Aldi Mahendra seorang pemuda yang hidup sebatang kara, dia dari usia empat tahun hidup di jalanan. Hingga akhirnya bertemu seorang kakek yang mengangkatnya menjadi cucunya. Aldi di sekolah hingga lulus SMK, kini dia bekerja sebagai kuli panggul di pasar.
Walaupun uangnya tak seberapa tapi bisa untuk makan setiap hari, apalagi pekerjaan untuk lulusan SMK itu sedikit susah. Aldi di pandang rendah oleh siapapun hingga saat ini berusia 19 tahun dia tetap berusaha hidup di setiap gempuran ombak yang besar datang di kehidupannya.
Semua berubah ketika mendapatkan sebuah cincin merah delima, kehidupannya berubah menjadi lebih baik lagi tapi sesuatu keanehan di kedua matanya membawa dia kedalam dunia yang seharusnya tidak terjadi.
Perjalanan kota maupun di desa menjadi tolak ukur bagi pengalaman Aldi menjadi lebih berani lagi, seperti bentuk tubuhnya yang tinggi dan kekar dengan wajah tegasnya mulai terlihat dalam perjalanan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Buruk Dari Sita
Niko yang dari tadi melihat Aldi begitu senang bermain ponselnya sedikit rasa penasarannya muncul. Dia ingin melihat tapi ponsel Aldi tidak bisa di liat dari samping, karena ada perlindungan layar yang cukup bagus untuk privasi.
Niko akhirnya menyerah, dia menyalakan televisi menonton drama pendek yang selalu muncul. Istriku Tiga, Takdirku Gila itulah yang selalu menjadi bayangan dan khayalan Niko.
°°°
Kota Lintang sangatlah luas sebagai ibu kota negara Indonesia yang menjadi pusat kemajuan teknologi masa kini, di era globalisasi yang sudah semakin maju tapi setiap desa masih belum bisa merasakan sepenuhnya teknologi.
Desa Joyo terletak paling selatan kota lintang tempat pelosok desa yang cukup jauh perjalanan bisa tembus satu jam hingga dua jam lebih. Desa Joyo termasuk dalam kategori desa modern tapi tetap saja mereka belum sepenuhnya merasakan kecanggihan teknologi.
Kemakmuran desa joyo terletak pada sektor pertanian yang sangat melimpah dan hutan belantara yang masih terjaga dengan baik. Namun di balik itu semua menyimpan segala rahasia yang tak kasat mata, apalagi warna desa masih percaya hal gaib.
Kadang kita itu berfikir begitu keras soal alam gaib, nyata atau tidak, sangat awam bagi orang yang tidak bisa memahaminya. Hidup ini berdampingan dengan mahluk yang di ciptakan tuhan, mau tidak mau kita sebagai manusia yang memiliki akal sehat seharusnya menjaga bukan merusak.
Bagaimana tidak, India Belanda menjajah negeri kita begitu lama tidak ada hutan gundul, sungai keruh, bangunan tidak kuat. Hutan masih segar dalam kebutuhannya, sungai begitu jernih dari sumber mata air, bangunan sangat kuat.
Terus mana yang di bilang menjajah negeri ini. Mungkin kita hanya bisa berdoa dan mendukung apa yang di lakukan pemerintahan jika benar kita support jika salah kita kritik.
°°
Aldi dan Niko merasakan kantuknya, lalu mereka berdua tidur di sofa dengan dengkuran halus. Suara langkah kaki yang sangat berat terdengar jelas ketika hari akan segera gelap, seperti ada sesuatu keanehan yang terjadi di rumah kost Niko.
Membuat Aldi dan Niko terbangun dari tidur mereka. Aldi menajamkan melihat siluet seorang wanita dengan rambut berantakan membuat dia semakin parno apalagi lampu belum di hidupkan.
Niko sendiri sepertinya sadar siapa itu, tapi melihat Aldi sedikit takut dia berencana iseng.
