Pernikahan adalah semua mimpi semua orang termaksud intan yang baru saja lulus sekolah menengah atas.
Sekalipun umurnya masih 19 tahun tapi dia sudah sah untuk menikah bukan ??
Menikah di usia muda bukanlah mimpinya tapi menikah dengan orang yang di cintai nya adalah mimpi nya .
Tapi semua rasa bahagia itu tidak selamanya benar di mana dia harus berusaha kuat untuk menyakinkan hati suaminya yang masih mencintai wanita lain tak lain .
Mungkin semua orang ini salah tapi dia ingin berusaha menggantikan nama itu dalam hati suaminya .
Perjuangan pun semakin berat saat sang mertua tidak bisa menerima nya dengan baik dengan alasan bahwa bukan wanita yang selama ini mereka kenal.
Mampu kah dia bertahan di sisi sang suami dan menggeser posisi wanita itu di hati sang suami begitu juga di hati sang mertua ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sandi
Intan bergulat dengan wajan dan teman² di dapur sendirian dia menyiapkan makan malam .
Intan tidak membutuhkan pelayan atau yang lainnya karena dia sudah terbiasa hidup seperti ini melakukan hal² pekerjaan di rumah saat dia pulang sekolah.
Jadi bukan hal berat untuknya jika melakukan itu bukan,setelah beberapa menit semuanya sudah siap di atas meja .
Intan memilih membersihkan dapur terlebih dahulu sebelum nanti memanggil Didin untuk makan malam bersama .
Saat semuanya sudah rapi dan bersih intan langsung ke ruangan tamu memanggil Didin .
" Kakak " Didin menatap intan sambil memegang kertas .
" Makan " Didin hanya mengaguk lalu menyimpan kertas dan merapikan kerjaan nya sambil membawa gelas kosong yang di berikan intan tadi .
" Biarkan aku simpan sendiri " Ucap Didin saat intan akan mengambil gelas kotor itu membawanya ke wastafel.
" Kamu masak apa " Intan langsung membuka penutup makanan " Maaf intan hanya bisa masak ini " Jawab intan .
Dimana di atas meja ,sayur bening ,ikan goreng,dan ayam goreng lengkuas khas makanan orang kampung jangan lupa kan juga ada sambal terasi .
"Aku makan semuanya ,bahkan ini makanan enak jadi terus masak seperti ini ,kakak akan usahakan pulang makan siang di rumah " Intan mengaguk Tersenyum .
" Makanlah, aku ambil sendiri saja " Intan duduk di kursinya, kecewa sudah pasti tapi dia tidak ingin Didin mengetahui nya .
" Risna menelpon mu " Intan menatap Didin yang masih fokus mengambil ayam .
" Belum kak, aku belum kabari kalau intan sudah pindah tapi mungkin ibu sudah memberi tahunya " Didin mengaguk saja .
Teteh begitu istimewa untuk suamiku Intan Tersenyum kecut.
" Kaka " Didin menatap intan " Apa tidak bisa intan melakukan kewajiban intan sebagai suami " Didin menggeleng " Kenapa " Tanya intan gugup .
Dia sudah menyiapkan hatinya jika Didin menjawabnya nanti.
" Karena aku juga belum memberikan kewajiban ku juga padamu , Kamu masih ingatkan perjanjian sebelum kita menikah sekalipun status kita beda tapi kita punya dunia masing² " Ucap Didin .
" Apa tidak bisa kakak melihat ku sedikit saja " Didin melepas kan sendoknya hingga menimbulkan suara .
Pyar
" Maaf " Ucap intan lirih .
Intan menyendok makanan sekalipun dia sudah tidak selera tapi dia tahu diri tidak ingin menyusahkan siapa pun termasuk Didin .
" Besok aku sudah mulai kerja ,kamu Tidak papa di rumah " Intan mengaguk pelan .
" atau mau ikut " Intan menggeleng " Di rumah saja kak " Ucap Intan .
Keduanya larut dalam pikiran masing-masing dan Intan bersyukur karena Didin menyukai masakan nya dan menambah ayam dan sayur nya .
