NovelToon NovelToon
Kenapa Aku Berbeda

Kenapa Aku Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

bagi orang lain, cinta pertama seorang anak perempuan adalah seorang ayah tapi tidak Resty, karena baginya ayah adalah neraka baginya
inilah kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30

Lapangan masih panas. Matahari jam 7 pagi di SMP Riau tidak pernah ramah. Tapi punggung Resty yang biasanya dingin karena baju kebesaran, sekarang malah basah keringat. Bukan karena push up. Karena ada Dinda di sebelah, ngitung dengan suara yang sengaja dibuat fals biar dia ketawa.

"Tiga... empat... lima..."

Dinda berhenti sebentar. Napasnya tidak teratur. "Res....!lu tau gak? aku paling benci upacara."

Resty tidak menjawab. Dia masih fokus ke tanah. Hitungan ke enam terasa berat. Tangannya gemetar. Biasanya dia mendapat hukuman saat SD di kurung di toilet karna tidak bayar uang les. sekarang dia di hukum push up, karena telat upacaranya. baginya itu lebih baik daripada harus di dalam toilet yang bau pesing dan kotor.

"Gue benci karena semua orang di situ pura-pura khidmat," lanjut Dinda, suaranya lebih pelan. "Padahal otaknya mikir, kapan selesai, mau jajan apa, PR matematika udah belum. Termasuk gue."

"Tujuh... delapan..." Resty hanya menghitung sambil dengar ocehan Dinda yang seperti radio rusak. Suaranya masuk kuping kanan, keluar kuping kiri. Tapi anehnya, Resty tidak mau menutup kupingnya. Biasanya dia paling risih kalau ada orang ngobrol. Seperti ucapan bibinya yang tidak ada rem nya kalau bicara. Kalau bicara cuma bisa nyakitin. Tapi Dinda beda, ocehannya tidak maksa buat dijawab. Cuma nemenin.

"Sembilan... sepuluh..."

Mereka rebah di aspal bareng. Dada naik turun. Keringat ngalir ke pelipis. Dinda langsung duduk, nyender ke tembok pagar yang catnya mengelupas. Resty ngikut. Jarak mereka cuma sejengkal. Deket, tapi tidak nempel. Pas.

"aduuhhh...kasihan ya...! Habis dihukum karena telat upacara ya."

Resty dan Dinda menoleh kesamping

"aduuhhh! kasihan ya...! Habis dihukum karena telat upacara ya."

Resty dan Dinda menoleh kesamping. Yang ngomong Bintang, sepupunya Resty. Seragamnya masih rapi, dasinya tidak miring seperti Resty. Tangannya nyantol di tas Jansport baru. Senyumnya miring. Sikapnya sama persis sama ibunya Lastri. yang setiap ketemu Resty pasti bilang."anaknya kaya kakak ipar gue ya? Yang diam aja kerjanya".

Bintang ngeledek sambil lihatt Resty dari atas ke bawah. "Wah...! push up di lapangan. Keren. Calon satpam ya lu?"

Resty langsung menunduk. Tangannya yang habis kena aspal jadi mengepal. Dulu, setiap bibinya ngeledek gitu, dia diem aja dan langsung pergi. Tapi sekarang dia harus bertemu dengan sepupu nya yang sifatnya sama dengan ibunya suka menghina orang lain, padahal mereka masih saudara.

Tapi sekarang ada Dinda di sebelahnya. Dinda tidak menunduk. Dia malah nyender ke tembok, nyilangin tangan. Senyumnya hilang. Ganti tatapan datar yang Resty baru lihat sekali seumur hidupnya.

"Oh....!siapa ini," kata Dinda pelan." ada urusan apa kau dengan sahabatku."

Bintang ngangkat alis."siapa lu?"

"Aku Dinda. Temennya Resty." Dinda maju selangkah. Tidak nyentuh Bintang. Tapi auranya bikin Bintang mundur dikit."Iya...., dia telat upacara. Terus dihukum, Terus push up, Terus sekarang dia masih bisa berdiri di sini ngadepin lu. Lu? Abis ngatain orang doang, beraninya kalau ada penonton."

