NovelToon NovelToon
TEMBANG SUNYI ANNISA

TEMBANG SUNYI ANNISA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:316.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jannah Zein

Annisa tak dapat memungkiri betapa hatinya sakit ketika mendapati suaminya menikah lagi dengan perempuan lain. Tapi ia tak punya pilihan lain, selain memilih untuk dimadu.

Tapi meskipun hatinya sakit, ia tetap berjuang untuk menata hatinya yang remuk, dan memulai menjalin hubungan dengan istri kedua suaminya, layaknya kakak beradik.

"aku tak lagi memiliki cemburu. karena semua
rasa yang kumilki buat suamiku hanyalah sebentuk rindu," bisik Annisa.

"satu hal yang perlu kita ketahui tentang sebuah poligami, jangan sampai kebolehan yang sudah Allah tetapkan itu dijadikan sarana untuk mengumbar hawa nafsu. karena pernikahan itu kan bukan sekedar urusan icip-icip atau rasa merasai, jika di ibaratkan sebuah masakan," ucap Fikri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jannah Zein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dasar Lelaki

"Bukannya begitu Ding. Tapi Kakak kan gak enak. Masa Ading yang tanggung semuanya?"

"Kakak merasa jadi laki-laki gak berguna."

Annisa tertawa lepas.

"Ada dong gunanya, Kak. Udah bisa bikin keponakan buat Nisa. Hahaha.."

Kak Yahya tersenyum kecut.

"Itu sih semua orang bisa. Tapi tanggung jawabnya itu, Adingku Sayang."

"Kakak jadi merasa sebagai laki-laki yang tak bertanggungjawab," keluhnya.

"Hahaha.." Tawa Annisa berderai.

"Gini aja deh Kak. Hari ini Nisa yang bayar rumah sakit. Full. Tapi suatu saat kalau Kakak ada rezeki dan mau ganti uang itu, boleh koq. Anggap saja ini semacam hutang, tapi tak ada kewajiban untuk di bayar. Gimana?"

Kak Yahya mengangguk. Mereka pun saling menautkan jari.

"Siap, Ading."

"Simpan aja uang Kakak buat keperluan acara

tapung tawar dan tasmiyah. Oke?"

"Oke. Terima kasih, Adingku."

****************

"Secara umum kondisi pasien tidak ada masalah. Tidak ada pendarahan susulan pasca persalinan. Luka luar sudah kering. Tensi darah normal. Tidak ada keluhan pusing atau demam. Dan pasien pun sudah bisa berjalan," ucap dr. Vivian ketika visit ke ruangan perawatan kak Rania.

"Berarti hari ini sudah bisa pulang dong, dok?" tanya Annisa.

Dr. Vivian mengangguk.

"Iya. Hari ini sudah boleh pulang," jawab dr. Vivian.

"Alhamdulillah," ucap mereka berbarengan.

"Yang perlu di perhatikan itu adalah perawatan luka bekas operasi. Luka di luar biasanya bisa sembuh sekitar 6 Minggu, tapi luka di dalam perut dan rahim baru bisa sembuh setelah 2 tahun." dr. Vivian menjelaskan.

"Jadi apa yang harus Kami lakukan dok?" tanya Kak Yahya.

"Usahakan jangan bekerja dan angkat yang berat-berat dulu ya. Terus makan yang bergizi. Susu, telor, daging, ikan, sayuran, makanan yang banyak mengandung zat besi dan serat. Biar BABnya lancar."

"Ibu Rania sering mengalami masalah dengan BAB kan?" tanyanya pada Kak Rania.

Kak Rania mengangguk.

"Iya, dok."

"Nah makanya itu. Konsumsi sayuran dan susu buat ibu menyusui. Selain berguna buat melancarkan BAB, juga untuk melancarkan ASI."

"Katanya daun katuk bagus buat ibu menyusui, dok," ungkap ibu.

