Diana melihat suaminya mencium atasannya di mobil, kala hujan deras di depan rumah. Alih-alih minta maaf, Geo malah menceraikan Diana saat istrinya itu minta penjelasan. Bahkan kedua orang tua Geo menghina dan mengusir Diana dari rumah itu.
Tak hanya itu, Sandra wanita selingkuhan suaminya, yang ternyata adalah salah satu putri orang terpandang di kota itu, membayar orang untuk membakar toko orang tua Diana. Memaksa Diana mempercepat perceraian dan menyerahkan hak asuh anak mereka pada Geo.
Saat Diana merasa sangat putus asa dan terpuruk, karena tak punya sepeser pun untuk membayar biaya rumah sakit ibunya dan operasi ayahnya. Seorang pria datang mendekat dan berkata,
"Kamu Diana kan? mau menikah denganku? aku akan bayar semua pengobatan ayah dan ibumu. Juga mengambil kembali hak asuh putrimu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Di salah satu taman kecil yang ada di belakang perusahaan. Sandra tampak meluapkan emosinya disana. Kedua tangannya berada di pinggang. Bahunya naik turun dengan sangat cepat, dan wajahnya merah padam.
Pemandangan yang dia lihat barusan membuatnya seperti terbakar. Wanita yang dengan mudah dia kalahkan, setidaknya dia berpikir seperti itu. Suaminya sudah dia ambil dengan sangat mudah. Dia berpikir kalau wanita itu akan terpuruk, dan dia akan menang.
Tapi, pada akhirnya. Sandra bahkan tidak merasakan kepuasan itu terlalu lama. Dia sudah keluar banyak uang. Berkali-kali dimarahi ayahnya karena menikahi pria yang hanya tampan tapi tidak memiliki kemampuan apapun.
Dia sudah keluar banyak uang untuk menghancurkan Diana. Tapi wanita itu malah jadi istri bosnya. Dia sungguh tidak bisa menerima semua ini.
"Agkkkkkk!"
Pada akhirnya, emosinya tidak bisa dia tahan lagi. Sandra berteriak. Untung tempat itu cukup berisik, cukup ramai dengan suara mesin perusahaan. Dan juga suara kendaraan yang lewat di balik dinding tinggi perusahaan. Jika tidak, mungkin semua orang akan terkejut dengan suara teriakan Sandra itu.
Sangking marahnya, sangking emosinya, Sandra sampai mengeluarkan air matanya. Matanya membelalak dan merah, air matanya mengalir begitu saja. Pada akhirnya, obsesinya membuatnya menikahi pria yang tidak punya apa-apa. Tapi wanita yang dia hancurkan malah menikahi pria yang punya segalanya.
Ravi membawa istrinya ke ruangan CEO perusahaan. Bahkan pria itu melepaskan sepatu hak tinggi istrinya dan menggantinya dengan sandal rumah yang dia minta John siapkan.
Diana awalnya menolak, dia pikir dia bisa melakukannya sendiri kalau hanya pakai sandal saja. Tapi, Ravi tetap bersikeras melepaskan sepatu itu sendiri, dan memakaikan sandal sambil berlutut di depan Diana.
"Jangan ambil kesempatanku untuk bisa memperhatikan istriku. Aku sudah menunggu 8 tahun untuk bisa melakukan ini!" gumam Ravi pelan.
Diana tertegun diam, dia tentu saja mendengar semua yang dikatakan Ravi tadi.
"Mas, mas bilang apa? apanya yang 8 tahun?" tanya Diana.
Ravi mendongak melihat wajah istrinya yang terlihat bingung itu. Diana yang ditatap dengan sangat lembut namun intens itu sedikit bergetar matanya, tapi tidak sampai membuatnya berkedip. Diana sungguh penasaran, dengan apa yang dimaksud oleh Ravi.
Ravi menghela nafas perlahan, dia meraih tangan Diana.
"Kita pernah bertemu sebelumnya? kamu benar-benar tidak ingat?" tanya Ravi dengan tatapan yang masih sama, begitu lembut dan penuh cinta.
Diana sebenarnya cukup terkejut, tapi dia berusaha mengingatnya. Kapan kira-kira dia bertemu dengan Ravi. Pria tampan, kaya raya seperti Ravi. Tidak mungkin untuk tidak bisa diingat kan?
Tapi, setelah beberapa saat mencoba mengingat, Diana tetap saja tidak bisa ingat. Diana hanya diam, dia sungguh tak ingat kapan dia bertemu dengan Ravi sebelum di rumah sakit beberapa waktu yang lalu itu. Yang dia yakini sebagai pertemuan pertamanya dengan Ravi.
Ravi tersenyum tipis, Diana masih diam. Dia yakin kalau istrinya itu memang tak ingat kapan pertama kali mereka bertemu.
"Diana, kamu ingat saat kita kuliah?"
Saat Ravi bertanya seperti itu, Diana makin mengernyitkan keningnya. Dia sungguh tidak ingat pernah satu kampus dengan Ravi.
"Kuliah? kamu juga kuliah di kampus Techno College?" tanya Diana.
Ravi mengangguk dengan lembut.
"Iya, kamu ingat pernah bertemu dengan seorang mahasiswa yang hanya pakai kaos dan celana biasa dengan tas lusuh di punggungnya?"
