Perjodohan yang dilakukan dua keluarga yang memiliki ikatan persahabatan yang kuat menghantarkan kehidupan baru bagi anaknya.
Pernikahan dua insan yang bahkan belum mengenali karakter masing-masing dengan ego dan pendirian mereka yang berbeda pula.
"Promise? apa kau akan memegang janjimu?" ~ Disa.
"Kau tau bukan melupakan itu tidak mudah," ~ Aby.
Bagaimana jalan pernikahan mereka ?
Akankah mereka bisa saling mencintai ?
Akankah mereka tetap bersatu atau malah sebaliknya ?
Ikuti terus ceritanya ya 🤗
Boleh di follow juga IG author 😉
IG : indishia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 28 ~ Nightlife
"Kenapa ngga dari awal aja sih, harus debat mulu sebelum praktek?" ucap Aby.
"Itu yang seru," sahut Disa.
Aby dan Disa melangkah beriringan menuju ruang gym mereka. Sesampainya di sana, Disa langsung mencari keberadaan alat bernama barbel di ruangannya tersebut. Sedangkan Aby asik berlari di treadmill.
"Nih," ucap Disa sambil menyerahkan barble ke arah Aby.
"Taruh disitu aja," sahut Aby tanpa menoleh.
Disa pun duduk di kursi panjang yang ada di ruangan itu. Ia memandangi keseluruhan ruangan, tak lama ia bangkit dan kembali ke kamarnya.
Sepuluh menit berlalu, Disa kembali ke ruang gym dengan bawahan lengging sport yang memperlihatkan jelas lekukan kakinya yang jenjang, dengan atasan singlet sport yang sedikit longgar dan sepatu olahraga. Ia memasang airpods di telinganya dan memulai pemanasan.
Aby selesai dengan larinya, ia berbalik dan terkejut dengan keberadaan Disa yang sudah menggunakan pakaian olahraga dan saat ini sedang melakukan dance. Aby menelan salivanya, sungguh imannya tidak kuat melihat pemandangan didepannya itu. Lekukan tubuh Disa yang bak model papan atas terpampang jelas di penglihatan Aby.
"Oh shitt," batin Aby.
Aby kembali melakukan latihan bebannya tanpa menoleh ataupun melirik Disa. Kalau tidak, bisa-bisa kebablasan dirinya yang sebenarnya sudah sangat goyah imannya.
"Huh, huh," hela nafas Disa, ia beristirahat sebentar sambil meminum airnya.
"Sa, kalau olahraga pakaian kamu emang kayak gitu?" tanya Aby tanpa menoleh.
"Iya emang," jawab Disa.
"Kamu kalau olahraga di luar juga pakaiannya kayak gitu?" tanya Aby lagi.
"Iya," jawab Disa.
"Kamu seneng pamer body ya," celetuk Aby.
"Mukamu!! sembarangan banget ngomong!!" ucap Disa yang mode galaknya sedang on.
"Kalau aku suka pamer body, nggak bakal aku jadi desainer. Jangan liat orang dari luarnya aja!!" ketus Disa.
"Kalaupun aku suka pamer body, apa keuntungannya buat aku. Boro-boro untung, korban pemerkosaan baru ada!!" sambung Disa yang sudah kebablasan ucapannya.
"Kok galak sih," ucap Aby heran.
"Tau ah, mancing emosi aja!!" ucap Disa, ia kemudian keluar begitu saja.
"Perasaan nanya baik-baik," ucap Aby yang masih bingung. Ia kembali teringat dengan perkataan Rian.
"Bahkan saat pertama bertemu denganku ia sangat galak,"
Aby mengangguk, jadi inilah Disa jika mode galaknya on "Serem juga," ucap Aby pelan sambil terkekeh.
***
Sabtu, pukul 19.30 waktu setempat.
Disa dan Aby kini sudah berada di sebuah resort yang di pesan oleh Disa. Resort yang menawarkan pemandangan indah tidak lupa dengan fasilitas private beach.
Setelah mengunjungi resort, mereka pun melanjutkan perjalanan. Sesuai rencana, pertama mereka akan berburu kuliner kaki lima, Aby hanya menuruti kemauan Disa tanpa banyak protes, ia pun menikmati nightlife ala remaja biasa tanpa ada kesan alkohol dan bermewah-mewahan.
Tidak sampai satu jam, mereka pun tiba di pasar malam, Disa dengan sangat antusias memasuki pasar tersebut dengan bergandengan tangan tanpa sadar, mereka menyusuri setiap sudut pasar tersebut.
Aby dan Disa menemukan buruan pertama mereka, makanan yang pastinya sudah sangat akrab di lidah orang Indonesia dan pastinya selalu ada di pasar malam. Yap, sate lontong. Disa memesan dua porsi sate lontong untuk dirinya dan juga pria disebelahnya.
"Kamu sering nightlife kayak gini?" tanya Aby.
"Iya, ini lebih seru. Kau tau banyak wahana dan destinasi yang dapat kita jumpai. Kau lihat bianglala itu," ucap Disa sambil menunjuk bianglala yang berdiri megah dengan lampu warna warninya.
