NovelToon NovelToon
Budak Nafsunya

Budak Nafsunya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: nadia

WARNING
Semua adegan dewasa di sensor.
My Instagram @Uzay1720 follow me😍
Sesion duanya berjudul Istri Tuan Smith.
Novel baru sang perebut kehormatan

Jangan ada yang plagiat, coba-coba gue santet lu. Tapi kalau terinspirasi bolehlah, bedain yah mana terinspirasi sama plagiat.

Jonathan Smith adalah seorang Mafia terkenal dari Amerika yang pindah ke jepang untuk mengurus beberapa pekerjaan kotornya itu, selama ia berada di Jepang ia menangkap seorang wanita bernama Haruka Kujo yang Jonathan jadikan budak nafsunya.


Haruka sudah berusaha kabur dari rumah Jonathan tapi ia selalu tak pernah berhasil, Haruka sangat membenci Jonathan. Karena Jonathan selalu memperlakukan Haruka dengan kasar, saat Haruka benar-benar sudah muak dan tak kuat dengan perlakuan kasar Jonathan, Jonathan malah jatuh cinta pada Haruka.

Akankah Haruka mencintai Jonathan, atau Jonathan akan terus memaksa Haruka tetap bersamanya walaupun Haruka tak mencintainya.

Yang abis baca sesion
ini lanjut ke sesion selanjutnya yuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

Satu minggu kemudian, Haruka sudah akan pergi bersama dengan Nathan ke Korea Selatan untuk melanjutkan rencana balas dendam mereka, hari ini mereka hanya akan pergi bersama dengan Herry dan Fiona karena anak buah Nathan lainnya sudah pergi ke Korea Selatan beberapa hari lalu.

Nathan dan Haruka sedang pamitan pada Tasya yang akan pergi ke Amerika juga pada hari ini, "Jaga diri baik-baik yah di sana," ucap Haruka pada Tasya.

"Kakak juga sama," balas Tasya pada Haruka.

"Ya sudah cepat kita pergi," Nathan menarik tangan Haruka untuk segera pergi, mereka akan naik helikopter saat ini.

Nathan dan yang lainnya mulai berjalan menuju helikopter, ada dua helikopter yang kini akan membawa mereka pergi ke Korea Selatan, Haruka satu helikopter dengan Nathan sedangkan Herry bersama dengan Fiona.

Di perjalanan Haruka hanya memandangi pemandangan indah dari jendela kaca, ada sebuah ketakutan yang kini menyelimuti dirinya. Nathan meraih tangan Haruka, "Nih ponsel untukmu, nanti di sana kau akan membutuhkan itu untuk menghubungi ku," ucap Nathan memberikan ponsel ke Haruka.

Haruka menatap ponsel yang kini ada di tangannya, "Makasih," balas Haruka.

Haruka tak langsung membukanya ia menyimpan ponsel pemberian Nathan di tasnya, Haruka kembali memandangi pemandangan luar dengan tatapan kosong.

Beberapa jam kemudian sampailah mereka di Korea Selatan tepat di atas rumah yang akan Haruka dan Nathan tinggali, di atas rumah itu terdapat pendaratan helikopter pribadi. Nathan sudah menyiapkan rumah itu beberapa hari yang lalu, mereka membeli rumah yang ada di ibukota Korean Selatan.

Nathan membantu Haruka turun dari helikopter, Herry dan Fiona membawa barang bawaan Nathan dan Haruka. Mereka masuk ke rumah itu, di dalam mereka beristirahat sebentar di ruang tengah yang ada di lantai paling bawah.

Di rumah itu juga sudah ada beberapa anak buah Nathan yang menunggu kedatangan Nathan, "Barang-barang yang ku minta sudah kalian siapkan?" tanya Nathan menatap salah satu anak buahnya.

"Sudah, semuanya ada di ruangan yang ada di sana," anak buah Nathan itu menunjuk sebuah kamar yang ada di paling ujung kanan.

"Baiklah," Nathan menyenderkan kepalanya ke senderan kursi sambil memejamkan matanya.

Haruka mendekatkan tubuhnya ke dekat Nathan, "Nathan," panggil Haruka ragu.

Nathan kembali membuka matanya lalu menatap Haruka dengan tatapan datar, "Ada apa lagi?" tanya Nathan dingin.

"Aku mau latihan menembak, ruangannya ada di mana yah?" tanya Haruka.

