NovelToon NovelToon
Ditinggal Menikah Dipinang Pewaris

Ditinggal Menikah Dipinang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:484
Nilai: 5
Nama Author: Anjana

Ketika Zilia mengetahui kekasihnya menikah dengan wanita lain, hidupnya seketika berubah.
Belum sempat menyembuhkan luka, ia justru dijodohkan dengan Rafael, pewaris keluarga Darmawan yang nyaris tidak dikenalnya. Namun, siapa sangka jika Vio datang kembali dan bersumpah akan merebutnya, sementara Rafael terang-terangan bahwa Zilia sebagai calon istrinya.
Di antara cinta lama, perjodohan, kecemburuan, dan rahasia keluarga, Zilia tidak pernah menyangka, bahwa pria yang awalnya hanya dianggap sebagai pengganti, justru akan menjadi lelaki yang mengubah seluruh hidupnya.

Akankah Zilia mendapatkan kebahagiaan? Atau justru ujian hidupnya semakin berat.
Penasaran? yuk ikuti jalan cerita mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Tiba-tiba ponsel Rafael berdering.

Nama Om Adrian muncul di layar. Rafael segera mengangkatnya.

"Ada apa, Om?"

"Kalian di mana?"

"Masih di taman dekat kafe."

"Tolong bawa Zilia pulang."

"Baik, Om."

"Oh iya."

Suara Tuan Adrian terdengar lebih serius.

"Besok malam ada jamuan makan keluarga."

Rafael mengernyit.

"Jamuan?"

"Iya."

"Keluarga Wijaya juga akan datang."

Rafael seketika melirik Zilia yang sedang duduk memainkan ujung tisu di tangannya.

"Baik, Om. Saya mengerti."

Sambungan telepon pun berakhir.

Zilia langsung menoleh.

"Papa bilang apa?"

Rafael memasukkan ponselnya ke saku.

"Beliau menyuruh kita pulang."

"Cuma itu?"

Rafael tampak ragu beberapa saat.

"Besok malam akan ada jamuan makan keluarga."

"Terus?"

"Keluarga Wijaya juga hadir."

"Keluarga Wijaya?"

Zilia mengernyit.

"Siapa mereka?"

"Rekan bisnis ayahmu."

Rafael sengaja tidak menjelaskan lebih jauh.

Padahal ia tahu...

Keluarga Wijaya adalah keluarga tempat Vio menikah.

Artinya...

Ada kemungkinan besar Vio dan Aleena juga akan hadir dalam jamuan tersebut.

Rafael menghela napas pelan.

"Sepertinya... besok malam akan menjadi malam yang panjang."

Zilia yang belum mengetahui apa pun hanya mengangguk pelan.

"Ya sudah, kita pulang."

Ia bangkit dari bangku taman.

Tanpa sadar, dari balik kaca mobil yang terparkir di kejauhan, sepasang mata masih memperhatikan mereka.

Vio.

Pria itu belum benar-benar pergi.

Tatapannya mengikuti langkah Zilia hingga masuk ke mobil Rafael.

"Zil..."

gumamnya lirih.

"Aku belum akan menyerah."

Namun di saat yang sama, sebuah tekad juga mulai tumbuh dalam diri Rafael.

Jika sebelumnya ia hanya menjalani perjodohan karena menghormati keputusan orang tua, kini ia mulai memiliki alasan lain.

Ia tidak ingin membiarkan Zilia kembali terluka oleh orang yang sama.

Dan tanpa mereka sadari, jamuan makan esok malam akan menjadi awal terbukanya rahasia besar yang selama ini disembunyikan oleh keempat keluarga tersebut.

Perjalanan pulang berlangsung cukup hening.

Tidak seperti biasanya, Rafael tidak lagi menggoda Zilia.

Sesekali ia melirik gadis di sampingnya yang sejak tadi hanya menatap keluar jendela.

"Apa kamu masih memikirkan Vio?"

Pertanyaan itu memecah keheningan.

Zilia menggeleng pelan.

"Bukan."

"Lalu?"

"Aku sedang memikirkan hidupku."

Rafael mengulas senyum tipis.

"Itu lebih baik."

"Maksudmu?"

"Daripada memikirkan laki-laki yang sudah menjadi suami orang."

Zilia menghela napas panjang.

"Aku memang masih kecewa."

"Itu wajar."

"Tapi aku nggak akan menangisinya lagi."

Rafael mengangguk pelan.

"Bagus."

"Aku cuma nggak suka dibohongi. Kalau sejak awal dia jujur, mungkin aku masih bisa menerimanya sebagai takdir. Tapi dia memilih menyembunyikan semuanya."

Rafael tidak menyela.

Ia membiarkan Zilia meluapkan isi hatinya.

"Yang paling membuatku sakit, dia masih mengatakan cinta. Padahal statusnya sudah menjadi suami perempuan lain."

Rafael menatap lurus ke depan.

"Kalau aku jadi kamu, aku juga akan mengambil keputusan yang sama."

Zilia menoleh.

"Kamu tidak menganggap aku egois?"

"Tidak."

"Kenapa?"

