Nara adalah seorang gadis yang memiliki kekurangan yang terletak pada wajahnya ia setiap hari dibully oleh teman sekelasnya sampai ketika ia menyelamatkan seorang pria mulai sejak itu kehidupannya berubah kedatangan pria itu membuat hidupnya menjadi lebih baik. pria itu selalu melindunginya dan membantunya ketika ia menghadapi masalah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
"nggak usah pak, ambil aja kembaliannya"ucap Keandra.
"nggak usah nak, pakai uang pacar kamu aja dulu"Ucap pak tukang es.
"aku bukan"ucap Nara.
"nggak mungkin dong pak saya dibayarin sama pacar saya"ucap Keandra.
baru Nara ingin menjawab bahwa dia bukan pacar Keandra . keandra langsung menyelah pembicaraan.
"nggak usah pak ,ambil aja hitung-hitung sebagai sedekah"ucap Keandra.
lalu Keander langsung menarik tangan Nara dan pergi kembali ke kursi taman yang ada di samping sekolah.
"kenapa tadi kamu nggak jelasin sama tukang es itu kalau kita enggak pacaran" ucap Nara.
"nggak papa, cuman nggak mau aja"ucap Keandra dengan santai.
"aku udah nggak ngerti deh sama kamu"ucap Nara.
"udahlah ,nggak usah dipikirin kan cuman masalah kecil kan"udah Keandra.
karena perlakuan dari Keandra Nara mulai merasa nyaman dengan keberadaan Keandra. begitu pula sebaliknya Keandra ia mulai nyaman berbicara dengan Nara.
tak lama dari situ Brian dan Fernando tiba-tiba muncul. mereka sudah dari tadi mencari Keandra.
"tunggu itu bukannya Keandra sama Nara"ucap Fernando.
"oh iya, itu dia Keandra yuk kita samperin"ucap Brian.
"wah, asik banget nih yang lagi ngobrol"ucap Fernando.
"loh kok kalian di sini"tanya Keandra.
"dari tadi kita nyariin lo Keandra "ucap Brian.
"eh ternyata malah di sini"ucap Fernando.
"ya udah kalian ngobrol aja, aku mau masuk ke kelas dulu"ucap Nara.
setelah mengatakan itu lalu Nara pergi meninggalkan keandra dan teman-temannya.
"wah kayaknya ada yang lagi pdkt nih"ucap Fernando.
"apaan sih"ucap Keandra.
"lo suka sama Nara" tanya Brian.
"enggak, gue cuman kasihan aja ngelihat dia jadi ya udah"ucap Keandra.
"ya udah ,apa"tanya Fernando.
"ya udah aku temenin dia"jawab Keandra.
"kok kalian ngemojokin gue sih"tanya Keandra.
"siapa juga yang mojokin lo"jawab Fernando.
"kita kan cuma nanya, habisnya lo perhatian banget sih sama dia"ucap Brian.
"kan gue udah bilang kalau gue sama dia itu cuman temenan aja nggak lebih"ucap Keandra.
"Oke kita percaya"jawab Fernando.
"oh iya kalian tadi nyari gue dapat urusan apa"tanya Keandra.
"kita tadi nyariin lu karena kita mau ngebahas tentang turnamen basket"ucap Brian.
"kita harus nyari anggota dan latihan buat turnamen basket nanti"ucap Fernando.
"bener juga sih, ini lebih penting daripada pesta akhir pekan"ucap Keandra.
"ya makanya itu kita nyari lo dari tadi"ucap Fernando.
"ya udah, kalau gitu mending kita balik ke kelas dulu buat ngebicarain ini sama cowok-cowoknya"ucap Keandra.
"ya udah ayo"ucap Fernando dan Brian.
lalu mereka pun kembali ke kelas. di sana semua para siswa sedang membicarakan tentang pesta akhir pekan .mereka sedang sibuk mencari pasangan dan memilih tema pakaian. tiba-tiba saja Keandra dan teman-temannya tiba di kelas. Milka langsung menghampiri Keandra. iya mencoba untuk membujuk Keandra agar mau menjadi pasangannya.
"Keandra, masa kamu nggak mau sih jadi pasangan ku di pesta nanti"ucap Milka.
"kan gue udah bilang, kalau gue udah punya pasangan lu budek ya"ucap Keandra dengan ketus.
"udahlah Milka lu tahu Keandra itu bukan orang yang suka berubah pikiran mending lo jauh-jauh sana"ucap Brian.
