NovelToon NovelToon
Terapi Hati Psikiater Gemulai

Terapi Hati Psikiater Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Dokter Genius
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Sebuah trauma kelam di usia dua belas tahun mengubah hidup Lova sepenuhnya. Sejak kejadian mengerikan itu, ia menderita fobia akut yang membuatnya ketakutan setengah mati, bahkan hanya untuk sekadar berdekatan atau disentuh oleh seorang pria. Baginya, semua pria adalah ancaman.

Sampai akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Arnold, seorang psikiater genius dengan reputasi mentereng. Berbeda dengan pria lain, pembawaan Arnold yang sedikit gemulai justru memberikan rasa aman yang tak pernah Lova rasakan sebelumnya. Arnold menjadi satu-satunya pria di dunia ini yang bisa menyentuh kulit Lova tanpa memicu kepanikannya.

Demi menyembuhkan trauma Lova secara total dan sah di mata hukum, Arnold mendesak sebuah keputusan nekat: *Pernikahan Medis*.
Sebuah pernikahan yang menutupi alasan sebenarnya, menikahi wanita penuh trauma bahkan tak dicintai.

Bagaimana kedok psikiater pecinta lagu India ini? Apakah ia berhasil menyembuhkan Lova? Atau ia sendiri terjebak dalam rencana yang ditutup rapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Detak yang Menolak Jarak

Arnold menatap Lova yang masih memunggunginya. Entah kenapa dadanya terasa sakit di saat ia mencoba memungkiri sesuatu yang entah sejak kapan hadir dalam hatinya.

"Waaah, Lova? Sekarang lukisanmu temanya udah berubah, ya?"

Ucapan tersebut mengejutkan Arnold dan Lova secara serentak, membuat Lova refleks melemparkan palet yang berisi berbagai macam warna tepat ke kemeja Arnold yang berada di belakangnya.

"Ma-Ma?" bisik Lova panik. Ia langsung bangkit dan mencoba menarik tisu untuk membersihkan pakaian Arnold.

"Maaf, maaf, Mama mengagetkan kalian, ya?" Namun, sang ibu justru tersenyum geli melihat tayangan drama yang terasa berjalan lambat di depan matanya. Arnold yang mendadak salah tingkah, dan Lova dengan pipi merona yang sibuk membersihkan campuran cat itu.

"Sepertinya Mama mengganggu, ya? Ah, kayaknya Mama kembali ke rumah aja, ya? Soalnya Mama ingat banget, Nak Arnold bilang terapinya akan jauh lebih efektif kalau kalian hanya berdua saja, kan?"

Lova tersentak, menghentikan gerakan tangannya lalu beralih menatap sang ibu. Dengan cepat ia berjalan ke arah ibunya dan menggelengkan kepala erat.

"Jangan, nanti ada yang jahat lagi sama Mama."

Arnold pun mulai tersadar dan sedikit berdehem. "Kamu tenang saja. Tidak akan ada lagi yang berani mengusik Mama. Nenek Sihir itu tak memiliki apa-apa lagi untuk membayar orang. Jadi, aku rasa Mama akan baik-baik saja."

Lova mendongak dengan cepat menatap Arnold dengan wajah yang mengerut. "Jadi, kamu tak suka, Mama ada di sini?"

'Sssttt ... Sial,' batin Arnold dan memutar otak.

"Bukan ... Bukan begitu. Hanya saja, terapi ini memang akan lebih efektif jika kita hanya berdua saja. Itu bukan karena tidak menyukai mamamu." Arnold mencoba menahan tangan yang ingin mengacak rambutnya sendiri. Namun, tak mungkin ia lakukan di hadapan pasien dan walinya, bukan?

Ibu Lova tersenyum hangat. "Iya, Mama paham maksud Nak Arnold. Bahkan, hanya dalam beberapa hari pernikahan kalian, Mama bisa melihat perubahan besar pada Lova. Sesekali, wajah datar Lova tampak ceria dan senyuman menghiasi bibirnya. Ini sungguh kemajuan yang pesat, selama 20 tahun terakhir."

