NovelToon NovelToon
Kisah Pangeran Yang Terbuang

Kisah Pangeran Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi Timur / Ilmu Kanuragan
Popularitas:149.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Ikri Sa'ati

Novel kali ini mengisahkan tentang seorang pangeran yang dibuang oleh ibunya atas suruhan ayahnya, karena menganggap anaknya yang lahir itu adalah sebuah kutukan dari langit.

Namun siapa sangka pangeran yang dibuang itu ternyata diselamatkan oleh orang-orang baik. Dari orang-orang baik itu dia mempelajari tentang banyak hal.

Sehingga dengan itu dia menjadi seorang pendekar tanpa tanding bermula dari mempelajari sebuah kitab legenda.

Berbagai ragam lika-liku kehidupan dia lalui selama dalam pengembaraannya, baik suka maupun duka, termasuk tentang lika-liku asmaranya dengan beberapa orang gadis.

Jika penasaran tentang kisahnya, yuk ikuti perjalanan Kisah Pangeran Yang Terbuang!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KPYT 030. Pertemuan yang Mengharukan dan Membahagiakan

Sementara itu di sebuah negeri atas awan atau di negeri tabir ghaib, tepatnya di Negeri Bintang Biru....

Di sebuah ruangan yang cukup luas dan megah, bersih dan wangi, di situlah Putri Zhang Jiang Ying dan rombongannya dibawa oleh wanita bercadar putih dan pasukannya.

Sedangkan wanita bercadar putih juga ada di ruangan itu bersama Ling Huan, wanita bercadar biru muda yang ternyata adalah pengawal pribadi wanita bercadar putih. Selain mereka, tidak ada lagi orang lain di ruangan yang cukup luas dan besar itu.

Setelah beberapa saat mereka berada di ruangan itu, wanita berpakaian cukup indah warna biru muda membuka cadarnya begitu wanita bercadar putih menyuruhnya membuka cadarnya.

Zhang Jiang Ying dan Bibi Ningyan serta tiga gadis kecil bersaudara Zhao yang penasaran ingin melihat wajah di balik cadar wanita itu terus memperhatikan wanita tersebut membuka cadarnya.

Dan begitu wanita berpakaian biru muda itu telah membuka cadarnya secara penuh, maka tampaklah seraut wajah cantik seorang wanita dewasa berusia sekitar 32 tahun.

Zhang Jiang Ying, Zhao Fangmei maupun Zhao Fengxia tidak mengenal wanita cantik itu. Beda halnya dengan Bibi Ningyan, dia seperti mengenal wanita yang tersenyum kepadanya itu.

"Kamu masih mengenalku, Ningyan?" tanya Ling Huan seolah menguji.

"Yang Furen?! Apakah itu kamu?" tebak Bibi Ningyan dalam bimbang dan ragu serta bingung.

"Ternyata kamu masih mengingat aku sebagai istri Jenderal Yang Gang Lie," sahut Ling Huan, atau lengkapnya Yin Ling Huan seperti menggerutu, tampak tidak senang disebut begitu. "Aku Yin Ling Huan, Ningyan. Ingat itu ya!"

"Bukankah kamu sudah....."

"Ceritanya panjang, nanti aku ceritakan," kata Yin Ling Huan memutus ucapan Bibi Ningyan yang dia sudah tahu kelanjutannya. "Yang jelas aku selamat dari jurang itu dan tinggal di sini bersama Yang Mulia Permaisuri...."

"Yang Mulia Permaisuri...?!" Bibi Ningyan menatap serius Yin Ling Huan, ingin kejelasan dari wanita cantik itu atas ucapannya yang menyebut Yang Mulia Permaisuri.

"Ningyan, apakah gadis kecil yang berdandan anak laki-laki itu adalah Xiang'er?" bukannya menjawab pertanyaan, Yin Ling Huan malah bertanya yang nadanya seperti ragu-ragu sambil menatap Zhao Xiu Xiang dengan seksama.

Sedangkan Zhao Xiu Xiang juga menatap Yin Ling Huan dalam ragu. Masalahnya, dia mengetahui kalau ibunya sudah mati karena jatuh di jurang dalam. Tapi wanita cantik itu mirip wajah ibunya.

"Xiu Xiang," Bibi Ningyan beralih memandang Zhao Xiu Xiang yang masih diam di tempatnya, "wanita itu adalah bundamu. Kamu masih ingat 'kan? Bundamu ternyata masih hidup."

