NovelToon NovelToon
Mr. Sinclair Bride

Mr. Sinclair Bride

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Action
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Muse_Cha

Chester, Kapten tim khusus Angkatan Darat yang dingin dan tak tersentuh, terpaksa melangkah ke altar memungut kekacauan yang ditinggalkan Haikal.

Ia membenci situasi ini, membenci kelakuan kakaknya, dan kini terjebak mengikat janji suci dengan wanita yang tak pernah ia inginkan.

Di antara dendam, luka yang belum sembuh, dan kebohongan besar di hadapan publik—mampukah pernikahan paksa ini bertahan saat Haikal kembali menagih apa yang seharusnya menjadi miliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muse_Cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merusak Suasana

"Kalau kamu tidak mau masuk dan menolak pulang..." lanjut Chester penuh penekanan, rahangnya mengetat keras seraya menundukkan kepalanya beberapa inci lebih dekat, "...maka katakan apa yang kamu mau? Aku tentara, Ayyana, bukan cenayang."

Ayyana mendengus pelan mendengar respons yang begitu kaku dari suaminya. Ekspektasinya tentang kepasrahan emosional sang Kapten seketika mentok pada dinding disiplin militer yang amat tebal.

Dengan desahan napas jengkel namun sarat akan keanggunan yang memikat, Ayyana melepaskan jemarinya dari kerah seragam Chester.

"Karakter kaku milikmu itu benar-benar tidak pernah gagal merusak suasana, Kapten," gumam Ayyana halus, menyunggingkan senyum tipis yang dingin namun memikat.

Tanpa menunggu balasan dari pria di hadapannya, Ayyana membalikkan badan.

Gaun sutra navy blue yang melekat di tubuhnya mengayun indah menyapu lantai batu balkon saat ia melangkah lebih dulu meninggalkan Chester yang masih berdiri mematung di bawah pendar rembulan.

Ayyana membelah lorong sepi dan melintasi sudut aula tanpa memedulikan lagi tatapan kagum maupun curiga dari para pejabat VIP.

Langkah kaki mewahnya berbunyi ritmis, langsung mengarah ke luar pintu utama menuju area pelataran parkir tempat SUV hitam mereka bergeming.

Chester menarik napas panjang, menetralkan detak jantungnya yang sempat berpacu kacau, lalu menyusul dengan langkah lebar dan tegap khas seorang komandan.

Begitu tiba di dekat SUV, Chester bergerak cepat membukakan pintu penumpang.

Ayyana melangkah masuk tanpa mengucapkan sepatah kata pun, merapatkan gaun sutranya dan bersandar anggun di kursi.

Chester memutari bagian depan mobil, mendudukkan dirinya di balik kemudi, lalu menutup pintu dengan dentuman berat yang mengunci seluruh riuh rendah acara gala di luar.

Di dalam kabin yang mendadak hening dan sarat akan tensi pekat, Chester menyalakan mesin.

Sebelum memindahkan tuas transmisi, ia melirik ke sisi kiri—menatap garis leher, tulang selangka mulus, dan profil wajah Ayyana yang menatap lurus ke luar jendela.

Mesin SUV hitam meraung halus di tengah keheningan kompleks pangkalan. Chester melepas sabuk pengamannya sendiri, lalu memutar tubuh tegapnya melintasi konsol tengah.

Pria itu mengulurkan tangan kekarnya yang terbungkus sarung tangan resmi, hendak meraih kepala seat belt di samping paha Ayyana seperti yang biasa ia lakukan untuk memastikan keamanan istrinya secara taktis.

Namun, sebelum jemari tebal Chester menyentuh tali sabuk pengaman tersebut, Ayyana mengangkat tangannya.

Secara perlahan dan halus, jemari lentik Ayyana menepis pergelangan tangan Chester, menahan pergerakan sang Kapten tepat di udara.

"Aku bisa sendiri," bisik Ayyana dingin, suaranya halus namun dipenuhi garis batas kaku yang amat jelas.

Chester mematung seketika. Posisi tubuh tegapnya tertahan membungkuk di atas dada Ayyana. Jarak mereka yang hanya terpaut beberapa inci membuat aroma khas vanilla bercampur pendar elegan dari sutra navy blue Ayyana merayapi indra penciuman sang Kapten.

