NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Poligami / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: syarifatul hidayah

Saat pernikahan sudah di ambang kehancuran, saat itu kita menyadari jika kita sudah gagal membinanya.
Ingin mempertahankan demi putri tercinta, tapi semua sia-sia saja.
Perceraian yang sangat menyakitkan, karena sebenarnya kita tidak ingin mengorbankan buah hati kita.
Dia, anak kecil yang tidak berdosa, yang akhirnya harus merasakan sakit hati karena perpisahan antara ayah dan ibunya.
Mampukah Shofia melewati semua ujian itu? di hianati oleh sang suami, yang sudah diam-diam mempunyai istri simpanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syarifatul hidayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30. Seperti Teka-teki

"Di kira kita *******, pakai di cek segala," Guman Shofia sambil masuk mengikuti Penjaga rumah.

Karin menyenggol Shofia, matanya berkedip memberikan isyarat untuk tidak banyak bicara. Entah siapa arsitek rumah Bapak Fakhri, Shofia tidak habis pikir dengan rumah yang melewati beberapa pintu dan ruangan besar, serta banyak kamar yang berjejer. Terakhir mereka di bawa masuk ke sebuah ruangan yang seperti ruang kerja. Mereka di persilahkan duduk di ruangan itu. Dimana terdapat berkas yang tersusun rapi di rak, dan buku-buku mengenai menjadi pembisnis hebat.

Ruangan yang cukup luas, terlihat sangat rapi dan penataan ruangannya sangat berbeda dengan ruang kerja yang pernah Shofia lihat.

"Ah, orang kaya kan bebas, mau seperti apa rumahnya," Batin Shofia.

"Kamu lagi mikir sesuatu yang kamu lihatkan?" Tanya Karin pelan.

"Iya, betul. Aku tidak habis pikir dengan rumah ini. Seperti rumah presiden saja,"

"Dan Bapak Fakhri memang orang kaya, yang di incar banyak saingannya. Bisa-bisa nyawa taruhannya, makanya dirumah ini banyak penjaga,"

"Ya, kamu benar, bisa-bisa nyawa taruhannya. Tapi selama kita baik kepada orang pasti tuhan akan melindungi kita."

"Ini bukan soal baik, tapi di dalam dunia bisnis memang sedikit kejam."

"lebih baik jadi diri kita dong, tidak ada yang mengancam atau memata-matai hidup kita."

"Sssst. Sudah jangan banyak debat, entar malah kita yang salah."

"Oke Bos,"

Tak lama seorang pelayan perempuan datang, menghampiri Shofia dan Karin.

"Maaf, atas nama Ibu Shofia mohon ikut kami untuk menemui Bapak Fakhri." Ujar pelayan.

"Kalau boleh tahu kemana Bapak Fakhri? biasanya kalau ada tamu kantor bertemu disini?"Tanya Karin heran.

"Bapak Fakhri sedang berada di ruang kesehatan. Ibu Fatma sedang sakit, dia menuggu Ibu Shofia disana." Jawab pelayan itu.

"Oh, Iya. Sejak kapan Ibu Fatma sakit."

"Sejak tadi malam.

"Mari ibu Shofia saya antar."

Shofia mengangguk. Akhirnya Shofia sedikit paham kenapa Bapak Fakhri pulang awal, dan Shofia masih tidak habis pikir siapa Ibu Fatma? Karena yang Shofia tahu, Bapak Fakhri sebatang kara. Hanya ada anak tapi jauh darinya.

Karin tahu siapa yang di sebut Ibu Fatma, karena keluarga Bapak Aris sering beremu Ibu Fatma. pengasuh sekaligus ibu angkat Bapak Fakhri.

Shofia mengikuti pelayan, yang menuju keruang kesehatan tempat Ibu Fatma dirawat. Entah kenapa Bapak Fakhri tidak Fakhri tidak ingin meninggalkan Ibu Fatma sedetik pun.

