Seorang wanita bernama Audi Townsend menyukai seorang laki- laki bernama Arshel Simpson, Audi semakin jatuh dalam pesona Arshel saat dia berkerja di restoran milik Arshel.
Audi merasa bahagia karena setiap hari bertemu dengan Arshel, tapi rasa itu menjadi menyiksa saat Audi tahu bahwa Arshel menyukai wanita lain yang tak bukan dosen tempat mereka kuliah.
Apalagi dia tahu bahwa wanita itu adalah kekasih kakaknya James Townsend.
"aku rasa Audi menyukaimu"
"aku tahu"
" jadi mengapa kamu meminta dia untuk memberikan bunga itu pada Ms. Laura?"
"Apa kamu sengaja? Itu akan menyakitkan bagi Audi"
"Iya aku memang sengaja melakukan itu, aku ingin Ms.Laura berpisah dengan kekasihnya lalu kenapa? Aku juga tidak cinta Audi jadi untuk apa aku memikirkan perasaannya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Audi tidak mengerti dengan apa yang terjadi, dia tiba di kantor tanpa di tegur oleh Antony, padahal dia sudah telat, rekannya yang lain sudah bekerja lebih dulu darinya
" Audi kamu dari mana?" tanya Catrina
" aku tadi sakit perut " Audi berbohong tidak mungkin dia jujurkan, Catrina mengangguk paham, setelah itu tidak ada lagi pembicaraan semua sibuk pada pekerjaan masing - masing
****
Audi sudah sampai rumah dengan letih sekali tidak hanya tubuhnya tapi juga pikirannya
" sayang kamu sudah pulang"
" iya Ma"
" apa kamu sudah makan?"
" belum"
" kalau begitu kita makan bersama"
" baiklah, aku akan keatas dulu"
Audi naik kelantai atas dan masuk ke kamar nya , dia mandi lebih dulu dan memakai baju santai, setelah itu baru turun untuk makan malam, semua orang sudah berkumpul dimeja makan tidak ada yang bicara selama makan dan itu terasa aneh bagi Audi , biasanya kakaknya akan terus bertanya tentang pekerjaannya, tapi semua senyap tanpa suara, aneh
Selesai makan, Audi membereskan meja makan dan yang lain sedang duduk di ruang keluarga, dirumah Audi juga ada pelayan, hanya saja Audi ingin setidaknya sedikit mengurus pekerjaan rumah tangga, setelah dia selesai mencuci piring, Audi berjalan mendekati kedua orang tuanya dan James dengan membawa se toples makanan ringan, Audi duduk di samping ibunya, semua orang hanya diam, Audi menatap satu- satu orang disana
" ada apa?" tanya Audi pada mereka Audi merasa janggal, ibunya menatap Audi dengan senyum yang tidak biasa, Audi merasa ini semakin aneh
" kenapa ?" tanya Audi kembali karena yang lain hanya diam saja sambil melirik masing - masing
" kalau ada yang ingin dibicarakan, katakan saja" kata Audi, Sarah menatap suaminy memberikan kode melalui matanya agar Liam yang bicara, James mengalihkan matanya saat Sarah menatapnya kearahnya
liam menarik nafas panjang, dia harus bicara dengan bijaksana pada putrinya
" kamu akan menikah dengan anak dari keluarga Simpson" Kata Liam dengan menatapnya serius Audi, seperti badai yang menerpa pantai, dan petir yang menyambar pohon secara tiba- tiba, jantung Audi berhenti berdetak, nafasnya tertahan di kerongkongan, makanan di mulutnya berhenti mengunyah saat mendengar perkataan yang mendadak dan menggemparkan kejiwaannya
Menikah kata itu yang masing terbayang di otak Audi, berkeliaran di segala arah , rasanya pusing
" Audi " kata ibunya, Audi tidak bergeming hanya mematung
" Audi kamu tidak apa- apa?" tanya James.
Audi menatap kedua orang tuanya dengan air mata yang berlinang
" apa Papa serius?" Audi bertanya dengan pasti apa yang dia dengar itu nyata atau hanya hayalan dia saja
" iya" seperti tersambar dua kali jantung Audi kembali berhenti
"Papa kenapa tidak bilang terlebih dahulu padaku ?"
" ini Papa sudah sampaikan padamu "
" maksudku...Papa harusnya membicarakan ini padaku, apa aku mau atau tidak"
" tapi kamu mau kan?"
" tidak "
" kenapa?"
" karena aku belum siap "
" kamu akan menikah setelah kak James menikah"
" tidak....Pa aku tidak mau, itu terlalu cepat "
" ini sudah di tetapkan oleh kedua belah pihak" Audi tidak menyangka ayahnya akan bersikeras memaksanya menerima perjodohan ini
" kamu harus menerima ini, ini sudah keputusan terakhir" Kata Liam tidak ingin dibantah
" tapi kenapa? aku barus 24 tahun "
" sayang" ibunya membelai kepala Audi untuk menenangkannya
" Mama, aku tidak mau"
" ayo kita bicara" Sarah menarik lembut tangan Audi untuk mengajaknya berbicara secara pribadi antara sesama wanita
*****
Audi sekarang duduk di sisi ranjang dengan ibunya yang menggenggam tangannya
" dengarkan Mama, ini sebenarnya bukan hal yang mendadak , semua ini sudah direncanakan dari dulu"
" apa maksud Mama?"
