NovelToon NovelToon
Seseorang Yang Datang Saat Aku Rapuh

Seseorang Yang Datang Saat Aku Rapuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Cintamanis / Office Romance / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:30.4k
Nilai: 5
Nama Author: LyaAnila

"Tidak ada pengajaran yang bisa didapatkan dari ceritamu ini, Selena. Perbaiki semua atau akhiri kontrak kerjamu dengan perusahaan ku."

Kalimat tersebut membuat Selena merasa tidak berguna menjadi manusia. Semua jerih payahnya terasa sia-sia dan membuatnya hampir menyerah.

Di tengah rasa hampir menyerahnya itu, Selena bertemu dengan Bhima. Seorang trader muda yang sedang rugi karena pasar saham mendadak anjlok.

Apakah yang akan terjadi di dengan mereka? Bibit cinta mulai tumbuh atau justru kebencian yang semakin menjalar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LyaAnila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 30 : Tenang yang Tak Pernah Netral

Tring.....

Gawai Selena bergetar, membuatnya sedikit menggeliat. Pagi itu, cahaya matahari menyusup disela-sela tirai jendelanya. Alisnya sedikit berkerut serta napasnya tidak stabil. Tidurnya semalam tidak nyenyak karena pikirannya masih terus menerus berkecamuk.

Perlahan, Selena membuka matanya. Mengumpulkan jiwa-jiwa nya yang melanglang-buana entah kemana. Setelah dirasa sudah terkumpul, ia meraih gawainya di sekitar bantalnya.

Aksa Maheswara

"Hai Selena. Selamat pagi. Semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan untukmu."

Cukup lama Selena menatap teks itu.

"Semoga saja sih. Capek banyak plot twist," gumamnya pelan.

Selena menyamankan posisi nya dengan duduk bersandar di kepala ranjang. Karena belum punya pasangan, jadinya bersandarnya di kepala ranjang dulu. Dengan ragu, jemarinya mengetikkan balasan untuk pesan Aksa.

"Pagi juga. Makasih udah doain baik buat aku hari ini."

Send....

Tring.....

"Tenang saja, hari ini aku tidak akan mengganggumu. Tapi misalkan kamu butuh apa-apa, cari saja aku. Okey."

Pernyataan itu membuat Selena kembali diliputi perasaan yang aneh.

"Aneh banget. Setiap kalimat yang digunakan kok seolah-olah ia tau apa yang gue rasain ya," lirihnya.

Karena tidak mau berlarut, ia memutuskan untuk membersihkan dirinya, setelah itu ia memasak nasi goreng sederhana ala dirinya. Selena meletakkan gawainya di meja kerjanya. Setelah itu ia menyambar handuknya dan segera mandi. Hari ini, Selena tidak pergi ke kantor karena ia diminta bu Prita untuk istirahat saja dirumah. Karena itu, ia bisa melanjutkan memeriksa draf cerita barunya.

******

Bhima bolak balik mengecek gawainya, khususnya bagian WhatsApp. Di layar gawai, tertulis nama Gatra Daraksha Maheswara. Orang yang kini sedang mengusik hidupnya.

"Sampai mana lu manipulasi Selena. Kalau ini masalah tentang naik jabatan, jangan ganggu dia. Lawan lu gue. Bukan Selena," gumamnya sambil menggenggam erat gelas kaca di atas mejanya.

"Ketemu Selena dimana lu?"

Tak membutuhkan waktu lama, gawai Bhima kembali bergetar. Ternyata balasan dari Gatra.

"Pagi juga brow. Jangan tegang gitu lah. Gue nggak bakal nyakitin dia. Justru gue cuma mastiin supaya dia aman aja."

Bhima terkekeh kecil membaca balasan pesan tersebut.

"Ck! Cara lu nggak bersih. Apa-apaan kek gitu. Dia makin nggak tenang waktu ada di sisi lu."

Gatra tak langsung menjawab. Bhima yang menanti jawaban dari Gatra ikut berdegup.

Beberapa menit berikutnya, pesan itu muncul kembali.

"Tenang itu relatif. Terkadang, kegelisahan justru malah menyadarkan seseorang kalau udah tersesat."

Tring .....

Bhima mengusak wajahnya kasar. Dengan lirih ia bergumam.

"Sakit lu, Tra. Gue pikir lu orang baik. Ternyata lu se manipulatif ini. Selena nggak salah. Dia nggak pantes ada di permainan licik lu."