"iiiih kamu jahat banget"ucap Milka.
"emang gue peduli"ucap Keandra cuek.
lalu Keandra dan teman-temannya langsung duduk di bangku mereka. tiba-tiba saja Tasya menghampiri Fernando. Fernando kaget saat melihat Tasya berjalan ke arahnya.
"kenapa nih cewek jalan ke arah gue"batinnya.
"Fernando, kamu udah punya pasangan buat pergi ke pesta"tanya Tasya.
"gue belum cari"jawab Fernando singkat.
"lo mau nggak jadi pasangan gue"tanya Tasya.
"sorry gue nggak tertarik"jawab Fernando.
"wah kelihatannya ada yang ditolak nih"ucap Brian.
"tapi kenapa"tanya Tasya.
"kan gue udah bilang gue nggak tertarik sama lo, Lo budek ya"ucap Fernando.
lalu Tasya pergi dengan wajah kesal, iya duduk di bangkunya, sambil menatap tajam ke arah Fernando.
"lihat aja nanti , pasti lo nyesel karena nggak milih gue jadi pasangan lo"batinnya.
lalu Nara melihat ke arah Sisil. Sisil yang merasa Nara melihat ke arahnya dengan tetapan aneh, pun langsung bertanya.
"heee kenapa kamu lihat aku kayak gitu"ucapnya.
"jangan-jangan ada yang aneh lagi di muka aku"ucap Sisil.
lalu ia langsung mengambil cermin yang ada di tasnya dan melihat wajahnya di cermin.
"nggak ada apa-apa kok, terus kenapa kamu lihat aku kayak gitu Nara "tanya Sisil.
"kamu udah dapat pasangan buat ke pesta akhir pekan nanti"tanya Nara.
Sisil hanya tersenyum dan berkata kepada Nara.
"belum"ucapnya.
"astaga Sisil aku tadi udah ninggalin kamu berjam-jam loh masa belum dapat pasangan sih"ucap Nara.
"habisnya aku nggak tahu siapa yang harus aku ajak ke pesta, gimana kalau nasib aku sama kayak Milka dan Tasya ditolak kan malu jadinya"ucap Sisil.
Keandra yang mendengar Nara yang sedang berbincang dengan Sisil, pun langsung berbicara kepada Fernando.
"bukannya Lo suka sama Sisil ya fer"tanya Keandra.
"ya terus kenapa"ucap Fernando.
"lo nggak mau jadi pasangan Sisil di acara nanti"tanya Keandra.
"ya mau lah, masa nggak sih"jawab Fernando.
"ya udah kalau gitu, tanya sama dia siapa tahu dia mau jadi pasangan lo"ucap Keandra.
"kayaknya dia udah punya pasangan deh"jawab Fernando.
"yaelah pengecut banget sih lo jadi cowok"ucap Brian.
"sini biar gue bantu"ucap Brian.
lalu Brian pun langsung berteriak kepada Nara dan Sisil.
"hee Sisil lo udah ada pasangan buat ke pesta nanti"tanya Brian.
"belum sih, emangnya kenapa"tanya Sisil.
"lo mau nggak jadi pasangan nya fernan"tanya Brian.
"Haaaaa"ucap Sisil kaget.
belum sempat Sisil menjawab tiba-tiba saja Tasya menyelah pembicaraan Brian.
"astaga Brian gue aja yang secantik ini ditolak sama Fernando apalagi dia, hahaha "ucap Tasya
karena melihat sisir yang dipermalukan oleh Tasya, Fernando langsung berbicara kepada Tasya.
"siapa yang bilang gue nggak mau jadi pasangannya Sisil"ucap Fernando.
serentak semua siswa yang ada di kelas terdiam karena kaget dengan perkataan Fernando. tidak terkecuali Sisil sendiri.
"apa gue nggak salah denger"batin Sisil.
lalu Fernando langsung berbicara kepada Sisil.
"jadi gimana Sisil lu mau nggak jadi pasangan gue ke pesta nanti"ucap Fernando.
"Lo beneran ngajak gue ke pesta"tanya Sisil.
"beneran lah masa gue bercanda"jawab Fernando.
lalu Nara berkata kepada Sisil sambil tersenyum.
"udah terima aja tawarannya lagian lo juga nggak ada pasangan kan buat ke pesta"ucap Nara.
lalu Sisil pun menyetujui ajakan dari Fernando.
"iya gue mau jadi pasangan lo buat ke pesta nanti"ucap Sisil.