NovelToon NovelToon
"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

PENGUMUMAN PENTING!

Saya Acep Maulana memohon maaf kepada para pembaca. Karena satu dan novel ini akan saya Remake Total.
Saya sadar masih banyak belajar sebagai pemula, dan saya ingin memberikan karya yang lebih layak untuk kalian baca. Versi baru akan segera hadir dengan judul yang sama namun dengan kualitas tulisan yang jauh lebih baik.

Sampai jumpa di versi terbaru yang lebih bar-bar!

‎"Sial beneran! Erika, mantan agen rahasia yang energinya tak habis-habis, malah transmigrasi ke dalam novel tragis menjadi Rosalind von Astride, sang Putri Terbuang yang lemah dan sakit-sakitan!
‎Lebih parahnya lagi, keluarganya adalah kumpulan orang 'Tampan tapi Telmi (Telat Mikir)' yang ditakdirkan hancur total dalam dua tahun. Beruntung, Erika punya Sistem Makan Melon (Gosip) yang bisa membongkar semua rahasia musuh.
‎Sambil menikmati martabak diskon dari Ruang Sistem, Erika bertekad merombak takdir tragis keluarganya. Tapi masalahnya... radio batin Erika ternyata bocor ke seluruh keluarganya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 Fakta Keheningan di Ruang Kedap Suara

​​Lampu gantung kristal di Ruang Pertemuan Terlarang kediaman utama Wiraatmadja berdentang pelan, menciptakan melodi ganjil yang memecah kesunyian. Hawa dingin merembes masuk dari celah-celah jendela besar, meski pintu kayu jati berlapis perak itu sudah tertutup rapat dan dikunci dari dalam. Ruangan ini adalah jantung dari segala rahasia keluarga Duke—sebuah kotak kedap suara yang dilapisi sihir isolasi tingkat tinggi. Di sini, desahan napas paling pelan sekalipun tidak akan bisa melampaui ambang pintu, namun atmosfer di dalamnya terasa lebih berat daripada medan tempur yang penuh mayat.

​Duke Lyon Wiraatmadja berdiri di kepala meja panjang yang terbuat dari kayu ek kuno. Jemarinya yang kapalan dan kasar karena bertahun-tahun menggenggam hulu pedang kini mengetuk permukaan meja dengan irama yang tak keruan, mencerminkan badai yang sedang berkecamuk di dalam dadanya. Matanya merah, bukan karena amarah yang meledak-ledak seperti biasanya, melainkan karena guncangan batin yang luar biasa setelah mendengar "suara" dari paviliun kumuh tadi.

​Di sekelilingnya, anggota keluarga inti Wiraatmadja berdiri seperti prajurit yang baru saja mengalami kekalahan telak dan memalukan. Xander bersandar di dinding marmer yang dingin dengan tangan bersedekap erat, kepalanya menunduk hingga rambut peraknya menutupi mata yang biasanya berkilat angkuh. Julian masih gemetar di kursinya, wajah pesoleknya tampak pucat pasi, sementara Lady Clara duduk di sudut terjauh, menyeka sisa air mata yang seolah telah mengering namun meninggalkan bekas luka yang dalam.

​"Kalian..." Duke Lyon memulai, suaranya parau dan berat, seolah setiap kata yang keluar harus melewati tenggorokan yang dipenuhi duri tajam. "Kalian semua mendengarnya, bukan? Jangan ada yang berani berbohong padaku di ruangan ini. Gema suara itu... suara yang berteriak tepat di dalam pusat kesadaran kalian."

​Xander mendongak, matanya berkilat tajam namun penuh kegelisahan yang tak bisa disembunyikan. Ia meletakkan pedang peraknya di atas meja dengan bunyi dentang yang keras, memecah keheningan yang menyesakkan.

​"Ya, Ayah. Aku mendengarnya dengan sangat jelas. Dia menyebutku 'kanebo kering'. Dia menghinaku sebagai ksatria bodoh yang akan mati mengenaskan karena memakan daging kuda sendiri akibat sabotase logistik di perbatasan Utara."

Xander menarik napas pendek, dadanya naik turun dengan cepat di balik zirah peraknya. "Masalahnya bukan pada penghinaan murahan itu, Ayah. Tapi pada detailnya. Sabotase di Utara adalah rencana klasifikasi rahasia yang bahkan belum diputuskan secara final di dewan militer kekaisaran. Bagaimana mungkin Rosalind—gadis yang tidak pernah keluar dari paviliun itu—bisa tahu rencana busuk Pangeran ke-3?"

​Julian tiba-tiba berdiri, membuat kursinya berderit tajam di lantai marmer, menciptakan suara yang memilukan. "Dia tahu tentang Kedai Bulan Merah! Dia tahu Ricardo menjebak ku dan Clara secara detail! Ayah, suaranya... suaranya terdengar seperti malaikat maut yang sedang membacakan surat dakwaan ku sebelum aku dipenggal! Aku merasa jiwaku telanjang, dikuliti tanpa ampun di depannya!"