Nathan menarik tangan Haruka ke pangkuannya, Nathan memeluk Haruka dengan erat, "Sudahlah kita istirahat dulu, kau pasti capek," balas Nathan meminta Haruka untuk istirahat terlebih dahulu.

Haruka mencoba melepaskan pelukan Nathan, "Tapi aku mau latihan dulu sebentar," kekeh Haruka yang ingin latihan, sepertinya Haruka masih gugup.

"Ini perintah, aku paling tidak suka kalau perintahku di bantah," tegas Nathan tanpa melepaskan pelukannya.

Haruka melemaskan tubuhnya, "Baiklah kalau itu mau kamu," Haruka terpaksa harus kembali menuruti permintaan Nathan untuk istirahat sebentar.

Beberapa saat kemudian Nathan terbangun dari tidurnya, di pelukannya masih ada Haruka yang ternyata ikut tidur juga dengan Nathan, Nathan mengelus rambut Haruka perlahan lalu menciumnya beberapa kali.

Nathan menidurkan Haruka di sofa karena ia ingin pergi ke kamar mandi untuk cuci muka, setelah menidurkan Haruka di sofa Nathan pun pergi, tak lama setelah Nathan pergi Haruka terbangun. Haruka membuka matanya perlahan-lahan sambil duduk dan merentangkan tangannya.

Haruka celingukan mencari Nathan, di ruangan itu tak ada siapapun, "Kemana perginya semua orang?" tanya Haruka kebingungan.

Haruka berdiri dan berjalan menuju tempat latihan yang tadi sempat Nathan tunjuk, sesampainya di sana Haruka sangat terpukau dengan banyaknya senjata di ruangan itu, Haruka mendekati puluhan senjata itu dengan tatapan mata kegirangan.

"Wah banyak sekali," ucap Haruka sambil meraba senjata-senjata milik Nathan.

Haruka mengambil sebuah pistol kecil berwarna emas, "Ah aku simpan saja lah," ucap Haruka sambil berniat memasukan pisau itu ke saku khusus yang ada di celana.

"Kenapa kau ke sini?" tanya Nathan dengan suara lantang.

Haruka kaget saat Nathan datang, sampai-sampai pisau yang ia pegang terlempar ke atas, Haruka menatap Nathan dengan tatapan kesal, "Jangan buatku kaget terus-menerus," balas Haruka kesal.

Haruka mengambil pisaunya yang jatuh ke lantai, Nathan berjalan mendekati Haruka, Nathan mengambil sebuah kotak berwarna emas dari bawah meja lalu memberikannya pada Haruka.

"Nih pistol untukmu, pistol ini bukan hanya bisa menembak musuh, tapi juga bisa meledakkan musuhnya," ucap Nathan menyodorkan kotaknya pada Haruka.

"Benarkah?" tanya Haruka, Haruka mengambil kotak itu dan langsung membukanya.

Haruka seperti kegirangan saat mendapatkan pistol yang di berikan Nathan, Haruka memegang pistol itu dan mengarahkannya ke hadapan Nathan, "Kalau aku menembak kamu, kamu juga pasti akan meledak yah?" tanya Haruka sambil tersenyum miring.

Nathan tidak takut sama sekali, Nathan tersenyum miring, "Yah seperti itulah," balas Nathan.

Haruka menurunkan pistolnya dari hadapan Nathan, "Ya sudah terimakasih," Haruka berjalan pergi dari hadapan Nathan.

Tapi Nathan menarik Haruka membuat Haruka kembali berada di hadapan Nathan dengan jarak yang lebih dekat, wajah Nathan berada tepat di hadapan Haruka, "Aku tau saat ini kau pasti sedang gugup, tenanglah. Aku berjanji akan menjagamu sampai misi kita kali ini selesai," Nathan tau kalau Haruka saat ini sedang gugup.

Haruka mencoba bersikap santai sambil berusaha melepaskan tarikan Nathan, "Aku tidak gugup kok, mungkin itu hanya perasaan mu saja," balas Haruka santai.

"Benarkah? Lalu kenapa kau berkeringat padahal ini dingin loh?" tanya Nathan.

Nathan menarik Haruka ke pelukannya, Haruka terlihat sangat terkejut dengan apa yang Nathan lakukan, Nathan mengusap punggung Haruka beberapa kali, "Tenanglah, detak jantungmu seperti sedang terkena gempa saja," ledek Nathan.

