NovelToon NovelToon
LIVINA Izinkan Aku Bahagia

LIVINA Izinkan Aku Bahagia

Status: tamat
Genre:Romantis / One Night Stand / Pengganti / Keluarga & Kasih Sayang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:698.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: D'wie

Tahap Revisi ❤️❤️❤️

Mencintai dan dicintai lalu menikah dengan orang yang dicintai adalah impian setiap wanita. Begitupun dengan Livina. Seorang gadis miskin berusia 21 tahun yang pendiam dan pemalu yang tengah berjuang untuk mencari kebahagiaanya. Impiannya hanya sederhana yaitu dapat hidup bahagia dan memiliki pasangan hidup yang dapat menerimanya apa adanya kelak. Namun, takdir berkata lain. Hidupnya yang sejak kecil sudah penuh dengan air mata karena kebencian orang tuanya, kini harus bertambah karena ia terpaksa harus menikah dengan atasannya di perusahaan tempat ia bekerja. Yang lebih menyakitkan adalah pernikahan itu bukan hanya tanpa didasari oleh cinta, tapi paksaan akibat dari emosi, amarah, kecewa, dendam, sakit hati, dan keinginan balas dendam tanpa ia mengerti alasannya kenapa ia bisa terjebak dalam pernikahan itu. Lalu bagaimanakah kehidupan pernikahannya? Berakhir bahagia ataukah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.29 Dugaan

"Apa kabar Van? Sudah lama kita nggak keluar bareng kayak gini." Sapa Divo.

Ya, yang meminta Mevan bertemu di luar adalah Divo. Divo adalah sahabat Mevan sejak SMP.

"Baik Vo. Bukan salahku, kamu yang terlalu sok sibuk. Sudah berkali-kali aku menghubungimu supaya kita bisa nongkrong bareng, tapi alasanmu selalu sibuk." Mevan berdecak kesal seraya mencibir.

"Aku benar-benar sibuk, Van. Aku tak mengada-ada. Beberapa bulan terakhir, aku mencoba mencari pengalaman kerja di berbagai perusahaan. Bahkan di perusahaanmu dan Zevan juga."

"What, seriuosly?" tanya Mevan tak yakin.

"I'm so serious. Aku bekerja disana sebagai staf HRD."

"Aku benar-benar tak tahu itu, Vo. Aku jarang datang ke kantor. Aku menyerahkan semuanya pada kak Zevan. Aku tak berminat bekerja di bidang itu. Lagi pula aku sudah cukup sibuk dengan pekerjaanku sebagai pengacara."

"Oh ya Van, apa kamu sering berkunjung ke rumah kakakmu?"

"Hmmm ... tidak terlalu. Memang kenapa?"

"Apa kau dekat dengan istrinya, Livina?"

Mevan mengernyitkan dahinya.

"Kau kenal dengan Livina?" tanya Mevan penasaran.

"Ya, aku cukup mengenalnya walaupun belum lama kami saling mengenal karena Livina baru bekerja di perusahaanmu sekitar 1,5 bulan."

"Apakah kau mengundangku kemari ada hubungannya dengan Livina?"

"Ya." Jawab Divo tanpa ragu.

"Sebelum kau mengutarakan maksudmu, boleh aku bertanya?"

"Silahkan. Apa yang ingin kau tanyakan?"

"Apa kau tau bagaimana awal pertemuan kakakku dengan Livina?"

"Aku tidak tau bagaimana awal pertemuan mereka. Tapi yang jelas sepertinya ada ketidakberesan dalam peristiwa yang melibatkan Zevan dan Livina." ungkap Divo.

"Jadi kau pun merasakannya?" tanya Mevan lagi.

"Hmmm seperti itulah."

"Apa kau bisa cerita sedikit hal-hal yang membuatmu menganggap ada yang tidak beres itu, Vo?" Mevan minta penjelasan.

Divo menganggukkan kepalanya. Lalu ia mulai menceritakan awal pertemuan Livina dengan Shella. Dilanjut Shella yang meminta Livina menemaninya ke butik dan terakhir Shella yang meminta Zevan memanggil Livina ke kantornya. Kemudian Shella menyuruhnya mengambil gaun pertunangannya di butik dan mengantarkannya langsung ke rumah Zevan.

"Sepertinya memang ada yang tidak beres. Seperti sebuah perangkap, tapi mengapa harus Livina dan siapa dalangnya? Aku harus mencari tahu." Gumam Mevan.

"Oh ya, Vo, hal penting apa yang membuatmu mengajakku bertemu? Apakah ada hubungannya dengan Livina?" tanya Mevan.

"Benar, Van. Aku ingin minta tolong padamu agar aku bisa melakukan tes DNA pada Livina?"

"Test DNA?" Mevan mengernyitkan dahinya karena bingung.

"Benar mungkin kau akan kaget saat mendengarnya. Tapi aku dan keluargaku mencurigai Livina itu adalah adikku yang hilang."

"Adik yang hilang? Kau tak pernah bercerita kalau kau punya seorang adik."

