NovelToon NovelToon
Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romantis / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sucii Amidasari

.
Sekuel Novel, Sikembar Sang penguasa 2, Bukan Gadis biasa yang juga terkait dengan Novel Cinta Pertamaku seorang Bos Mafia.
.

.
seorang Pria tampan larut dalam dendam hingga membuatnya menjadi sosok Pria terkejam membunuh tanpa ampun namun kekejamannya akan hilang jika bertemu Raya? apakah yang terjadi? siapa Raya bagi pria itu? apa yang membuat Pria itu begitu mengagumi gadis datar nan dingin itu?
.
.
Raya putri sulung Dylan dan Shindy, sifatnya yang dingin dan acuh menurun dari ayahnya berbanding terbalik dengan saudara kembarnya Satria.
.
.
.
silahkan dibaca! jika tidak suka pergi dan tidak usah tinggalkan jejak...
terimakasih.. Karya ini hanya ada di Noveltoon... jangan lupa baca Karya Nae yang lain ya..??
Like
Koment
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

imut?

.

.

Raka menghitung banyaknya para musuhnya yang tau tentang Raya.

"28 orang". gumam Raka

"akan aku habisi kalian semua". Raka memutar lehernya dengan tatapan tak teralihkan dari setiap mangsanya kini.

"habisi dia". seru Ken

Raka tak kewalahan sedikitpun saat bawahan Ken mengeroyoknya tanpa memberinya jeda untuk sekedar mengambil nafas tapi julukannya di sebut Master tentu ada sebabnya.

Raka berhasil menjatuhkan mereka semua kecuali Ken.

"sekarang tinggal kau". sinis Raka

Ken sendiri tak mengira Raka akan semarah ini membunuh mereka semua seolah mereka baru saja mengetahui rahasia terbesar Raka.

"kenapa kau begitu agresif tuan? ". tanya Ken melangkah mundur

Raka tersenyum miring, "aku bilang tadi akan menghabisi kalian semua.. cepat lawan aku!! jangan jadi pengecut yang hanya berani memerintah para Antekmu saja". tukasnya.

Ken lari dan Raka langsung berlari juga mengejar Ken, Raka tidak akan melepaskan satu pun dari 28 orang tadi yang melihat Raya bersamanya, bisa-bisa Raka dalam incaran musuh-musuhnya nanti.

Raka masih belum puas balas dendam dengan keluarga yang telah membuangnya terutama sang ibu yang telah mencap nya sebagai anak pembawa sial, dan untuk itu ia tidak mau Raya terlibat, menurutnya Raya gadis yang sangat baik dan Raka tidak akan membiarkan Raya berada dalam masalahnya yang kotor hanya ada dendam saja.

"Rakaaa... ". teriak Ken dengan Geram

Raka tanpa ampun menendang Ken hingga terpelanting dagunya mengenai aspal hingga mengeluarkan banyak darah.

Ken bangkit dan menggeleng-geleng kepalanya yang terasa pusing.

"kau benar akan membunuhku? kau hanya memancing amarah tuan Robert". ucap Ken terbata-bata

"dari awal Robert memang musuhku.. dan aku tidak peduli amarahnya karna membunuh tangan kanan setianya". Raka mendekat

Ken berusaha untuk lari namun terlambat Raka telah mendapatkannya, sebenarnya Raka tidak mau membunuh Ken tapi bagaimanapun Ken telah melihat Raya. jika dibebaskan untuk kedepannya Raya tidak akan bisa hidup tenang.

.

.

Raka melihat semua mobil musuhnya yang telah masuk jurang dan terbakar.

"Rayaku aman sekarang". gumam Raka tersenyum lega.

Raka benar-benar membunuh mereka semua tanpa tersisa, setelah memastikan semuanya sesuai Rencananya. Raka kembali ke mobilnya dengan cepat meninggalkan tempat itu.

.

.

di Vila tepi pantai

Raya memutar bola matanya kesana-kemari saat Ella dan Kaira mengomelinya karna membuat mereka khawatir.

