NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30. TEROR KECANTIKAN RATU AWAN

Matahari pagi di awal bulan September belum sepenuhnya naik ketika Kediaman Duke Dravenhart sudah berubah menjadi zona militer tingkat tinggi. Bukan karena ancaman serangan pasukan perbatasan utara atau faksi rahasia Raja Lucien, melainkan karena satu agenda besar yang jauh lebih mendebarkan bagi kaum wanita di puri ini: Pesta Dansa Agung di Istana Agung Valdoria malam ini.

Di dalam kamar utamanya, Virelia merasa seolah-olah ia sedang menjalani hukuman buang di kamp pelatihan militer paling kejam di dunia.

Sejak pukul enam pagi, Elaine bersama tiga pelayan senior dan dua penata busana istana yang didatangkan khusus telah menyerbu kamarnya. Meja rias yang biasanya bersih kini dipenuhi oleh puluhan botol minyak esensial bunga mawar liar, bubuk mutiara utara, sisau gading, hingga korset baja bertulang ganda yang terlihat seperti alat siksa abad pertengahan.

"Tahan napas Anda sedikit lagi, Yang Mulia! Kita harus memastikan siluet gaun malam beludru hitam ini pas sempurna di pinggang Anda!" seru Elaine dengan wajah penuh keringat, menarik tali korset di punggung Virelia dengan kekuatan penuh.

Virelia melirik bayangannya di cermin besar dengan tatapan jengkel.

"Elaine, kau menarik tali itu terlalu kencang! Aku ini mau pergi ke pesta dansa untuk membuat keonaran, bukan mau dibelah menjadi dua bagian!" protes Virelia dengan nada ketus, mendesis pelan saat tulang rusuknya tertekan korset ketat.

Elaine sama sekali tidak bergeming. Gadis pelayan itu justru semakin memperketat ikatannya, lalu tersenyum lebar penuh kemenangan.

"Tidak ada kompromi soal penampilan malam ini, Yang Mulia! Meskipun nanti di istana Anda berencana melempar kue tart ke wajah Raja Lucien atau berteriak pada lampu gantung kristal, setidaknya Anda harus menjadi wanita paling memukau dan paling cantik di seluruh aula dansa!" jawab Elaine tegas, menyeka peluh di dahinya dengan punggung tangan.

Virelia memutar bola matanya malas. Ia mendesah panjang, menopang dagunya dengan sebelah tangan. "Kalian ini benar-benar berlebihan. Untuk apa berdandan secantik ini kalau tujuanku datang ke sana adalah untuk berbuat gila? Lagi pula, reputasiku di mata para bangsawan istana sudah hancur sebagai seorang putri gila yang hobi melempar patung bebek porselen."

Mendengar ucapan itu, Elaine menghentikan kegiatannya sejenak. Ia berkacak pinggang, menatap sang Duchess dengan dagu terangkat bangga.

"Dengar ya, Yang Mulia Duchess Virelia Dravenhart. Biar gila atau tidak gila, Anda tetaplah seorang Duchess dari keluarga pahlawan perang terbesar di Valdoria. Dan di bawah asuhan saya, seorang Duchess tidak boleh terlihat berantakan! Mau Anda nanti menggigit telinga menteri keuangan atau melompat-lompat di atas meja makan, Anda akan tetap dicap sebagai Duchess gila yang tercantik di muka bumi!" ucap Elaine dengan nada sok serius ala pengasuh kerajaan.

Para pelayan di belakang Elaine langsung mengangguk-angguk setuju dengan kompak, mengibaskan kain sutra merah tua yang akan dijadikan selendang tambahan.

Virelia terperangah. Mulutnya sedikit terbuka. Ia menatap staf pelayannya dengan rasa tidak percaya.

Astaga, bahkan pelayan-pelayanku sendiri kini sudah merestui kegilaanku dan justru mendukungku tampil cantik saat berbuat onar! Dunia ini sudah benar-benar ikutan gila, batin Virelia histeris.

Melihat ritual kecantikan yang semakin mengerikan, seperti rencana mereka yang ingin menaburkan serbuk kelopak bunga lavender beraroma tajam ke rambut pirang Duchess mereka, Virelia tahu ia harus segera mengambil tindakan penyelamatan diri.

Gadis itu melirik ke arah jendela kamar yang terbuka lebar, menghadap langsung ke arah taman samping puri. Jaraknya tidak terlalu tinggi dari lantai dua.