"Ya, memang belum. Karena aku pun belum pernah benar-benar memastikannya karena papa dan mama tak pernah mau cerita. Namun beberapa waktu lalu aku terus mendesak mereka menceritakannya dengan alasan akan mencari adikku itu. Akhirnya mereka mengalah dan menceritakan kejadiannya."

"Mama bercerita, malam itu sepulang dari pesta pernikahan sahabatnya, mama melepas kalung berlian warisan orang tuanya lalu meletakkannya di atas nakas kamar. Karena sudah tidak tahan ingin ke kamar kecil, mama belum sempat menyimpan kalung itu kembali ke dalam kotaknya. Saat mama keluar dari kamar kecil, mama bingung mengapa kalungnya tiba-tiba saja lenyap dari atas nakas.

"Karena tak ingin sembarangan menuduh, mama dan papa mengecek CCTV untuk melihat pelakunya. Ternyata pelakunya adalah babysitter adikku, mbak Lulu. Lalu mereka memanggil mbak Lulu dan menanyainya, tapi mbak Lulu kekeuh nggak mau mengakui perbuatannya. Akhirnya mama dan papa menggeledah kamarnya dan betapa terkejutnya mereka saat melihat begitu banyak barang pribadi mama dan papa yang diambil mbak Lulu, mulai dari perhiasan, jam tangan, parfum, bahkan anting dan kalung adikku pun ada disana. Padahal mereka sudah sangat percaya pada mbak Lulu.

Akhirnya dengan berat hati, mama dan papa memecat Mbak Lulu malam itu juga. Tapi mereka tidak langsung mengusir. Karena hari sudah malam, mereka masih mengizinkan Mbak Lulu untuk menginap satu malam lagi di rumah itu dan baru memintanya pergi keesokkan harinya. Tapi saat pagi tiba, saat mama ke kamar adikku, ternyata ia tak ada. Mama panik, lalu berlari ke kamar Mbak Lulu, ternyata dia juga tidak ada. Saat rekaman CCTV diperiksa, tampak gambar Mbak Lulu menggendong adikku keluar pagar dan melambaikan tangan serta menyunggingkan senyuman iblisnya ke arah kamera CCTV.

Sejak itu, mama dan papa terus mencari-cari keberadaan Mbak Lulu dan anak perempuannya, yaitu adik perempuan ku yang baru berusia 2 tahun itu kemana-mana tapi hasilnya nihil."

"Mengapa kalian merasa Livina itu adalah adikmu yang hilang?" Tanya Mevan penasaran.

"Feeling ... Saat pertama kali berjumpa dengannya, aku merasakan kami memiliki ikatan batin yang tak biasa. Saat mama dan papa berjumpa Livina saat makan malam perayaan kerja sama dengan Zevan tempo hari juga, mereka merasakan hal yang sama karena itu aku mohon bantuanmu, Van?" Mohon Divo.

"Hmmm ... baiklah, aku akan membantumu. Tapi aku tidak bisa memastikan kapan, aku harap kau bersabar."

"Oke bro. Tapi tolong usahakan secepatnya." Ucap Divo dengan terkekeh.

"Ckk ... menyebalkan." Mereka pun tertawa bersama.

"Oh ya, Van, sementara rahasiakan ini dari Zevan, oke! Aku tak mau kakakmu mengacaukannya."

"Yoi bro, kau tak perlu khawatirkan itu."

Setelah lama berbincang-bincang, mereka pun saling berpamitan.

...Happy Reading ❤️❤️❤️...

1
Heriyani Lawi
makanya, sdh tau Shella jahat kok msh dibiarkan berkeliaran di sekitarmu van. Sekarang yg rugi kamu juga kan 😄
Heriyani Lawi
kok jd Marvel?Bukannya mevan
Qilla
basiiiii dannnn tumannnnnn
Alista Keyla
bagus lah Marvel. dari pada medan, masa kakak nya di pangil van, adik nya juga van kan gak logis
Nurlaila Hasan
oke/Good/
Dewa Nara
Saran Thor, tolong perhatikan POV -nya, jangan berubah-ubah mendadak
Dewa Nara
kok tiba2 jadi aku Thor
Rosi Artika
Luar biasa
𝔨𝔦𝔨𝔦 𝔣𝔯𝔞𝔫𝔰𝔦𝔰𝔨𝔞 𝔤
baru tau UGD merangkap operation room...
Alista Keyla: mungkin maksud othor IGD kali🤭
total 1 replies
Mariani SPd
aq menderita banget waktu lagi hamil. dari awal sampai akhir, muntah terooos. keluar masuk rumah sakit krn kurang cairan.
hehehe......jadi curhat
Mariani SPd
hooo Nami island toh
Mariani SPd
pulau Jeju thor
Mariani SPd
sorry g mau baca yg hot hot hihihi
Mariani SPd
tenang Thor.....semua karya mu akan qu baca
Mariani SPd
keren ya baru sekali main udah hamil wkwkwk
Mariani SPd
lah baru tau ya kalo kamu bodoh....zevan wkwkwk
Mariani SPd
orang kaya kan slalu pake cctv, cek tuh...
Mariani SPd
Luar biasa
Mariani SPd
kok bisa tiba2 Livina ada di kamar zevan?
Mariani SPd
apa maksudnya nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!