"Betul, Bu. Tapi sebenarnya bukan cuma daun katuk, tapi juga bayam, wortel, sayuran apa saja bagus untuk di konsumsi. Tahu, tempe, kacang-kacangan juga bagus untuk mengentalkan ASI. Kalau cuma daun katuk tiap hari, kasihan ibu Rania nya, Bu. Bosan makan daun katuk tiap hari," canda dr. Vivian.

Mereka tertawa terpingkal-pingkal.

"Ikan haruan juga bagus, Bu. Tinggal di rebus saja bersama rempah-rempah, boleh juga di tambah tahu tempe. Ikan haruan bagus untuk membantu penyembuhan luka pasca operasi, tentu dengan di sertai mengonsumsi obat-obatan dari dokter sesuai dosis yang di tetapkan."

"Terus, kapan kak Rania boleh mandi, dok?" tanya Annisa..

"Sampai rumah sudah boleh mandi koq. Asal berhati-hati, jangan sampai air meresap ke bagian lukanya. Soalnya kan masih baru, takutnya terjadi infeksi."

"Ihh jadi ngeri, dok."

Dr. Vivian tertawa.

"Santai saja, Bu Annisa. Asal perawatannya benar, luka bekas operasi Caesar ini akan cepat sembuh."

Annisa mengangguk.

"Dok," panggil Kak Yahya.

"Ya, Ustadz,"

"Kalau boleh saya tahu, kapan saya boleh berhubungan lagi dengan istri?"

Mata Kak Rania melotot. Annisa mencubit lengan Kak Yahya keras-keras.

"Dasar lelaki," omel Kak Rania.

"Boleh kan saya tanya begituan, dok?" Kak Yahya mencari dukungan dr. Vivian.

Dr. Vivian tertawa.

"Boleh sekali, Ustadz."

"Itu tergantung kondisi Ibu Rania, Ustadz. Tapi biasanya kalau gak ada masalah, wanita yang melahirkan secara Caesar bisa kembali berhubungan intim dengan pasangannya setelah 6 minggu."

"Itupun harus di lakukan dengan berhati-hati. Jangan sampai menekan bagian bawah perut, bekas luka operasinya itu."

"Nanti Kita cek kondisinya dulu ya. Jangan lupa kontrol seminggu kemudian," ucap dr. Vivian.

"Siap dok." Kak Yahya mengacungkan jempolnya.

"Sabar ya kak. Ini ujian buat kakak. Puasa dulu selama dua bulan." Annisa menggodanya.

Kak Yahya mencubit hidung Annisa keras-keras.

"Aww.. Sakit, Kak."

*****************

"Mama gak papa kan beres-beres sendiri. Nisa dan Kak Yahya mau menyelesaikan administrasi dulu," ucap Annisa pada Mama.

Mama mengangguk.

"Iya Nak. Gak papa."

"Lagi pula, barang yang Kita bawa tidak banyak," ucap Ibu.

"Terima kasih, Mama."

Annisa menggamit lengan Kak Yahya untuk pergi meninggalkan ruangan itu.

Mereka berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan admistrasi.

"Assalamu alaikum.. Maaf Mbak, Saya mau membayar biaya persalinan Kakak ipar Saya," ucap Annisa.

"Wa alaikum salam.. Maaf, pasien atas nama siapa ya?" sambutnya ramah.

"Ibu Rania Anggraini," jawab Annisa.

"Ohh iya. Tunggu sebentar ya, Bu."

Dia segera memeriksa laptop di hadapannya.

"Ini rincian biayanya, Bu."

Karyawan bagian administrasi itu menyerahkan secarik kertas kepada Annisa.

Kak Yahya tersenyum kecut begitu melihat angka-angka yang tertera di lembaran itu.

"Ampun Aku, Ding. Besar sekali biaya persalinan Kakakmu," Keluhnya lirih.

Annisa tersenyum simpul.

"Ini biaya standar koq, Kak. Kalau di rumah sakit swasta, lebih mahal lagi," bisiknya.