"Itu adalah wahana favorit sebagian besar kalangan. Wahana itu membuat kita merasakan dan melihat indahnya malam dihiasi bintang, apalagi saat berada di atas," jelas Disa.
"Dan itu, kora-kora. Wahana yang menantang adrenalin. Jika Amerika Serikat mempunyai wahana big shot, maka Indonesia mempunyai kora-kora," ucap Disa bangga.
"Ini neng," ucap pedagang sate tersebut menyajikan sate lontong dengan es teh manis di meja.
"Neng?" ulang Aby bingung.
"Kata lain dari mbak," sahut Disa yang memahami kebingungan Aby.
"Mbak itu untuk perempuan kan?" tanya Aby lagi.
"Iya, kalau pria biasanya dipanggil bang,"
"Bank?" tanya Aby yang salah mengartikan.
"Bang, B-A-N-G. Bukan bank tempat nyimpan narik uang," jawab Disa.
"Owh okay-okay," sahut Aby.
Mereka pun mulai menyantap sate lontong mereka masing-masing "Ini namanya apa?" tanya Aby menunjuk.
"Itu lontong By," jawab Disa.
"Kamu nggak pernah makan lontong?" tanya Disa, Aby mengangguk seperti anak itik yang tak tahu menahu.
"Jadi ini itu namanya lontong, ini terbuat dari beras dan di bungkus dengan daun pisang kemudian dikukus hingga matang," jelas Disa yang dengan sabar menjelaskan makanan-makanan tradisional kepada Aby yang tidak tau apa-apa.
Setelah selesai makan, mereka pun melanjutkan perburuan mereka. Sasarannya kini adalah makanan ringan. Aby tertarik dengan sebuah gerobak besar yang bertuliskan Crepes Mantul.
"Sa, kesana yuk," ajak Aby, Disa mengiyakan ajakan Aby. Mereka membeli dua porsi crepes dengan rasa berbeda.
"Ini apa namanya?" tanya Aby sambil melahap crepes ditangannya sembari melangkah menyusuri pasar malam.
"Ini crepes By," jawab Disa.
"Kok tipis ya? tapi enak," ucap Aby.
"Ya memang kayak gitu" sahut Disa.
"Eh By, naik bianglala yuk," ucap Disa.
"Apa?" ucap Aby.
"Naik bianglala, kamu nggak punya fobia ketinggian kan?" tanya Disa.
"Enggaklah," jawab Aby langsung.
"Ayo naik kalau gitu," ucap Disa. Mereka menyewa dan menaiki bianglala itu, Aby antusias untuk menaiki bianglala itu, wahana yang belum pernah ia coba dari kecil.
Menikmati indahnya malam bertabur bintang dengan angin malam yang menghembus memberikan kesejukan. Saat ini dua insan itu sedang asik menikmati keindahan malam dari bianglala, tanpa sadar tangan mereka bersatu dengan senyum indah yang terukir di wajah keduanya.
Setelah puas di wahana bianglala, Disa mengajak Aby untuk mencoba wahana selanjutnya, kora-kora. Teriakan mereka berdua lepas saat wahana itu berayun, bukan hanya Disa, Aby pun ikut berteriak namun tidak sekencang Disa, semua penatnya saat bekerja lepas begitu saja bersama gadis di sebelahnya ini.
"Aaaaaaa," teriakan mereka berpadu dengan para pengunjung lainnya.
"Huh... huh..." Alur nafas mereka yang memburu setelah menaiki wahana tersebut.
"Gimana seru kan?" tanya Disa.
"Yeah," jawab Aby.
Setelah puas di wahana dan kuliner, Disa mengajak Aby berwisata fashion, tentunya masih di tempat yang sama. Disa dan Aby menyusuri kios kios yang menjual pakaian serta aksesoris lainnya.
"Aby cobain deh, bagus kayaknya itu," ucap Disa sambil menunjuk sebuah kaos hitam dengan kerah v neck.
Disa langsung mengambil kaos tersebut dan mencocokannya di tubuh Aby "Pas," ucap Disa.
"Gimana?" tanya Disa.
"Bagus," jawab Aby, ia meraba kaos tersebut.
"Kainnya juga sepertinya bagus," sambung Aby.
"Tenang aja, kaos dengan kain ini tidak akan membuatmu kegerahan," ucap Disa, ia menyerahkan kaos itu ke penjualnya.
"Berapa kak?" tanya Disa.
~ Bersambung ~
jdi pengen cepat2 nikah 🤣🤣
Welcome back Kakak Author..☺️
Harapan Aby seolah kembali lagi, karena photo2 yang dibawa Ray, membuktikan kalau Disa masih hidup..🤗
Semoga Aby bisa segera menemukan Disa ya..
Ditunggu kelanjutannya ya Kakak 🤗
Sehat, bahagia & sukses selalu ya 🥰
Semangat ⭐🌹⭐🌹⭐🌹⭐🌹⭐
waaah .... aby suami yang over protektiv banget ya... mungkin terlalu takut kehilangan Disa. ayo disa bujuk suamimu biar gk gak ngambek lg