Beberapa menit kemudian Shofia sampai. Dia langsung di persilahkan masuk keruangan itu. Saat berada di dalam, Shofia terkejut rumah yang lengkap dengan fasilitas kesehatan itu membuat Shofia tidak habis pikir. dan wanita tua yang terbaring lemah, tersenyum kearah Shofia. akhirnya Shofia tersenyum sambil sedikit membungkuk memberi hormat.

"Selamat sore Bapak."

"Sore, silahkan duduk." Jawab Bapak Fakhri terlihat lebih sopan pelan dan ada senyum yang sedikit mengukir di bibirnya.

"Terimakasih," Jawab Shofia Sopan.

"Siapa dia Nak?" Tanya Ibu Fatma

"Asisten saya Mbok."

"Pasti yang kamu marahi tadi ya? minta lah Maaf sebelum dia marah dan berhenti bekerja."

"Iya Mbok." Jawab Bapak Fakhri pelan.

Shofia sangat tidak tega melihat keadaan ibu Fatma, dan tidak menyangka jika Bapak Fakhri ternyata patuh dan bisa bersifat sopan dan baik di hadapan Ibu Fatma.

"Shofia maaf ya, karena saya suka marah."

"Iya Bapak."

"Jangan ulangi lagi, apalagi sama wanita cantik seperti dia. Siapa nama kamu nak?" Ujar Ibu Fatma membuat Bapak Fakhri tidak enak. Begitu juga Shofia.

"Shofia Bu," Jawab Shofia sopan.

"Kamu sudah menikah Nak?" Tanya Ibu Fatma dengan suara pelan karena sesak. Tapi Ibu Fatma masih terus berbicara.

"Mbok tidak baik bertanya banyak sama tamuku, Mbok harus banyak istirahat, Oh iya Shofia, besok saya belum bisa masuk kerja. jika ada yang saya butuhkan atau kamu ada hal yang penting masalah rapat, datang kesini saja." Ujar Bapak Fakhri setelah menegur Ibu Fatma lalu berbicara masalah kantor.

"Baik."

"Ya sudah, kamu boleh pergi. Tolong langsung di antar berkas ini."

"Baik."

"Ibu saya permisi," Setelah pamit Shofia pergi.

Ibu Fatma menatap kepergian Shofia, dan tersenyum kearah Bapak Fakhri.

"Kenapa Mbok di larang bertanya apakah dia punya suami?"

"Tidak boleh, Mbok tidak boleh banyak tanya sama mereka."

"Tapi kan Mbok ingin tahu saja. Dia terlihat cantik dan sepertinya baik." Ujar Ibu Fatma.

"Dia sudah punya suami Mbok,"

"Cepat cari istri biar si Mbok bisa pergi dengan tenang. Dan tolong jemput anak si Mbok di kampung,"

"Ah si Mbok ada aja. kalau jemput si bungsu Fakhri mau, dan Fakhri akan suruh sopir untuk menjemputnya. Tapi kalau cari istri belum ada yang cocok."

Setelah selesai bicara dengan Ibu Fatma, Bapak Fakhri pergi sementara ke kamarnya. dia mandi dan berganti baju.

❄❄❄❄💧💧❄❄❄❄

Shofia dan Karin langsung pergi. saat di perjalanan Shofia bertanya Ibu Fatma kepada Karin.

Karin pun menceritakan semua tentang Bapak Fakhri. Akhirnya Shofia paham kenapa kehidupan bapak Fakhri keras.

"Dia itu kayak kamu,"

"Maksudnya?"

"Ya sama-sama gak punya pasangan dan sama-sama korban perselingkuhan, hahahaha."

"Kamu jangan samakan aku ama dia dong, bedalah, aku wanita dia laki-laki."

"Ah sama lah, sama-sama korban cinta. Hehehe."

"Stop Karin, gak lucu tahu," Ujar Shofia gambek.

Shofia masih trauma dengan sebuah hubungan. saat bicara masalah pasangan, dia tidak tertarik bahkan tidak ada niatan untuk menikah lagi.