" begini, sayang kamu itu sudah dijodohkan sudah dari dulu, waktu kamu umur 5 tahun" Audi kaget mendengar itu
"Ini semua sungguh keterlaluan 5 tahun sudah dijodohkan "
" Mama tahu sayang, semua ini terjadi begitu saja, sebenarnya Mama dan Papa sudah lupa dengan perjodohan ini, kami sangka keluarga Simpson sudah lupa dan mungkin akan menikahkan putra mereka dengan gadis lain, tapi secara tiba- tiba saja Tuan Simpson itu menelpon ayah dan menagih janji ayahmu"
" janji ayah?"
" iya, dulu ayah dan Tuan Simpson itu teman kuliah dan mereka masing - masing menjalankan perusahaan ayah mereka masing- masing hingga perusahaan mereka maju dan mereka menikah, saat itu kakak mu James berumur 12 tahun dan kamu 5 tahun, keluarga Simpson mengundang kita kerumahnya, ayah dan temannya itu berbicara dengan sambil bersenda gurau dan tersebutlah ayahmu kalau dia akan menikahkan putrinya dengan putra temannya yang saat itu berusia 6 tahun, temannya awalnya merasa kaget dengan perkataan ayahmu tapi setelah itu dia tertawa dengan lebar dan berkata dia akan menagih janji ayahmu dan ayahmu bilang dia tidak akan mengingkari nya, dan terjadilah sekarang"
Audi tidak bisa berkata apa- apalagi dia kehilangan kata- kata, semua itu ayahnya yang memulai dan berjanji, Audi larut dalam pikirannya, meskipun dia sampai sekarang tidak memiliki kekasih tapi bukan berarti dia tidak mempunyai pemilik hatinya, dia tidak ingin menyakiti ayahnya dengan menolak ini semua, tapi dia juga akan terluka, dia berpikir hati siapa yang akan dia jaga ayahnya atau dirinya, meskipun ayahnya mungkin bisa membatalkan perjodohan ini jika dia menolak dengan keras tapi bagaimana ayahnya akan menghadapi keluarga Simpson, Audi frustasi dia akan berpikir dan membutuhkan waktu untuk menentukan pilihan nya
" Mama, aku akan memikirkan perjodohan ini, tolong beri aku waktu dua hari" ibunya mengusap rambut Audi dan tersenyum dengan sayang, dia tahu Audi berat untuk ini, tapi ini juga tidak buruk, setelah James menikah dan Audi juga akan menikah dan mempunyai anak itu semua akan baik, dia tahu anak dari keluarga Simpson itu baik dan bisa untuk menyayangi anaknya, jadi semua ini tidaklah buruk
******
Waktu berlalu dengan cepat, sudah dua hari berlalu sejak Audi meminta waktu untuk memikirkan tentang perjodohannya, dia sedang duduk didepan komputer dengan pandangan kosong, yang ada dipikirannya hanya tentang perjodohan itu
" Apa aku terima saja, setidaknya hanya aku yang akan terluka disini" Kata Audi dengan menghembuskan pelan nafasnya setelah dia menetapkan pilihannya, tapi wajah Arshel selalu saja terbayang saat Audi sudah akan mengambil keputusan itu dan membuat Audi ragu, pria itu Arshel, pria yang masih ada di hatinya
" Audi" Sisil memanggil Audi, dia merasa Audi dari tadi hanya melamun
" ya, ada apa?"
" harusnya aku yang bertanya ada apa denganmu ?"
" tidak ada apa- apa"
" aku melihatmu dari tadi melamun, apa yang kamu pikirkan ?"
"Tidak ada, aku baik- baik saja"
" ya baiklah, hanya saja kalau kamu ada masalah, kamu bisa cerita pada kami" Audi tersenyum merasa bahagia semua rekannya perduli padanya
**
Waktu sudah jam makan siang semua rekan Audi sudah bersiap- siap untuk makan, tapi Audi sama sekali tidak beranjak dari kursinya, Dave datang mendekat
" Audi, ayo kita makan siang " Audi yang tadi sibuk mengetik menatap Dave
" aku tidak ikut"
" kenapa ?"
" aku akan makan di kantin kantor saja" Audi sebenarnya berbohong dia sama sekali tidak berselera makan karena masih memikirkan tentang perjodohannya, Dave merasa tidak enak meninggalkan Audi, dan Audi mengerti akan itu
" tidak masalah, aku tidak apa- apa, aku juga masih banyak pekerjaan dan kalau aku makan disini, aku bisa lebih cepat menyelesaikan pekerjaanku" Dave mengangguk mengerti
" baiklah , kalau begitu kami pergi dulu ya"
" ya"
Dave berjalan menjauh dan mendekati Catrina dan Sisil
" mana Audi ?" Tanya Catrina, Dave menatapnya tidak suka, Catrina yang mihat tatapan itu merasa menyesal bertanya pada si bodoh Dave
" dimana Audi?" Sisil yang kembali bertanya setelah melihat tingkah kedua temanya yang seperti anjing dan kucing.