Annisa segera mengeluarkan kartu gold milik Fikri dari dalam tasnya. Kemudian menyerahkannya pada karyawan bagian administrasi itu.

Tak lama setelah dia menekan nomor PIN, karyawan bagian administrasi itu pun menyerahkan kartu itu kembali padanya di sertai struk transaksi perbankan.

"Terima kasih ya, Mbak," ucapnya tersenyum simpul.

"Sama-sama, Ibu."

Annisa memasukkan kartu itu kembali ke tasnya. Kemudian segera mengajak Kak Yahya meninggalkan tempat itu menuju ruangan dr. Vivian

****************

"Ini surat keterangan kelahiran dari rumah sakit, Ustadz. Semoga bisa di pergunakan sebagai mana mestinya ya, untuk keperluan mengurus akta kelahiran putra Ustadz," ucap dr. Vivian.

Dia menyerahkan selembar kertas pada Kak Yahya.

Mereka menganggukkan kepala.

"Terima kasih ya, dok," ucap Kak Yahya.

"Terima kasih sudah membantu dan melayani Kak Rania dengan sangat baik," ucapnya.

Wanita itu tersenyum simpul.

"Sama-sama, Bu Annisa. Itu memang sudah tugas Kami sebagai dokter dan tenaga kesehatan," sahutnya.

" Ohya bagaimana dengan kondisi Ibu? Apa masih mual-mual?"

"Masih, dok. Tapi gak sering juga. Paling kalau mencium bau masakan yang masih panas atau hangat," sahut Annisa tersenyum.

"Normal itu, Bu. Jangan lupa obat dan vitaminnya terus di minum ya."

"Siap, dok." Annisa mengacungkan jempolnya.

"Ya udah. Kami permisi dulu ya dok," ucap Kak Yahya.

Dr. Vivian mengangguk. Annisa pun menyalami dr. Vivian.

"Assalamu alaikum.."

Wa alaikum salam.."

*********************

Akhirnya, mereka pun sampai di rumah.

Mengetahui Annisa yang tengah hamil muda, Ibu dan Kak Yahya tak mengizinkannya untuk membawa barang apapun.

"Kamu istirahat aja, Nisa. Biar Ibu dan Kakakmu yang beres-beres."

"Dan kamu Rania, tidak usah melakukan apapun. Kamu fokus mengurus bayimu saja," ucap Ibu pada Kak Rania.

Kak Rania mengangguk.

"Terima kasih, Mama."

Drttt.. Ponsel Annisa bergetar.

Dia tersenyum melihat layar ponselnya.

[Ding, apakah Kak Rania sudah keluar dari rumah sakit?]

[Iya, Kak. Ini baru sampai rumah] ucapnya.

[Alhamdulillah..]

[Ding, Pian tadi memakai kartu yang kemarin Kakak berikan itu kan?] tanya Fikri.

[Iya, Kak. Kenapa?]

[Gak papa, Ding. Tapi Kak Yahya gak tahu kan, kalau kartu itu punya Kakak?]

Annisa tersenyum simpul.

[Gak tahu, Kak. Aman koq. Kakak jangan khawatir."

[Syukurlah]

[Kak, malam ini Ading menginap di rumah Mama ya?]

[Iya, Ading. Boleh. Tapi Ading gak boleh terlalu lelah ya. Ingat kandungan Ading] pesannya.

[Siap, Suamiku Sayang]

[Tunggu Kakak sampai hari Senin ya. Kakak jemput Pian di rumah Mama]

[Ading tunggu kedatangan pian. Udah kangen nih]

Annisa segera mengembalikan ponsel itu ke dalam tasnya. Kemudian dia menghela nafas panjang.

