NovelToon NovelToon
TUBUH PENELAN LANGIT

TUBUH PENELAN LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Kutukan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rendy_Tbr

Ling Fan, pemuda 17 tahun dari Klan Ling, lahir tanpa Dantian—cacat yang membuatnya dihina sebagai sampah. Di balik ejekan, dia menyimpan rahasia: tubuhnya mampu melahap Qi langit dan bumi.

Saat Klan Ling dihancurkan klan saingan, Ling Fan selamat seorang diri. Di reruntuhan, dia juga menemukan Telur Hitam misterius. Teknik terlarang terbangun "Tubuh Penelan Langit" aktif, mengubahnya dari manusia biasa menjadi pemangsa energi. Setiap luka, setiap penghinaan, hanya membuatnya makin kuat karena dia menelan semuanya.

Kini dia berjalan sendirian, dikejar sekte besar, diburu iblis kuno, dan dicap sesat. Dari Arena Batu Hitam hingga Lembah Guntur, Ling Fan menelan petir, menghancurkan jenius, dan membalik takdir. Tapi harga kekuatan itu adalah kemanusiaannya.

Ketika langit sendiri menginginkannya mati, mampukah pemuda tanpa Dantian ini menelan langit sebelum dia dilahap kegelapannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rendy_Tbr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Orang Biasa?*

Jurang Retak Langit tidak punya cahaya. Hanya retakan ruang hitam dan raungan monster tidur.

Tiga hari tiga malam. Ling Fan gendong Yue Lian, pakai Tubuh Iblis Abadi tahan tekanan ruang. Yue Lian pakai Langkah Bayangan Langit tahap awal hindari mulut monster Inti Emas Puncak yang menganga di kegelapan.

Tidak ada kultivasi. Hanya bertahan hidup.

"Keluar," bisik Ling Fan saat melihat cahaya di ujung retakan.

Mereka jatuh ke kebun persik. Qi Benua Yuan menghantam paru-paru seperti badai. Padat. Sepuluh kali Dunia Bawah.

"Kita hidup," kata Ling Fan sambil cek tubuh. Meridian penuh, luka hilang. *Inti Emas Tingkat 1. Fit.*

"Sehat," jawab Yue Lian singkat. Dia berdiri. *Inti Emas Tingkat 2. Tidak ada luka.*

Tiga hari di Jurang menyembuhkan semua. Tapi tidak naik tingkat.

Mereka jalan ke Kota Persik. Gerbang kota dijaga dua remaja.

"Identitas," kata Penjaga Satu malas. Umur 15 tahun, Inti Emas Tingkat.

"Pendatang," jawab Ling Fan.

Penjaga Dua scan dengan batu giok. "Inti Emas Tingkat 1 dan 2. Umur 17 dan 16. Telat. Retribusi 2 Batu Roh."

Ling Fan bayar. Penjaga lempar Batu Roh ke kotak tanpa lihat.

"Masuk. Jangan cari mati. Di sini anak 10 tahun sudah Inti Emas Tingkat 2," kata Penjaga Satu sambil kembali bersandar.

Ling Fan dan Yue Lian masuk pasar. Di sini Inti Emas dijual seperti kacang.

Anak 8 tahun main bola api. Fondasi Puncak.

Murid Sekte Persik Emas umur 12 tahun terbang pakai pedang. Inti Emas Tingkat 3.

"Standar beda," gumam Ling Fan. Dia sadar diri. Di sini, level mereka biasa.

Di gang, tiga berandalan menghadang. Inti Emas Tingkat 4 semua. Ketua Berandalan bekas luka di pipi.

"Hei gadis dingin. Temani kakak minum," kata Ketua Berandalan sambil tertawa. Dia julurkan tangan ke Yue Lian.

"Minggir," kata Ling Fan tenang. Dia maju selangkah.

"Wah, jagoan Dunia Bawah," ejek Berandalan Kedua. Dia meludahi tanah. "Di sini Inti Emas Tingkat 1 cuma kuli angkut air."

"Benar. Anakku umur 10 tahun sudah Tingkat 2," sambung Berandalan Ketiga. Dia cabut belati, tempel ke punggung Ling Fan. "Kasih gadismu."