​"Diam, Julian! Jaga martabatmu!" bentak Lyon, meski tangannya sendiri sedikit gemetar saat ia merogoh botol kaca kecil berisi sisa racun 'Lidah Kelu' dari saku jubahnya dan membantingnya ke meja. Botol itu menggelinding, memantulkan cahaya lampu kristal. "Botol ini adalah bukti fisik pertama. Apa yang dipikirkan Rosalind bukan sekadar igauan demam, melainkan kebenaran yang mengerikan. Pelayan Esra benar-benar meracuninya atas perintah entah siapa. Kita semua di sini adalah pelaku pembunuhan karakter yang membiarkannya menderita di tengah tumpukan debu."

​Duchess Elena, yang sejak tadi terdiam dengan wajah yang kaku, mendekati suaminya. Tangannya yang pucat memegang lengan baju Lyon dengan genggaman yang kuat, seolah mencari pegangan hidup. "Lyon, suara itu... dia bicara tentang kematianku. Empat bulan lagi... racun bubuk logam perak di paru-paruku. Jika batinnya benar tentang rencana perang Xander dan skandal Julian, maka batinnya juga benar tentang ajalku yang sudah dekat."

​Suasana ruangan itu mendadak menjadi sangat dingin, seolah musim dingin di luar sana telah masuk dan membekukan aliran darah mereka.

Ketakutan akan masa depan yang tragis menghujam mereka satu per satu, meruntuhkan tembok kesombongan yang selama ini mereka bangun.

​Duke Lyon menarik napas panjang, mencoba memanggil kembali sisa-sisa wibawanya yang sempat runtuh berantakan. Ia menatap setiap anggota keluarganya dengan pandangan yang menusuk, menuntut kepatuhan mutlak.

​"Mulai detik ini," ucap Lyon dengan nada yang rendah namun mengandung otoritas yang tidak menerima bantahan, "kejadian hari ini adalah rahasia tertinggi Klan Wiraatmadja. Siapa pun yang membocorkan bahwa kita bisa mendengar batin Rosalind, akan aku anggap sebagai pengkhianat negara dan dieksekusi di tempat tanpa pengadilan."

​"Tapi Ayah, kenapa?" sela Evelyn dengan suara mencicit yang penuh kebingungan. "Bukankah lebih baik kita bertanya langsung padanya bagaimana dia tahu segalanya? Mungkin dia memiliki kemampuan meramal?"

​"Bodoh!" desis Lyon, matanya berkilat marah pada kenaifan putrinya. "Dengar baik-baik. Rosalind—atau entah kekuatan apa pun yang ada di dalam tubuhnya sekarang—tampaknya tidak menyadari bahwa suaranya 'bocor' ke telinga kita. Jika dia tahu kita bisa mendengarnya, dia akan menjadi waspada. Dia akan membangun benteng di pikirannya, dan kita akan kehilangan satu-satunya kompas untuk menghindari jurang kehancuran ini!

​Lyon membungkuk ke depan meja, menatap mereka semua secara kolektif dengan tatapan yang sangat serius. "Suara hatinya adalah kebenaran tanpa filter. Itu adalah aset intelijen paling berharga yang pernah kita miliki. Jika kita ingin selamat dari penggalan algojo, kita harus membiarkan dia tetap 'berbicara' secara bebas dalam hatinya. Kita harus berakting! Berlakulah seolah-olah kalian adalah orang bodoh yang tidak mendengar apa-apa. Biarkan dia tetap menghujat kita, biarkan dia tetap menganggap kita 'Siluman Babi' atau 'Tuan Ber-IQ Rendah'. Telan harga diri kalian bulat-bulat demi kelangsungan hidup klan ini!"

​Julian menelan ludah dengan susah payah, jakunnya naik-turun. "Jadi... kita harus pura-pura menjadi badut dan orang bodoh di depannya setiap hari?"

​"Tepat sekali," jawab Lyon dengan tegas. "Manjakan dia. Berikan dia fasilitas terbaik di Paviliun Musim Semi yang baru. Jika dia ingin melon, belikan seluruh kebunnya. Jika dia ingin jus hangat, siapkan tabib terbaik untuk meraciknya secara pribadi. Kita harus menjaga suasana hatinya tetap stabil agar batinnya terus memberikan petunjuk tentang musuh-musuh kita, seperti Pangeran ke-3 dan Lady Seraphina. Kita akan menggunakan pikirannya sebagai radar keamanan kita."

