NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang Mafia

Jerat Asmara Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:959.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Komalasari

Kisah ini merupakan spin off dari novel berjudul : Pesona Tuan De Luca. Disarankan untuk membacanya juga, ya.

Love is blind. 𝚀uote yang cocok untuk menggambarkan hidup Adriano D’Angelo, bos mafia Tigre Nero yang memiliki jaringan terbesar di Benua Eropa. Dia jatuh cinta pada wanita bersuami, yaitu Florecita Mia.

Cinta yang begitu besar tak membuat Adriano mendendam, meskipun Mia telah menembaknya. Dia juga dibuang ke samudera oleh suami wanita itu. Adriano memilih menghilang dan menutup masa lalu.

Namun, takdir mempertemukan kembali dirinya dengan Mia yang telah menjanda. Wanita yang dulu pernah mencelakai, kali ini meminta bantuan Adriano untuk mengungkap pelaku dari pembunuh sang suami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Giuramento

“Apa yang terjadi padamu? Bukankah kau ke Italia untuk menghadiri pesta yang diadakan Tuan de Luca?” tanya Bianca seraya duduk di dekat Adriano.

“Aku tidak jadi ke sana,” jawab Adriano datar. Dia menutupi semua kejadian buruk yang dialaminya di Pulau Elba. Entah apa maksud Adriano melakukan hal tersebut. Satu yang pasti, semua itu tentunya berkaitan dengan Mia.

“Lalu, kau ke mana? Aku tidak bisa menghubungimu sama sekali. Padahal, kau tahu jika kita harus menghadiri pertemuan penting di Athena. Aku pergi ke sana seorang diri. Setelah itu langsung bertolak ke Lyon. Tiba-tiba saja, Pierre memberitahuku jika kau ada di rumah sakit Ajaccio, setelah menghilang lebih dari tiga hari,” tutur Bianca seraya membetulkan posisi duduk. Wanita cantik itu menyilangkan kakinya yang jenjang, sehingga rok span pendek nan ketat yang dia kenakan semakin naik dan mengekspos pahanya yang mulus.

“Katakan ada apa sebenarnya?” tanya Bianca lagi dengan setengah membujuk. Dia menyentuh paha Adriano dengan sikap yang menggoda.

Akan tetapi, Adriano tidak merasa risi sama sekali. Pria itu masih tampak tenang. “Aku tidak apa-apa. Ini hanya sebuah percekcokan kecil,” jawab pria itu tetap tak mengungkapkan yang sebenarnya.

“Percekcokan kecil dan kau terkena banyak luka tembak. Ayolah, Adriano. Jangan membual!” protes Bianca tak percaya.

Sementara, Adriano hanya tersenyum samar saat mendengarnya. Pria itu bermaksud untuk mengatakan sesuatu. Adriano mungkin hendak menanggapi ucapan wanita cantik tadi, tetapi segera dia urungkan karena Olivia datang dan berdiri sambil terus memperhatikan dirinya.

Raut bahagia terlihat jelas di wajah gadis berambut hitam tersebut. Hal itu tentu saja membuat Bianca merasa terganggu. “Hey! Kenapa kau berdiri di situ? Tidak sopan sekali!” tegur wanita bermata abu-abu, dengan nada bicara yang sangat ketus.

Olivia tidak memedulikan ucapan Bianca. Perhatiannya masih tertuju kepada Adriano. “Aku senang karena Anda telah kembali, Tuan,” ucap gadis manis itu. Sedangkan, Adriano hanya mengangguk dan tersenyum. “Apa Anda membutuhkan sesuatu? Jika iya, maka akan segera kusiapkan,” tawar Olivia lagi dengan ramah.

“Tidak usah. Aku hanya ingin ke kamar dan beristirahat,” jawab Adriano sambil berdiri dari duduknya. “Apa kau masih ingin di sini, Bianca?” Adriano melirik wanita cantik berpenampilan seksi dan elegan itu.