"Karena setiap orang punya batas harga diri. Dan menurutku... kamu sedang menjaga harga dirimu."

Mendengar jawaban itu, Zilia hanya tersenyum tipis.

Mobil akhirnya memasuki halaman mansion keluarga Adrian.

Begitu turun dari mobil, seorang pelayan segera menghampiri.

"Nona Zilia, Tuan Besar meminta Nona dan Tuan Rafael segera menuju ruang kerja beliau."

"Papa belum istirahat?"

"Belum, Nona."

Zilia dan Rafael saling berpandangan.

"Ayo," ucap Rafael pelan.

Mereka berdua berjalan menuju ruang kerja Ayahnya.

Tok... tok...

"Masuk."

Pintu dibuka.

Tuan Adrian sedang duduk di balik meja kerjanya, sementara Davin tampak bersandar di sofa sambil memainkan ponselnya.

"Nah, akhirnya pulang juga," ujar Davin.

Tatapan Tuan Adrian langsung tertuju pada sudut bibir Rafael yang masih memar.

"Ada apa dengan bibirmu?"

Rafael tersenyum tipis.

"Tidak apa-apa, Om."

Namun Zilia langsung menyela.

"Ada yang mukul."

Mendengar nama itu, wajah Tuan Adrian seketika berubah serius.

"Siapa orangnya?"

"Bukan siapa-siapa, Om."

Zilia mengernyit.

"Ada apa Papa memanggilku?"

Tuan Adrian bangkit dari kursinya.

Ia berjalan mendekati putrinya.

"Besok malam... Papa ingin kamu tampil sebagai putri pertama keluarga Adrian."

Zilia membelalak.

"Maksudnya?"

"Selama ini banyak rekan bisnis yang belum pernah bertemu denganmu."

"Sudah waktunya mereka tahu."

"Bahwa pewaris keluarga Adrian telah kembali."

Zilia spontan menggeleng.

"Papa, aku belum siap."

"Kamu harus siap."

"Tapi—"

"Tidak ada tapi."

Suara Tuan Adrian terdengar tegas.

"Mulai besok... hidupmu tidak akan sama lagi. Semua orang akan mengetahui siapa dirimu. Dan setelah itu... setiap langkahmu akan menjadi perhatian banyak orang."

Zilia menelan ludah.

Jantungnya berdetak semakin cepat.

Ia baru saja berusaha bangkit dari luka karena pengkhianatan Vio.

Kini...

Ia harus menghadapi kenyataan lain.

Kenyataan bahwa identitasnya sebagai putri pertama keluarga Adrian akan diumumkan di hadapan para pengusaha dan keluarga-keluarga besar.

Tanpa ia sadari...

Pengumuman itu bukan hanya akan mengejutkan para tamu.

Melainkan juga akan membuat Vio dan Aleena menyadari bahwa perempuan yang selama ini mereka anggap gadis biasa ternyata adalah sosok yang memiliki kedudukan jauh lebih tinggi dari yang pernah mereka bayangkan.

___________

Malam itu, mansion keluarga Adrian dipenuhi cahaya lampu kristal yang berkilauan.

Mobil-mobil mewah silih berganti memasuki halaman.

Para tamu yang hadir bukan orang sembarangan.

Mereka adalah para pengusaha besar beserta keluarga, juga para pewaris perusahaan yang sengaja mewakili orang tua mereka.

Di dalam aula, suara alunan musik klasik mengiringi percakapan para tamu.

"Katanya Tuan Adrian akan memperkenalkan putri sulungnya."

"Iya, selama ini beliau selalu menyembunyikan identitas putrinya."

"Bahkan kabarnya, dialah pewaris utama Grup Gentana."

Obrolan demi obrolan memenuhi ruangan.

Tak lama kemudian, Vio datang bersama Aleena.

Keduanya disambut oleh ayah masing-masing sebelum akhirnya bergabung dengan para tamu.

Vio mengamati sekeliling.

Entah mengapa, firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu malam ini.

Di sisi lain, Rafael baru saja memasuki aula.

Kemunculannya langsung menarik perhatian beberapa tamu wanita.

Namun, tatapannya hanya tertuju ke arah tangga utama.

Tak lama, suara gelas diketuk pelan oleh Tuan Adrian.

"Tuan dan Nyonya sekalian."

"Terima kasih telah memenuhi undangan saya malam ini."

Seluruh tamu langsung mengalihkan perhatian.

"Malam ini bukan hanya jamuan makan biasa."

"Ada seseorang yang ingin saya perkenalkan kepada kalian."

Semua orang mulai berbisik penasaran.

Adrian tersenyum tipis.

"Silakan masuk, Putriku."

Semua mata langsung mengarah ke tangga utama.

Tap...

Tap...

Tap...

Seorang gadis turun dengan gaun berwarna putih gading yang anggun. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai.

Wajahnya tampak cantik dengan riasan yang sederhana.

Ruangan mendadak sunyi. Semua orang terpaku.

"Itu..."

"Cantik sekali putri sulungnya Tuan Adrian..."

"Putri Tuan Adrian secantik itu?"

Beberapa pria muda tak mampu mengalihkan pandangan.