Yue Lian angkat kepala. Mata dingin.

"Jangan," bisik Ling Fan. "Kita diremehkan. Bagus. Jangan buat masalah."

Berandalan Ketiga tertawa. "Pengecut." Belatinya tekan.

Krak.

Tiga berandalan jadi patung es. Posisi tertawa. Napas beku di dalam.

Yue Lian turunkan jari. Wajah datar. Tidak pakai kekuatan penuh. Hanya hentikan ancaman.

Orang pasar melirik dua detik.

"Es bagus. Inti Emas Tingkat 2 bekukan Tingkat 4. Lumayan," komentar Penjual Pil.

"Pendatang baru. Tidak tahu aturan," sahut Penjual Kain.

Lalu semua kembali dagang. Bertarung di jalan adalah hal biasa.

Tap. Tap.

Kakek bungkuk lewat. Jubah lusuh, keranjang persik, botol arak. Qi-nya Inti Emas Tingkat 6.

Tetua Yun berhenti di depan patung es. Dia ketuk dengan kipas butut.

Prak.

Es retak. Tiga berandalan jatuh, menggigil.

"Anak muda, es kalian nutupi kiosku," kata Tetua Yun sambil menguap. "Ganti rugi, atau ikut ke kantor penjaga."

"Kami tidak punya Batu Roh banyak," jawab Ling Fan jujur.

Tetua Yun mendekat. Hidungnya kembang-kempis. Dia cium hawa dari Dantian mereka.

Matanya menyipit tajam sedetik. Lalu kembali malas.

"Kalian keluar dari Jurang Retak Langit?" bisik Tetua Yun. Hanya mereka bertiga dengar.

Ling Fan kaget. Kakek ini tahu.

"Jalur itu sudah kututup 3000 tahun lalu," lanjut Tetua Yun pelan. "Hanya Pendiri yang bisa lewat hidup-hidup. Kalian siapa?"

"Tubuh Yin Es Mutlak dan Dendam 10.000 Tahun," kata Tetua Yun sambil menatap Yue Lian dan Ling Fan bergantian. "Level Inti Emas Tingkat 1, tapi aura setara Inti Emas Puncak. Menarik."

"Tiga hari lagi, anjing Sekte Iblis Darah cium sisa es ini," bisik Tetua Yun. "Mau hidup, ikut aku. Mau mati, biar kubur di bawah persik."

Tetua Yun berbalik.

"Sekte Persik Emas. Gubuk paling jelek di Puncak Persik Bersalju," katanya lalu pergi.

Ling Fan genggam tangan Yue Lian. Kakek ini tidak biasa.

"Ikut," kata Ling Fan.

Di Sekte Persik Emas, murid lalu lalang. Inti Emas Tingkat 3 sampai 7. Umur 13 sampai 20 tahun.

Gubuk Tetua Yun paling jelek. Ayam Roh Inti Emas Tingkat 5 berkeliaran di halaman.

"Telat," kata Tetua Yun tanpa menoleh. "Tes masuk. Angkat ember, isi air, bawa naik. Tidak boleh pakai Qi."

Ling Fan angkat. Berat. Ototnya yang fit terasa kopong tanpa Qi. Tubuh Iblis Abadi buat pertahanan, bukan angkat ember.

Yue Lian angkat. Tangannya kuat, tapi ember licin. Domain Beku tidak boleh dipakai.

"Di Dunia Bawah kalian jenius," kata Tetua Yun sambil minum arak. "Di sini Inti Emas Tingkat 1 artinya bayi. Angkat. Tubuh kalian kosong."

Dua jam. Jatuh enam kali. Berhasil.

"Lolos. Mulai hari ini murid pribadiku," kata Tetua Yun. "Tidur kandang ayam."

Keesokan pagi, aula utama. Tiga ratus murid.

"Dua anak ini murid pribadiku," umum Tetua Yun. "Ling Fan, Yue Lian. Puncak Persik Bersalju."

Aula meledak.

"Tidak adil! Mereka cuma Tingkat 1!" teriak seorang murid.

