Dari generasi ke generasi keluargaku menjadi tangan kanan pemilik Medicine Hospital, rumah sakit terbesar di Indonesia. Sekarang tugas itu diemban oleh Ayahku. Berkat pekerjaan itulah Ayahku dapat membiayaiku untuk meraih cita-cita berkuliah di Harvard University. Aku yang notabennya memiliki otak cerdas dapat menyelesaikan studyku lebih cepat. Kebahagiaanku bertambah tatkala Jonathan, Pria yang sangat ku cintai melamarku tepat setelah hari kelulusanku.
Aku pulang ke tanah air untuk menyampaikan kabar ini kepada Ayah sekaligus menghadiri acara pernikahan pewaris Medicine Hospital yaitu Alexander Wilmark. Tapi setibanya Aku dirumah, Aku lebih dulu dikejutkan dengan kabar mengenai Pernikahanku dan Kak Alex. Aku dijadikan pengantin pengganti, menggantikan tunangan Kak Alex yang tiba-tiba kabur.
Aku tidak menerima keputusan itu. Walau bagaimanapun dulu Aku mencintai Kak Alex namun sekarang dihatiku hanyalah Jo. Tapi, tanpa sepengetahuan Kakek Max dan Ayah. Kak Alex menawarkan kontrak pernikahan padaku. Kontrak yang mengikat Kami selama 365 hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Misskey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menerka
"Cinta itu memang rumit, tidak bisa dipecahkan dengan rumus selayaknya ilmu matematika karena cinta itu menggunakan hati, bukannya logika."
(365 Days of Wedding Agreement)
Semenjak dari rumah sakit, aku tidak bisa tidur. Membayangkan datang ke acara besok dengan Rega membuatku gugup.
Apakah Rega juga sama gugupnya denganku?
Kamarku hampir seperti kapal pecah yang menabrak batu karang, hampir semua baju yang ada di dalam lemari ku keluarkan, tapi aku merasa tak satupun yang cocok untuk acara besok malam.
Aku pandangi seluruh baju yang berserakan diatas tempat tidur dan memijit pelipsku frustasi.
Benar saja Rega tidak tertarik denganku, lihatlah bahkan selera berpakaianku saja seperti ini.
Tok ... Tok ... Tok ...
Ketukan pintu mengalihkan pandanganku dari semua baju yang tergeletak tak berdaya di ranjangku ini.
Aku turun ke bawah, melihat siapa yang bertamu semalam ini. Aku buka pintu kosanku. Terlihat pria yang ku tebak adalah seorang kurir.
“Dengan kak Eve?”
“Iya saya sendiri.”
“Ini ada paket atas nama Anda.”
Aku terima kotak paket yang lumayan agak besar itu dan setelah berterima kasih kepada bapak kurir tersebut aku segera pergi ke kamar dan kubuka kotak tersebut.
Aku mengernyit bingung, tampak gaun panjang berwarna hitam lengkap dengan heels dan tas berwarna senada, Warna kesukaanku.
Aku tidak merasa memesan ini semua, apa lagi melihat nama brand-nya aku bergidig ngeri, ini sangat malah untuk diriku.
Ditengah kebingungan yang melanda diriku, tiba – tiba ponselku berdering. Ku raih benda pipih itu dari atas nakas.
Nampak sebuah pesan dari nomor yang tak dikenal:
“Semoga kamu suka dengan gaunnya. Aku harap besok kamu memakainya.”
Pesan singkat tanpa nama. Tapi aku langsung bisa menebak siapa yang mengirimkannya untukku, di sini orang yang tau warna kesukaanku hanya Rega.
Ternyata dia masih ingat warna kesukaanku.
Aku membalas pesannya seraya tersenyum, “Aku suka, terimakasih.”
Tapi mendapat perlakuan seperti ini dari Rega.
***
Aku pandangi pantulan diriku didepan cermin, aku khawatir membuat Rega malu karena pergi dengan gadis seperti diriku.
Tapi ini adalah hasil riasan terbaik yang aku bisa. Ku dengar bunyi mobil di depan rumah, aku segera meraih tas yang tergeletak di atas meja rias dan membuka pintu.
Aku agak canggung ketika Rega menatapku tanpa berkedip, hingga aku dihadapannyapun dia masih menatapku.
Apakah ada yang aneh dengan riasanku?
Aku berusaha setenang mungkin saat di samping pria itu. Aku ingin menanyakan banyak hal.
Aku ingin bertanya bagaimana kabarnya? Bagaimana hubungannya dengan Selen?
Ah, mengingat Rega dan Selen kembali membuat hatiku sedikit nyilu.
Apakah dia masih bersama Selen? Apa malah sebentar lagi dia akan segera menikah?
Tapi kalau dia masih bersama Selen, bukankah harusnya dia pergi ke acara ini dengan Selen? Bukannya malah dia pergi denganku.
Atau apa karena tuan Wilmark menyuruhnya untuk pergi denganku? Jadi dia tidak membawa Selen bersamanya sekarang?
Lalu bagaimana dengan gaun, heels dan tas yang aku kenakan? Kenapa dia repot – repot mengirimkannya untukku?
Aku takut diperlakukan seperti ini, aku takut perlakuannya terhadapku sekarang membuatku salah paham, aku takut akan mempunyai harapan semu lagi bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku. Aku takut terluka lagi.
Semakin dipikirkan membuatku menyimpulkan banyak hal tentang dirimu. Sebenarnya bagaimana dengan dirimu? Apa yang kamu pikirkan tentangku Rega?
***
Maaf episode kali ini agak pendek ya tapi semoga tetap suka. Terus dukung author supaya tetap semangat update episode baru yang lebih seru tentunya.
Jika berkenan follow juga IG author ya : sunxesy
Terimakasih ❤❤❤
jgn sampai terlalu lama ya jgn sampai nunggu 2 tahun lagi nih🤭🤭
Jangan lupa mampir juga ya.
menang banyak neeeeh Rega 😁😁😁
lanjuuuut ka 🤗🤗🤗
lanjuuuut ka 🤗🤗🤗
penasaran kelanjutan Rega eve yang disini eve masih berprasangka dengan masalalu Rega