“Tadinya, aku ingin membahas pertemuan kemarin dengan tuan Tzavellas. Namun, sepertinya ini bukan saat yang tepat,” ujar Bianca seraya berdiri tepat di hadapan Adriano. “Nanti saja kita bahas lagi,” lanjutnya pelan, seraya menyentuh paras tampan pria itu. Bianca mencium pipinya dengan lembut, membuat Olivia segera menundukan wajah. Dia tak ingin melihat hal itu. Olivia pun memutuskan untuk beranjak dari sana.

“Apa kau ingin kuantar ke kamarmu?” tawar Bianca dengan diiringi tawa geli.

“Tidak usah. Aku hanya mengalami luka tembak. Bukan amnesia. Jadi, aku belum lupa arah menuju kamarku,” tolak Adriano dengan senyum khasnya yang menawan. Dia tahu bahwa Bianca hanya sedang mengajaknya bercanda. “Maaf, aku tidak bisa mengantarmu hingga pintu keluar,” ucap Adriano lagi.

“Tak apa. Beristirahatlah. Aku ingin kau segera pulih. Ingat, ada banyak urusan yang harus segera kita selesaikan. Minggu depan kau dan aku harus berangkat ke Los Angeles. Semoga lukamu sudah benar-benar sembuh, sehingga bisa membuatmu merasa jauh nyaman,” ucap Bianca lagi dengan sikap manisnya. Dia lalu meraih tas mahal yang diletakan di atas meja. Bianca menentengnya di lengan kanan. “Satu lagi. Saat di Yunani, aku bertemu dengan Arsen Moras. Dia menitip salam untukmu.”

“Oh, iya. Arsen? Rasanya sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya.” Adriano menanggapi ucapan Bianca.

“Dia terlihat semakin tampan, tapi sayangnya bukan tipeku,” ujar Bianca dengan enteng. Setelah itu dia tertawa pelan, kemudian segera berpamitan kepada Adriano yang hanya berdiri menatap kepergiannya.

Setelah Bianca tak terlihat lagi, Adriano pun berlalu menuju kamar. Salah satu ruangan yang luas dan tak kalah mewah, jika dibandingkan dengan ruangan yang lain. Di sana, suasananya lebih dari sekadar nyaman, karena kamar itu dilengkapi dengan segala ornamen pendukung yang sangat memadai.

Setibanya di dalam kamar, Adriano segera melepas kemeja yang dia kenakan, lalu melemparnya begitu saja ke atas kasur. Dia lalu melangkah masuk ke kamar ganti, di mana terdapat lemari kaca dan berbagai lemari kabinet dengan laci bersusun. Ada juga sebuah etalase kaca yang berisi koleksi jam tangan dan kacamata mahal miliknya. Intinya, ruangan itu memang dikhususkan untuk menyimpan segala perlengkapan pribadi sang penguasa mansion mewah tersebut.

Akan tetapi, Adriano masuk ke ruangan itu bukanlah untuk memeriksa segala koleksi pernak-pernik mahal, yang mengisi ruang ganti tadi. Dia hanya berdiri di depan sebuah cermin dengan tinggi hampir sama seperti dirinya. Adriano menatap tubuh atletis yang dibebat menggunakan perban.

Pria bermata biru itu kemudian menyentuh perut yang dililit perban tadi. Sorot matanya yang selalu terlihat hangat dan bersahabat, menunjukan rasa kecewa yang teramat dalam. “Kau telah benar-benar melukaiku, Mia. Aku pastikan bahwa kau juga yang akan menyembuhkannya,” ucap Adriano pelan. Dia seakan tengah bersumpah pada dirinya. Adriano tak membuka mulut kepada siapa pun, bahwa Mia lah yang telah membuatnya hampir mati.

Sesaat kemudian, sang ketua Tigre Nero tersebut membuka lemari pakaian. Dia mengambil sebuah T-Shirt round neck berwarna hitam. Segera dikenakannya baju tadi. Pria itu pun keluar dari ruang ganti. Niatnya untuk beristirahat, dia urungkan. Adriano, memilih untuk keluar dari kamar. Langkahnya tampak gagah menuju ruangan lain, yaitu kamar yang dulu ditempati Mia dan Matteo sewaktu bertandang ke Monaco.

