NovelToon NovelToon
KEMAMANG

KEMAMANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Fanfic / Supernatural / Contest / Spiritual / Barat
Popularitas:233.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: bung Kus

TOLONG TULISAN INI JANGAN DIBACA
SOALNYA MANGKRAK
YANG NULIS KEHABISAN IDE!
Dunia hanya memiliki satu daratan yang luas, terbagi atas 4 kerajaan. Kerajaan Lintang, Andesit, Bayu dan Beliung. Disetiap kerajaan memiliki pasukan dukun sakti untuk mencari batu sakti demi meraih kekayaan, kekuasaan, kejayaan dan menjadi kerajaan nomor satu di dunia.
Di kerajaan Lintang, para dukun sakti memperoleh penghidupan yang sangat berkecukupan. Sangat kontras dengan kehidupan rakyat jelata terutama daerah pinggiran yang mengalami kelaparan dan kemiskinan.
Kisah ini akan menceritakan perjalanan panjang seorang anak dari keluarga miskin bernama Aksara yang bercita cita menjadi dukun sakti nomor satu di dunia.
Ikuti kisah Aksara yang penuh perjuangan, intrik, peperangan, dan romansa . . .

Karya kedua dari Bung Kus
IG : bung_engkus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bung Kus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana perburuan batu sakti

Lady Kapten Joanne berjalan didampingi dua wakil kaptennya. Sean dari regu api dan Castilla dari regu air. Mereka datang untuk memenuhi undangan dari Dukun Agung Ziyan. Undangan rapat terbatas, yang kelihatannya sangat penting.

"Kapten, jika perburuan batu sakti akan benar benar dimulai di minggu depan, bolehkah saya tinggal di istana saja?," Sean membuka pembicaraan, wajahnya terlihat malas dan sesekali menguap lebar.

"Hah? Kau takut? Tampangmu saja kayak preman, nyalimu cemen," Castilla, perempuan berrambut putih panjang dikepang, salah satu wakil Kapten kepercayaan Lady Kapten Joanne itu mengejek Sean.

"Diam kau wanita jadi jadian. Aku cuma nggak mau melihat darah kembali tertumpah," Sean merasa jengkel.

"Sudah cukup kalian berdua!," Lady Kapten Joanne membentak dua wakilnya.

"Sean, dengan pemikiranmu dan keragu raguanmu itu sepertinya lencana perak menjadi tidak layak kamu kenakan," Lady Kapten Joanne menatap tajam pada Sean. Sean menelan ludah, tenggorokannya terasa kering. Dia tahu jika Kaptennya saat ini benar benar marah, dan auranya benar benar menakutkan.

"Semua orang juga tahu sudah menjadi tugas dan kewajiban dukun sakti istana untuk berburu batu sakti di hutan mayit. Jika kita kalah dari kerajaan lain dalam perburuan batu sakti ini, kamu sadar kan apa konsekuensinya? Kerajaan Lintang akan menjadi kerajaan paling lemah dan tentunya akan menjadi sasaran penyerangan dan penjajahan. Pada akhirnya rakyat jelata lah yang akan menanggung kesengsaraan," Laddy Kapten Joanne mengacungkan telunjuknya di depan wajah Sean.

"Woo, bisakah kau sedikit bersantai pada wakilmu nona cantik . . .," Kapten Bumi tiba tiba saja sudah berada di belakang Lady Kapten Joanne. Sama halnya dengan Lady Kapten Joanne Kapten Bumi juga bersama dua orang wakilnya.

"Urus saja urusanmu. Tak usah hiraukan kami," Lady Kapten Joanne menatap sinis pada Kapten Bumi.

"Wo ho ho ho . . .Kau tetap menakutkan seperti biasa ya Nona. Sudahlah ayo kita segera ke ruang rapat. Jangan sampai terlambat sayaangg," Kapten Bumi berjalan melewati rombongan Lady Kapten Joanne. Wajahnya yang terlihat menyebalkan membuat Lady Kapten Joanne merasa semakin jengkel.

"Aku tidak mau lagi mendengar kata kata semacam itu Sean. Sean wakil kapten regu api adalah Sean yang penuh semangat dan optimistis, bukan Sean yang meminta untuk tidur di kasur empuk saat teman temannya berjibaku dalam lumpur perjuangan," Lady Kapten Joanne kembali berjalan, menyusul rombongan Kapten Bumi.

"Tegakkan kepalamu boy, rambut jabrikmu nggak lucu kalau jadi layu," Castilla mencoba memberi semangat pada rekannya itu.

Sean termenung sesaat. Apa yang dikatakan Lady Kapten Joanne meresap ke dalam hatinya. Dia menepuk nepuk pipinya sendiri. Mencoba memberikan tamparan penuh semangat, menghilangkan keraguan di hatinya dan kemudian berlari kecil menyusul sang Kapten.

* * *

Ruang rapat telah diisi oleh para tamu undangan Dukun Agung Ziyan. Ada 5 kursi yang masing masing ditempati oleh Dukun Agung dan empat orang Kapten. Setiap Kapten mengajak serta dua wakil Kapten seperti yang tercantum di surat undangan.

"Kalian mungkin sudah dengar rencanaku untuk memimpin langsung perburuan batu sakti," Dukun Agung Ziyan memulai pembicaraan.

"Rencana itu akan benar benar kita lakukan. Karena berdasarkan informasi dari badan intelijen kerajaan Lintang diketahui bahwa kerajaan Andesit telah lebih dahulu melakukan perburuan batu sakti, menerjang musim dingin hutan mayit. Dan mereka berhasil mendapatkan salah satu dari empat batu fana," Dukun Agung Ziyan menangkupkan kedua tangannya di depan dagu, terlihat dia memikirkan sesuatu.