Binar mata abu gelap milik Chester membeku. Otot rahangnya mengetat keras saat menangkap tatapan dingin namun sarat akan rasa jengkel yang terpancar dari mata cokelat Ayyana—sebuah balasan langsung atas sikap kaku khas tentara yang baru saja ia tunjukkan di balkon tadi.

Tanpa melepaskan pandangannya dari mata Chester, Ayyana meraih kepala seat belt-nya sendiri dengan gerakan lambat dan mandiri.

KLIK.

Suara pengunci sabuk pengaman menyatu dengan mekanisme kursi menggema di dalam kabin yang sempit.

"Perjalanan sepuluh menit ke rumah dinas tidak butuh penanganan taktis tambahan dari seorang Kapten, bukan?" menyambung Ayyana santai, lalu memalingkan wajahnya kembali menatap pendar lampu jalanan pangkalan di balik jendela.

Chester menarik tubuhnya kembali ke balik kemudi. Jemarinya mencengkeram lingkar roda kemudi hingga buku-buku jarinya memutih, berusaha menekan gejolak kekesalan dan rasa cemburu posesif yang mendadak makin merayapi dadanya akibat penolakan halus tersebut.

"Kita pulang," ujar Chester kaku, tuas transmisi ditarik tegas. SUV hitam itu melaju kencang membelah kegelapan malam, membawa tensi pekat yang kini kian membakar di antara Kapten dan Nyonya Sinclair.

Hening di dalam kabin SUV hitam itu terasa makin tebal dan berat. Suara deru mesin dan gesekan ban di atas aspal mulus pangkalan menjadi satu-satunya latar belakang di antara mereka.

Chester memfokuskan pandangannya lurus ke jalanan yang diterangi lampu-lampu tiang kompleks militer. Namun, di balik sikap diamnya yang sekeras karang, jalan pikiran sang Kapten berputar kacau.

Penolakan halus Ayyana saat menepis tangannya di jok tadi masih menyisakan sensasi dingin yang mengusik ego posesifnya.

Mobil akhirnya melambat saat memasuki pekarangan rumah dinas bernomor komando khusus. Chester mematikan mesin, membuat suasana di dalam mobil seketika dihantam keheningan total.

Sebelum Ayyana sempat melepas sabuk pengamannya, Chester bergerak lebih cepat.

Ia mematikan lampu kabin, melepas sabuk pengamannya sendiri, lalu memutar tubuhnya sepenuhnya menghadap Ayyana. Di tengah kegelapan kabin yang hanya disirami pendar tipis lampu jalan dari luar, binar mata abu gelap Chester berkilat tajam—memancarkan intensitas dingin yang tak lagi disembunyikan.

"Kamu marah karena jawaban saya di balkon tadi," tegas Chester dengan suara bas yang amat rendah, berat, dan tanpa ragu.

Ayyana menoleh perlahan. Jemarinya yang baru saja menyentuh pengunci sabuk pengaman terhenti. Ia menatap Chester dengan ketenangan memikat yang selalu berhasil membuat pertahanan pria itu berada di ambang batas.

"Marah?" Ayyana menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan sindiran halus. "Tidak, Kapten. Saya cuma menyadari satu hal. Kamu selalu menuntut protokol dan kepatuhan mutlak dari saya di depan orang banyak, tapi saat kita hanya bertiga dengan malam... kamu memilih bersembunyi di balik gelar tentaramu."

Rahang Chester mengetat keras hingga otot-otot di sepanjang lehernya menegang kuat. Perkataan Ayyana menusuk tepat di titik terlemah pertahanannya—fakta bahwa ia memang selalu kewalahan menangani emosinya sendiri setiap kali berada di dekat Ayyana.

Tanpa aba-aba, Chester mengulurkan tangan kekarnya. Jarinya melepas kunci sabuk pengaman Ayyana dalam satu gerakan cepat, lalu dengan dominasi mutlak yang tak bisa dibantah, ia mencengkeram lembut tengkuk Ayyana—menahan wanita itu agar tetap menatapnya dari jarak yang teramat dekat.

Hembusan napas hangat Chester yang berat dan terengah menerpa langsung bibir dan tulang selangka Ayyana.

"Saya tidak pernah bersembunyi dari kamu, Ayyana," bisik Chester dengan suara bas yang teramat serak dan kaku, binar matanya mengunci penuh rasa kepemilikan mutlak. "Dan kalau kamu pikir saya tidak tahu apa yang kamu inginkan malam ini... kamu salah besar."