Sesampainya di dalam ruangan yang terbilang mewah untuk kriteria kamar tamu, sepasang mata biru Adriano segera tertuju pada tiga buah buku yang menumpuk di atas meja sebelah tempat tidur. Dia melangkah ke sana dan mengambil buku-buku tadi. Itu merupakan buku-buku yang sebenarnya sudah dirinya berikan kepada Mia.

Akan tetapi, karena kejadian tak terduga pada malam di mana dia mencium paksa wanita itu, maka sepertinya Mia tak berniat untuk membawanya ke Casa de Luca. ”Buku ini sudah menjadi milikmu, Mia. Kupastikan akan kembali padamu, meskipun kau tak menginginkannya. Adriano D’Angelo tidak pernah mengambil kembali apa yang telah dia berikan kepada orang lain,” ucap Adriano penuh penekanan.

“Tuan!” panggil seseorang dari arah luar kamar. Adriano segera menoleh dan melihat Pierre telah berdiri di ambang pintu.

“Ada apa?” tanya Adriano datar.

“Tuan Sergei Redomir menunggu Anda di ruang kerja,” jawab Pierre.

Adriano menghela napas panjang. Pria itu terdiam sejenak, sebelum memutuskan untuk menemui pria yang sempat berseteru dengannya. Adriano mengangguk, lalu keluar kamar1 untuk menuju ruang kerja. Di sana, sudah menunggu Sergei dengan senyuman lebar. “Apa kabar, Drug (Teman)?” sapanya hangat.

Adriano tak segera menjawab. Dia malah memperhatikan Sergei Redomir dari ujung kepala hingga ujung kaki. “Apa maumu?” tanyanya dingin dan datar.

“Begitukah caramu menyambut seorang teman?” Raut wajah Sergei berubah kecewa.

“Aku tidak ingat kita pernah berteman,” sahut Adriano datar, lalu beranjak ke arah meja kerjanya. Adriano duduk dengan gagah di sana.

“Cih! Semua ini gara-gara Matteo de Luca! Kita menjadi renggang begini, karena dia! Ingat, Drug! Jangan terlalu membelanya. Kau tak tahu seperti apa dia,” balas Sergei sembari mencondongkan badan ke arah Adriano. Kedua tangannya bertumpu pada tepian meja.

“Oh, aku mengetahui dengan sangat jelas seperti apa Matteo de Luca sebenarnya. Sekarang, tak perlu bertele-tele. Katakan apa maumu,” tegas Adriano.

“Aku hanya ingin memberikan informasi padamu. Lusa, akan ada lahan yang dilelang untuk umum di Yunani timur. Mungkin kau tertarik untuk membeli lahan itu dan menjadikannya sebagai lokasi kasino yang baru. Bukankah kau baru membangun dua klub malam di sana? Kurasa, itu jumlah yang sangat sedikit untuk seorang Adriano D’Angelo,” seringai Sergei sambil mengangkat salah satu alisnya.