" Besok masakan nasi goreng iya " Intan mengaguk " pakai udang " Lanjutnya .
" Baik kak " Jawab intan
" Kamu tidak suka pedas " Intan menatap Didin " Suka kak " Jawab intan .
" Kenapa sambal mu tidak pedas " Intan menatap Didin yang sudah selesai dengan makannya " Aku kira Kaka tidak suka pedas " Jawab intan
" Aku suka jadi tambahkan cabainya " Intan mengaguk cepat ,dia baru sadar kalau sedikit demi sedikit mereka memiliki kesukaan yang sama .
" Kaka suka kue apa " Tanya intan sambil menyendok makanan nya .
" Semuanya Asal jangan terlalu manis, untuk makan malam gunakan beras merah iya begitu juga sarapan pagi nya " Intan kembali mengaguk .
"Sudah " Intan mengaguk " Iya kak " Didin membantu intan membereskan meja .
" Biar intan saja kak " Ucap intan cepat .
" Sudah diam ,kamu urus piring kotor saja yang ini biar Kaka yang bereskan " Intan mengalah lalu dia mencuci piring kotor .
Sedangkan Didin membersihkan meja dan merapikan kursi makan mereka .
" kalau sudah ke depan itu dek " Intan mengaguk tanpa membalikkan badannya .
" Kaka mau minum " Ucap intan sedikit meninggi " Tidak " Jawab Didin lalu melanjutkan langkahnya ke ruangan tamu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah selesai intan langsung ke ruangan tamu menemui Didin .
" Duduk " Intan duduk di kursi singel .
" Ambilah ,kata sandinya tanggal lahir Risna ,jangan menolak papa pun yang aku berikan " Intan menatap kartu yang tadi di berikan di atas meja .
Teteh lihat bahkan hal sekecil ini pun pakai tanggal lahir teteh Batin intan
" Maaf aku belum sempat menggantinya " Intan masih terdiam di tempat duduknya .
" Ambil " Ucap Didin tegas .
" makasih " Jawabnya lirih mengambil kartu itu .
Teh apa aku bisa membencimu Batinnya, intan menundukan kepalanya .
" istirahat lah ,aku masih mau menyelesaikan beberapa kerjaan " Ucap Didin .
" Mau di buatkan minum " Didin menggeleng " Kalau mau nanti panggil intan saja " Didin mengagukan kepalanya .
" Intan ke atas Kaka " pamit intan .
" Jangan begadang langsung istirahat bersihkan tubuhmu " Ucap Didin .
" Iya Kaka " Intan berdiri dari duduknya lalu meninggalkan Didin di ruangan itu .
Didin menarik napasnya panjang setelah intan meninggalkan nya lalu bersandar di sofa sambil memejamkan matanya .
" Maaf " Cicit Didin .
"Apa yang kamu lakukan ?? Apa sedang bermain dengan Kanz " Didin membuang napas kasar " Aku merindukan mu ' Gumamnya .
" Kapan kita bisa bertemu lagi ,aku harap secepatnya neng " Lanjutnya
Tanpa dia sadari intan masih berdiri di balik dinding ke arah lantai atas sambil memegang dadanya yang serasa sesak .
Intan kembali melanjutkan langkahnya ke atas takut Didin mengetahui nya .
Saat sudah di kamar intan terduduk di balik pintu sambil mendudukkan kepalanya di antara lutut nya .
" Aku membenci mu teh " Ucap intan sesegukan , dia tahu ini salah tapi entah kenapa dia begitu benci saat suaminya sendiri merindukan wanita lain yang juga kakak nya .
Dia tahu sejak awal memang akan sulit tapi dia ingin mencoba nya, dia tidak tahu jika sesakit ini mundur pun percuma .
" Kamu bisa intan " Gumam intan dalam tangisannya memeluk erat lutut nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Vote ......vote ....vote ....
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
Maaf kemarin tidak Up karena habis Vaksin kepala nyut-nyutan begitu juga dengan author .