​Xander mengepalkan tangannya di balik punggung. "Ini adalah operasi penyamaran yang paling sulit yang pernah kubayangkan dalam karier militer ku. Menghadapi seribu musuh di medan perang jauh lebih mudah daripada menahan amarah saat dihina 'bodoh' dan 'kanebo' di dalam otak sendiri tanpa bisa membalas."

​"Anggap ini adalah penebusan dosa atas pengabaian kita selama bertahun-tahun," ucap Elena lirih dengan mata berkaca-kaca. Ia menoleh ke arah Lady Clara yang masih diam membeku. "Clara, maafkan kami yang telah buta. Batin Rosalind telah menyadarkan kami betapa murninya hatimu di tengah lumpur fitnah ini. Mulai sekarang, kau adalah bagian dari rahasia besar ini. Bantulah kami menjaga Rosalind, karena hanya kau yang batinnya tidak dia hujat habis-habisan."

​Clara mengangguk pelan, meski bahunya masih sedikit bergetar. "Saya akan melakukannya, Nyonya Duchess. Rosalind... adalah satu-satunya orang yang memberiku alasan untuk tidak mengakhiri hidup malam ini."

​Duke Lyon berdiri tegak, merapikan jubah kebesarannya yang kini terasa sangat berat oleh tanggung jawab baru yang ganjil. "Besok pagi, kunjungan pertama ke Paviliun Musim Semi yang baru akan dimulai. Siapkan mental kalian masing-masing. Ingat, jangan tunjukkan reaksi berlebihan atau wajah tersinggung saat batinnya mulai 'menyalak'. Rahasiakan ini dari siapa pun, termasuk para pelayan pribadi. Biarkan dunia luar menganggap kita hanya sedang ingin menebus kesalahan pada putri yang baru sembuh dari sakaratul maut."

​Lyon menatap pintu keluar dengan tatapan yang dalam. "Operasi 'Mawar Berduri' dimulai sekarang.

Kita akan merangkak di jalur informasi yang dia berikan, demi memastikan keluarga Wiraatmadja tidak berakhir menjadi sejarah yang memilukan."

​Sementara itu, kembali di Paviliun Musim Semi yang mewah dan hangat, (Rosalind) sedang asyik berguling di atas kasur bulu angsa yang empuk dan wangi. Ia merasa sangat puas dengan "pencapaian taktis" hari ini.

​[ (Rosalind):]

["Hah... sepi banget, enak rasanya punya ruangan luas begini. Nana, mereka beneran kabur ketakutan ya? Kasihan juga sih melihat muka Ayah Lyon tadi, pusatnya ngalahin tembok paviliun lamaku yang berjamur. Tapi ya sudahlah, mending aku tidur. Besok pagi aku mau minta sarapan yang paling mahal yang pernah ada di kerajaan ini. Kalau bisa daging rusa panggang pake madu hutan dan anggur non-alkohol terbaik. Mumpung mereka lagi kena serangan jantung kolektif, aku harus manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya sebelum mereka sadar dan memutuskan untuk menjual ku ke pasar budak kaisar tetangga yang mesum itu! Hahaha! Strategi 'Korban Malang' sukses besar!"]

​Nana terbang mendekat, mendarat di ujung hidung Rosalind , menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara geli dan kasihan. {"Nona, Anda benar-benar agen rahasia yang tidak sadar ya bahwa batin Anda itu lebih berisik daripada pasar kaget di hari Minggu? Tapi ya sudah, nikmati saja tidurnya yang nyenyak ini. Besok pagi, akan ada kejutan yang jauh lebih besar dari sekadar daging rusa!"]

Rosalind tertawa kecil dalam hatinya, sama sekali tidak menyadari bahwa setiap kata "pasar budak" dan "serangan jantung kolektif" yang dipikirkannya baru saja membuat Duke Lyon, yang sedang berjalan di koridor menuju kamarnya, hampir saja tersandung kakinya sendiri karena kaget.

​Pakta keheningan itu baru saja dimulai, dan keluarga Wiraatmadja harus belajar seni menahan sabar tingkat dewa menghadapi satu putri bar-bar yang batinnya tak bisa berhenti menghujat dan berprasangka buruk. Perang saraf yang sesungguhnya baru saja dibuka.

1
Manusia Ikan
sistem b like :
Manusia Ikan
ooh ada sistem nya😏👍
Manusia Ikan
bro kena mag :v
Manusia Ikan
jangan remehkan kekuatan dari lantai yang licin di kamar mandi😂
Manusia Ikan
ah biasa ini mah😏
Rina Yuli
celana dalam lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
urusan celana dalam pakek mau dibongkar segala lagi 🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
acep maulana
sama 2 kk maaf kalau cerita sebelumnya saya hapus 🤣🤣🤣🤣
acep maulana: rekomendasi untuk bab berikutnya hehehe
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Manusia Ikan: hadir thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!