NovelToon NovelToon
A Little Desire Of Anti-Hero

A Little Desire Of Anti-Hero

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:182.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: SE.7

A Little Desire of Anti-Hero ¦ Alihero

———

Rion, seorang half-elf yang dijauhi kerena dia mempunyai rambut berwarna hitam yang dianggap sebagai bentuk kemalangan.

Namun, dia tidak mengindahkan apa yang dikatakan orang lain, baginya selama ada sosok ibunya itu sudah cukup.

Sampai saat semua itu hilang. Bahkan saat dia mencoba melepaskan semua itu, dia dipaksa kembali.

Melahirkan sosok paling menakutkan.

———

[Slow Updates]

Hai sahabat pembaca di mana pun kalian berada, jangan lupa support author ya! Caranya gampang tinggal tekan tombol like, komen dan rate *5 pada bagian depan!

Dur ¦ @rohimdur00

Salam dari Dur
#hanyapendatang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SE.7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arc I - Chapter 30 : Keheningan Dalam

Kabut uap yang tercipta akibat ledakan masih menyebar ke segala arah. Baik itu Rion maupun para pengejar dari Eugary Empire terhempas dari posisi aslinya.

Saat pandangannya telah pulih, Marco menutup hidungnya berusaha tak menghirup udara yang berisi uap air ini lebih lama. Meskipun dia tak tahu paskah kabut ini memiliki efek tertentu atau tidak, dia memilih mengambil cara teraman.

"Uhuk, Uhuk," Masih berusaha menyesuaikan pandangan, Marco mulai mengambil sebuah benda yang segera mengeluarkan bunyi nyaring sebagai penanda tempatnya berada.

Anggota tim Night Hunt yang terpencar jauh pun mulai berkumpul ke arah Marco mengikuti asal suara itu.

Marco mengangguk pelan melihat sisa anggota yang lebih kurang masih dapat bertugas. Melihat ke arah terakhir Rion terlihat, dia berucap, "Mereka yang masih dapat bertugas, kita kejar target!"

"Ya!" jawab tim Night Hunt serempak.

Mata Marco memandang jauh, mengingat hal yang telah Rion lakukan dia tak dapat menahan keterkejutan. 'Aku tak menyangka bahwa dia dapat mengeluarkan kemampuan semacam itu,' pikirnya.

Waktu terus berlalu hingga mendekati waktu fajar menyingsing. Saat mereka berhasil melacak keberadaan Rion dengan media bau yang tertinggal, mereka pun mulai menuju ke arahnya.

Namun, begitu mereka sampai di suatu tempat Marco mengangkat tangan, memberi sebuah sinyal yang membuat tim berhenti melangkah. "Tunggu."

"Ada apa Kapten?” tanya salah satu anggota tim.

"Jangan melangkah lebih jauh ini, setelah ini hanya kematian yang akan menanti," ucap Marco sembari menggelengkan kepalanya. Mereka tak mengejar Rion lagi, tepat dikatakan bahwa mereka tidak dapat melangkah lebih jauh dari ini.

Kesedihan dapat dirasakan dari nada yang Marco katakan. Memandang pemandangan di depannya sekali lagi, tak terlihat hal lain selain hamparan es putih bersih yang seolah membuat tempat ini terpisah dari dunia luar, membentuk sebuah tempat yang sepenuhnya terasing dari dunia.

Melirik ke arah tim Night Junta yang tak tahu asal mula pemandangan ini, Marco bertanya, "Kau lihat pemandangan ini?"

"Hamparan es, bukan?" ujar salah satu anggota dengan sedikit ketidakyakinan yang terkandung di dalamnya.

"Ya ... hamparan es," Nada Marco sedikit lirih saat mengatakan ini.

"Lalu apakah ada yang khusus dengan tempat ini, Kapten?" tanya Ale yang telah mengenal Marco cukup baik, menurutnya pasti ada penyebab Marco menyuruh tim mereka mundur.