Percaya atau tidak, setelah Nathan memeluk Haruka dengan hangat, Haruka menjadi lebih tenang dalam seketika. Detak jantungnya pun berdetak secara normal kembali.

Nathan melepaskan pelukannya, "Lebih baik kita makan dulu, sedari tadi kita belum makan," Nathan menggenggam tangan Haruka lalu menariknya menuju ruang makan.

Fiona sudah menyiapkan makanan untuk Haruka dan juga Nathan di meja makan, Haruka duduk di kursi begitupun dengan Nathan, Nathan melepaskan tangan Haruka saat sampai di sana.

Haruka menyimpan kotak pistol di bawah meja, karena tidak mungkin juga jika ia harus menyimpan pistol di sampingnya saat ia akan makan.

"Nanti malam kita akan jalan-jalan menelusuri kota ini," ucap Nathan tanpa menatap Haruka, Nathan sibuk makan.

"Tapikan aku belum lancar bahasa korea," balas Haruka.

Nathan menatap Haruka dengan tatapan datar, "Aku juga tidak bilang kalau kau harus bisa bahasa Korea nanti malam, aku hanya mengajakmu jalan-jalan," ucap Nathan.

"Yah tapikan nanti di jalan kita pasti berpapasan sama orang Korea atau kalau mau makan, mau belanja kan harus pakai bahasa Korea juga," balas Haruka.

"Hey, aku bisa bahasa Korea, lagipula sekarang banyak juga kok orang Korea yang bisa berbahasa Inggris, kita juga perginya ke tempat yang sering di kunjungi turis, pasti banyak yang sudah hafal bahasa Inggris," jelas Nathan kesal.

"Iya," balas Haruka memalingkan bola matanya.

"Seperti kau memang tidak ada saat Tuhan membagikan otak dulu, makanannya bodoh nya tidak pernah bisa sembuh," ledek Nathan melanjutkan makannya.

"Emangnya bodoh penyakit bisa sembuh?" ejek Haruka pelan tak mau Nathan mendengar ejekannya, takutnya kalau dengar bukannya makan mereka malah ribut meributkan masalah sepele.

Beberapa saat kemudian mereka berdua selesai makan, Herry menghampiri Nathan sambil memberikan sebuah kertas putih pada Nathan. Nathan membawa Herry ke ruangan kerjanya di lantai atas, karena ini obrolan yang penting.

Sesampainya di ruang kerja Herry langsung membicarakan informasi yang ia dapatkan hari ini dari beberapa mata-mata yang Herry tugaskan mengikuti beberapa orang yang terlibat dalam penyerangan orang tuan Haruka.

Aku up dua chapter malam ini karena besok aku gak bakalan update, kemungkinan aku up nanti hari rabu, sampai ketemu hari rabu.

1
sakura
..
Andy Mauliana
lucu jugak hihi penasaran ma story othor laennya
Bastard_🗡️
Jepang? mau ke sana
Uink
Luar biasa
Deistya Nur
keren
Karmila
pelayannya baik banget
Karmila
sangat menyentuh
Karmila
sayang nasib haruka
Ira ita
jadi ini tentang Fiona.😧 AQ mencurigai dia yg Dalangin ini
Ira ita
nama namanya agak kurang srek
susi
wow
Hadirah Tungkal
mampir
Deyooooo
ditunggu kelanjutannya Thor yangcseruuu
Deyooooo
sosweet banget Harry sama tasya
Deyooooo
pasti Haruka lagi ngidam
Deyooooo
kenapa Nathan tak membawa piona sebagai Sandra setelah mengetahui bahwa piona anak dari musuh mereka 5 thn yang lalu orang tuanya dibunuh sama Nathan
Deyooooo
benarkan kan tebakan ku piona dan pelicia adalah dalang dibalik semua ini ajang balas dendam pun ahirnya sebentar lagi akan terungkap orang yang dipercaya sama Nathan adalah musuhnya sendiri
Deyooooo
siapa dalang dibalik semua rencana ini kenapa mereka tahu jangan " piona dan pelicia sang ketua mereka musuh dibalik selimut ini
Deyooooo
ada apa dibalik senyuman piona jangan sampai punya maksud lain kakanya Pricilia pegang adik Nathan ,Haruka dipegang pacar Nathan dipegang piona orang penting dalam hidup Nathan ada dalam genggamanya
Deyooooo
benih benih cinta mulai tumbuh di hati Nathan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!