NovelToon NovelToon
Why

Why

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:161.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arzeerawrites

"Kamu tidak perlu bertanggung jawab. semua yang kamu takutkan tidak akan terjadi,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkara bubur jagung

Di akhir pekan ini, tidak seperti biasanya Levin bangun lebih dulu daripada Istrinya. Alona masih bergelut di dalam balutan selimut yang menghangatkan tubuhnya. Levin belum membangunkannya karena perempuan itu terlihat sangat lelah.

Oleh karena itu Levin memutuskan untuk sarapan seorang diri di lantai bawah. Semua penghuni rumah sudah sarapan. Ia mengambil lauk pauk kesukaannya. Menu pagi ini adalah nasi goreng dengan udang renyah dan ayam goreng.

Anita dan Arya memasuki rumah dengan keringat yang memenuhi tubuh. Mereka baru saja lari pagi di sekitar komplek bersama tetangga.

"Alona belum bangun?" tanya Anita ketika melihat putranya hanya seorang diri di meja makan.

"Iya, aku tidak tega membangunkannya,"

Anita berdecak lalu mengusap dahinya yang kembali berkeringat menggunakan handuk kecil. Anita berjalan ke arah meja makan untuk menuangkan air minum ke dalam gelasnya dan Arya.

"Bangunkan saja supaya kalian bisa sarapan bersama," saran Anita.

Levin menggeleng sebelum menjawab,

"Nanti sarapan untuknya diantar saja ke kamar. Sekarang aku akan makan sendiri, mama jangan ganggu aku,"

Anita mencebik kesal. Ingin rasanya Ia melempari mulut kurang ajar Levin.

***********

"Aku suapi,"

Alona menggeleng tegas. Ia menutup rapat mulutnya dengan tangan.

"Alona, kamu belum makan,"

"Nanti saja," suara Alona tidak begitu jelas karena teredam oleh tangannya sendiri.

"Itu yang kamu katakan dari tadi. Tapi apa? makananya tidak kamu sentuh sedikitpun,"

Levin mulai marah. Ia menatap istrinya tajam.

"Makan sekarang!!" titahnya tak ingin dibantah lagi.

Alona bergidik melihat lelaki yang sedang kesal itu. Ia menghela napas pelan lalu mulai membuka mulutnya ketika Levin mengarahkan sendok di depan mulutnya.

Belum semuanya ditelan, Alona sudah mual. Melihat hal itu, Levin langsung menengadahkan tangannya untuk menampung makanan yang keluar dari mulut Alona.

Levin pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya. Matanya melihat Alona yang bersandar lemah di kepala ranjang. Levin mengambil gelas minum Alona di nakas lalu mengarahkannya pada Alona.

"Aku tidak ingin makan lagi," ucap Alona dengan nada lemahnya. Ia menatap Levin dengan pandangan memohon.

Levin tampak berpikir sejenak.

"Tapi perutmu masih kosong," jawab Levin.

"Aku sudah kenyang, Levin,"

Levin mendengus dengan bola mata yang berputar.

"Kenyang makan angin,"

Alona memukul lengan suaminya kesal. Ia menjauhkan tubuhnya dari Levin saat lelaki itu naik ke ranjang.

"Kamu kenapa berdiam diri di kamar? biasanya bekerja walaupun sedang libur,"

Levin merasa kalau kalimat itu merupakan sindiran untuknya. Ia memilih untuk diam. Karena menjawab Alona adalah hal yang paling dihindarinya saat ini. Belakangan, perempuan itu selalu pandai dalam beradu mulut dengan Levin. Bila Levin salah bicara, Ia akan marah bahkan sampai tak menegur Levin seharian penuh.

"Aku ingin bubur jagung," ucap Alona lalu masuk ke dalam pelukan hangat suaminya. Levin yang sedang menikmati tontonan di televisi pun menoleh heran.

'Kenapa dia jadi manja?' pikir Levin.