"Dulu di darah sekitar sini terdapat sebuah kota, tempat itu sangat strategis sebagai tempat pengepungan serta aliran barang masuk. Namun, sebuah bencana telah membuat darah sekitar sini menjadi zona kematian. Jika tempat ini masih seperti dulu mungkin pertempuran dipihak kita tidak akan sesulit sekarang, bahkan seorang platinum level yang diutus kekaisaran untuk menyelidiki tewas tidak lama setelah menginjakkan kakinya di tempat ini."

"Benarkah?" Seorang anggota tim yang meragukan hal itu pun melangkah maju menuju sisi lain yang hanya berisikan warna putih.

Dia tersenyum mengejek pada kumpulan orang di hadapannya, terutama kepada sang kapten, Marco yang dianggapnya sebagai pengecut. Hal yang dikatakan oleh kapten ksatria tidak ada dalam pikirannya sama sekali, terlihat seperti sebuah mitos karangan dan menurutnya hal itu hanya cerita yang mengada-ada saja.

Menempatkan tangannya di pinggul, dia berucap, "Lihat aku baik-baik saja!"

Melihat ini, beberapa anggota tim termasuk Ale ingin ikut melangkah maju. Namun, sebelum itu, tubuh anggota tadi meledak menjadi serpihan es kecil yang berhamburan ke segala arah dan segera bergabung dengan latar putih di sekitarnya.

"Jika ada yang bosan hidup silahkan ikuti dia," Marco memandangi anggota lain yang semula berniat mengikuti anggota tadi. "Sekarang kalian sedang mengerti bukan?"

Anggota tim Night Hunt pun mengangguk tanpa berpikir panjang setelah mendengar hal ini dari mulut Marco.

"Kita kembali ke benteng terlebih dahulu sebelum melakukan pencarian lebih lanjut. Misi kalo ini ...," Marco merasa berat untuk mengatakannya, "... Gagal."

Menghembuskan nafas panjang, Marco memandang ke arah benteng berada dengan mata berkaca-kaca. "Maaf Nona, sepertinya kali ini aku juga gagal."

***

Lemah, kekuatan telah serasa meninggalkan tubuhnya. Darah masih keluar dari tubuh Rion, mencat sekelilingnya dengan noda merah.

Pandangan Rion kian pudar, pertempuran sebelumnya telah menorehkan luka parah pada tubuhnya. Bahkan dengan tingkat pemulihan yang dimilikinya, itu tidak membuat perbedaan apa pun dalam kondisi kritisnya.

Luka yang ditorehkan di tubuh Rion, baik dari serangan musuh maupun dari ledakan yang dia ciptakanlah yang membuatnya dalam kondisi ini.

Terlebih saat dia mengingat bahwa jarak antara dirinya adalah yang paling dekat dengan ledakan, dia tak menampik bahwa itu adalah keputusan yang ceroboh. Selain itu, racun yang dia derita membuat segalanya menjadi semakin rumit.

Kini, Rion dapat secara nyata merasakan tubuhnya yang kian melemah setiap waktu berlalu. "Sepertinya aku akan mati, ya ...?" gumam Rion.

Kesadaran Rion kian memudar. Entah semua itu karena efek racun yang semakin menjalar ke tubuhnya ataupun karena dia memang telah ditakdirkan untuk tidur selamanya.

Drap Drap Drap Drap

Di ujung kesadaran, telinganya menangkap suara langkah yang kian mendekat ke arahnya. Pandangan Rion berat dan kabur, tak dapat menangkap apa yang ada di depan matanya dengan jelas.

Namun, semua itu tak menghalanginya untuk dapat melihat siapa sosok di depannya. Meskipun kabur, Rion dapat melihat sebuah senyum tipis di bibir dan cahaya menyilaukan yang terlihat di belakangnya, sosok itu berdiri tepat di depannya.

Sosok itu mengulurkan tangan ke arah Rion, sebuah tangan ramping nan indah yang mulai menuju ke arahnya.