Zhao Xiu Xiang melangkah perlahan mendekat pada Yin Ling Huan yang terus menatapnya. Dia sudah hampir yakin kalau wanita berpakaian biru itu adalah ibunya. Tapi dia ingin bertanya untuk memastikan.

"Be-benarkah kamu adalah bundaku...?"

"Benar, Sayang, aku adalah bundamu," sahut Yin Ling Huan bernada haru. Matanya kini berkaca-kaca, siap menumpahkan air mata kebahagiaan dan kerinduan.

"Bundaaa....!"

Tanpa banyak pikir dan tanpa ragu Zhao Xiu Xiang langsung menghambur ke ibunya, lalu memeluk wanita itu dengan erat. Air mata bahagia dan rindu langsung tertumpah di situ.

Demikian pula Yin Ling Huan, dia juga memeluk putrinya dengan erat penuh bahagia, melepas kerinduan akibat berpisah sekian tahun.

Melihat adegan yang berlangsung itu membuat Zhang Jiang Ying, Zhao Fangmei dan Zhao Fengxia ikut merasakan bahagia, hingga air mata mereka berlinang saking terharunya.

★☆★☆

Sementara ibu anak itu saling melepas kerinduan, Bibi Ningyan beralih menatap wanita bercadar putih yang sedari tadi cuma diam.

Namun belum juga dia bertanya siapa gerangan wanita yang membuatnya penasaran itu, wanita bercadar putih membuka cadarnya dengan perlahan. Dan begitu cadar putih sudah terbuka secara utuh, tidak pake lama, Bibi Ningyan telah mengenalnya.

"Yang Mulia Permaisuri...."

Tanpa banyak pikir, Bibi Ningyan langsung menghambur pada wanita yang ternyata Permaisuri Shi Guang Xia, lalu memeluknya dengan erat penuh bahagia dan haru yang sangat.

"Senang berjumpa lagi denganmu, Ningyan...."

Permaisuri Shi Guang Xia pun juga balas memeluk sang pelayan setia penuh rasa bahagia dan rasa rindu yang mendalam.

Dan tak butuh waktu lama kedua wanita, junjungan dan pelayan itu saling menumpahkan air mata bahagia dalam pelukan yang erat nan hangat. Sudah sekian tahun mereka berpisah, kedua wanita yang sudah seperti kakak beradik itu akhirnya dapat berjumpa kembali.

Sungguh Sang Penguasa Langit Maha Adil dan Maha Bijaksana....

Sementara Putri Zhang Jiang Ying, Zhao Fangmei maupun Zhao Fengxia, mendengar nama Permaisuri Shi Guang Xia disebut, tentu saja mereka amat terkejut bukan main. Permaisuri cantik jelita yang dirumorkan telah meninggal, ternyata masih hidup.

Sungguh hal ini merupakan suatu keajaiban bagi Zhang Jiang Ying. Dia tidak pernah tahu bagaimana rupa bundanya karena ditinggal semenjak bayi. Tapi begitu berjumpa dengan wanita yang itu adalah ibunya, Zhang Jiang Ying seakan tidak percaya.

Dia pernah berangan-angan bisa berjumpa dengan ibunya. Dan ternyata angan-angannya itu menjadi kenyataan. Betapa rasa bahagia ini tiada terkira.

Sama halnya pula dengan Zhao Fangmei maupun Zhao Fengxia, mereka yang entah kenapa sudah merasa yakin kalau wanita berpakaian serba putih itu adalah bundanya Zhang Jiang Ying, turut merasa bahagia yang tiada terkira pula.

Menatap wajah jelita Permaisuri Shi Guang Xia lekat-lekat, mengingatkan Zhao Fangmei pada Zhao Jinlong kakak angkatnya. Karena wajah Zhao Jinlong mirip dengan wajah sang permaisuri.

Mengingat akan kakak angkatnya itu, teringat pula akan firasat Zhao Jinlong bahwa Permaisuri Shi Guang Xia masih hidup. Dan firasat Zhao Jinlong ternyata tepat, bunda Zhang Jiang Ying masih hidup.

"Bibi Ningyan...."

Bibi Ningyan langsung melepas pelukannya pada sang permaisuri begitu mendengar Putri Zhang Jiang Ying memanggilnya. Otomatis Permaisuri Shi Guang Xia juga melepas pelukannya. Lalu mereka sama-sama memandang sang putri.