1
Dea Abdullah
harudang /Facepalm/
Dea Abdullah
nyesek smpe sini knp two hrs mati
Dea Abdullah
uku padamu author suka bnget/Kiss/
mery harwati
Aq jadi ketagihan setelah perjalanan dari Eidenburgh, kemudian ke Casa de Luca, lalu ke Monaco & sekarang aq akan coba berlayar ke Rusia dengan Carlo, tapi aq akan mampir sebentar di Arsenio 😍💪
mery harwati: Siap paduka🫅 titahmu akan kami laksanakan 🫡🤩😉
total 2 replies
mery harwati
Anak Adriano bener² cerewet seperti Daniela, tante tertuanya 😃
mery harwati
Ada typo kah di episod ini? Soal umur Adriana, ada yang menyatakan tujuh belas tahun, kemudian di paragrap bawah menyatakan lima belas tahun? 🙄
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝙰𝚊𝚖𝚒𝚗, 𝙺𝚊𝚔. 𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑
total 3 replies
mery harwati
Aq malah penasaran sama bapaknya Karl Mikhailov alias Carlo, karena jaman Adriano yang dibunuh olehnya adalah Alex kemudian Sergei Redimir, mereka berdua kakak adik & berasal dari Rusia, ooohhh baca ajalah ceritanya & nikmati roller costernya disini 😃😘
mery harwati
Ow Coco, jangan ganggu mereka berdua, diam kau Coco sang mantan casanova 😃
mery harwati
Jangan bilang ada hubungannya dengan Sergei Redimir di masa lalu itu Karl Mikolaiv 🫣🙄
mery harwati
Adriana sepertinya mewarisi sifat dari Valeri bibi angkatnya 😃
mery harwati
Ow Damiano, kau benar² membuat air mataku menetes karena kematianmu, tidak²...bukan kau yang membuat aq sedih Damiano, tapi authorlah yang membuat alur cerita novel ini menjadi roller coaster bagi readersnya😘 selamat thor kau berhasil memporakporandakan imajinasi readers dengan karyamu ini ❤️🥰💪
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝙼𝚘𝚑𝚘𝚗 𝚍𝚘𝚊 𝚗𝚢𝚊, 𝙺𝚊𝚔
total 3 replies
yuiwnye
adriano sdg mempersiapkan Carlo jd pendamping miabella
mery harwati
Oh Tuhan, jangan bilang Roberto de Lucca punya anak lain selain Matteo? Seperti kisah Valentino & Carlo, yang ternyata kembar, apakah Damiano tak tau rahasia Roberto saat masih muda? 🫣🙄
Elmida Alano: betul
total 1 replies
mery harwati
Mereka berdua akan bertarung & akan kah mereka berhenti bertarung karena wanita yang mereka sayangi tak mau mereka saling bunuh ? Penasaran akhir dari pertarungan Juan Pablo & Adriano🙄
Elmida Alano: ya tapi tidak sampai mati
total 1 replies
mery harwati
Apa rasa bersalah Juan Pablo setelah membunub Matteo & keluar dari Killer X yang menyebabkan Juan menyimpan lukisan Mia? Tapi belum sempat Juan masuk ke kehidupan Mia, keduluan sama Adriano? Ow semakin rumit klo ada rasa cinta didalam intrik² mafia 🫣
mery harwati
Adriano, bagaimana kabarmu bila tau Juan Pablo adalah anak dari Elang Rimba? Bahkan Juan sudah memerawani Giana adik tirimu? Akankah kau tetep membunuh Juan Pablo demi Mia karena kematian Matteo? Atw kah membiarkan Juan Pablo tetep hidup & jadi adik ipar mu Adriano? Ow pilihan yang sangat sulit 🙄👏
mery harwati: Siap 🫡 sehat selalu Thor & lancar rejeki juga 🤲❤️
total 2 replies
mery harwati
Otak encer Adriano akhirnya digunakan pada Juan Pablo & membunuh Lionel sang pembunuh Matteo tanpa harus mengorbankan nyawa dirinya sendiri atw orang² yang dekat dengan Adriano, setelah kejadian Menara Hitam yang mengakibatkan nyawa Coco hampir melayang 👏 tapi kabarnya bila Adriano tau bahwa Juan Pablo menyimpan rasa pada Giana adik tirinya Adriano 🙄
mery harwati
🤣🤣 memang harus ada wanita lain sebagai pembanding Francy, agar Francy tak merasa dirinya selalu dibutuhkan oleh Coco, akhirnya setelah kehadiran Monicqe barulah berasa kesalahan Francy yang mengabaikan Coco selama 5 tahun, 💪 Francy bila kau ingin Coco jadi milikmu seutuhnya & selamanya, berjuanglah dari awal lagi Francy 💪
mery harwati
Aq kok ngerasa, anak perempuan kecil yang ngasih bekal makanannya pada Adriano itu adalah Mia disaat dia abis ditinggal mati ibu kandungnya, alias sebelum pindah ke Venice & ketemu dengan ibu tirinya, klo memang bener seperti itu kisahnya, brati sebenernya Adriano yang lebih dulu ketemu Mia saat usia mereka masih kanak & remaja
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝚂𝚒𝚒𝚙, 𝙺𝚊𝚔. 𝙻𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝
total 1 replies
yuiwnye
Juan 🧐🧐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!