"Al apaan itu?," suara berat Niko bertanya kepada Aldi.
"Setan kali, sudahlah gue mau tidur lagi aja," balas Aldi, dia tidak mengambil pusing.
"Jahat bener kak!, Salma secantik ini di bilang setan," dengan wajah cemberut Salma berkata.
Niko yang mendengarkan itu tertawa terbahak-bahak. Aldi yang berkata seperti itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali, karena pertama kali dia melihat Salma bangun dari tidurnya.
"Aku gak tau Salma, maaf ya?," ujar Aldi, dia meminta maaf.
"Iya Salma maafin, soalnya kak Aldi ganteng," balas Salma, lalu dia melompat ke sofa.
Membuat Aldi dan Niko berpindah tempat menghindari Salma. "Aduh kak kok pindah sih," Salma berkata pelan, dia mulai kesal karena Aldi dan Niko tidak mau di dekati.
"Sudah mandi sana, katanya mau masakin aku," ucap Aldi.
Salma yang sedikit memejamkan matanya dia berusaha mencari tombol lampu tengah yang setengah redup.
"Nah gini kan enak habis bangun lihat kak Aldi ganteng," ujar Salma, sambil mengucek-ngucek matanya.
Niko tersenyum masam karena dirinya tidak di puji ganteng juga oleh adiknya sendiri. Aldi kini tidak menjawab itu dia duduk mengambil ponselnya, dia melihat sosial media banyak yang mengikuti dirinya.
Foto kejuaraan beladiri yang dia posting menjadi foto profilnya membuat beberapa orang yang pernah ikut itu menjadi penasaran dengan siapa sosok pemuda pemegang medali emas.
Vania, dan Rinta ternyata dulu pernah ikut beladiri Joyo Mahendra nama ini ketidaksengajaan kakek Budi hingga dia bertemu Aldi Mahendra, seperti ada terkaitan dari orang terdahulu.
Vania yang belum sepenuhnya mengenali foto itu dia hanya mengikuti saja, sedangkan Ranti yang tau siapa itu dia berkomentar di bawah postingan Aldi.
"Hebat kamu mas," komentar Rinta dengan hati ungu.
Aldi membalasnya, "terimakasih," komentar mereka berdua meledak bagi Aldi dan Ranti, apalagi Aldi yang baru pertama kali bermain sosial media.
Setelah itu Aldi menutup aplikasinya, mungkin ini untuk terakhir kalinya dia bermain karena beberapa komentar pedas dan menantang berduel begitu banyaknya, lalu dia menghapus unggahan itu.
"Masak apa enaknya ini!!," Salma sedikit bingung mau masak apa.
"Ayam kecap pedas manis aja Salma," teriak pelan Aldi.
"Siap kak," balas Salma ketika mendengar teriak Aldi.
Aldi yang duduk dengan santai tiba-tiba indra tajamnya menangkap sebuah kehadiran sosok yang sebelumnya tadi berada di situ, sosok itu kembali dengan meminta maaf tidak akan mengganggu lagi.
Bisikan terdengar jelas dengan asap tipis mengepul di sudut ruangan. Aldi hanya terdiam kebingungan kenapa sosok itu meminta maaf kepadanya, membuat itu menjadi pertanyaan besar bagi Aldi.
Singkat cerita masakan Salma tercium begitu sedapnya membuat Aldi dan Niko pergi ke meja makan yang ternyata sudah siap makan malam mereka bertiga.
"Ayo Al makan, keburu dingin," ajak Niko, yang sedang menyantap nasi dan ayam kecap pedas manis.
Aldi yang merasakan masakan Salma hampir sama dengan Sita membuat dia teringat janda anak satu yang dia tinggalkan.
Sepertinya memang benar janda lebih mempesona daripada gadis muda. Haha..... 🚧🚧
Saat Aldi makan telfonnya berdering cukup pelan, Salma dan Niko yang melihatnya mereka meminta Aldi mengangkat telfon itu.