Bhima meletakkan gawainya dan berjalan menuju dapur untuk menyeduh kopi.

"Sebenarnya apa tujuan lu ngejalanin permainan ini, Gatra. Lu nggak mungkin ngelakuin sesuatu kalau nggak ada tujuannya."

******

Tok .... Tok ... Tok ....

"SELENA .... MASIH MOLOR APA GIMANA LU. ASTAGA. KEBIASAAN BANGET BUAT GUE TERIAK-TERIAK KEK ORANG BERANGASAN. MALU WOI, KALAU TETANGGA KOST LU DENGER GIMANA."

CEKLEK.....

Memang belum lama Rani berdiri, namun ia kesal karena setiap mampir ke kost Selena, ia harus mengeluarkan suara toa masjidnya supaya Selena dengar dan sadar kalau Rani datang berkunjung.

"Apaan sih, gue baru selesai makan sama buang air bentar. Makanya gue nggak denger lu ketok pintu. Udah tau temennya budek, ya wajar. Tetangga kost nggak ada komplain kok karena lu teriak-teriak. Gue nggak turu lagi. Santai santai. Sini masuk," ajak Selena pada Rani yang sudah berdiri tegak di depan pintu kamar.

"Kek nya lu harus kasih gue kunci cadangan deh. Biar gue bisa masuk tanpa teriak-teriak kalau gue mampir kesini." Pinta Rani pada Selena.

"Ya ya. Nanti gue kasih. Bawa apaan lu?"

"Nih, gue bawain martabak kesukaan lu. Yok makan." Ajak Rani.

Selena langsung mengambilkan piring dan meletakkan martabak ke piring.

"Ran, menurut lu orang jahat itu kelihatan tenang apa heboh?"

Tiba-tiba Selena bertanya seperti itu pada Rani. Rani menatap tajam Selena.

"Sangat bisa, bodoh. Justru kek gitu biasanya malah bahaya banget."

"Wah gitu ya. Misalnya nih orangnya bilang mau nolong, tapi malah bikin kepikiran gitu termasuk?" Lanjut Selena.

"Anjir, itu namanya nggak nolong. Itu namanya dia lagi bikin strategi biar orang yang dituju nya makin percaya sama dia." Terang Rani.

Seketika, jawaban itu membuat Selena seolah tersedak martabak yang ia makan.

"Siapa. Aksa lagi?"

Selena tak langsung menjawab.

"Kalau lu diem, berarti "iya" Len. Lu nggak bisa bohong sama gue," tekan Rani.

"Iya ya. Bener dia. Tapi, dia nggak ngelakuin apapun ke gue. Dia cuma hadir aja disamping gue waktu gue mumet aja. Jangan sensian dulu lu," ledek Selena.

Rani menepuk jidatnya. "Justru itu ege, ketika lu lagi nggak stabil emosinya, dia tau celahnya tanpa dia paksa."

Perlahan, Selena menyadarkan kepalanya di kursi.

"Udahlah Ran, capek gue curigaan sama orang mulu."

"Oke, paham. Tapi lu bisa janji sama gue, Len?"

"Hemth. Janji apaan? Kalau berat, gue nggak bisa janji." Tutur Selena.

"Jangan percaya sama siapapun yang sok deketin lu, paham?!"

Selena hanya mengangguk. Kemudian mereka kembali memakan martabaknya sampai habis.

******

"Len, malam ini gue nginep sini ya. Gue temenin lu."

Selena hanya mengangguk dan kembali melanjutkan kegiatannya menulis outline untuk cerita barunya yang akan dipublish kan.

Cahaya matahari yang terik tadi sudah berganti dengan cahaya bulan yang menenangkan.

"Lu duluan apa gue yang mandi, Ran?" Tanya Selena. Kemudian sambil menunggu jawaban, ia menutup laptopnya.

"Lu aja. Gue mau bikin mie ya. Mie seblak masih ada nggak lu?"

"Masih, tuh disitu. Telur sama nugget nya di kulkas."

Rani mengangguk dan mempersilahkan Selena untuk segera membersihkan diri.

Sedangkan, disisi lain ada seseorang yang mengawasi gerak-gerik keduanya.

"Owh, ternyata lu juga mau terlibat di permainan ini, Rani. Berani-beraninya lu ngelarang Selena buat deket sama gue. Lu tenang aja, Selena nggak bakal gue sakitin. Gue cuma jagain dia doang."

Sorot matanya tajam, namun bibirnya mengulas senyum yang sulit diartikan.