Ucapan Ravi sampai membuat tangan Diana bergetar. Memangnya ada hal seperti itu? dia juga bukan mahasiswa dari keluarga yang mampu. Tapi, dia merasa tidak tega saja mendengar apa yang dikatakan Ravi. Tas lusuh? benarkah dia pernah bertemu dengan mahasiswa seperti itu?
"Masih belum ingat ya?" tanya Ravi sambil tersenyum.
"Baiklah, aku akan ceritakan bagaimana kejadiannya saat itu!" kata Ravi yang segera beralih ke samping Diana, tapi tetap menggenggam kedua tangan Diana yang duduk di sampingnya.
Diana masih memperhatikan dengan seksama.
"Sore itu di minimarket yang ada di samping kampus. Seorang pria membeli sebuah bento yang biasanya harganya hanya 10 ribu. Tapi hari itu, tinggal yang lauknya ikan. Harga nya 15 ribu, pria itu mundur. Kebetulan kamu berada di antrian kasir di belakang pria itu. Ketika pria itu keluar, kamu memanggilnya..."
Mata Diana melebar, dia mulai mengingatnya.
"Kamu bilang kamu terlanjur beli dua bungkus bento itu. Ada sebotol jus buah juga. Bahkan kamu memberikan pria itu kartu makan yang bisa dia pakai 3 bulan. Kamu bilang kamu tidak suka makanan kantin kampus. Kamu memberikan padaku kartu makan itu. Lalu kamu lari begitu saja!"
Diana masih terdiam, itu sudah lama sekali. Dia saat itu berpikir hanya membantu seseorang tanpa imbalan dan pamrih apapun.
"Aku mengingatnya Diana, karena kartu makan itu, aku bertahan dan mendapatkan beasiswa sampai kuliah di luar negeri. Sayangnya ketika aku kembali, dan orang yang ingin aku temui pertama kali adalah kamu. Tapi, kamu sudah menikah...!" kata-kata itu tertahan begitu saja.
Diana benar-benar tak menyangka. Tapi kemudian dari diam Ravi kembali tersenyum dan menggenggam tangan Diana semakin erat.
"Tapi aku menunggu mu, aku terus melihatmu dari jauh. Di rumah sakit, saat kamu melahirkan. Aku juga ada disana, saat kamu mengalami kesulitan apapun, aku ada di sana Diana!"
Mata Diana berkaca-kaca, sebenarnya dulu ketika dia melahirkan. Ruangan bersalin di ruang sakit paling dekat dengan rumahnya itu penuh. Tapi entah bagaimana, bahkan ada bidan dari luar rumah sakit yang menyiapkan ruangan khusus dengan segala macam peralatan medis yang sangat canggih. Hingga kelahiran Chia menjadi sangat lancar.
Ternyata, ada campur tangan Ravi di sana. Rasanya Diana memang tidak pernah mendapatkan kesulitan berarti di luar. Selalu ada yang membantu. Ternyata semua itu campur tangan Ravi.
Diana meneteskan air matanya, bagaimana bisa ada orang seperti itu. 8 tahun hanya melihat dari kejauhan, tapi selalu membantu Diana. Bagaimana perasaannya? bagaimana dia bisa sebaik itu? Diana pun jadi terisak. Rasanya sedih sekali membayangkan bagaimana Ravi menahan semua ini.
Namun, Ravi malah terlihat panik ketika Diana terisak.
"Sayang, kenapa? apa aku mengatakan sesuatu yang menyakiti mu. Maafkan aku, aku..."
Grepp
Diana memeluk Ravi yang duduk di sampingnya.
"Bagaimana kamu bisa begitu baik padaku, mas? terbuat dari apa hatimu?" tangis Diana benar-benar pecah.
Bagaimana ada pria seperti Ravi. Bagaimana bisa ada orang yang rela menunggu selama itu, berniat sebanyak itu tanpa menunjukkan dirinya. Kenapa ada orang yang bisa tahan melihat wanita yang dia cintai bahkan tak pernah melihat ke arahnya. Tapi dia tidak pernah bosan menunggu dan membantunya, kenapa bisa ada orang seperti itu?
***
Bersambung...
tp puas siih ,, akhirnya semua org mendapat balasan yg setimpal sesuai ap yg mereka perbuat ,,
ad yg makin bahagia ,, ad pula yg malah terpuruk ,,
makasih buat cerita ny yx kak ,,
sukses buat karya terbaru ny kak ,,
kok kyk terburu buru kah?
tapi begitulah kalau kita sudah termakan nafsu duniawi semua nya akan berakhir tragis pada akhirnya.
terimakasih atas cerita indah nya Thor 😍🫰
semoga lekas pulih kembali
semangat berkarya
ditunggu karya selanjutnya 🫰
kyk artis yg Ono juga ntar..anggep perempuan yg baru dikenalnya paling lembut dan sempurna sampe sebegitu nya ngotot nyerein istri nya.
karma datengnya ga pernah salah alamat
selamet yeee🫣
boleh bikin slametan ga si kita
atas pemecatan mereka
ehhh,ga boleh ya senang diatas penderitaan orang lain🤣🤣🤣..
KA Noer up nya jangan lama lama🥹🥹🥹
lanjut kak
melihat mu dari jauh bersamanya.
walaupun pasti ku akan cemburu...
tapi pastikan kau jangan kemana-mana ...
aku merindu.
ku yakin kau tau
tanpa batas waktu...
ku terpaku...
akh meminta
walaupun tanpa kata
cinta berupaya
jiaaaah jadi nyanyi🤣🤣🫰