"Kita tidak boleh kalah dari kerajaan Andesit, atau kerajaan manapun," Dukun Agung Ziyan menghela nafas.

"Bagaimana mungkin dukun sakti kerajaan Andesit pergi ke hutan mayit di saat musim dingin? Bukankah suhu disana bisa mencapai minus hingga sangat ekstrim?," Lady Kapten Joanne bertanya, seakan bergumam pada dirinya sendiri.

"Entahlah, pada dasarnya kerajaan itu sebagian wilayahnya tertutup oleh es, mungkin saja mereka menemukan cara untuk bertahan di tengah hawa dingin ekstrim," Dukun Agung Ziyan menjawab pertanyaan Lady Kapten Joanne.

"Maaf Dukun Agung, kenapa anda mengkhawatirkan jika kerajaan Andesit membawa salah satu dari empat batu fana? Bukankah kita juga sudah memilikinya satu, dan itu tidak berguna . . .," kini Kapten Wigan yang bertanya.

"Empat batu fana tidak boleh disatukan. Berdasar buku kuno yang dibawa oleh dr.Annbeth, jika empat batu fana menjadi satu maka kehancuran akan tiba. Kita tanpa sengaja mendapatkan salah satu dari batu fana. Namun mereka, kerajaan Andesit dengan sengaja mencarinya, berarti mereka tahu tentang kekuatan batu itu. Entah apa yang mereka rencanakan. Kita harus mendapatkan dua batu lainnya, dan sebisa mungkin mencoba menghancurkannya," Dukun Agung Ziyan menatap satu persatu Kapten di hadapannya.

"Ho ho ho ho. . .menarik, terus kapan tepatnya kita berangkat? Dan berapa orang yang kita bawa? Squad Kapten Bumi siap sedia mengobrak abrik hutan mayit," Kapten Bumi bertanya, dengan tawanya yang khas.

"Hah? Mengobrak abrik katamu, squad mu lah yang paling sedikit kontribusinya pada kerajaan. Jangan sok sok an bermulut besar," Lady Kapten Joanne menyergah, masih terlihat jengkel dengan Kapten Bumi. Kapten Bumi menyeringai sinis.

"Sudahlah Lady, kenapa dirimu jadi mudah tersinggung seperti ini . . .," Dukun Agung Ziyan nampak heran melihat dua kaptennya terasa tidak akur.

"Kita akan berangkat empat hari lagi. Bawa semua wakil kapten kalian, dan sepuluh dukun sakti berlencana perunggu yang kalian suka. Kita akan berangkat bersama, namun kemungkinan nanti ketika sampai di hutan mayit kita akan berpencar. Jadi, bawalah orang orang pilihan kalian," Dukun Agung Ziyan memberi penjelasan.

"Maaf Tuanku, sepertinya saya dan Bibo akan tinggal di istana saja," Kapten Wigan memotong pembicaraan dan segera menundukkan kepalanya, menunjukkan gerak tubuh meminta maaf.

"Mengapa Wigan?," Dukun Agung Ziyan bertanya, mengerutkan keningnya keheranan.

"Bibo tadi sempat memberi masukan pada saya. Kerajaan tidak mungkin ditinggalkan dalam keadaan kosong mlompong. Bagaimana jadinya jika tuanku tak ada dan semua kapten juga tidak ada di tempat, kemudian ada musuh yang mendekat?," Kapten Wigan memberi penjelasan.

"Yah itu ada benarnya juga, meskipun selama ini tak pernah ada serangan atau semacamnya. Untuk berjaga jaga, usulmu kuterima Wigan," Dukun Agung Ziyan memutuskan menerima usulan Kapten Wigan.

"Namun sebagai gantinya, kamu harus menyiapkan orang orang terkuatmu Wigan," Dukun Agung Ziyan memberi perintah.

"Siap Tuan. Semua wakil Kapten squad Wigan memiliki kemampuan yang setara dengan para Kapten," Kapten Wigan terlihat percaya diri.

"Ho ho ho ho. . .bangsawan sombong," Kapten Bumi tertawa.

"Dan satu lagi, untuk para dukun sakti baru, mereka tidak diperkenankan ikut dalam misi kali ini. Biarkan mereka berlatih terlebih dahulu," Dukun Agung Ziyan menambahkan.

"Siap . . . Tuanku," Seluruh Kapten menjawab dengan kompak.

*Bersambung . . .

Terimakasih untuk semua yang membaca Kemamang. Untuk minggu minggu ini Kemamang akan diusahakan update setiap hari.

Jaga kesehatan untuk semuanya ya* ~~~

1
Muriati Lestari
Luar biasa
Ayuk Witanto
kok gak up lagi kak
Netty Herawaty
lanjutkan
Ayuk Witanto
kapan up kak
Ayuk Witanto
lanjut kak...
Ayuk Witanto
semangat...
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
gurune geblek 🤣
Ayuk Witanto
kirain super 🔥
Ayuk Witanto
Diana ..
Ayuk Witanto
mungkinkah si kemamang ini tersegel di tubuh aksara...dan dia tak bisa keluar
Ayuk Witanto
apa sebenernya kemamang ini bapaknya aksara ...dan disini disebutkan kalau kemamang satu2nya manusia yang mampu keluar dari hutan mayit dengan selamat
Ayuk Witanto
wah seru
Ayuk Witanto
kompak mereka
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
lanjut kak
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
limo dah mati
Ayuk Witanto
akankah terjawab
Ayuk Witanto
bener nih banyak mata2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!