"Tuan Putri, ke marilah!" panggil Bibi Ningyan, menyuruh Zhang Jiang Ying untuk mendekat.

Zhang Jiang Ying langsung mendekat dengan agak cepat, seperti tidak sabar ingin memeluk ibunya.

"Bukankah selama ini kamu merindukan ingin berjumpa dengan bundamu?" kata Bibi Ningyan saat Zhang Jiang Ying sudah mendekat. "Inilah bundamu...."

"Ramalan Zhao Jinlong ternyata benar, bundamu ternyata masih hidup dan dalam keadaan sehat-sehat saja...."

"Ningyan, apakah gadis ini....?"

"Ya, ini gadis ini adalah Putri Zhang Jiang Ying, anak kembarmu yang pertama, Yang Mulia."

Zhang Jiang Ying langsung menatap haru penuh bahagia pada Permaisuri Shi Guang Xia. Begitu pun juga dengan sang permaisuri, menatap anak pertamanya penuh rasa rindu.

"Bunda...."

"Ying'er...."

Tanpa dapat dicegah lagi kedua wanita, ibu dan anak itu langsung saling berpelukan dengan erat penuh kehangatan. Menumpahkan air mata bahagia dan keharuan yang sangat, melepaskan kerinduan yang sudah lama terkekang oleh nasib.

★☆★☆

Untuk beberapa saat lamanya ruangan itu dipenuhi dengan suasana bahagia dan haru akibat kembali bertemunya ibu dan anak; Permaisuri Shi Guang Xia bertemu dengan anak pertamanya, Yin Ling Huan berjumpa dengan putrinya.....

Hingga suatu ketika Permaisuri Shi Guang Xia melepas pelukannya, lalu memegang kedua pundak putri, dan berkata bernada penuh penyesalan.

"Maafkan bunda, Ying'er, bunda tidak bisa menjagamu sedari bayi. Bunda minta maaf, Sayang....."

"Bunda, tidak usah lagi memikirkan hal yang sudah lewat," kata Zhang Jiang Ying menghibur hati Permaisuri Shi Guang Xia yang merasa bersalah. "Sekarang kita sudah berkumpul kembali. Itu yang terpenting. Bunda tidak usah merasa bersalah segala...."

"Tentu kamu sudah dengar cerita dari bibimu kalau kamu punya adik kembar," kata Permaisuri Shi Guang Xia, masih terselip rasa bersalah dalam nada ucapannya.

"Sudah, Bunda. Tapi...."

"Bunda minta maaf, sayang, Bunda terpaksa...."

Permaisuri tidak sanggup melanjutkan ucapannya. Dia kembali menangis sedih mana kala mengingat kembali saat dia telah membuang anak kembarnya yang ke dua.

Sedangkan Zhang Jiang Ying sudah tahu apa kelanjutan ucapan bundanya itu. Dia juga kembali menangis sambil memeluk ibunya.

"Yang Mulia Permaisuri, kakak angkat hamba telah berfirasat bahwa Yang Mulia masih hidup," seketika Zhao Fangmei angkat bicara dengan bahasa dan sikap yang sopan penuh hormat. "Dan hal itu telah terbukti, Yang Mulia ternyata masih hidup."

"Dan kakak angkat hamba pula telah berfirasat kalau Tuan Pangeran Zhang Jiang Wu masih hidup," lanjut Zhao Fangmei. "Semoga saja firasat kakak angkat hamba itu menjadi kenyataan, Yang Mulia."

Mendengar Zhao Fangmei berkata, semua orang langsung beralih memandang gadis kecil nan lembut yang berdiri bersampingan dengan Zhao Fengxia.

"Siapa nama kedua temanmu itu, Ying'er?" tanya Permaisuri Shi Guang Xia setelah menyeka air matanya.

Bukannya Zhang Jiang Ying yang menjawab, malah Zhao Xiu Xiang yang sudah melepas memeluk bundanya yang menjawab.

"Oh ya, Bunda, aku hampir lupa. Mereka adalah kedua kakak angkatku. Kami sudah mengangkat saudara dengan kakak angkat kami yang pertama, Long Gege."

"Yang berbaju biru bernama Zhao Fangmei, dan yang berbaju hijau bernama Zhao Fengxia."

"Aku juga sekarang bukan lagi bermarga Yang," lanjut Zhao Xiu Xiang. "Aku mengikut marga kakakku yang pertama, yaitu marga Zhao."