" dia tidak ikut"
" kenapa?"
" dia bilang dia masih banyak pekerjaan dan akan makan di kantin"
" kalau begitu kita makan disini saja" kata catrina,Dave yang tidak mau mengikuti saran Catrina menolaknya, bukan karena usulannya tapi karena Catrina, dasar Dave bodoh
" tidak, aku lagi ingin makan diluar"
" aku setuju usulan Catrina " kata Sisil, Dave yang tidak mau kalah pada Catrina, langsung mencari cara
" Sisil di persimpangan sana ada restoran baru dan makanan disana enak, aku akan mentraktirmu, hanya kamu saja tidak yang lain" Catrina mendengus sinis pada Dave, dia tahu siapa yang lain itu pasti Dave menyebut dirinya
Psedangkan Sisil yang suka gratisan langsung mengiyakan kesenangan .
" kalau begitu ayo" Sisil langsung menarik tangan Catrina dan Dave berbarengan, sebelumnya Dave menyeringai kemenangan pada Catrina dan di balas cibiran oleh Catrina.
****
Audi duduk melamun didepan komputer dengan menopang wajahanya dengan kedua tangan, apa yang akan dia pilih, Audi pusing sekali dia mengacak- acak rambutnya frustasi untung saja hanya dia yang ada diruangan tersebut
Seseorang meletakkan bungkusan makanan di atas meja Audi, Audi melihat itu dan menatap Arshel yang tersenyum bahagia disana, melihat itu Audi tambah frustasi kenapa Arshel harus ada disini saat Audi sudah menetapkan pilihan untuk menerima perjodohan itu.
Arshel menarik kursi kerja Dave dan duduk menghadap Audi, dia menatap Audi dengan penuh cinta lalu mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi Audi, tapi Audi menghindar, Arshel mengerutkan dahinya bingung, Arshel menarik kursinya agar lebih dekat dengan Audi, Arshel mengambil tangan Audi dan menggenggamnya
"apa pria ini tidak tahu memang, sikap mu ini membuatku frustasi " Audi merasa bimbang
" ada apa? apa kamu ada masalah?" tanya Arshel mengusap pipi Audi dan tidak ada perlawanan disana, Audi menarik nafasnya panjang ini saatnya dia mengakhiri semua ini, entah apa ini, Audi pun tidak mengerti, dia membalikkan badannya kesamping sehingga mereka berhadapan , Arshel hanya diam saja, dia menunggu apa yang akan Audi katakan
" aku akan menikah" Arshel mengerutkan dahinya tidak mengerti , Audi melihat itu, Audi rasa dia tidak sanggup,tapi ini keputusan yang terbaik
" aku akan menikah dengan pria pilihan ayahku, jadi kamu bisa berhenti " Arshel yang mulai paham mengeratkan genggaman tangan di tangan Audi, dia syok tentu saja, tidak ada angin tidak ada hujan Audi bilang dia akan menikah dengan pria lain, itu tidak masuk akal, Audi itu sudah menjadi miliknya, sudah dari dulu, Arshel sudah mengklemnya,
Tiba - tiba rahang Arshel mengeras, dadanya panas mendengar itu, amarah didalam sana naik tanpa terkendali , dia menarik tengkuk Audi dan mencium bibir Audi, dia ingin Audi tahu kalau Audi itu miliknya, Arshel sungguh menumpahkan amarahmya disana meskipun dia tidak yakin amarah itu akan hilang
Arshel menarik Audi semakin dekat dan memperdalam ciumannya, Audi hanya diam saja tidak menolak juga tidak membalasnya dia bingung dengan semua itu, Arshel semakin geram dan menggigit bibir bawah Audi hingga Audi meringis, Arshel mendengar itu, dia hanya ingin memberi pelajaran pada Audi, kalau tidak ada yang boleh melakukan itu selain dirinya
Audi sudah tidak tahan dengan ciuman itu, Audi sudah akan kehabisan nafas tapi Arshel malah semakin memperdalam ciumannya pada Audi, Audi sudah menutup mulutnya rapat- rapat, tapi Arshel tidak juga menyerah,
Audi mendorong dada Arshel dengan sangat kuat, Arshel yang terlalu menikmati ciumannya mundur dengan agak jauh karena kursi itu mempunyai roda dikakinya
Arshel kesal dan kembali mencoba mendekat dan Audi sudah mempersiapkan diri disana, tinggal berberap langkah lagi Arshel menghentikan langkahnya, dia menatap Audi dengan intens dan berlalu dari sana dengan langkah besar, Audi kaget dengan itu, apa Arshel melepaskannya, tapi kenapa Audi merasa sedih dengan itu harusnya dia senang.
👍👍👌🌺
Rasanya pingin lanjut trs😍
bagus sekali suka.ceritanya
lanjut cerita yg makin bagus
semangat
💪💪💪💪👍👌👌🌺🌹
Good job
👍
Good job, author nya!!
apa udah di kembalikAn?