Kalau aku melompat sekarang lewat dahan pohon ek itu, aku bisa kabur ke markas Black Dawn sebelum mereka sempat memakaikan sepatu hak tinggi ini, pikir Virelia cepat.

Dengan gerakan kilat seorang pembunuh profesional, Virelia tiba-tiba berdiri dari kursi rias, mengabaikan gaun setengah jadi yang melilit tubuhnya, dan langsung melesat lari terbirit-birit ke arah jendela.

"Eh?! Mau ke mana, Yang Mulia?! Tahan! Rambutnya belum disanggul!" pekik Elaine kaget setengah mati melihat kelakuan sang Duchess.

"Dadah, Elaine! Sampaikan salamku pada bebek porselen!" teriak Virelia girang, langsung menaiki kusen jendela, bersiap melompat ke dahan pohon ek di luar.

Namun, rekor pelarian kilat sang ketua pembunuh bayaran malam itu harus patah di tangan pelayannya sendiri.

Sebelum kaki Virelia sempat meninggalkan kusen, dua orang pelayan senior berbadan gempal yang sudah berpengalaman menghadapi 'kegilaan' sang putri dengan sigap melompat maju, menarik kembali gaun Virelia, dan membanting tubuh sang Duchess pelan namun pasti jatuh kembali ke atas karpet empuk.

"Tertangkap!" seru kedua pelayan itu serempak dengan napas tersengal-sengal.

"Sialan! Lepaskan aku! Aku harus pergi menyelamatkan diri dari siksaan besi korset ini!" rontok Virelia protes, meronta-ronta di lantai seperti anak kecil yang tidak dibelikan permen.

Elaine berjalan mendekat berkacak pinggang dengan senyuman penuh kuasa seorang diktator kecantikan. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dramatis, lalu membungkuk menatap Virelia yang masih berbaring di lantai karpet.

"Wah, wah, sepertinya gejala halusinasi dimensi bebek Yang Mulia kambuh lagi karena ketakutan menjelang pesta dansa. "Mari, Yang Mulia. Jangan melawan. Kalau Anda terus meronta, nanti bebek di kerjaan awan bisa marah dan menculik sepatu kaca Anda," ucap Elaine dengan nada akting yang begitu natural, nada suara persis seperti seorang perawat rumah sakit jiwa yang sedang menghadapi pasiennya.

Virelia mendadak membeku di lantai. Ia menatap Elaine dengan mata terbelalak lebar.

Tunggu, kenapa sekarang justru Elaine yang sengaja memancingku untuk bertingkah gila?! Kenapa dia malah meladeni omong kosongku dengan gaya seperti itu?! Aku jadi merasa gila sungguhan! batin Virelia, kepalanya mendadak pusing tujuh keliling merasakan ironi tingkat tinggi ini.

Perasaan 'benar-benar gila' mendadak menghantam kepala Virelia. Karena tidak punya pilihan lain untuk keluar dari situasi absurd ini, Virelia akhirnya menyerah pada alur permainan Elaine. Ia mendadak mengubah ekspresinya menjadi kosong, tertawa kecil bernada melengking, lalu menunjuk-nunjuk langit-langit kamar.

"Hahaha! Betul kata pelayan bebek berbulu domba! cacing sedang membawa kue cokelat! Cepat pakaikan gaunku sebelum kuenya mendarat di atas lemari pakaian!" teriak Virelia histeris, sengaja berguling-guling di atas karpet mahal dengan gaya berlebihan.

Melihat sang Duchess kembali 'mengamuk' dengan gaya halusinasi tingkat tinggi, Elaine dan para pelayan justru bertepuk tangan riang gembira seolah-olah mereka sedang merayakan ulang tahun.

"Bagus sekali, Yang Mulia! Nah, sekarang mari kita berdiri dan lanjutkan pemasangan hiasan mutiara di rambut Anda!" perintah Elaine penuh semangat komando militer.

Aku menyerah, Elaine lebih tangguh dibandingkan monster perbatasan, batin Virelia yang kini benar-benar menyerah untuk melarikan diri.

Kediaman Duke Dravenhart sepanjang siang itu benar-benar berubah menjadi arena sirkus yang meriah dan penuh kekacauan yang menyenangkan. Suara tawa pelayan, teriakan protes palsu Virelia, dan keributan persiapan busana menggema di seluruh koridor sayap timur, menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu hangat dan hidup.

