Harap bijak dalam membaca.
IG. Ar_Inthan99
FB. Fia than.
Pernikahan yang dilakukan atas perjodohan kedua orang tua mereka.
Membuat persahabatan yang sudah lama mereka lalui berubah seketika menjadi hancur..
Arka yang dulu baik,ramah perhatian saat masih menjadi sahabat Afifah.
kini berumah menjadi arogan,egois dan dingin ketika mereka sudah menikah.
Dan Arka menggagap Afifah hanya sebagai "Istri Diatas Kertas"nya
Bagaimana kah Nasib pernikahan mereka . .
apakah Afifah akan bertahan dengan perlakuan Arka yang terus menyakitinya dengan sikapnya terhadap Afifah..?
atau Afifah akan meninggalkan Arka?
Akan kah takdir mengubah mereka..?
Ikuti Kelanjutannya.
Jangan lupa dukung karyaku.
Like,comen dan Vote.
Terimakasih.
By.Naffia Inthan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
Setelah acara pernikahan Arka dan Vina selesai mereka pun berpamitan kepada pak ustad dan yang lainnya.
"Terima kasih banyak pak. " Ucap Arka sambil memberikan amplop Coklat tebal yang berisi rupiah sebagai tanda terimakasihnya.
"Oh iya Nak, sama-sama.." Jawab pak ustad.
Lalu Arka dan Vina pun pergi meninggalkan kediaman ustad tersebut.
"Sayang aku seneng banget deh, akhirnya kita menikah juga." Ucap Vina sambil bergelayut manja dipundak Arka yang sedang mengemudikan mobilnya.
"Iya sayang, aku juga bahagia akhirnya kita bisa bersama." Ucap Arka sambil mengusap lembut rambut Vina.
Tak lama kemudian mereka pun sampai dikediaman Arka.
"Ayo masuk...!!" Ucap Arka meraih tangan Vina.
" Sayang,apa tidak masalah aku tinggal disini, ini kan rumahmu bersama Afifah..?"Ucap Vina dengan raut muka yang sok sedih..
Arka merangkul Vina lalu memeluknya.
"Hey, jangan sedih ,ini rumahku ,yang berarti rumahmu juga, dengar kita kan sudah menikah semua milikku adalah milikmu juga sayang.." Ucap Arka.
Lalu dengan lembut Vina melepaskan pelukan Arka. "Terimakasih sayang." Ucap Vina.
Lalu mereka pun masuk kedalam rumah tersebut.
***
Afifah baru saja sampai dikediamannya .
" Mas Arka sudah pulang.." Ucapnya dalam hati.
Kemudian Afifah turun dari mobilnya, ada perasaan ragu untuk masuk kerumah tersebut. " Bismilah.." Ucap Afifah mencoba meneguhkan hatinya,lalu dia pun menuju kedalam rumah tersebut.
" Asalamualaikum..." Ucap Afifah ketika sampai di pintu rumahnya. Namun hening tidak ada jawaban dari orang rumah yang membalas ucapan salamnya.
Afifah pun masuk kedalam rumahnya." Sepi sekali.." Ucap Afifah didalam hati.
Afifah mendudukan tubuhnya disopa ruang tamu.
" Bi...Bibi..." Afifah memanggil ART dirumahnya.
"Iya Nak Afifah ..!" Ucap Bi Sanah menghampiri majikannya tersebut.
" Maaf ya Bi, Afifah teriak-teriak habis sepi banget ini rumah..He...he.." Ucap Afifah sambil senyum cengengesan.
"Oh iya Bi, Afifah minta tolong ambilin belanjaan Afifah dimobil tadi Afifah lupa membawanya." Ucap Afifah ,sambil memberikan kunci mobilnya kepada Bi Sanah.
Bi Sanah mengangguk lalu mengambil kunci mobil tersebut,lalu beranjak mengambil belanjaan tersebut.
Tak lama Bi Sanah pun membawa 5 kantong belanjaan yang dibawa Afifah.