"Halo om Aldi," panggilan video dari Bima ternyata.
"Iya halo Bima, ada apa?," tanya Aldi.
"Om gak pulang?," balas Bima menanyakan Aldi.
"Besok om pulang," jawab Aldi.
"Om Bima takut tadi ada mbak kunti di pohon mangga depan rumah," Bima dengan wajah lucunya bercerita tentang sosok yang dia lihat.
Sita yang di belakang melihat Aldi sedang makan dia ingin mematikannya tapi Aldi tidak memperbolehkan. Begitu panjang Bima bercerita sehingga Aldi sampai selesai makan, Bima meminta di temani di tidur Aldi dalam video call itu.
Suara berisik televisi menjadi kenyamanan bagi Bima memejamkan mata karena kantuknya, Sita sendiri masih belum tidur dia melihat anaknya sudah mendengkur pelan.
"Al?," panggil pelan Sita.
"Iya apa mbak," balas Aldi, video call itu sudah sampai dua jam lebih.
"Mbak mau ngomong sesuatu!, tapi kamu jangan marah ya?," ucap Sita.
"Apa mbak!!," Aldi sedikit bingung.
"Uang mbak habis Al, mbak habis di tipu orang soal pesanan bakso hari ini, lalu ada keanehan di usaha mbak sampai tutup hari ini," ujar Sita, dia ingin meminta bantuan kepada Aldi.
"Terus gimana mbak hari ini!!," Aldi sedikit penasaran.
"Moda gak balik Al, uang simpanan mbak habis buat gaji mereka dan sekarang semua berhenti," balas Sita.
"Hmmm, gini aja mbak saya punya resep masakan sederhana tidak tau mbak sita tertarik apa tidak tapi nanti setelah pulang aku kasih bukunya," ujar Aldi, tapi dia berencana memberikan sedikit uang agar Mbak Sita tidak terlalu pusing.
"Terus bakso mbak gimana?," tanya Sita, karena itu adalah mata pencaharian untuk menyambung hidupnya.
"Itukan tempat sewa mbak, nanti aku bikin warung pas di tengah rumah kita berdua." Aldi berkata pelan.
"Iyawes mbak ngikut aja, mbak gak tau Al mau minta bantuan siapa!!," suara gemetar Sita cukup terdengar lalu air matanya turun di panggilan video. "Mbak cuman kenal kamu saja Al," lanjut Sita berusaha menyembunyikan kesedihannya.
Namun Aldi sudah melihatnya, "sudah mbak jangan sedih seperti itu, mbak harus kuat ya!!, habis ini kirim nomor rekening mbak aja," pinta Aldi, dia sangat khawatir juga dengan orang yang selalu baik padanya.
Sita hanya tersenyum lalu mematikan ponselnya, tangisnya pecah seketika dia sudah tak bisa menahan hidup yang begitu berat.
Suaminya selingkuh meninggalkan anak satu, tidak memberikan nafkah sepeserpun membuat Sita harus berjuang demi anaknya sendiri. Kebencian terhadap suaminya bertambah ketika tau siapa selingkuhan suaminya yang ternyata temannya sendiri.
Sita memulai bisnis di bidang kuliner sejak lama sebelum dia menikah sudah memiliki bakso yang sangat terkenal enak namun kejadian tadi menjadi tanda tanya besar di era modern ini.
Bagaimana tidak, bakso yang baru di buat tiba-tiba busuk membuat semua karyawan dan Sita sendiri bingung seketika. Pada saat yang sama hari ini adalah gajian untuk lima karyawannya, jadi dia mengambil Seluruh tabungan yang sudah tinggal sedikit hanya cukup membayar gaji kelima karyawannya.
°°°°°°
Ceritanya udah bagus, hanya tinggal memperbaiki peletakkan tanda baca.