NovelToon NovelToon
DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Misteri / Horor
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Riski riko

Sebuah karya novel bergenre horor yang sangat menyeramkan tentang perjalanan mahasisiwa teknik geologi yang terjebak didalam desa yang hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riski riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata Rio Masih Di Ikuti Mahluk Tak Kasat Mata.

*****#Sebelum membaca pastikan kk semua sudah menekan tombol like, Terimakasih kk, karena sudah memberikan likenya, Selamat membaca😁🤗#********.

______________________________________________

Kamipun berangkat menuju hutan yang sangat angker itu.

Karena kami bangun kesiangan,Kami pun akhirnya berangkat menuju Hutan pada pukul 09.20 Wib.

20 meter didepan kami, Tampak hutan yang begitu indah namun sangat menakutkan, Kami takut kejadian yang pernah terjadi akan terulang kembali.

Ku melihat ke dalam saku bajuku, Ternyata Al-Qur'an kecil yang berwarna hitam masih menempel didalam saku tersebut.

Al-Qur'an itu bukan Aku jadikan jimat, Karena Jimat bisa membawa kita kepada perbuatan syirik, Salah satu perbuatan yang berdampak akan dosa yang begitu besar.

Jika membahas jimat, Ketika Aku kecil, Aku banyak sekali di kasih jimat oleh kakek dan nenek ku.

Namun ketika Aku sudah beranjak dewasa tepatnya ketika sudah banyak mengetahui tentang agama ternyata "Jika kita percaya akan sebuah jimat yang bisa mendatangkan sebuah keajaiban teryata itu adalah perbuatan Syirik, Dan perbuatan syirik itu termasuk kedalam kategori adalah Dosa besar". Namun jika kita hanya sebuah ikhtiar dan berniat ajimat itu adalah sebuah perantara dari allah, Menurut saya Tidak apa apa, Sudah ya tausiahnya wwkwkwk, kita lanjut ke cerita lagi.

Hutan yang begitu lebat sepertinya sekarang sedang menyambut kedatangan kami.

Seperti biasanya, Suara kicauan burung sudah menjadi nyanyian merdu didalam hutan.

Langkah kaki pertama telah kami langkah kan kedalam hutan tersebut, Suara dentuman jantunga kami sudah dimulai lagi.

Sejuk, segar, Indah namun menyeramkan itulah hutan disana.

Baru saja berjalan Lima langkah masuk kedalam hutan, Rio berkata.

"Sepertinya hutan sudah lama merindukan kita".

" Asekkkkkkkkk, Rio sudah mulai bersastra, Lanjutkan".

Ucap Danu yang dibelakang Rio.

Urutan kami sa'at itu, Bapak Arif yang pertama kali alias didepan sekali, Setelah itu Wisnu, Rio, Danu dan yang paling belakang adalah Aku.

Rio pun melanjutkan Syairnya.

"Burung burung berkicau riang, Seolah olah menantikan kedatangan Rio yang sangat tampan"

Sambil melambaikan tangannya ke arah pohon disamping kiri, Seolah olah burung ada disana , Padahal, tidak ada apapun.

Wisnu yang berada didepannya pun berkata.

"Pede amat ni anak bilang tampan?"

Sambil terus berjalan dan terus melihat kedepan.

Rio tidak menghiraukan ocehan Wisnu tersebut, Dia tetap saja melanjutkan syairnya sambil ber irama dari satu kata ke kata yang lain.

"Banyak orang yang iri dengan Rio karena ketampanannya layaknya pangeran Turki, Termasuk yang didepan ku sendiri"

Sambi melihat ke arah Wisnu yang berada di depannya.

"Laaanjutttttttt hahahah".

Ucap Danu sambil tertawa.

Rio pun melanjutkan syairnya.

" Wahai dewi yang cantikk dan Anggun,( Sambil melihat ke atas namun Rio tetap berjalan), Akuuuu mencintaii muuuu Dewi ".