"Karena mereka adalah saudara angkatku, maukah bunda menganggap mereka sebagai putri bunda juga?"

"Tentu mau, sayang," sambut Ying Ling Huan penuh suka cita.

"Kemarilah, anak-anakku! Apakah kalian tidak ingin memeluk bunda?"

Betapa senang rasanya hati Zhao Fangmei dan Zhao Fengxia, Ying Ling Huan mau menerima mereka sebagai anaknya. Kedua gadis cantik nan imut itu memeluk wanita cantik itu dengan penuh bahagia dan keharuan.

Tentu Permaisuri Shi Guang Xia dan Bibi Ningyan turut bahagia menyaksikan hal itu. Lebih bahagia lagi Zhang Jiang Ying. Kedua sahabatnya itu akhirnya mempunyai juga seorang ibu, wanita yang akan menyayangi mereka.

Sungguh pertemuan yang penuh bahagia ini membawa keberkahan pada Zhao Fangmei dan Zhao Fengxia.

Semenjak saat itu Zhang Jiang Ying dan ketiga sahabatnya tinggal di Istana Bintang, di Negeri Bintang Biru. Belajar bela diri dan ilmu kesaktian bersama ribuan penghuni Negeri Bintang Biru.

★☆★☆★

1
Megs Kitchen
Sorry Thor... W lama2 pusing baca novel mu... Lama ga ada update, sekali nongol udah lupa cerita yg lalu, terus muncul banyak nama2 dengan gelar2 nya ... W stop sampe sini 😑😑
Wahyu Budi
seru euy ceritana tpi ngan saetik
d tunggu kelanjutannya om bro
Adhie: siap bro...
total 1 replies
jhoni
ngejelasin soal penyakit aja bertele tele thor smpe 1 capter
Adhie: sorry kaka, itu memang gaya saya dalam menulis novel.
total 1 replies
bob
rekomendasi bagi yang suka fantasi timur, novel " zaman para dewa
bob
rekomendasi novel "zaman para dewa" bagi yang suka novel fantasi timur
Adhie: terima kasih sudah berkunjung kaka
👍👍👍
total 1 replies
Jati Sasongko
semingguan cm 1 bab saja.. yg bener wae Thor.. niat apa enggak lu...
Adhie: sudah up lagi kaka
total 2 replies
Wahyu Budi
d tunggu om bro updatenya
Adhie: siap...
terima kasih masih mengikuti novel ini...
🙏🙏🙏
total 1 replies
aleena
kenapa kepala ketua petir merah tidak dinawa saja,
supaya permaisuri dapat.lihat jika apa yg direncanakan telah gatot alias gagal total😀😀🤭
Adhie: permaisuri sudah melarikan diri, kaka.
dan yang mati itu cuma komandan pasukan, bukan ketua klan.
total 1 replies
Wahyu Budi
d tunggu lanjutannya om bro semakin seru
Adhie: siap kaka
total 1 replies
Jati Sasongko
sikaaattt semua pemberontak ya tong
Adhie: sikat bang
total 1 replies
aleena
wow perang sudah dimulaii💪💪💪💪💪
Adhie: kayaknya...
total 1 replies
Kustri
duh, kasian🫂
Kustri
qu berharap anak'a sdh menerima warisan smua ilmu beladiri'a
Adhie: amin...
makasih sudah mampir
total 1 replies
aleena
aku aakan mmenggulingkan kakanv prabu🤣🤣🤣🤣🤣

tpi boong
Jati Sasongko
terlalu panjang dan sangat bertele-tele Thor penjelasan mu itu..
Adhie: makasi atas kritikannya kaka
total 1 replies
Nanik S
Terlalu banyak nama kadang bikin kurang greget
Adhie: hehehe...
makasih
total 1 replies
aleena
Zhang Jiang wei coba kau tanyakan. ada hubungan apa ibu yin Hua dgn istri jendraal
Adhie: nanti akan ada chapternya dimana Zhao Jinlong alias Zhang Jiang Wu akan menceritakan riwayat keluarganya kepada Jenderal Wang dan istrinya
total 2 replies
aleena
ciee ada yg panas tpi bukan api🤣🤣
Nanik S
Gak Rela karena Cemburu
Adhie: sepertinya begitu kaka
total 1 replies
Wahyu Budi
semangat, d tunggu sambungannya
Adhie: semangat...
siap, ditunggu ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!