"Chen Fei Senior Tingkat 9, sepuluh tahun tidak diangkat!" teriak murid lain.

Chen Fei maju. Jubah biru, wajah tampan, Inti Emas Tingkat 9 Puncak. Umur 19 tahun.

"Ketua, murid tidak terima," kata Chen Fei dingin. "Kecuali mereka buktikan pantas."

Tetua Yun menguap. "Sekteku, aturanku. Tidak terima, keluar."

"Puncak Persik butuh orang bersihkan kotoran Ayam Roh," lanjut Tetua Yun menatap Chen Fei. "Kau mau?"

Chen Fei merah padam. "Murid tidak berani," jawabnya menahan marah.

Dia tatap Ling Fan. "Murid Pribadi? Kita lihat berapa hari kau bertahan," bisik Chen Fei lalu mundur.

Tugas pertama tiba.

"Ling Fan, sapu kandang. Tidak boleh ada bulu," perintah Tetua Yun.

"Yue Lian, seduh Teh Salju Persik. Air 7 derajat. Daun utuh," perintahnya lagi.

Ling Fan masuk kandang. Ayam Roh mematuk.

Duar.

Ling Fan mental. Dia tahan pakai lengan. Tulang tidak patah. *Tubuh Iblis Abadi tingkat awal membuat fisiknya setara Inti Emas Puncak*. Tapi dia tidak boleh lawan. Hanya menghindar. Terlihat lemah.

"Ayam ini... kuat," gumam Ling Fan sambil bangkit. Dia pura-pura kesakitan.

Di dapur, Yue Lian seduh teh. Cangkir pecah. Kompor beku. Dia sengaja tahan kekuatan. *Domain Beku Mutlak kalau keluar, dapur ini hancur. Kekuatannya setara Inti Emas Puncak juga*. Tapi dia terlihat gagal.

Sore, Tetua Yun inspeksi. Kandang berantakan. Dapur jadi es.

Tetua Yun tertawa. "Bagus. Sangat biasa. Itulah yang kubutuhkan."

Dia lempar dua roti. "Makan. Besok ulang."

Malam, Ling Fan duduk di jerami. Dia bisa bunuh ayam itu satu jentikan kalau pakai Dendam 10.000 Tahun. Tapi tidak boleh. Di sini, dia harus "biasa".

Yue Lian duduk di pintu. Dia bisa bekukan satu puncak gunung. Tapi dia seduh teh.

"Guru tahu," kata Ling Fan pelan. "Dia tahu kita bisa lawan Inti Emas Puncak."

"Tapi dia suruh kita jadi biasa," jawab Yue Lian. "Kenapa?"

Karena di Benua Yuan, yang paling berbahaya adalah yang diremehkan.

Dan Tetua Yun, Inti Emas Tingkat 6 yang tahu Jurang Retak Langit, pasti bukan orang biasa.

1
y@y@
🌟👍🏾👍🏻👍🏾🌟
y@y@
💥⭐👍🏼⭐💥
y@y@
🌟👍🏾👍🏻👍🏾🌟
y@y@
👍🏿⭐👍🏼⭐👍🏿
y@y@
💥👍🏾👍🏻👍🏾💥
y@y@
🌟👍🏿⭐👍🏿🌟
y@y@
👍🏼💥👍🏾💥👍🏼
y@y@
👍🏻👍🏿⭐👍🏿👍🏻
y@y@
😂🤣😂🤣😂
y@y@
🌟👍🏾💥👍🏾🌟
y@y@
⭐👍🏿👍🏾👍🏿⭐
y@y@
💥👍🏼👍🏻👍🏼💥
y@y@
🌟👍🏿👍🏾👍🏿🌟
Maya devayanti
Mantaaaaapp👍
Maya devayanti
Bisa bangkrut nih bandar 😄
Maya devayanti
Bakal kaya nih 😍
Maya devayanti
Uang itu penting.. 😍
Maya devayanti
Baru tau dia 😄
Maya devayanti
Gaasssskeuun.. 👍
Maya devayanti
Lanjuuuttt... 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!