Menjelang sore hari, di ruang kerja pribadi lantai bawah.

Duke Kael Dravenhart sedang berdiri di dekat jendela besar, mengenakan setelan jas formal berwarna hitam legam dengan lencana kehormatan emas berkilauan di dada kirinya. Rambut hitamnya disisir rapi ke belakang, memancarkan aura ketampanan yang dingin, berwibawa, dan mematikan.

Julian melangkah masuk ke dalam ruangan membawa sebuah map laporan terakhir, lalu berhenti beberapa langkah di belakang sang atasan.

"Yang Mulia, persiapan pengamanan di sekitar Istana Agung sudah kita atur sesuai rencana. Pasukan bayangan kita akan menyamar menjadi pelayan istana dan penjaga gerbang, memastikan tidak ada celah bagi pasukan Raja untuk melakukan penyergapan mendadak," lapor Julian dengan nada formal.

Kael mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari pemandangan taman di luar.

"Bagus. Pastikan juga jalur evakuasi di sayap utara istana bersih. Aku tidak ingin ada satu pun risiko yang bisa membahayakan keselamatan Virelia," sahut Kael.

Julian tersenyum tipis. "Omong-omong soal Yang Mulia Duchess, kediaman kita sejak pagi tadi benar-benar mirip pasar malam. Dari lantai dua terus terdengar suara teriakan tentang kerajaan awan, kue krim, dan patung bebek porselen. Elaine dan para pelayan bahkan sempat berlari heboh karena Duchess mencoba kabur lewat jendela."

Mendengar cerita itu, sudut bibir Kael terangkat membentuk senyuman geli yang amat lembut. Bayangan tentang istrinya yang meronta-ronta menolak dipakaikan gaun pesta sementara Elaine dengan sabar meladeni kegilaannya membuat dada sang panglima perang dipenuhi oleh kehangatan yang luar biasa.

"Dia memang tidak pernah berhenti membuat kejutan," gumam Kael pelan, ada nada bangga dan gemas di dalam suaranya.

Tepat saat itu, suara langkah kaki yang anggun namun tegas terdengar mendekati pintu ruang kerja.

Kael dan Julian menoleh secara serempak ke arah pintu.

Daun pintu kayu jati terbuka perlahan.

Dan seketika itu juga, napas Julian tertahan di tenggorokan, sementara Kael merasa dunia di sekelilingnya mendadak berhenti berputar.

Di ambang pintu, berdiri Virelia.

Gadis itu tampil begitu memukau hingga membuat siapa pun yang melihatnya kehilangan kata-kata. Ia mengenakan gaun malam berpotongan ball gown berbahan beludru hitam pekat yang berkilauan lembut setiap kali terkena pantulan cahaya lampu.

Desain gaun itu menonjolkan bentuk pinggangnya yang ramping berkat korset ketat, dengan aksen sulaman benang perak berbentuk pola rasi bintang di sepanjang rok panjangnya.

Rambut pirangnya yang panjang disanggul setengah ke atas dengan hiasan jepit rambut berbutir mutiara utara, sementara beberapa helai anak rambut tergerai bebas membingkai wajah cantiknya yang dipoles riasan natural namun menonjolkan sorot mata yang tajam, dingin, dan memesona.

Tidak ada lagi topeng Putri Gila yang berantakan. Tidak ada lagi jubah hitam Raven. Di hadapan mereka malam ini berdiri seorang ratu kegelapan yang anggun, berbahaya, dan luar biasa cantik.

Elaine berdiri di belakang Virelia dengan senyuman lebar penuh kepuasan seorang seniman agung yang baru saja menyelesaikan mahakaryanya.

Virelia menatap Kael yang berdiri mematung di dekat jendela. Ia mengangkat sedikit ujung rok gaunnya, lalu tersenyum miring, sebuah seringaian tipis khas Raven yang bercampur dengan aura anggun seorang bangsawan tinggi.

"Bagaimana, Duke? Apakah penampilan 'istri gilamu' ini sudah cukup memenuhi standar untuk menghancurkan istana malam ini?" tanya Virelia dengan suara merdu yang memabukkan, melangkah masuk mendekati suaminya.

Kael tertegun sejenak, sebelum akhirnya sebuah senyuman paling memesona dan penuh kekaguman terukir di wajah tampannya. Pria itu melangkah maju menyambut sang istri, mengulurkan tangan kanannya dengan penuh kebanggaan.

