Renata, seorang istri yang sudah berumah tangga lima tahun lamanya bersama sang kekasih yang di pacarinya sedari dulu.
Dani, sang suami yang sangat mencintai Renata sekaligus sebagai orang yang manjadi mandat dari ayah mertua untuk selalu menjaga Renata di akhir hayatnya.
Namun sayangnya, sang Suami memiliki kelemahan yang sering membuat sang istri menangis karena kenormalannya sebagai seorang wanita muda yang bergairah.
Bermacam cara pun di tempuh Renata bersama sang suami agar bisa menyelesaikan masalah tersebut, namun sayang, hasilnya sama saja. Para ahli dalam bidangnya tidak bisa mengobati kelemahan yang di miliki Dani.
Lalu bagaimana Renata dan Dani menangani masalah ini ??
__________
Ditunggu kritik dan sarannya..
Tolong gunakan bahasa yang baik saat memberi kritik dan sarannya ya..
Makasih..
Selamat membaca 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idhan Kusmana The'a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Besok adalah akhir pekan, Felicia merasa bosan karena sudah hampir 1 bulan gak pergi kemana-mana selain ke sekolahnya.
Felicia berencana untuk mengajak Elvis bermain di taman hiburan yang kemarin Daddy dan Kuki kunjungi. Tapi, Felicia lupa tidak meminta nomer Hp yang bisa dihubunginya untuk mengajak Elvis bermain. Dia mengacak-acak rambutnya, garuk-garuk tidam gatal juga, berpikir bagaimana caranya menghubungi Elvis, namun otaknya buntu, dia tidak memiliki ide.
"A'aaaa" teriak Felicia kesal, membuat 4 orang yang ada di sekitarnya menengok ke arahnya.
Kuki yang berada di samping Felicia kaget bukan main saat dia tengah asik main robot-robotan dengan Aron.
"Euh" dengan sekuat tenaganya Kuki memukul kaki Felicia.
Kini giliran Felicia yang merasa kaget. Bekas pukulan yang Kuki berikan sangat terasa sakit di kakinya.
"Dedeeee" solot Felici dan kemudian mengarahkan kedua tangannya ke pipi Kuki untuk mencubitnya.
Anna yang melihat itu langsung menarik tangan putrinya.
"Jangan Sayang. Itu salahmu sendiri. Lagian kamu mengagetkan kami semua" jelasnya.
Mendengar ucapan Mommynya, dia langsung meminta maaf dan menceritakan keinginannya.
Elvis adalah satu-satunya teman yang baru Dia miliki setelah kepulangannya dari Amerika.
Aron yang mengerti rasa kebosanan putrinya itu langsung meraih hpnya yang berada di meja dan menghubungi Asistennnya untuk meminta nomer Denis.
Selang beberapa menit, Aron menerima sebuah chat yang berisikan kontak Denis.
Di savenya kontak itu dengan nama Pappy Elvis.
Dan langsung menghubungi nomer itu.
Setelah tersambung, dia memberikan hpnya ke Felicia.
Dengan kebingungan dia menerima hp yang daddy berikan.
"Apa ini? "
"Daddy sudah menghubungi Pappy Elvis. Kamu dengarkan saja, tempel di kupingmu, siapa tahu udah di angkat"
"Benarkah? " tanya gadis yang sering di panggil Cia oleh orang-orang terdekatnya.
"Hallo" sambungan telphonnya di terima oleh Denis.
Felicia langsung mengutarakan niatnya pada Denis. Dan Denis juga menyetujui apa yang Felicia mau, namun dia memberikan syarat harus ada orang dewasa yang menemani mereka. Kebetulan Denis ada rapat yang penting, dan kebetulan juga Oma Elvis sedang pulang kampung jadi dia meminta keluarga dari Felicia untuk menemani mereka.
Setelah bertanya pada Mommy dan Daddynya, Felicia menyanggupi syarat yang Denis berikan.
"Aku berencana untuk mengajak Mommy Anna" jawabnya.
Telpon itu pun berakhir dengan kegembiraan di wajah Felicia.
"Aku mau tidur dulu, biar besok gak kesiangan. Mommy besok bangunin aku jam 6 ya, soalnya besok kita akan berangkat jam 8" teriak Felicia yang sudah berlari ke arah kamarnya.
