NovelToon NovelToon
Ranjang Ibu Tiri

Ranjang Ibu Tiri

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: ntaamelia

Tiba-tiba menjadi gadis penebus hutang, Aina harus merelakan dirinya dinikahi oleh pria paruh baya, sosok yang lebih pantas menjadi ayahnya.

Namun, siapa sangka, ternyata pria tersebut adalah orang yang terhubung dengan masa lalunya.

Lalu bagaimana Aina keluar dari bayang-bayang itu, sementara masa lalu terus mengejarnya. Bahkan mengikatkan tali tak kasat mata di kakinya.

Salam anu👑

Ig @nitamelia05

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Gavin Robinson

Gavin Robinson adalah putra kedua Erzan, dia masih duduk di bangku kuliah sebagai kakak tingkat Aina.

Selama ini dia memang tidak tinggal di rumah utama, karena tak ingin menciptakan selisih paham dengan sang kakak, Danesh Robinson.

Seorang pria yang kini menjabat sebagai direktur di perusahaan yang Erzan kelola.

Selama ini Gavin memang tidak pernah akur dengan Danesh, sebab Danesh selalu menganggapnya sebagai saingan. Bahkan pria itu tak mengizinkan Gavin terjun ke dunia bisnis, takut sang adik lebih unggul darinya.

Hingga akhirnya Gavin mengalah, dan lebih memilih untuk membuka bengkel mobil.

Di dalam kamar Aina, Gavin terus melancarkan aksinya untuk mencium bibir gadis itu. Meskipun yang ia dapat adalah sebuah perlawanan, bentuk penolakan dari Aina.

Bahkan Aina tak segan untuk menggigit bibir Gavin, hingga benda kenyal itu mengeluarkan setitik darah.

Sontak Gavin menarik diri dengan dadanya yang kembang kempis, dia menatap Aina dengan tatapan teduh dan perasaan cinta yang masih membuncah.

"Aku merindukanmu, Na," ucap Gavin dengan dada yang bergemuruh hebat, tetapi Aina merasa bahwa Gavin sudah benar-benar gila.

Aina lantas mendorong dada Gavin dengan sekuat tenaga saat pemuda itu berusaha untuk kembali menyerangnya. "Apa kamu sudah tidak waras, Gav?!" Sentak Aina, masih menahan suaranya yang terdengar dipenuhi kekesalan.

Dia takut ada seseorang yang datang dan memergoki mereka berada dalam satu kamar. Bisa habis dia di tangan Erzan.

"Aku menjadi tidak waras saat kamu memutuskan hubungan kita begitu saja, Aina! Jadi ini alasanmu? Karena kamu ingin menikah dengan pria lain?" balas Gavin. Sumpah demi apapun, hatinya sangat sakit mengetahui fakta bahwa Aina telah menjadi ibu tirinya.

Namun, saat ini Aina tidak ingin membahas tentang masa lalu mereka. Karena hal itu hanya akan membuat hatinya sakit. Dia telah menjadi istri Erzan, dan Gavin harus menerima kenyataan itu.

"Kenapa kamu bisa ada di sini? Hem, kamu mengikutiku?" tanya Aina, mengalihkan pembicaraan mereka.

Namun, reaksi Gavin di luar dugaan, pemuda itu malah menarik salah satu sudut bibirnya hingga menciptakan senyum sinis. Gavin benar-benar tidak paham, kenapa bisa Aina meninggalkan dia dan lebih memilih Erzan.

"Kamu bahkan tidak tahu siapa saja keluarga suamimu. Dan dengan mudahnya kamu rela menjadi istrinya!" cibir Gavin.

Aina langsung membelalakkan mata, sementara otaknya menerka-nerka ada hubungan apa antara Gavin dengan Erzan. Karena saat mereka berpacaran baik Gavin maupun Aina, masih belum mengetahui keluarga pasangan masing-masing.

"Apa maksudmu, Gav?" tanya Aina dengan kening yang mengernyit.

Gavin semakin mengangkat wajahnya, sementara netra hazel itu tak lepas menatap Aina. Gadis sederhana yang mampu melumpuhkan hatinya. "Aku putranya, Erzan adalah ayahku."

Deg. Waktu seolah berhenti berputar, mulut Aina menganga lengkap dengan mata yang memancarkan keterkejutan.

Tidak mungkin, sungguh rasanya sulit dipercaya jika Gavin adalah putra dari suaminya.

Aina menggelengkan kepalanya pelan. Memungkiri pengakuan Gavin. "Itu tidak mungkin, Gav. Kamu pasti bohong!" Tegas Aina sambil menunjuk wajah Gavin.

"Untuk apa aku berbohong, Aina? Tidak ada untungnya."

"Tapi aku tidak percaya ucapanmu!" sentak Aina seraya memukul dada Gavin dengan keras. Tiba-tiba air mata gadis itu mengalir, entah takdir apa yang sedang dia terima, karena semuanya terdengar seperti lelucon.

"Itu tidak mungkin, Gav, aku yakin kamu bohong!" Aina tergugu dengan lututnya yang terasa sangat lemas.

Bahkan dia hampir saja terduduk di lantai, tetapi tepat pada saat itu Gavin langsung merengkuh tubuh Aina.

"Erzan memang ayahku. Tapi jika kamu ingin hubungan kita kembali seperti dulu, aku yang akan bicara dengannya," ujar Gavin yang membuat Aina semakin terperangah.

Karena tak sanggup berkata-kata, gadis itu hanya mampu menggelengkan kepalanya sambil bercucuran air mata.

***

Jangan lupa pencet-pencetnya gaes😝😝

1
antha mom
huhhhh akhirnya happy ending 👍👍👍👍😘😘
antha mom
sangat suka ceritanya 👍👍👍
antha mom
hukum tabur tuai akan Kamu rasakan danesh
Gia Nasgia
Buah dari kejahatan yg meninggalkan penyesalan
Gia Nasgia
Otw nikah bang Gavin
Gia Nasgia
Nah lho 😂🤫
Gia Nasgia
Titik terang mulai kelihatan
Gia Nasgia
cemungut pak pengacara untuk kebebasan Gavin 😍
Gia Nasgia
Kirim aja di segitiga bermuda 😏
Gia Nasgia
Dasar pemuja harta 😡
Gia Nasgia
Kayaknya pak Bagas nggak tahu klau Gavin bukan anaknya Dad Erzan
Gia Nasgia
Next
Gia Nasgia
Kebenaran cpt atau lambat pasti akan terungkap
Gia Nasgia
Walau bagaimana pun Dad Erzan sdh mengnggap mu anak sendiri
Gia Nasgia
Akhirnya bom nya meledak juga
Gia Nasgia
Waduh jangan sampai hubungan Gavin dan Aina ketahuan dgn Ersan
Gia Nasgia
Aina dan Gavin cari masalah dgn memakai gelang couple
Gia Nasgia
Next
Gia Nasgia
sdh curiga dari awal klau Gavin bukan anak kandung makanya Danesh mengnggap Gavin bukan layaknya saudara
Gia Nasgia
Ini kakak kandung atau kakak tiri 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!