Pasha dan Ramzi malah jadi Koki di dapur.

"untung saja Granma tidak beritau mamimu kan? bagaimana perasaan mereka kalau tau kamu belum sampai juga dari siang tadi sayang? ". omel Kaira lagi

"iya Granma maafkan Raya.. tadi mobil Raya rusak dan Raya sudah terlalu lama mencoba memperbaikinya tapi tidak bisa". jawab Raya panjang lebar

"lalu siapa yang menolongmu? salah siapa juga tidak bawa ponsel". Ella Juga mengomel

"ada pria menyebalkan yang menolong". jawab Raya

Ella dan Kaira saling pandang.

"pria menyebalkan?". beo mereka serentak.

"sudah Oma Granma Raya capek mau mandi.." Raya berdiri tegak sambil meregangkan tubuhnya hingga terdengar seperti bunyi retakan tulang.

Kaira dan Ella saling bergidik ngilu mendengar nya lalu kembali saling pandang saat Raya sudah masuk ke kamarnya.

"biarkan saja Kaira.. aku yakin cucu cantikmu lelah". kekeh Ella

Kaira pun mengangguk saja sambil tersenyum lucu akan kelakuan cucu cantiknya yang mirip dengan anaknya Dylan.

.

.

.

Raya merebahkan tubuhnya yang lelah di ranjang kingsizenya lalu bola matanya menatap ke langit-langit kamarnya.

"apa dia baik-baik saja? aku merasa tidak enak meninggalkannya tadi padahal dia berjam-jam memperbaiki mobilku".

Raya teringat Raka, jujur Raya bukan jatuh cinta tapi lebih merasa bersalah karna meninggalkan Raka seorang diri saat di kepung banyak musuh.

Raya menggeleng-geleng kepalanya,, "biarkan saja.. kenapa aku harus peduli? aku tinggal balas budi lain kali kan? itu pun kalau dia masih hidup".

Raya merasa bosan pun menghidupkan TV yang ada di kamarnya. jika di dalam kamar Raya hanya memakai celana pendek dan memakai baju bahan kaos ukuran besar.

"lebih baik nonton berita". gumamnya sambil mengambil minuman dan makanan ringan dari kulkas kecil yang ada di kamarnya.

Raya menoleh seketika mendengar berita kematian tragis di kawasan tak jauh dari mobil Raya yang mogok tadi siang.

"kecelakaan? " gumamnya tak percaya

Raya berlari ke arah sofa dan duduk didepan TV menonton berita kecelakaan itu.

Raya akhirnya mengerti, "dia membunuh mereka semua? pas sekali korbannya 28 orang? semuanya mati di bunuh olehnya, siapa dia? ".

"demi menghilangkan jejak dia membakar mobil dan jasad mereka? ck.. imut sekali". Raya tersenyum tipis sambil menggeleng kepalanya.

Raya tersadar dari tingkahnya dan segera ia menggeleng-geleng mustahil kepalanya.

"aku barusan bilang apa? dasar Gila". Raya menampar pipinya sendiri dengan heran karna menyebut pria menyebalkan itu sebagai pria imut.

.

.

sementara Raka ada di makam Ayahnya.

Raka meletakkan sebuket bunga cantik dan meletakkannya di makam Ayahnya.

"Papa.. Raka datang.. maaf Raka terlambat Papa.. Raka terlalu sibuk belakangan Ini". Raka tersenyum sambil membersihkan makam Ayahnya.

"hari ini Raka sangat sedih Pa.. karna baru tau mengenai kebenaran tentang diri Raka sebenarnya, Raka hanya anak kandung Papa kan? wanita itu bukan mama ku kan Pa? siapa dia Pa? dimana mama Raka Pa ? ".

"Papa tau Raka merasa hari ini adalah hari terburuk Raka tapi semua itu hilang karna Raka bertemu dengan gadis impian Raka Pa.. "

Raka tersenyum terus saja bercerita pada Papanya hingga makam ayahnya benar-benar bersih dari banyaknya rerumputan.

hari sudah mulai gelap Raka tidak bisa kembali ke kota saat ini sebab desa itu kini telah di guyur hujan lebat serta berangin kencang.