" Nak Afifah tumben belanja sebanyak ini.." Ucap Bi Sanah. Bi Sanah terlihat kesulitan membawa belanjaan tersebut.
"Iya Bi ,tadi sekalian buat stok.."Ucap Afifah ,lalu dia mengambil sebagain kantong belanjaan tersebut dari tangan Bi Sanah.
"Gak apa-apa Nak...Bibi bisa kok.." Ucap Bi Sanah merasa tidak enak.
Afifah tersenyum. "Biar Afifah bantuin aja Bi,maaf ya ngerepotin.." Ucap Afifah.
" ini emang tugas Bibi nak Afifah ." Ucap Bi Sanah ,lalu mereka pun membawa belanjaan tersebut menuju dapur.
Namun saat akan melewati meja makan, Afifah terdiam sejenak,mata nya tertuju ke arah meja makan tersebut.
Disana terlihat Arka dan Vina sedang menikmati makanan yang tersaji dimeja.
Arka dan Vina begitu mesra mereka saling menyuapi makanan, Vina masih lengkap dengan kebaya nya dan begitu juga Arka masih menggunakan setelan jas nya. Aura kebahagian begitu terlihat diraut wajah Arka dan Vina. Namun sebaliknya dengan Afifah hati nya Teresa remuk, sesak terasa di dadanya melihat suami dan madunya tersebut.
Bi Sanah pun yang melihat kemesraan antara Arka dan Vina meresa kasihan terhadap Afifah. " Nak Afifah ,baik-baik saja." Ucap Bu Sanah.
Afifah pun tersentak.." Tidak ada wanita yang baik-baik saja ,melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain Bi.." Ucap Afifah ,sambil menahan tangisnya.
Bi Sanah mengusap pundak Afifah." Yang sabar ya Nak." Ucap Bi Sanah.
Afifah tersenyum lalu mengagukan kepalanya." Yasudah kita bawa belanjaan ini kedapur Bi,tanganku sudah pegal.." Ucap Afifah sambil memaksakan senyumnya.
Bi Sanah menganggukan kepalanya.Lalu mereka pun bergegas menuju dapur.
Arka dan Vina masih menikmati makanannya,mereka terlihat acuh saat Afifah dan Bi Sanah melewati mereka.
" Oh iya sayang..Kita mau bulan madu kemana..?" Ucap Vina, dengan suara manja, Vina sengaja membesarkan suaranya, agar terdengar oleh Afifah yang sedang berada di dapur,sesekali Vina melirik ke arah Afifah dengan senyum sinis .
" Terserah kamu saja sayang.." Ucap Arka .
" Emm..Kalau aku sih mau nya ke Paris.." Ucap Vina.
"Ok,tapi kalau ke Paris gak bisa sekarang-sekarang ya sayang, aku masih banyak urusan dikantor." Ucap Arka sambil mengusap rambut Vina.
"Iya suamiku aku ngerti kok..Lagian gak bulan madu juga aku gak apa-apa.Kita bulan madu dirumah saja." Ucap Vina lalu dia duduk dipangkuan Arka.
" Hey ..Apa kau menggodaku sayang.." Ucap Arka sambil memeluk tubuh Vina.
" Jangan disini.." Ucap Vina dengan suara manjanya.
" Ok baiklah sayang.." Ucap Arka ,lalu mereka pun pergi dari ruangan tersebut. Vina melirik sekilas ke arah Afifah dengan senyum penuh kemenangan.
" Sabar Afifah, kamu harus kuat demi ibu mu.."Ucap Afifah didalam hati.
"Bi aku mau istrihat dulu ya, gak apa-apa kan bibi lanjutkan ini sendiri." Ucap Afifah.
"Iya Nak gak apa-apa,lagian ini tugas bibi, harusnya bibi yang berterima kasih karena sudah dibantuin beresin ini.." Ucap Bi Sanah.
" Yaudah Afifah kekamar dulu ya Bi." ucap Afifah lalu dia pun beranjak menuju kamarnya.