Tiba tiba.

Buuuukkkk

Suara orang terjatuh.

Ketika ku lihat kedepan, Rupanya Rio yang sedang bersyair itu sudah tersungkur karena kakinya tersangkut diakar pohon.

Sontak saja kami langsung berhenti berjalan, Kami yang melihatnya bukan malah membantu malah kami semua tertawa termasuk bapak Arif.

"Hahahahahahah"

Suara tawa kami yang sangat keras.

Rasanya Aku kasihan melihat Rio, Namun rasa ingin tertawa itu jauh lebih besar.

"Bapak sang penyair lagi apa pak?".

Tanya Danu yang melihat Rio sedang berbaring di tanah.

" Hahahaah Rio Rio, Makanya jalan lihat ke bawah bukan keatas".

Ucap Wisnu.

Rio yang masih tersungkur pun berkata.

"Bukanya nolonging malah ngledekin".

" Hahahah Gua belum puas ketawa".

Ucap ku yang masih tertawa.

Setelah Aku puas tertawa barulah Aku mengulurkan tangan kepada sang Raja gombal yang merangkap menjadi sang penyair itu.

Rio pun memegang tangan ku kemudian berdiri, dan membersihkan rumpu rumput yang menempel di lutut dan dibokongnya.

Puk puk puk

Suara tepukan Rio yang sedang membersihkan bokongnya dari sampah dedaunan.

"Dasaarrr Akar pohon ******"

kemudian Dia melihat

kearah Akar pohon yang membuatnya terjatuh tadi kemudian berkata.

"Makan ni tendangan Gua".

Sambil menendang akar pohon yang hampir sebesar kelapa muda.

Tupppp

Suara tendangan kaki Rio mengenai akar itu.

" Aduuuuuuuuhhhh"

Jerit si Rio kesakitan setelah menendang akar pohon itu.

"Lo yang ******, Udah tau Akar pohon gede gitu masih aja Elu tendang, Lo kira Bola ?"

Ucap ku.

Rio masih mengelus kakinya yang kesakitan berkata.

"Gua kira Akarnya gak keras".

" Akar pohon itu sama kayak mantan".

Ucap Wisnu.

"Kok sama kayak mantan?"

Tanya Rio yang masih kesakitan.

"Sama sama menghalangi jalan, Dan jika tersandung bakalan menyakitkan"

Ucap Wisnu.

"Bisa aee Elu tong".

Ucap bapak Arif yang tidak mau kalah.

" Ayoo kita lanjutin lagi, Untuk bapak Penyair, Kalau mau bersyair jangan lupa lihat kedepan".

Cetus bapak Arif sambil menunjuk ke arah Rio.

"Heheh siap pak, Udah kagak sakit lagi".

Balas Rio.

" Coba gua injak dikit kaki Elu, untuk memastikan sudah benar benar tidak sakit apa masih sakit?"

Gumam Wisnu sambil mengambil ancang ancang untuk mennginjak kaki Rio.

Sontak saja Rio langsung berkata

"Percuma di sekolahin tinggi tinggi kalau cuma mau nginjek kaki gua"

Sambil melihat sinis ke arah Wisnu.

"Sudah sudah, Ayo lanjut".

Ucap bapak Arif.

Kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju lokasi penelitian.

Tidak lama kemudian Kami melewati pohon raksasa yang pernah kami lewati kemarin.

" Haiii pohon Gua rinduu Elu, Pengen meluk cuma Elu gede banget".

Ucap Rio yang sedang melihat pohon itu.

Kemudian Dia mengeruk Handpone yang ada di kantong celananya kemudian memberikan kepada Danu.

"Daan?, Fotoin Gua dong, Gua belum pernah foto disini".

Kamipun terpaksa berhenti untuk menunggu Rio berpose di bawah pohon raksasa itu .

Danu pun mengambil handpone yang diberikan oleh Rio.