Rasa sakit itu belum hilang, dan jika harus jujur, masih ada luka yang belum sembuh. Tidak mudah dan tidak akan bisa mencari pengganti secepatnya. Biarkan waktu yang mengatur, karena cinta datang bukan karena di paksa tapi datang dengan sendirinya.

Seperti juga jodoh, seperti apapun kita menolak, jika sudah jodoh maka pasti bersatu. Hanya perlu bersikap ikhlas dalam menerima karena terkadang cinta itu datang setelah pernikahan. dan terkadang menjadi jodoh sampai akhir hayat kita.

Pilihan kita belum tentu baik untuk kita, karena sejatinya manusia hanya bisa menilai luar saja. dia tidak akan pernah tahu seperti apa watak dan sifatnya. jika hanya menjalani kehidupan sementara bersama kekasih kita tidak akan pernah tahu watak aslinya. hanya waktu yang bisa mengenalkan kita dengan pasangan semakin lama kita akan semakin tahu seperti apa sifat asli pasangan kita. Yang kita perlu ingat hanya satu. Ikuti taqdir Tuhan dan ikuti apa yang Tuhan gariskan kepada kita. Entah itu baik atau buruk semua akan berakhir dengan kebahagiaan.

Shofia dan Karin turun setelah sampai di depan rumah Pemilik PT trisakti. mereka di persilahkan masuk oleh Scurity dan langsung duduk di ruang tamu.

Tak berapa lama Pemilik rumah pun keluar. Saat Shofia bertatap muka dengan pemilik rumah, Shofia terkejut. Dia seperti bermimpi melihat sosok laki-laki yang berdiri di hadapannya.

1
Merda
Shock...bukan sok...
Di gerebek, bukan gerbek..

perhatikan atuh thor..apalagi kalimat manggil Bapak...
Merda
Mengidap di Losmen..
Merda
Bapak...Bapak...
Terima kasih pak Fakhri..
Merda
Marathon baca nya..
Merda
Di panggil Manager atau Direktur...
Merda
Hari gini ngantar lamaran??? sdh on line kale..nglamar kerja..
Endang Supriati
lah bener si bos fakry, sbg karyawan hrs tahu rumah bosnya apalagi assisten aneh juga sofia.
Endang Supriati
laki2 atau suami memang sepwrti klu dia sdh tdk cinta dan satabg dgn iatri dan ibu dr anaknya , kevanyakan juga tdk peduli dgn anak yg dr istri,ibu dr anaknya yg sdh tdk dicintai. beraoa vanyak bpk yg tdk peduli dgn anaknya ketika dia sdh tdk cibta dgn ibu dr si anak itu masa bodooi
Salfanei
naina y udah g masukin LG dlm cerita y byk yg g nyambung
Cucu Siti Hodijah
bisa ga utk fakhri jangan pakai kata bapak, jd bingung seolah2 ibu fatma & bapak fakhri seumuran
Selvy Anton
Luar biasa
Salfanei
seperti yg bercerita dr pihak Shofia
anggraeni utami
nagus ceritanya
sakura
...
kika
aku kurang stuju klo yg beliin rumah, mndingan dkasih modal usaha atau apa gtu. jgn dikasih ikan, tpi dikasih kail, modal utk usaha, & didampingi juga usaha nya. dksih pelatihan & arahan
Dede Bleher: betuul.
kasih usaha krna orang butuh penghasilan!
total 1 replies
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
My atee
Luar biasa
zaidi zack
Bagus novelnya. Tahniah thor. Cuma 1 saran sy, lepas ditaip, sebelum submit @ send lebih bagus jika thor ulang baca kerana terlalu banyak error. Contoh, Patutnya yg nama hanif tapi ditulis haikal. Seolah haikal bertemu haikal. Dan bnyk lg yg lainnya. Moga thor sihat selalu dan terus maju dlm berkarya..
zaidi zack
Loh tadi di awal episod ni disebabkan naila PUTRA fakhri? Hjg2 seolah putri pula..bkn saja sofea, pembaca jg ble jd bingung 😁
Renjana
Bagaimana jd bahagia🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!