Bi Sanah memandangi pundak Afifah yang berlalu meninggalkan dapur. " Nak Afifah semoga Gusti Allah selalu memberikanmu kekuatan dan kesabaran yang lebih." Ucap Bi Sanah didalam hatinya.
iya merasa iba sekali terhadap majikannya tersebut.
"Lagian den Arka ,sudah mempunyai istri cantik serta Soleh malah di sia-sia kan.Semoga saja nanti den Arka tidak menyesal." Lirih Bi Sanah mengerutu didalam hatinya.
Kemudian dia melanjutkan pekerjaannya .
*****
Afifah sudah sampai dikamarnya. Dia segara membersihkan diri ke kamar mandi.
Setelah kurang lebih 30 menit Afifah pun selesai. Lalu dia menunaikan kewajibannya untuk salat Isya.
Setelah selesai Afifah mendudukan dirinya dipinggir ranjang tidurnya. Afifah menghelai napas panjang. Dia merasakan beban hidupnya terasa berat. Memikirkan nasib pernikahannya dengan Arka .Tak terasa air mata mengalir deras dari pelupuk mata indahnya.
Afifah POV.
Entah aku sanggup atau tidak melewati semua ini, haruskan aku bertahan atau pergi.
Beban hidupku terasa sangat berat .Ya tuhan bolehkan aku mengeluh, mengapa nasib begitu buruk menimpahku saat ini. Mengapa pernikahan ini bagai mala petaka dalam hidupku. Apakah aku salah mengharapkan Pernikahan yang sakinah ,mawadah,dan warohmah,walau pun pernikahan ini atas dasar perjodohan. Menjadi "Istri Diatas Kertas"Apakah ini memang jalan takdirku.
Entahlah kurasa memang begitu kenyataanya.
Ingin rasanya aku pergi dan meninggalkan pernikahan ini. Tapi aku harus pergi kemana..? Kerumah ibu..? Itu tidak mungkin,ibu pasti sangat kecewa denganku jika aku mengatakan ingin berpisah bersama Arka.Dan dikampungku perceraian itu adalah sebuah aib, bagaimana nanti nasibku dan ibuku menjadi cemoohan para tetangga.
Keadaanku sekarang sangat sulit.
" PERGI SULIT BERTAHAN SAKIT" mungkin itu kata-kata yang tepat untukku saat ini.
Tapi apakah aku sanggup berbagi suami, dengan maduku..Berbagi suami,kurasa itu bukan kata yang tepat untukku, Suamiku hanya milik maduku..Sungguh malang sekali nasib mu Afifah.
*****
Waktu sudah menunjukan Jam 11 Malam,Afifah membaringkan tubuhnya di kasur empuknya,mencoba memejamkan matanya.
Namun saat Afifah mencoba untuk tertidur. Suara-suara aneh terdengar oleh telinganya.
Awalnya Afifah mengabaikan suara tersebut, namun lama kelamaan suara tersebut semakin keras dan terdengar jelas di telinganya. Afifah mencoba menutup telinganya dengan bantal namun tetap saja suara tersebut masih terdengar jelas. Hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 3 pagi. Suara tersebut baru menghilang dari pendengarannya. Afifah pun mencoba menajamkan matanya dan tak lama akhirnya Afifah pun terlelap...
Ayo tebak kira-kira itu suara apa ya ...?😁😁
Maaf baru sempat Up, author lagi banyak urusan didunia nyata guys..Tapi sekarang diusahankan up tiap hari.
Dan terimakasih buat pembaca setiaku yang stay dikarya ku...😍😍😘Semoga kalian sehat selalu 🤗🤗🤗
jangan lupa .Like ,comen dan Vote nya. Biar author tetap semangat Up nya.😘😘😘😍😍😍😁😊😉
wlo udh jd saudra tiri.tpi masih bisa nikah kok.
kan gk ada hub darah.
ya semoga afifah klo gk sama angga ya sama indra.
msih bnyak typo yg harus di benahi semangat berkarya thor