Bahkan ada yang tanpa sadar berdiri dari kursinya.

Vio yang sejak tadi memperhatikan arah tangga mendadak membelalak.

"Zilia..."

Suara itu nyaris tak terdengar.

Di sampingnya, Aleena pun ikut tercengang.

"Jadi... dia putri Tuan Adrian?"

Jantung Vio berdetak semakin keras.

Selama ini...

Ia sama sekali tidak mengetahui siapa Zilia sebenarnya. Tuan Adrian menggenggam tangan putrinya.

"Dengan bangga saya perkenalkan. Putri sulung saya. Zilia Adrian Gentana."

"Tidak lama lagi, seluruh tanggung jawab perusahaan akan mulai saya percayakan kepadanya."

Tepuk tangan bergemuruh memenuhi aula.

Tak sedikit tamu yang langsung tersenyum ramah kepada Zilia.

Bahkan sebelum acara berlanjut, seorang pria muda berjas hitam melangkah maju.

"Maaf, Tuan Adrian."

Semua mata kembali tertuju padanya.

"Saya Arga Prasetya. Putra dari keluarga Prasetya Group. Saya datang mewakili Ayah saya."

Pria itu menatap Zilia tanpa berkedip.

"Dengan segala hormat, izinkan saya melamar Putri Tuan Adrian."

Ruangan kembali riuh.

"Berani sekali."

"Baru ketemu langsung melamar."

"Anak muda sekarang memang percaya diri."

Arga tetap berdiri tegak.

"Saya serius, Tuan. Kalau Tuan berkenan, saya ingin mengenal Nona Zilia lebih jauh."

Zilia sendiri tampak terkejut.

Belum sempat ia membuka suara. Adrian tersenyum sopan.

"Terima kasih atas niat baikmu."

"Namun, saya harus menolak."

Arga tampak bingung.

"Boleh saya tahu alasannya, Tuan?"

Tuan Adrian mengangguk pelan.

"Karena putri saya sudah memiliki calon pendamping."

Ucapan itu membuat seluruh tamu kembali penasaran.

Tuan Adrian melirik Rafael.

"Rafael."

Rafael segera maju ke depan.

"Mulai malam ini, saya juga ingin mengumumkan sesuatu."

Tuan Adrian menggenggam tangan Zilia.

Lalu meletakkannya di atas tangan Rafael.

"Saya resmi mengumumkan pertunangan putri saya, Zilia Adrian Gentana dengan Rafael Darmawan."

Deg!

Seisi aula sontak bergemuruh.

Tepuk tangan kembali terdengar.

Namun tidak bagi beberapa orang.

Wajah Vio berubah pucat.

Matanya tak lepas dari tangan Zilia yang kini berada dalam genggaman Rafael.

"Pertunangan..."

gumamnya lirih.

Di sampingnya, Aleena mengepalkan jemari.

Ia kini mengerti mengapa ayahnya begitu menghormati keluarga Tuan Adrian.

Ternyata perempuan yang selama ini dianggap hanya gadis biasa adalah pewaris salah satu keluarga paling berpengaruh.

Sementara itu, di sudut aula, Lora berdiri dengan wajah merah padam.

Air matanya hampir jatuh.

"Ma..."

Suara Lora bergetar.

"Kenapa?"

"Kenapa harus Kak Zilia?"

Ibunya menggenggam tangan Lora.

"Tenang."

"Gimana aku bisa tenang?"

"Itu seharusnya aku! Aku yang lebih dulu menyukai Kak Rafael! Aku yang selama ini menunggunya! Tapi kenapa... kenapa semuanya diberikan kepada Kak Zilia?"

Ibunya menghela napas panjang.

"Lora."

"Jodoh bukan sesuatu yang bisa dipaksakan."

"Tidak!"

Lora menggeleng kuat.

"Aku nggak akan menyerah."

Tatapannya beralih kepada Zilia yang berdiri di samping Rafael.

Sorot matanya dipenuhi iri dan kebencian.

"Dengar, Kak..."

"Aku nggak akan membiarkan pertunangan itu berjalan mulus."

"Akan kubuat Kak Rafael menjadi milikku."

Sementara di sisi lain, Vio masih mematung.

Penyesalan yang selama ini ia rasakan berubah menjadi pukulan yang jauh lebih menyakitkan.

Ia bukan hanya kehilangan perempuan yang dicintainya.

Ia juga kehilangan kesempatan untuk bersama satu-satunya wanita yang ternyata selama ini menyembunyikan identitas sebagai ahli waris keluarga Adrian.

Dan malam itu...

Permainan baru pun dimulai.

Bukan lagi sekadar perebutan cinta.

Melainkan pertarungan harga diri, kekuasaan, dan warisan antar keluarga besar.

1
Leisha
Lanjut thor...
awas y thor kalo gk update
suka ceritanya
Leisha
Ditunggu kelanjutannya kak❤
Anjana
Asiap.... gas pol nyampe end kak. Jangan lupa untuk selalu dukung biar authornya semangat nulisnya😍
Leisha
Semoga tidak gantung ceritanya
awas ya thor kalo gak nyampe end
tak jewer kamu thor😄
Leisha
Bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!