" Ahh, Eluuu, Suka nunda perjalanan, Cepatan biar Gua fotoin"

Gumamnya.

"Sekali kali Dan".

Gumam Rio sambil mengambil gaya sok Choolnya.

" Satuuuu, Duaaaa Tiiii..."

"Ehh belum belum, Tunggu bentar"

Ucap Rio sambil memperbaik Rambutnya, setelah itu Dia berkata.

"Ok siap".

Ckreeekkk

Suara Jepretan Kemera handpone .

" Eluuu mau gaya apa aja gak bakalan ngerubah wajah Lo"

Ucap Danu kemudian memberikan handpone itu kepada Rio.

"Gini gini pernah jadi rebutan cewek"

Jawab Rio sambil melihat Gambarnya.

"Gimana udah?".

Tanya bapak Arif.

" Udah pak, Yuk lanjut lagi".

Jawab Rio.

Kamipun melanjutkan perjalanan kembali.

Perjalanan kami masih lama, Sekitaran 3 Jam lagi.

Tubuh kami masih sangat segar bugar sekali, Kami masih belum terasa kecapean.

Jam sudah menunjukan pukul 09.40 Wib.

Kami sampai sekitaran jam 12.40 Wib nanti.

Sambil berjalan, Kami sedikit dikasih arahan oleh bapak Arif tentang masalah suara panggilan misterius itu.

Katanya pak Arif, Suara itu berasal dari mahluk yang tak kasat mata, Mahluk itu biasa memanggil siapa saja yang menurutnya mudah untuk dihasut.

Sudah banyak kejadian orang yang tersesat oleh panggilan itu, Sampai sampai ada yang meninggal dunia akibat tersesat tidak tau arah pulang.

Berdasarkan berita dari bapak Arif, Semua orang yang pernah di panggil oleh mahluk itu akan selalu di ikuti selama tiga hari.

Makanya Dia menyuruh Rio untuk berada diposisi tengah tengah.

Kemungkinanan besar, Rio masih di Ikuti oleh mahluk itu.

#Bersambung#.

yang sabar ya teman teman, Evisode selanjutnya masih tahap pengetikan😁

1
elisa Fitri
aku udah baca dari tahun 2020 terus selalu kesini buat mastiin up lagi ternyata engga😭😭😭
Noyar ikan
setidaknya beritahu jika hiatus. saya menunggu 2 tahun. bukan hanya saya yang menunggu tapi fans mu
Aifa 2 Jeddah
benar benar hilang desannya
Zuhril Witanto
minta di geplak emang si wisnu
Zuhril Witanto
suwi ora up,ngenteni pirang tahun iki
Zuhril Witanto
udah takut tuh ikan jadi2an.alhamdulillah bukan
Zuhril Witanto
kok takutnya tuh ikan penunggu sungai
Zuhril Witanto
Alhamdulillah akhirnya up
Mohammad Djufri
belum jelas ni arahnya, bang gintink eh sintink...😂🙏
Kiocty deva
kapan up bang..
Zuhril Witanto
dari sekian lama ku tunggu..kamu gak up thor
siti sufiya
ni kpn up nya udh setahun nungguin kelanjutannya 😑
Nanda
1 tahun lebih author menghilang, 2 tahun pembaca (saya) hilang juga
Dan sekarang setelah 3 tahun hilang²an, akhirnya lanjut baca lagi 'Desa Yang Hilang' 😅 Makasiiih ya author
Nur Amanah
ko GK sholat siy
Desfa
menarik
Zuhril Witanto
seru
Zuhril Witanto
gak up lagi
Nasyasonia
Saya suka banget cerita seru , kenapa lama banget Upx ya thoor
Fadilla Rahmadani
akhirnya setelah beberapa tahun nungguy
Ayuk Vila Desi
kok gak update lagi thor...kamu kemana?belum balik
Dafarizfi Tianto: author yg hilang dah setahun lo thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!