Raka menginap di hotel terdekat.

"huh.. leganya". Raka terbentang di ranjangnya lalu melempar handuk yang tadi dia gunakan untuk mengelap rambutnya yang basah.

"dia benar-benar sangat cantik jauh dari ekspetasi cerita banyak orang". gumam Raka tersenyum teringat Raya.

"Raya? ada nama Raka di namamu Raya.. nama kita seolah sudah ditakdirkan.. Raya dan Raka". Raka tersenyum mengingat wajah cantik Raya yang kotor terkena oli.

mata Raka terpejam mengingat masa kecilnya saat menjadi anak jalanan di tolong oleh Raya dan Satria. berkat bantuan mereka berdua Raka berhasil berada di puncak Master beladiri saat ini.

Raka tidak menjual kedua benda pemberian Raya dan Satria malah menjadikan kedua benda itu sebagai simbol nya untuk bisa membalas lebih, bahkan berkali-kali lipat dari apa yang mereka berikan untuknya.

Raka melirik ponselnya lalu ia mengangkat panggilan telfon Jon.

"Apa? ". tanya Raka to the point

"apa tuan baik-baik saja? ". tanya Jon

"hmm". jawab Raka

"korban 28 orang itu? apa tuan.. ?". Jon tergugu-gagap untuk sekedar bertanya

"hmm". deheman Raka

"Eh..? bagaimana bisa tuan? saya dengar ada Ken korbannya.. apa anda juga membunuhnya? ". tanya Jon heran.

"iya". jawab Raka

"boleh saya tau alasannya tuan? ". tanya Jon ragu

"dia mengetahui kelemahanku". jawab Raka singkat.

Jon terdiam di sebrang sana akhirnya ia mengerti setelah berpikir selama 2 menit mencerna makna kelemahan tuannya itu.

Raka melihat ponselnya lalu mematikan saja panggilan Jon yang tak bersuara lagi.

.

.

.

maaf ya Readers.. Nae tidak bisa Up banyak karna memori HP udah penuh terus saja peringatan memori penuh nya nongol bikin Nae kesal aja. jadi mesti super sabar banget nih ngetik pakai HP legend.. wkwkwk..

.

.

1
🧟‍♂️🧟‍♂️
bila perlu mati aja yeri
🧟‍♂️🧟‍♂️
terlalu berdrama murahan sekali sihh🙄🙄🙄katanya gadis polos ini lah itulah gk sesuai menjijikkan
🧟‍♂️🧟‍♂️
mampuss aja kau rayaa sok soan muak banget
🧟‍♂️🧟‍♂️
aneh udah bersuami kok semaunya sendiri si raya babi ini, mentang2 di bgtu di cintai sama raka, penulis nya sih yang bodoh bukan cerita nya sebenarnya,, penulis nya terlalu alay
🧟‍♂️🧟‍♂️
katanya kejam ini lah itulah, sampai dsni gue baru paham, emang sengaja di bkin menye2 biar bab nya banyak, jadi skip sampai di bab ini, cerita nya sdah mulai buruk dan bertele-tele
Yatun sri
keren lanjut ka
Intania Naj_Va
Luar biasa
Bocilzuka
Luar biasa
Nur Ramadani
Buruk
Nur Ramadani
Luar biasa 😶
Tiara Aza
robby tokoh baru ya thor , kan yg memperubutkan Yuri itu Robert
wine wins
pngn tau kabar morret
wine wins
banyak cerita nia sm arya ...
di banding al sm alya
Tatiw
si raya agak laen gaes psikopet di bilang imut ckcckckck
E.S
2 laki? Wkwk mamam lu raka
E.S
🤣🤣
Shinta Andayani
Luar biasa
Izza Kadir
cntik btol
dede mbo
ya peran nia nya bukan polos lagi , jatuh nya goblok
Alifatun Anikmah
9
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!