NovelToon NovelToon
Kepincut Cinta Mas Duda

Kepincut Cinta Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: AzZura02

Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.

Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.

Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.

Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30 - Lo Gapapa?

Sheyra menatap punggung Alvaro yang berjalan menjauh. Cowok itu keluar dari ruang kelas setelah berdebat dengan beberapa orang. Setelah kepergian Alvaro, seluruh orang yang ada di dalam kelas menjadi berisik. Mereka saling bertanya-tanya untuk memastikan sesuatu yang baru mereka dengar. Mereka tidak bisa menutupi kerterkejutannya. Beberapa orang mulai berbicara tentang Alvaro lagi seolah senang mendapatkan bahan gosip baru.

Sheyra tersenyum kecut menyadari semuanya. Apa kehidupan pribadi orang lain adalah suatu hal yang patut untuk dibicarakan? Tentu tidak. Sheyra merasa kesal. Padahal Alvaro tidak pernah mengusik kehidupan pribadi orang lain. Tapi mengapa ia harus diusik seperti ini?

Sheyra merasa sangat khawatir. Alvaro pasti sangat sedih sekarang. Bagaimanapun juga ia harus melihat dan memastikan bahwa Alvaro baik-baik saja sekarang. Apa yang terjadi hari ini pasti tidaklah mudah bagi cowok itu.

Sheyra hendak meninggalkan tempatnya berdiri. Namun Keisha segera menahan lengan Sheyra, “Eh mau kenapa Shey? Bentar lagi matkul dimulai loh.” kata Keisha sambil melirik jam dinding. “Cuman tinggal lima menit lagi.” tambahnya memperingatkan.

Dengan lembut Sheyra melepaskan genggaman tangan Keisha dari lengannya. “Gue mau keluar sebentar Kei. Kebelet pipis.” ujarnya memberi alasan agar sahabatnya membiarkannya pergi.

“Tapi cepet balik ya sebelum matkul mulai. Okay?” pinta Keisha.

Sheyra tidak menjawab. Gadis itu hanya mengangguk kecil lalu segera berlari keluar kelas. Matanya menelusuri lorong di depannya. Sesekali ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Memastikan dengan seksama untuk menemukan seseorang yang tengah ia cari.

“Pergi ke mana ya?” gumam Sheyra bertanya pada dirinya sendiri. Ia mempercepat langkahnya. Dalam hati ia berharap akan melihat orang itu.

Sheyra berhenti mendadak. Ia terdiam ketika matanya menangkap sosok Alvaro yang tengah duduk di bangku taman. Sheyra menghela nafas lega. Senyum tercetak jelas di sudut bibirnya. Syukurlah ia sudah menemukan seseorang yang sedang ia cari. Ya, dia adalah Alvaro.

Tak butuh waktu lama, Sheyra segera berjalan cepat mendekati Alvaro yang tengah seorang diri. Sheyra berdiri tepat di depan cowok itu namun sepertinya cowok itu belum menyadari keberadaannya. Entah apa yang sedang Alvaro pikirkan. Alvaro hanya terlihat sedang menunduk seolah pikirannya sedang penuh.

”Al?” panggil Sheyra pelan. Lewat satu kata itu, Alvaro langsung mendongak.

Mata Sheyra dan Alvaro bertemu. Untuk beberapa saat mereka terdiam, tidak berkomentar. Hanya saling memandang satu sama lain dengan pemikiran mereka masing-masing. Sheyra menatap Alvaro dengan tatapan khawatir. Ia ingin tau bagaimana keadaan Alvaro sekarang. Sedangkan Alvaro menatap Sheyra dengan penuh pertanyaan. Mengapa gadis itu ada di sini?

“Kok di sini?” sebuah kalimat terucap dari bibir Alvaro. Cowok itu menatap Sheyra dengan tatapan bingung. Apa gadis itu menyusulnya ke sini?

Sheyra tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. “Al, lo gapapa?” tanya Sheyra mengabaikan pertanyaan dari Alvaro untuknya. Yang terpenting sekarang ia harus memastikan keadaan Alvaro. Memastikan bahwa cowok itu baik-baik saja.

Ekspresi apa itu? Deg! Alvaro merasakan sesuatu yang baru di dalam hatinya. Ia merasa perasaan aneh muncul ketika melihat ekspresi Sheyra yang seolah tengah mengkhawatirkannya. Apa sekarang ia sedang dikhawatirkan? Apa sekarang ia sedang dipedulikan?

“Gue gapapa.” jawab Alvaro pelan.

“Beneran?” tanya Sheyra memastikan. Cewek itu terlihat tidak percaya begitu saja dengan jawaban Alvaro.

“Iya.” jawab Alvaro singkat. Beberapa detik kemudian ia kembali melanjutkan, “Makasih udah peduli ke gue.”

Sheyra mengangguk, “Iya sama-sama. Gue harap soal yang tadi lo gak terlalu masukin ke hati ya… mereka memang keterlaluan. Tapi semakin kita kepancing, mereka gak bakal berhenti buat ganggu.”