"Ngapain sih lu belain dia? Dia kan emang—"

"Dia emang apa?" potong Dinda. Suaranya gak teriak. Tapi nancep. "Dia emang telat...Iya!. Dia emang diam...Iya! terus kenapa? apa urusannya dengan lu."

Resty ngangkat kepala. Mata dia merah dan berkaca-kaca. Ia terharu karena Dinda membelanya dari mulut sepupunya. Selama ini tidak ada yang membelanya jika dia dihina oleh bibi dan sepupunya. Ia hanya akan di jadikan olokan saudara sepupunya yang lain. Tapi sekarang, ada getaran halus yang Resty rasakan, ini baru pertama kalinya ada yang membelanya.

Bintang ketawa kecil, kaku. "Lebay banget sih lu berdua. Aku cuma bercanda doang."

"ehhhh....!bercanda dengkul mu." Dinda nyahut." kau tiba-tiba datang kesini, lalu menghina Resty. itu yang kau sebut becanda." sinisnya."jika kau bercanda, kau tak akan menghina orang lain dengan mulut lemes mu itu."

Bintang diam. Mukanya merah menahan amarah dan malu di depan teman-temannya. Tidak tau mau jawab apa. Senyum miringnya hilang ganti canggung. Baru kali ini dia dipermalukan oleh orang lain dan itu teman sepupunya sendiri. bermaksud untuk permalukan Resty di depan teman-temannya. Malah dia yang dipermalukan.

"Udah Bintang....!pergi sana," Dinda ngusir pakai tangan. "Kalau mau bercanda, bercanda sama temen lu yang suka ketawa dipaksa. Resty gak masuk list."

Bintang ngangkat dagu. Pura-pura cool. "Ih apaan sih. Drama banget. Yaudah aku cabut."

Dia jalan pergi bersama teman-temanya yang dari tadi hanya jadi penontom. Langkahnya cepet. Sebelum belok, dia masih sempat meliri Resty. seperti mau bilang "tunggu aja lu". Tapi Resty sudah tidak menunduk lagi. Dia tatap balik, Datar, Tidak mengalah.

Begitu Bintang hilang di tikungan kelas 11, bahu Resty langsung anjlok. Napas yang dia tahan dari tadi keluar semua. "Huuuh..."

Dinda langsung nyolek pipinya. "Woi...napas?. Jangan mati di sini. Aku belum ngerasain cilok traktir lu."

Resty ketawa kecil, tapi matanya masih merah. Berkaca-kaca. Bukan karena sedih. Karena kaget. Kaget karena ada orang yang berani ngebentak Bintang demi dia.

"Din, makasih," bisik Resty. Suaranya gemetar.

"Apaan sih makasih-makasih. Teman kan tugasnya gitu. Membela kalau ada yang ngatain. Nemenin kalau ada yang push up." Dinda ngeluarin tisu dari saku. mengusap air mata Resty yang jatuh satu, Kasar, tapi hati-hati. "Udah, jangan nangis. Ntar aku yang disangka bully lu."

Resty ngelap mukanya sendiri. "Aku...Tak pernah ada yang belain. dan baru kali ada seseorang yang belain ku."

"ngomong-ngomong dia siapa sih. kok kaya benci banget dengan kau."

Resty diem. Jemarinya muterin ujung tisu yang abis dipakai Dinda. Dia tidak tau mau mulai dari mana. Cerita tentang Bintang, sepupunya yang lain, tentang bibinya yang kejam dan cerita tentang masa kecil yang dia kubur dalam-dalam.

"Sepupu," jawab Resty akhirnya. Pelan banget. "Anaknya bibi Lastri. saudara kandung bapakku."

Dinda nyender ke tembok. Alisnya naik." Tapi kenapa kelakuannya kaya jin ya." kekeh dinda

1
Sarah Bagan
lnjut kak😊😊😊
glaze dark: oke kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!