia memergoki perselingkuhan yang dilakukan oleh Beni , kemudian juga berlanjut dengan nasib malang yang dialami di kamar hotel tempat dia menginap.
Bidan yang bernama Een itu sangat terenyuh dengan ceritanya Bella. Dia kemudian mengajak Bella untuk tinggal bersamanya karena dia tinggal sendirian di rumah kontrakan yang walaupun tidak terlalu besar, tapi masih cukup untuk menampung Bella sampai Bella bisa mandiri.
Bella pun mengikuti tawaran dari Een itu, apalagi dia hanya mengambil kost harian dan dia akan merasa lebih tenang kalau bersama seorang bidan seperti Een.
Setelah itu, Bella berusaha untuk mencari kerja tapi ternyata dia mengalami sakit karena dia mengalami ngidam yang tidak biasa.
Bella terus muntah-muntah dan sulit untuk makan. Dia harus menahan rasa sakit saat Ngidam ini dan dia bahkan tidak bisa mencium bau apapun karena bau apapun akan membuat dia muntah.
Dengan kondisi Bella yang seperti itu, akhirnya Bella tidak bekerja dan menggantungkan hidupnya sepenuhnya kepada Bidan Een yang merawat Bella dengan sangat baik.
Bahkan Een juga yang membelikan makanan dan susu untuk pertumbuhan janin yang dikandung Bella.
**
7 tahun kemudian, Bella sudah menjadi seorang konsultan teknik di bidang ilmu yang dia pelajari di Amerika, yaitu teknik arsitektur.
Bella banyak menangani gambar sketsa-sketsa arsitektur dari berbagai gedung-gedung besar, baik di kota Jakarta maupun di luar kota.
Selama beberapa waktu ini, Bella bisa melakukan pekerjaannya sambil mengasuh dua anak kembarnya sementara Bidan Een sudah tinggal bersamanya di sebuah rumah yang cukup besar yang dibeli Bella dengan cara mencicil, hasil dari kerja kerasnya selama ini
Tiba-tiba saat Bella baru pulang kerja setelah mengawasi sebuah konstruksi bangunan, Een datang kepada Bella. "Aku ditelepon oleh beberapa orang dari Amerika."
"Dari Amerika?"
"Iya, Bella. Ada dari Pentagon yang menelpon karena Julius berusaha untuk melakukan hack kepada sistem keamanan software Pentagon."
Mendengar itu, Bella menjadi sangat marah. Dia langsung mendatangi Julius, si sulung dari dua bersaudara kembar, anak-anaknya.
Julius memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata bahkan dokter yang sempat memeriksa Julius berkata kalau Julius itu memiliki IQ yang sangat tinggi dan langka di dunia
Julius adalah seorang jenius yang bisa langsung mempelajari apa saja yang dia minati.
Karena Julius terlihat diam saat dia masih berumur 4 tahun maka Bela sempat memperkenalkan Julius pada sistem kode dan juga pada sistem internet tapi ternyata Julius belakangan berhasil membobol beberapa situs terkemuka yang belakangan memohon-mohon kepada Bella untuk meminta Julius tidak lagi berusaha membobol situs keamanan mereka.
Bahkan mereka sempat memberikan hadiah uang supaya Julius tidak lagi membobol sistem keamanan mereka.
Setelah Bella memarahi Julius, Julius memang langsung patuh. Dia tidak lagi membobol sistem keamanan yang dikatakan terlarang oleh Bella itu, tapi kemudian Julius malah terus berusaha membobol sistem keamanan perusahaan yang lain.
Bella pernah bertanya mengapa Julius membobol sistem keamanan perusahaan-perusahaan itu.
Jawaban Julius sangat klise. Julius bilang, CEO-CEO dari perusahaan-perusahaan itu yang menantangnya dengan berkata di internet kepada para hacker, untuk coba berusaha membobol sistem keamanan mereka dan kalian akan selalu gagal.
Karena itulah Julius tertantang untuk membobol sistem keamanan canggih yang dimiliki perusahaan itu dan akhirnya Julius selalu berhasil membobol sistem keamanan perusahaan yang dia incar sehingga mereka cuma bisa meminta Julius untuk tidak lagi berusaha membobol sistem mereka.
Sekarang ini, Julius bahkan melangkah ke arah yang lebih gila karena Julius ternyata membobol sistem keamanan Pentagon dari militer Amerika.
Bella langsung memarahi Julius yang sedang bersama Julian, adik kembarnya.
Saat sedang memarahi Julius ini, perhatian Bella teralihkan dengan sebuah wawancara di TV. Kedua bola mata Bella membulat saat menatap ke arah TV.
"Ma. Mama Kenapa?" tanya Julian sambil ikut menatap ke arah TV.
Bella tidak menjawab. Matanya masih terus menatap ke arah televisi dan melotot ke arah wawancara dari seorang wartawan bisnis dengan seorang CEO terkenal.
dia tukang celap celup dan itu menjijikan
kuharap ada tokoh yang lebih baik dari dia buat jadi jodohnya Bella
dari judul cerita ini tuh menceritakan anak kembar yang jenius, jadi saya harap jodoh nya Bella bukan gersang
kalo aku jadi Bella sih kuludahin aslii
karna ga bakal ada laki laki yang bisa benar benar lepas dari kebiasaan nya apalagi ini soal kenikmatan duniawi