"Perfect," gumamnya. "Kamu mulai meragukan semua ini. Itu artinya rencana ku berjalan sesuai rencana."

Ia kembali menatap layar tablet nya yang memperlihatkan kondisi kamar Selena.

"Pelan-pelan Selena, aku nggak bikin kamu percaya. Aku hanya ingin kalau kamu ketakutan, kamu mencari ku. Bukan Bhima." Gumamnya.

Perlahan, suara deru mobil itu terdengar. Kota Semarang ditaburi cahaya lampu yang membuatnya semakin cantik. Namun tidak dengan Selena. Justru ia sedikit ketakutan.

Permainan baru saja dimulai. Belum sampai di puncak permainan. Namun, Selena sudah berhasil masuk lebih dalam di permainan itu.

*******

1
⋆. 𐙚 ˚hiatus💨ᴛ⑅⃝ˢ🐈ʚଓ𓂃ෆ˚
kk kmana kok ga kelihatan lagi?
ᴍɪss_dew
emang dia pelakunya 😭😭😭 aduuhh Selena polos bener ..🥺🥺
ᴍɪss_dew
huaaa cafe kucing.. di sini dlu ada.. tapi tutup.. 😭 padahal kucingnya lucuu
ᴍɪss_dew
kok bisa sih Selena di awasi sedetail itu..
masih bingung Gatra mengawasi secara bagaimana . kamera Tersembunyi atau ada mata²
Mentariz
Lah? Lu juga aneh wkwk cocok nih kalian berduaa 😁 jodoh nih pasti 🤣
Mentariz
Kok kabur sih bang? 🤣 kaget yak dibentak gitu wkwk
MULIANA💦
Semoga ini, awal yang baik untuk hubungan kalian berdua ya 🙏
MULIANA💦
Cari bhima selena. Cari lelaki itu, untuk bertanggung jawab
Three Flowers
Jangan putus asa, ingatlah habis gelap pasti akan terbit terang. Saat ini kamu mungkin belum beruntung, tapi esok bisa jadi kamu akan mendapatkan keberuntungan
Cahaya Tulip
di telpon rina akhirnya lupa telpon Lina adiknya🤭..
@dadan_kusuma89
Selena, tenanglah. Pasti nanti akan ada solusinya. Kau bisa sering bertukar pikiran dengan sahabatmu Rani yang selalu siap sedia membantumu.
@dadan_kusuma89
Selena, mungkin ada baiknya kamu cari tempat kost yang baru, sekira hanya orang-orang tertentu saja yang boleh tau. Di sini kelihatannya sudah tidak aman. Selain itu juga untuk mencari suasana baru yang lebih fresh.
雨点⃟ᦠLyra Veyᦠ⃟凊湜ˢ⍣⃟ₛ
ga kedengaran itu maaf nya di akhir bab, samperin dong ke rumahnya selena 🤭
Cimol krispy
Selina, nasib kita kok sama/Sob//Sob/
Cimol krispy
sakit banget pasti. aku juga sempat breakdown banget di kata²in editor
@Yayang Risa Couple Happy
Jangan jangan Lira yang fitnah Selena melakukan plagiarisme
MARDONI
Astaga… bab ini tuh rasanya tenang di luar tapi ribut di dalam 😭☕ Obrolan Selena dan Aksa keliatan biasa, tapi tiap kalimatnya kayak nyimpen makna tersembunyi. Dari email anonim yang keinget lagi, tatapan Aksa yang terlalu tenang, sampai senyum yang terasa dibuat-buat, aku bener-bener ngerasa Selena Aria Widyantara lagi melangkah ke wilayah berbahaya tanpa sadar. Bahkan momen manis sama Nindya si kucing pun malah jadi kontras yang bikin merinding. Dan pas Aksa menyebut Bhima Artha Pradana dalam hatinya… fix, ini bukan pertemuan kebetulan. Bab ini berasa seperti garis awal permainan psikologis yang pelan tapi mematikan 😭🖤
Miu.Nuha
gkpapa Sel, setidakny kamu harus tahu ini semua... setelah itu ayo bangkit. semoga Rani mau bantu, sehingga Selena enggak sendirian /Sob/
Teteh Lia
Nda ada yang nda mungkin. apalagi pembaca online merestui. 🤭
Teteh Lia
Berasa kejar-kejaran gitu ya. yang kesabaran na setipis tisu mah, udah kabor dari tadi ini tuh. 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!