.
.
🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣
.
.
"Tok.. Tok.. Tok.. " Denis mengetuk pintu kamar Elvis.
Di bukanya pintu kamar itu, dan langsung masuk tanpa menunggu Elvis mempersilahkannya.
Kebiasaan Elvis setiap tidur dia pasti lupa untuk mengunci pintu kamarnya.
Elvis yang masih belajar diatas kasurnya sambil telentang dan mendengarkan musik favoritenya di kagetkan dengan Denis yang menarik buku yang sedang di baca dan menutupi mukanya.
"Ada apa Papi? " tanyanya bingung.
Denis menceritakan semua pembicaraan yang dia dan Felicia bahas tadi di telpon dengan detail tanpa ada satu kata terlewatkan.
"Benarkah? Wahhhhhhhh.
Aku mau tidur sekarang. Pappy keluarlah"
Terlihat jelas oleh Denis di muka anaknya itu tergambar kebahagiaan yang membuat hatinya serasa tertusuk jarum.
"Andai saja kau lihat anak kita tersenyum seperti ini, kau pasti akan ikut tersenyum" batinnya. Dia berjalan kembali ke kamarnya meninggalkan Elvis yang sedang memasang alarm di jam 5.30, karena Oma tidak ada jadi dia akan membantu Denis menyiapkan sarapan.
Jam 7.30 Denis sudah berangkat ketempat dimana dia dan Asistennnya akan menemui kliennya di sebuah gedung perusahaan yang cukup jauh. Setidaknya perlu waktu 90 menit untuk sampai disana.
"Sayang, inget ya jangan buat Mommy Felicia kerepotan. Kamu lebih besar dari Felicia, itu artinya kamu harus lebih dewasa di bandingkannya" sebelum dia masuk ke mobilnya tak lupa berpesan pada anaknya agar tidak merepotkan orang lain.
Paham dengan apa yang Pappynya sampaikan, Elvis menganggukkan kepalanya.
"Hati-hati Py. Jangan ngebut-ngebut ya"
"Ia Sayang. Kalian juga nanti hati-hati, jangan nakal juga"
.
.
Elvis yang sudah tidak sabar, dia memutuskan untuk menunggu Cia dan juga Mommynya di teras rumahnya.
"5 menit lagi jam 8, kok belum sampai juga? " gumamnya saat melihat jam di layar Hpnya.
Sambil menunggu jemputan, Elvis kembali mengecek makanan dan minuman yang tadi dia ambil dari stok makanannya di lemari.
Setiap Oma atau Denis berbelanja bulanan Elvis selalu ikut menemani mereka. Alasannya kenapa mau ikut, karena dia juga mau membeli stok makanan ringan serta minuman yang ia sukai. Bahkan Denis sengaja membeli Lemari pendingin untuk menaruh minuman yang di beli Elvis.
"Tid.. Tid.." Anna membunyikan klakson mobilnya. Hatinya terasa bimbang saat melihat seorang bocah yang sedang duduk di kursi depan rumahnya.
"Ada apa denganku?"Batinnya.
"Kak Elvis, ayo" teriak Felicia dari dalam mobil.
Elvis yang mendengar teriakan Felicia langsung meraih ranselnya.
"Ia tunggu sebentar" jawabnya.
Betapa kagetnya Elvis saat melihat wanita yang tengah memegang stir mobil tersenyum ke arahnya.
"Mommy? " gumam Elvis.
"Kak, ayo cepat" lagi-lagi Felicia berteriak. Suaranya membuyarkan lamunan Elvis.
"Ah, dia kan Mommynya Cia,lagian Oma juga udah ketemu sama Mommy Cia, kalo memang ini Mommy ku pasti Oma bakalan cerita, masa ia Oma gak ngenalin anaknya sendiri" Elvis meyakinkan dirinya sendiri bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah Mommynya Cia.
"Ayo My berangkat" titah Felicia penuh dengan semangat.
Akhirnya mereka pun berangkat ketempat yang sudah di atur oleh Felicia.
APAKAH INI PENGALAMAN DARI AUTHOR SENDIRI. .. KRYA SPERTI GK MUNGKIN HNY SKEDAR CERITA HALU DOANK... PSTI PNGALAMAN PRIBADI..
semangat
mksh