Ibu Lova menyentuh bahu putrinya dengan lembut. "Kamu jangan khawatir. Mama bisa menjaga diri, kok. Kalau Mama kangen, sesekali Mama akan mengunjungimu ke sini. Atau bisa jadi kamu yang pulang ke rumah. Siapa tau nanti ... sudah bersama cucu Mama."

"Ehem ..." Arnold berdehem semakin salah tingkah.

Wajah Lova memanas, mendengarnya. "Eh ... eh ... Mama?" Lova memutar badan berusaha mengipasi dirinya yang merasa suhu tubuhnya meningkat dengan drastis.

Namun, ia sesuatu kembali muncul dalam ingatannya ... Kejadian tadi pagi, Arnold bertingkah begitu dingin. Ia pun melirik pria yang sedari tadi kaku berdiri bagai patung. Ia pun menahan napas, berusaha untuk sadar dengan apa yang mendasari pernikahan mereka. Pernikahan ini hanya sekedar kedok pengobatan baginya.

"Mama jangan terlalu banyak berharap." Lova berlalu menuju kamarnya menarik tangan sang ibu. Membantu ibunya mengemasi barang.

...****************...

Di sebuah kantor di pusat kota, terlihat seorang pria yang tampak kebingungan menatap ponselnya.

Sedari pagi, setelah mendapat kiriman foto dari wanita yang belum bisa ia keluarkan dari dalam hati. Di mana sebuah foto yang memperlihatkan Lova sedang menyuapi pria yang jelas Teddy tahu sedang menipu kekasih hatinya itu. Pikiran Teddy sama sekali tidak bisa fokus. Hal ini membuat Teddy tak bisa konsentrasi sama sekali dengan berkas-berkas yang berada di hadapannya.

"Lova? Apa benar itu kamu yang membalas pesanku?" Tangan Teddy mengepal erat dengan rasa kesal luar biasa.

Tiba-tiba, sebuah panggilan masuk pada layar yang terus ia tatap tanpa berkedip sejak tadi. Panggilan dari ibu dan anak yang semenjak semalam sibuk mengganggunya.

Dengan kesal, Teddy menjawab panggilan itu. "Apa lagi?"

"Ck, harusnya kau menyewakan kami hotel bintang tujuh! Bukankah kau itu orang kaya? Masa hanya memberikan kami losmen jelek begini?!" cerocos Leticya tajam di balik panggilan.

Wajah Teddy terlihat mengeras seketika. "Kalian bilang pernikahan Lova dengan si bencong itu akan berakhir jika saya mengungkapkan fakta kepada Lova. Tapi, kenyataannya apa?" ucapnya dingin dan tegas.

Leticya yang sengaja mengaktifkan speakerphone, saling berpandangan dengan ibunya, Tania. "Maksudmu?"

"Bahkan, Lova tak peduli bagaimana watak asli si bencong itu!" Mengingat balasan dari Lova itu kembali membuat ledakan hebat pada jantung Teddy.

'Yang penting dia tampan, baik, dan perhatian,' kalimat itu berputar terus dalam pikiran Teddy. 'Tak mungkin Lova berkata demikian!' teriaknya frustrasi dalam hati.

"Sudahlah! Jangan ganggu saya lagi!" bentak Teddy, hendak menutup panggilannya.

"Tu-tunggu! Tunggu! Tunggu!" seru Leticya cepat, berhasil membuat Teddy membatalkan niatnya menekan tanda merah pada layar pipih itu.

"Kamu pasti hanya sekedar mengirim pesan, kan? Siapa tahu pesan yang kau kirim malah tidak sampai langsung pada Lova, dan mungkin saja itu semua ulah si Arnold sialan itu?!" terang Leticya cepat, mencoba meyakinkan lawan bicaranya.

"Ehem ..." Teddy berdehem dan tampak mulai berpikir.

Raut wajahnya yang semula tegang perlahan sedikit melunak, seakan setuju dengan apa yang dijelaskan oleh Leticya. Soalnya, ia juga merasa janggal dan tidak yakin jika Lova bisa menulis pesan sepanjang itu. Karena selama ini, setiap kali ia mengirim pesan, Lova hanya akan membalas dengan satu kata.