Alvaro mengangguk memahami setiap perkataan Sheyra. Alvaro menghela nafas panjang. “Tapi Shey, gue capek. Kenapa ya mereka ga berhenti gosipin gue di belakang? Kenapa mereka ga berhenti bawa bawa keluarga gue? Saking capeknya, gue jadi kebawa emosi dan yaudah ngasih tau semuanya. Tapi gue gak nyesel kok sama keputusan yang gue ambil. Setidaknya gue bisa ngelurusin rumor yang gak benar soal gue dan keluarga gue.” curhat Alvaro.

Sheyra diam menyimak. Sebelumnya ia tidak pernah menyangka bahwa hari ini Alvaro akan curhat kepada dirinya. Selama ini ia pikir Alvaro adalah tipe yang akan memendam semua masalahnya sendirian mengingat bagaimana dinginnya cowok itu sebelumnya. Tapi semakin Sheyra mengenal Alvaro, semua pandangan tentangnya berubah dalam sekejap. Ternyata Alvaro tidak seburuk itu. Ternyata ada sisi seperti ini dalam diri Alvaro. Sheyra senang karena Alvaro terbuka dengannya.

“Iya, gue juga setuju sama keputusan lo tadi. Kita gak bisa kan terus-terusan diem aja saat seseorang ngusik kita? Gue bangga sama lo Al.” ujar Sheyra sambil tersenyum menatap Alvaro.

Melihat senyum Sheyra membuat Alvaro mengalihkan pandangannya ke arah lain. Perasaan apa ini? Lagi-lagi Alvaro merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Perasaan yang belum ia kenali dengan pasti.

“Oh ya.. maaf ya karena gue.. lo jadi keseret. Lo jadi ikut-ikutan dijelekin. Lo jadi difitnah macam-macam. Gue ngerasa kalo itu salah gue. Harusnya saat itu gue gak manggil lo tiba-tiba yang sampe bikin perhatian orang lain tertuju ke kita. Gue rasa mulai dari sana rumor kita deket menyebar. Harusnya gue tetep pura-pura gak kenal seperti biasa. Maaf ya Shey.” ujar Alvaro dengan ekspresi yang menyesal.

Sheyra segera menggeleng cepat ketika mendengar semua perkataan Alvaro. “Ah engga Al! Jangan mikir gitu. Bukan salah lo kok!” serunya dengan lantang. Matanya menatap Alvaro dengan tatapan yang meyakinkan.

“Gue yakin sebenernya bukan salah lo kok. Tapi salah gue.” ujar Sheyra kembali.

“Hah?” Alvaro tidak mengerti dengan maksud perkataan Sheyra. Kenapa Sheyra bilang itu salahnya?

Sheyra mengangguk. “Lo inget gak Al saat gue ngajakin lo kerja kelompok saat itu? Saat gue ngejar lo di lorong pas lo mau pulang? di situ kita ada ngobrol walaupun lo cuekin sih. Gue rasa dari situ orang mulai mikir macam-macam. Ngarang cerita bahwa kita ada hubungan hanya karena melihat kita berinteraksi. Padahal sebenernya mereka tuh gak tau apa yang sedang terjadi. Mereka gak peduli faktanya. Yang penting mereka bisa dapat bahan gosip. Gue rasa mungkin dari situ…”

Alvaro terdiam. Ia berpikir sejenak, mengingat kejadian beberapa bulan lalu. Alvaro mengangguk ketika sudah mengingatnya. “Tapi, tetap aja gue minta maaf ya Shey.”

Sheyra menggeleng lagi, “Jangan minta maaf lagi. Kalo lo minta maaf, gue juga ikut minta maaf deh.”

Melihat reaksi Sheyra membuat Alvaro tertawa kecil. “Hahaha iya deh iya.”

Sheyra mengerucutkan bibirnya ketika melihat Alvaro menertawakannya. Tapi di sisi lain Sheyra merasa senang ketika melihat Alvaro tertawa.

“Tapi lo beneran gapapa kan Al?” Sheyra mengulang pertanyaan yang sama.

Alvaro langsung tersenyum manis, “Kalo sekarang gue udah beneran gapapa. Jauh lebih baik dari sebelumnya. Makasih ya Shey udah baik ke gue. Lo temen pertama yang gue punya di sini.” kata Alvaro dengan tulus.

Sheyra membalas senyuman Alvaro. Mendengar jawaban Alvaro membuat hatinya menjadi lega. Syukurlah jika cowok itu sudah baik-baik saja.

Beberapa detik kemudian Sheyra menyadari sesuatu. Ia hampir melupakan jam mata kuliah! Sheyra melirik jam tangannya.“Oh ya, kita telat matkul sepuluh menit nih Al.” ujarnya panik.

Melihat ekspresi Sheyra membuat Alvaro ikut panik. Cowok itu membulatkan matanya, “Aduh gue lupa!” seru Alvaro sembari menepuk jidatnya.

“Yuk Al kita balik ke kelas.” Ajak Sheyra. Ia langsung berdiri dari tempat duduknya. Gadis itu terburu-buru berlari kecil menuju ke kelasnya.

“Iya Shey! Maaf ya bikin lo telat.” Kata Alvaro menyusul langkah Sheyra yang semakin menjauh.

^^^Bersambung….^^^

1
Cici Sri Yunita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!