Ayyana tidak membiarkan cengkeraman tangan Chester di tengkuknya bertahan lebih lama.

Dengan satu gerakan cepat namun teratur, jemari lentiknya terangkat dan menepis pergelangan tangan sang Kapten untuk kedua kalinya.

Sensasi dingin dari penolakan itu memutus dominasi Chester di udara seketika.

Tanpa memberi jeda bagi Chester untuk merespons, Ayyana meraih tuas pintu SUV hitam tersebut, menariknya hingga terdengar bunyi kunci terlepas, lalu mendorong pintu keluar.

Ayyana turun dari mobil dengan keanggunan mutlak.

Gaun sutra navy blue berpotongan rendah yang melekat di tubuhnya meluncur turun menyapu lantai pekarangan rumah dinas.

Tanpa menunggu Chester memutari bagian depan mobil untuk menjalankan protokol perwira yang biasa ia lakukan, Ayyana melangkah mandiri menaiki anak tangga teras.

Suara ketukan heels-nya berbunyi tegas di tengah kesunyian malam pangkalan, meninggalkan Chester yang masih terduduk kaku di balik kemudi dengan rahang yang mengetat keras.

Binar mata abu gelap Chester membeku di tengah kegelapan kabin.

Refleks kepemilikan dan ego posesif sang Kapten seketika dihantam rasa gusar yang teramat pekat saat melihat istrinya melangkah masuk ke dalam rumah tanpa memedulikan kehadirannya lagi.

Chester mendorong pintu SUV dengan benturan berat, melangkah lebar membelah pekarangan, dan menyusul Ayyana tepat saat wanita itu mendorong pintu utama rumah dinas mereka.

"Ayyana," tegur Chester dengan suara bas yang amat rendah, berat, dan dipenuhi rasa frustrasi kaku yang tak lagi sanggup ia sembunyikan.

1
YuWie
lhaaa begitu ternyata mbak kendall
IceQueen
mulai muncul nih gangguan2 dedemit/Smug/
karina
guaaaa suka bangetttt cerita nyaa aaaaa baperr bangett 🤣
Muse_Cha: makasihhh ya kak 😍😭
total 1 replies
IceQueen
mulai muncul serangan fajar
Muse_Cha: serangan ayya ini kak 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
porak poranda sudah hati Chester 🤣
Muse_Cha: kalah bom molotov ya😭
total 1 replies
IceQueen
selalu ada aja gebrakan dari ayyana🤣
Muse_Cha: ini dia si kancilll🤭
total 1 replies
YuWie
wah wahhh.... masih kita tunggu action mu yg lebih berani kapt..
Muse_Cha: jabatan doang kapten ya, ama istri sendiri cemen🤭
total 1 replies
YuWie
gagal kapt..hukumanmu ke ayyana
Muse_Cha: kurang beruntung, silahkan coba lagi besok😄
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wkwkw Chester 🤣bikin Ayana hamil Chester biar kalo si pecundang kembali ga bisa ngrebut ayana🤭
Muse_Cha: pelaaaaaaan pelaaaan pak sopiiiiir🤣🤭
total 1 replies
YuWie
walahh..kupikir akan terjadi hal yg iya2... btw rambutbayyana hitam atau coklat kak thor..
Muse_Cha: iya² nya delay ini😶‍🌫️cokelat kak. makasih yaa🙏
total 1 replies
YuWie
nah lho..
YuWie
sik, aku gak salah baca kan..perkawinan ayyana dan cester sdh berapa lama..kenapa ayy tanya ke jacob..kemana haikal menghilang 2th lalu?
YuWie
dasar kanebo..dikasih sinyal2 gak paham..memang harus dijelaskan secara gamblany ayy..biar mudeng tuj si kapten
YuWie
semangat kak..aku aja baru nemu cerita cester dan ayyana kemaren..
YuWie
maniss dikit.. terus ayy..buat suamimu makin salting dan akhirnya bucin akut
YuWie
goda goda aja terus itu suami mu ayy...
YuWie
kapan manis2 nya tho kapten...
YuWie
sdhh terima aja kapt..ayyana kan mmg istrimu
YuWie
jar kan saja si kapten ya Ayy..biar berjuang mendapatkanmu dan lepas dr bayang2 haikal
YuWie
skrg baru bertahta dipikirannya..tambah hari tambah takluk..asyik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!