1
𝙸𝚗𝚍𝚊𝚑 𝙵𝚊𝚝𝚒𝚖𝚊𝚑
resiko poligami.. kalo sanggup bertahan KLO ga tahan mundur...di dunia tidak ada yg mau di poligami
Noni Kartika Wati
kapan rukayah dipoligami Thor udah ga sabar nih
Nurmiati Aruan
nyesek amat thor....
Adiba Shakila Atmarini
critax baik.kada bosan mmbacax.sengat lah.d tunggu novel berikutx..sukss sllu💪💪💪
Adiba Shakila Atmarini
sduh mulai riak2 msalah dlm rumh tnggax fikri.ksian annisah..
senja indah
celup sana sini...mantap kri
Dewi Sri
Penulisan dari tubuhku kurang tepat ya…harusnya tubuhnya karena itu pov annisa
Eva Yunita
cerita nya waw ... masya Allah...🥰
Juan Sastra
agak janggal dengan kalimat tertawa terpingkal pingkal,,kalimat itu dlm artian sudah sangat begitu lucu dan lebih ke terbahak bahak..sementara dalam islam selucu apa pun harusnya hanya tersenyum , tersenyum lebar ). selebihnya bagus semuanya 🙏🙏🙏 maaf sebelumnya. memang tidak ada yg sempurna karena kesempurnaan hanya milik allah swt.
Juan Sastra
ini yg benar benar egois mama sama raqayah..apa lagi mama padahal kan nisa di justru di jodohkan sama fikri , karena mama fikri sahabatan sama mama nisa tapi kok kesannya ggak setuju gitu..selalunsaja memcari cari kesalahan nisa,, sedangkan itu jelas jelas tidaklah bemar menurut islam ,,, hadeeeehh...bikin emosi aja ini kisah..
Juan Sastra
La abah abah cari pamor rupanya..tega
Juan Sastra
ggak mungkin ada nisa yg kedua fikri yg mau menekan hatinya hanya untuk kesenangan suaminya..anisa sudah menolak tapi malah di bujuk mati matian..itulah balasanya..🙏🙏🙏 koment ku gini mulu,, yg jelas aku nyesek sendiri bacanya ggak ke bayang jadi nisa,,harus rela berbagi suami apa lagi wanita itu lebih cantik lebih muda dan jelas lebih fress..pastilah fikri takut kehilangan dapat di mana lagi coba ikan segar lagi frwss pula..
Juan Sastra
jangan bilang itu fitnah dari zahra yg menyuruh ifah..wahh zahra ggak banget kalo gitu percuma kelesantren hati juga ggak bersih bersih cocoklah iparan sama raqayah..
Juan Sastra
itulah akibatnya jika hanya menuruti hawa nafsu fikri..menyesal pun tidak berguna..yg jelas hati adek udah terpotek lotek..iklaskah nisa dan jawabannya tidak hanya berusaha menerima takdir itu yg di jalaninya sakit itu tetap menyertai setiap denyut nafasnya..
Juan Sastra
heran deh sama raqayah.. suka ngerecoki rumah tangga adeknya..dia iri apa gimana sih..
Juan Sastra
lebih nyesek tuh jadi nisa...aku yg baca aja nyesek mulu..
Juan Sastra
mulai ada tuh bayang bayang iri ..jangan sampai cburu jadi alasan ingin menguasai sendiri
Juan Sastra
apa perasaan aku aja yah kok beda yah mesranya fikri sama zahra dan mseranya fikri sama nisa..kalo sama zahra fikri kayak nafsuan banget yah..apa apa kebayang tapi sama nisa ggak padahal nisa lagi hamil loh..taulah kalo lagi hamilkan pengen di manja manjain di sayang sayang...kok aku perih sendiri yah...😁
Juan Sastra
kok aku yaa yg merasa sakit saat baca fikri ngenayangin zahra kayak gitu..dan raqayah semoga suamimu poligami biar tau rasa
Juan Sastra
yg madu sama baik eehh ipar yg jadi uletnye ngerecokin..hamil salah belum hamil di bilang mandul..emang ggak setuju dr awal kali tuh orang secara kan nisa bukan anak horang kayah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!