"Kau bukan hanya memenuhi standar, Virelia. Kau adalah pemandangan paling indah dan paling berbahaya yang akan menginjakkan kaki di istana malam ini," ucap Kael saat ia merengkuh pinggang ramping istrinya dengan lembut, mengecup punggung tangan gadis itu penuh cinta.

Julian, yang berdiri tidak jauh dari mereka, buru-buru membuang muka sambil berdehem kecil, merasa silau oleh kemesraan pasangan suami istri tersebut di tengah persiapan perang kudeta.

Dan di dalam hati kecil Kael maupun Virelia, satu hal telah dipastikan: malam purnama di Istana Agung Valdoria tidak akan pernah sama lagi setelah malam ini.

1
sweet escape
Waduuuh d kasih seneng2 eh sekrg d kasih tegangnya🫠🫠🫠🫠🥹duke dan duchess😱
sweet escape: 😱 oemji kak wkwkw
total 2 replies
sweet escape
Yang satu sembuh, eh pasien lain tumbuh kembang😂😱😱
Archiemorarty: Iya juga lagi lah 🤣
total 1 replies
Septi Wijaya
akak oThor nih... mereka lagi hangat hangatnya kok dikasi ulet bulu siiichh
Archiemorarty: soalnya ulet bulu ada dimana mana 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
ujian cinta dataaanggg
Archiemorarty: Hahaha 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
lanjuttt dong..
Eli Rahma
wahhh kemajuan nih ..siRatu awan kiss duluan..apa gk jumpalitan tuh si Kael..😅
Archiemorarty: Minta saru kerajaan langsung dikasih kayaknya sama Kael 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
tapiiii senangkaaann...😅
Archiemorarty: Dalam hati mah aghhhh...dia 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
kayak emak² ngomelin anaknya pergi kencan..😅
Archiemorarty: iya juga yak 🤣
total 1 replies
Ayu Padi
keren ..selalu di tunggu Up ny ...💪💪💪
Archiemorarty: Asiap kakak...makasih udah baca ceritanya kak, happy reading sampai akhir cerita ya 🥰
total 1 replies
mimief
pengalaman hidup yg pait
menjadikan aku lebih tegar dan terlihat serba bisa .
siapapun yg selalu didorong kepinggir jurang setiap saat,pastinya mekanisme perlindungan diri nya lebih aktif 🥹🥹
Archiemorarty: Benarrr...😭
total 1 replies
mimief
thats my girl 😍😍😍
mimief: wkwkwkwkw
bacanya langsung bernada yaaa
total 2 replies
mimief
aku...pernah baca sebuah komik yg Ampe sekarang berkesan bgt dialog nya
" menjadi seorang perempuan harus serba bisa
bahkan ketika kita memakai gaun yg cantik,kita harus bisa berdiri tegak di dalam sebuah pertempuran."
mimief: salah satu komik fav ku Thor
kisahnya luar biasa😍
total 2 replies
mimief
nah tu liat jul
ratu awan lu
Elaine mana?
syok ga liat boneka Barbie nya bisa begitu🤣🤣🤨
mimief: kejang kejang ga dia
ratu awan nya bisa swaag🫣🤣😍
total 2 replies
mimief
ya ampuun
sweet banget si mereka😍😍
mimief
mulut mu jul..
dah kayak Mak Mak komplek
pas bgt itu🤣🤣
mimief: masalahnya tapi bener🫣🤣🤣
total 2 replies
mimief
buahahahahaha..
ga usah malu
bangga donk ah
ajaran siapa itu🤣🤣🤣
Archiemorarty: Kata Varelia : bukan aku 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
uluuhhh...srigala perang ini udah kecanduan pipi si Ratu awan..😅
Archiemorarty: ya kan 🤭
total 3 replies
mimief
hei...anda jangan cuci tangan
gara gara siapa tu woiiii🫣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Pinter kali emang mereka itu 🤣
total 1 replies
mimief
kan kan🫣🤣🤣.cuman Elaine doank yg berani nyela julian🥹🥹🥹
lama lama virusnya akan kah nyampe ke Julian???🤨
Archiemorarty: Bisa jadi ini 😎
total 1 replies
mimief
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🫣
othor.....tolong
kok lebih menjiwai mereka si
aku jadinya percaya sama siapa???
🫣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Jangan percaya sama isi puri Duke, terutama Duke nya sendiri 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!