Melihat ini, sebuah senyum terukir di wajah Rion, wajah yang biasanya tanpa menunjukkan ekspresi apa pun.

'Ahh ... jadi dia kah yang akan menjemputku?' pikir Rion.

Kenangan demi kenangan dari hal-hal yang dialami Rion mulai mengalir ke kepalanya, baik itu adalah kenangan yang membahagiakan atau kenangan terburuk dari yang ada, semua itu mulai membanjiri kepalanya.

Saat dia masih kecil, tak mengenal dunia dan dapat hidup dengan tenang di desa bersama sang ibu.

Di kala desa kecilnya hancur rata dengan tanah setelah dilalui oleh pasukan manusia itu.

Dalam kebingungan akan dunia, dia memulai hidup di gubuk sederhana bersama rubah kecil.

Akan kelemahan dirinya sendiri yang membawanya menjadi salah satu bahan eksperimen, dan melihat pemandangan tak terlupakan itu.

Juga yang baru saja terjadi, yaitu usahanya untuk kabur dari benteng dan membalaskan semua yang dia alami.

'Sepertinya aku memang belum bisa membalaskan semua ini.'

Memejamkan matanya, dia bergumam, "Maaf ibu ... aku ... tidak dapat ... memenuhi keinginanmu untuk hidup tenang, ... maaf... rubah kecil ... karena kau telah ... menemaniku saat aku bersedih, ... untuk semuanya ...," Pandangan Rion menjadi gelap. "... Maaf."

1
Frando Wijaya
rion adalah half elf?!
Aegis
awal yang bagus
Ananda Harahap
dasar
Ananda Harahap
sedih
Del-lKaiser
Rion : ALL MUST DIE!!!!!!
akbr
up up up....dah terlanjur cinta nih
Akun Gila
😮
~H∆LUsinN∆SI~
huhh apaan ini!!!😟
kenapa ada cairan bening keluar dari mata😢
Gin
up
Elyifa
Dasar gila 🙄
Elyifa
Ceritanya benar-benar tidak cocok untuk anak di bawah umur. Tapi, gw secara pribadi suka sama ceritanya. Menggambarkan kekejaman dunia dari perdagangan budak lah, eksperimen kejam, pembalasan dendam, dll.
RIMURU-SAMA
mc nya cewek apa cowok
ZONNA ANNTER
cerita nya sadis kayak anime re : zero ... mantap thor, salut dah
IrisBlue
Ceritanya keren Thor
ditunggu kelanjutannya 👍

salam dari "Ruler of Night" mampir ya ? heheh, dijamin ceritanya seru
TheMe
kereeen, yang awalnya susah menebak lanjutannya, mulai terlihat... baru kali ini light novel lumayan lama ketebaknya, lanjuttt thor🙌
DAMNSON: PENDAPATNYA MIN PLZ >_<

Bersetting diantara zaman steampunk dunia modern dan pirate golden age mengisahkan tentang seorang pemuda yg berjuang untuk hidup di dunia yg hampir hancur yang akan menyelamatkan dunia dengan caranya sendiri novel ini mengandung kekerasan jadi tidak cocok untuk anak-anak atau mereka yang mentalnya mudah

JUDULNYA
Extinction of revolution
total 1 replies
TheMe
kyubinya berelemen es
『Zalan NinzaKu』
Aku juga punya novel lumayan bagus

Genre : Action,Fantasi,Petualang

Judul : Di panggil ke dunia lain

Jangan lupa mampir ya min
Nirvana
Arc 1 nya panjang juga.
ilham crp
ceritanya bagus kak😊 mampir dong kak ke cerita novel ku yang berjudul KAMU SANGAT LUAR BIASA di jamin seru kok terimakasih 👌🏻
sembiring meilala
Kk cerita nya menarik dan bagus rajin rajin up.

Mampir lagi ke cerita aku.
Reborn Little army.
I am Dragon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!