Serenity Martinez adalah seorang gadis cantik yatim piatu yang menjalani kerasnya kehidupan sejak kecil. Berasal dari keluarga miskin, berantakan dan berakhir tragis. Sempurna sekali kan. Mendiang ayahnya meninggal tertabrak truk ketika mencoba merampok truk tersebut. Sedangkan ibunya bunuh diri karena lelah dengan kehidupannya yang miskin dan menderita.
Ada sesuatu yang unik dari Seren yaitu dia memiliki mata heterochromia. Itu artinya dia memiliki 2 warna mata yang berbeda, tetapi dia memilih menutup kelebihannya itu dengan menggunakan softlens agar tidak mencolok.
Regan Riley Robert, seorang pria tampan dengan kehidupan yang sempurna tanpa cela. Dilahirkan di keluarga kaya raya dan bahagia. Menjalankan bisnis warisan sang ayah dan merupakan putra tunggal. Dan dikelilingi oleh wanita wanita cantik yang ingin menjadi pendampingnya.
Mereka dipertemukan oleh takdir dan dipisahkan pula oleh takdir..bagaimana kisah mereka? yuk Ikuti kisah mereka ya...
Semua novel otor minim konflik seperti biasanya...jangan suruh otor untuk bikin konflik berat ya..semua tergantung otor mau dibuat apa cerita dan endingnya..skip aja kalau ga suka ya gaees...
ig author @zarin.violetta
(sedang proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#4
Pecat petugas itu!!" kata Regan kesal.
"Tapi Tuan ..."
"I'm the boss. Jangan membantahku!" ucap Regan marah.
Regan sangat tidak suka jika urusan pekerjaannya terganggu. Dia terbiasa dengan sesuatu yang terplanning sempurna. Dan kejadian pagi ini benar benar membuatnya kesal setengah mati.
Ponsel Seren berbunyi ketika Seren dalam berjalan menuju restoran tempatnya bekerja.
"Halo nona Seren ..."
"Ya ... Siapa ini?"
"Kami dari perusahaan Excelent Corp, mengabarkan bahwa anda dipecat mulai hari ini."
"Apa maksud anda? Apakah aku melakukan kesalahan?" tanya Seren dengan wajah bingung.
"Hmm maaf nona ... Ini keputusan dari CEO langsung."
"Apakah aku boleh tahu apa kesalahanku?" tanya Seren bingung.
Seren benar benar bingung karena dia yakin tidak membuat kesalahan sama sekali. Pekerjaan di perusahaan itu adalah pekerjaan favoritnya dan dia tidak ingin dirinya dipecat dari sana.
"Maaf nona ... Ini bukan wewenangku. Jika kau keberatan, kau bisa datang kemari untuk meminta penjelasan." Dan teleponnya pun terputus.
"Oh God ... Belum sebulan aku sudah dipecat?" Seren menggigit gigit bibirnya.
Seren memutuskan untuk izin kerja dari restoran dan mendatangi perusahaan Excelent Corp.
Dengan menggunakan kemeja bermotif kotak kotak lusuh berukuran bigsize dan celana jeans longgar serta topi berwarna hitam Seren memasuki lobby perusahaan itu.
Sebenarnya Seren enggan masuk ke perusahaan itu disaat banyak pegawai yang menatapnya dengan tatapan aneh dan jijik.
"Maaf ... Aku ingin bertemu dengan kepala cleaning service disini," kata Seren datar.
Resepsionis itu tampak melihat Seren dengan pandangan meremehkan.
"Apakah kau cleaning service?"
"Ya ... Dan aku ingin menemui kepala cleaning service," ucap Seren lalu menunjukkan kartu pegawainya.
"Baiklah ... tunggu sebentar ... Oh ya, berdiri saja. Jangan duduk di sofa lobby," kata Resepsionis dengan sombongnya.
Seren sudah terbiasa mendapat perlakuan seperti itu dan dia tidak pernah ambil pusing.
Seren tampak mengecek ponselnya dan melihat pesan dari manajer restoran bahwa dia dipecat karena tidak masuk disaat ada acara penting di restoran.
Hari ini merupakan hari yang sial bagi Seren. Dia benar benar tidak menyangka akan dipecat dalam waktu yang bersamaan di dua pekerjaannya.
'Ya tidak ada yang adil di dunia ini,' pikir Seren.
Akhirnya Seren bertemu dengan kepala cleaning service dan meminta penjelasan mengapa dirinya dipecat.
"Aku hanya diminta untuk menggantikan tugas tuan Liam dan dia sama sekali tidak memberitahu apapun padaku mengenai dokumen itu," Seren menjelaskan.
"Maaf nona.. Tuan Liam lebih lama bekerja darimu dan dia termasuk pegawai yang kompeten jadi kami lebih mempercayai keterangan dari tuan Liam," jawab pria itu santai.
"Tunggu ... Aku sama sekali tidak bersalah dan kalian begitu seenaknya memecatku?" baru kali ini Seren merasa emosinya terpancing karena dia tidak ingin pekerjaan ini hilang begitu saja.
Pekerjaan dengan gaji lumayan tanpa ada embel embel ijazah didalamnya. Susah mendapatkan pekerjaan dengan hanya berbekal ijazah sekolahnya.
"Tapi anda tidak bisa memecatku seperti ini..aku tidak melakukan kesalahan sama sekali," protes Seren.
"Nona ... Kukatakan sekali lagi ini bukan keputusanku. Tapi keputusan langsung dari CEO. Kami tidak bisa melakukan apapun kecuali kau sendiri yang bicara padanya," pria itu tampak sudah kehilangan kesabaran.
"Aku akan menemuinya dan menjelaskan semuanya," untuk kali ini Seren ingin berusaha tetap mendapatkan pekerjaan ini. Karena menurutnya ini masih bisa dibicarakan.
"Tidak semudah itu bertemu dengan CEO, Nona," jawab pria itu.
sumpah ceritanya bagus banget, smua judul udah aku baca berulang2.
& ini paling penting GK ada PelakorNya.
suka karena part-nya juga GX terlalu bnyak GX bertelele 🤗👍👍👍