Intan, memiliki sifat pemalu, inscure, dan selalu menghindar dari keramaian. Penampilannya selalu menggunakan kacamata, rambut yang selalu diikat satu, membuat penampilannya terkesan culun. Intan dinikahkan oleh Mama dan Papanya dengan laki-laki narsis, hanya dikarenakan hutang keluarganya. Namun siapa sangka, ternyata hutang adalah sebuah kebohongan agar Intan mau menikah.
Begitu pula dengan sebaliknya, Rifal, pria narsis yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi karena ketampanannya yang membuat kaum hawa ingin menjadi istrinya.
Akankah pernikahan Intan dan Rifal menjadi sebuah keluarga yang harmonis? Setelah semuanya terbongkar, akankah Intan dan Rifal memilih untuk berpisah?
Update tidak menentu, tapi saya akan usahakan untuk update setiap hari😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maililiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesibukan
Pelukan Rifal semakin kencang, tangannya membelai pipi Intan yang putih itu. Menghadapkan wajah gadis itu agar berhadapan dengannya. "I love you, honey."
Rifal langsung menghujani Intan dengan sebuah ciuman. Entah kenapa Intan sesekali membalas ciuman dari Rifal. Saat ciuman itu hendak turun ke leher, tangisan balita menghentikan kegiatan itu. Intar berlari menuju balita yang sedang menangis.
"Cup ... cup ... cup. Ada aunty di sini. Jangan nangis lagi yah." Intan lengsung menggendong balita itu.
Saat sudah sedikit tenang, Rifal menyalakan kameranya untuk mengambil ganbar. "Senyum." Intan tersenyum, begitu pula dengan balita yang ada di pangkuannya, tersenyum dengan ceria setelah puas menangis.
Satu jam lamanya Intan menimang-nimang anaknya Cheryl, tapi entah kemana perginya kedua orang tua balita itu. Rifal yang masih berada di balkon berusaha menghubungi Cheryl, tapi belum ada jawaban. Pikirannya tertuju masa depan mereka nanti jika punya anak.
Keesokan pagi yang cerah, Intan, Rifal, dan sahabatnya serta pasangan mereka kini bersiap pulang ke rumah mereka masinh-masing. Sebelumnya mereka sudah sarapan dengan suasana yang ramai mengingat semalam pesta tahun baru begitu indah. Intan cukup jadi pendengar. Dan kini satu persatu dari mereka sudah melaju menggunakan mobil mereka masing-masing, begitu pula dengan Intan dan Rifal.
...***...
Tiga hari setelah tahun baru, Rifal disibukan dengan kerjaannya. Tugas yang begitu banyak membuat pria itu tidak mengotak-atik ponselnya. Bahkan ia lupa kalau ponsel Intan masih ada pada dirinya.
Selain mengerjakan tugas kantornya, Rifal juga mengurus perjalanan bisnis yang akan ia laksanakan satu bulan lagi. Rifal tidak bisa menghindar dari kerjasamanya dengan mantan calon istri, yaitu Dina. Untuk melepas lelahnya, Rifal berkumpul bersama Kelvin dan Putra.
Jam pulang kantor telah tiba, sebagian karyawan sudah pulang dan sebagiannya lagi sedang berkemas. Sementara itu Rifal masih menatap layar laptopnya. Seharian ini dirinya tidak menatap layar ponselnya, seakan-akan melupakan dunia dan sibuk mencari nafkah. Tapi pada kenyataannya ia masih bujang.
Tepat pukul 18:00, Rifal mengelilingi kantornya, memastikan bahwa seluruh karyawan sudah pulang terlebih dahulu. Semua ruangan benar-benar kosong tanpa ada seorang pun, kini saatnya Rifal pulang dengan membawa tas ranselnya yang berisi berkas-berkas dan dokumen penting yang wajib ia bawa besok.
Sesampainya di rumah, Nahla sudah berdiri menyambut Rifal dengan tatapan mata yang tajam. Membuat pria yang ada di depannya menatap kembali dengan perasaan heran. Ketika Rifal menghadang jalannya menuju kamar, Rifal memutuskan untuk bertanya.
"Bunda kenapa?" tanya Rifal dengan raut wajah yang kelelahan. "Lihat itu Ayah lagi santai, aku capek, Bun," seru Rifal.
"Bunda kangen sama calon menantu bunda. Sudah tiga hari enggak ada kabar," ucap Nahla dengan wajah berbinar. "Bunda juga kangen kue buatan Intan, tolong antarkan bunda ke rumah Intan. Ayahmu enggak mau."
"Nanti aku antar yah, Bun. Aku gerah, pengen istirahat." Rifal mengebas-ngebaskan kemaja yang ia pakai.
Nahla membuka jalan untuk Rifal agar pria itu bisa beristirahat. Sebenarnya bukan Rubin tidak mau mengantarkan Nahla bertemu dengan Intan, tapi itu memang kemauan wanita paruh baya itu. Sesampainya di kamar, Rifal meletakan tas ranselnya pada tempatnya.
Karena benar-benar gerah dan lelah, Rifal langsung menyambar handuknya dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Rifal langsung membaringkan tubuhnya, lalu terlelap dalam mimpi.
Bersambung ....
Jangan lupa like, komen, dan vote. Terima kasih yang sudah mau membaca. Untuk episode kali ini pendek.
merasa paling laki aja klo bgn..😅😅😅
red velvet bukan red valvet
berjibaku bukan bercibaku.
semngat trus nulis ny ya thor