Lalu Teddy menghela napas berat. "Kalau begitu, apa rencanamu?" Nada suara Teddy mulai menurun, dan ambisinya untuk mendapatkan Lova, kembali tersulut.

"Kamu harus menemuinya langsung! Sampaikan bukti yang kami berikan! Dalam hitungan detik, boooom ... Lova pasti mengamuk. Lova pasti akan jijik padanya. Dan, siapa tau dia akan menyadari, bahwa kamu adalah laki-laki terbaik untuknya."

*bersambung*

1
Aku Rajin Membaca
duuuh, gimana nanti kalau lova udah jatuh cinta, ternyata malahnsadar dimanfaatin?
Aku Rajin Membaca
lova sebenarnya mau dianggap apa? jngan buru2 jtuh cinta ya?
Aku Rajin Membaca
arnold minta ditampol beramai-ramai nih kayaknya
Aku Rajin Membaca
nold,.lu kenapa cong? wkwkwkw..lg viral ni cong
Aku Rajin Membaca
setelah blokir teddy, kesadaran mulai mncul
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi ya kaka sayang, selalu menemaniku
total 1 replies
mimief
sudah lah nold
kalau memang kamu udah ga bisa sembuhin lova
lepas aja lah🥹
Eva Karmita
jangan buat dokter Arnold lolos bikin Shok terapi buat pak dokter sadar hubungan pernikahan bukan untuk main"
SoVay: 🙈🙈 ampuunin akuu ciiin, aq ga bersalah sama kamu? kenapa kamu buli.aku 🤧😭
total 2 replies
Eva Karmita
kopi meluncur... lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi ya kak 🙈
total 1 replies
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
mimief: aku jugaaaa...
bakalan ada
total 3 replies
Eva Karmita
kenak sudah kamu pak dokter makanya kalau ada masalah tu jangan lari ke club harusnya mendekatkan diri kepada Tuhan... pengen lihat setelah Lova dikirimi video tadi reaksinya kayak apa pengen lihat pak dokter nangis di pojokan kamar menyesali diri 🤣🤣🤣 kirim Ted biar tau rasa Arnold ditinggalkan istrinya kayak apa ....sebel jadi orang kok seenaknya ngk mikirin perasaan orang lain
Eva Karmita: wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Eva Karmita
rekam aja setelah itu hasil rekaman nya kasih ke Lova ya Ted....!!? biar tu dokter kebongkar kedoknya 😤 senang banget nyakitin perasaan Lova 😩 mentang" hak waris sudah dlm genggaman tangannya..,, jahat kamu pak dokter 😏😤 pengen nonjok mulutnya cungkil matanya sama cabut ginjal Arnold 😩😏😤🤣🤣🤣🤣
Eva Karmita: wkwkwk hahaha 🤣🤣🤣😏
total 2 replies
mimief
jangan Thor
judulnya terapi cantik ku yg rupawan
itu aja Thor
gemulai mah... terlalu klise😍😍
mimief: iy...sayang bet ya
padahal temanya seger bgt KL kataku
total 4 replies
mimief
jiaaahhh...
jadi bayangin
aduuh ternoda dah pikiran aye cyiiin🤣🤣🫣
SoVay: mikirnya wwf smackdown ni kayaknya 🙈
total 1 replies
mimief
yakin bang...bisa pergi
lova si udah mulai sembuh
ga terlalu perlu lu juga si...
tapi gimana yaaa???
Eva Karmita
Oke lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi y kak say
total 1 replies
Eva Karmita
aku dukung kamu Teddy biar pak dokter sadar dia cinta atau cuma manfaatkan di Lova ...biar pak dokter mencerna perasaan nya
hana roichati roichati
judulnya terapi hati psikriati gemulai lebih keren👍👍 lanjut kak
SoVay: moga beruntung ya kak 🙈
total 1 replies
Eva Karmita
ya ampun lagi dan lagi rasanya pengen cabut ginjal Arnold 😩 ngk apa setelah pengobatan ini selesai Lova pasti pergi kok dan siap"aja y pak dokter kamu yg bakal hidup merana karena terkurung di rumah mewah mu sendiri 😏
SoVay: kita liat gaya dia kalau ditinggal kayak mana 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!