Kening Levin dibuat makin mengerinyit saat Alona mengusal-usalkan kepalanya di dada Levin. Levin meletakkan punggung tangannya di kening Alona.

"Tidak panas," gumamnya.

Alona mengusir tangan kekar itu lalu menatap Levin dengan tajam.

"Kamu berharap aku sakit? iya?!"

"Kamu kenapa sih?" gerutu Levin yang mulai kesal. Alona kembali dalam mode buruknya.

"Aku mau bubur jagung. Kamu dengar?!"

Nada bicaranya sudah tidak santai. Levin mengeraskan rahangnya. Hingga Alona yang menyadari itu langsung memasang raut sedihnya. Mata Alona berkaca mengundang rasa tidak tega seorang Levin.

"Aku yang membuatnya?" tanya Levin memastikan. Alona langsung mengangguk antusias. Levin menghela napas pelan. Ini untuk kali pertamanya Ia memasak atas permintaan seorang perempuan. Bahkan masal lalunya saja tidak pernah memintanya untuk melakukan ini. Alona memang berbeda.

"Akan aku buatkan. Tapi kamu harus menghabiskannya nanti," ucap Levin sebelum Ia meninggalkan Alona yang terlihat sangat bahagia itu.

*********

"HEI ITU GARAM!!" teriakan Anita membuat Levin yang ingin menuang bubuk putih itu tersentak. Ia berdecak kesal.

"Tidak perlu berteriak. Aku masih punya telinga," ucapnya dengan nada datar.

"Kamu sudah tua tapi masih belum bisa mengenal garam dan gula?"

Anita membuat Levin merasakan malu yang luar biasa. Tapi bukankah itu wajar untuk seorang lelaki?

"Rasakan dulu, baru kamu masukkan," nasihat Mamanya mau tidak mau di turuti oleh Levin. Lelaki itu mencoba sedikit bubuk yang hampir Ia masuki ke dalam bahan-bahan pembuatan bubur jagung itu.

Rasanya yang sangat asin membuat Levin langsung bergegas ke wastafel untuk membuangnya. Anita tertawa melihat hal itu. Pengorbanan Levin untuk membuat semangkuk bubur jagung sesuai keinginan Alona benar-benar bisa dilihat oleh Anita.

"Garam?" tanya Anita yang terkesan mengejek.

"Sudahlah Mama tidak perlu ada di sini. Jika hanya bisa menggangguku saja," gerutu lelaki tampan itu.

Anita bersedekap dada lalu mengangkat sebelah alisnya.

"Yakin? ya sudah, Mama akan kembali ke kamar. Sepertinya keberadaan Mama memang tidak ada gunanya. Kamu bisa membuatnya tanpa bantuan mama, bukan?" tanya Anita. Levin diam antara bingung dan gengsi. Ia sangat membutuhkan Mamanya di sini untuk mengarahkannya dalam membuat bubur jagung. Namun Levin gengsi untuk mengatakannya.

Levin bisa saja melihat caranya di internet. Namun lebih mudah dipahami bila di arahkan secara langsung. Apalagi Anita adalah orang yang cukup pandai dalam urusan memasak.

Anita berjalan untuk keluar dari pintu dapur. Matanya sempat melirik Levin yang terlihat seperti orang bodoh.

"Ma, aku minta maaf sudah berbicara seperti itu. Sekarang tolong bantu aku,"

************

Selamat membaca!!!!! jgn lupa like, vote & comentnya yaaww. Makasiiii

1
Marincha Maha
Kek ga ada supir, grab atau taxi aj,segala Levin harus nganterin c Anin pulang.
Marincha Maha
Seharusnya c Alona kan yg habis melahirkan 3 hari itu masih dlm masa nifas,apalagi berkecukupan masa c Anita tega benar sampai segitunya memberdayakan menantunya suruh mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Marincha Maha
Menikah itu mmg nikmat seperti nano² rame rasanya.
Astirai
aku nyimak ya thor..
mampir jg di bukalah hatimu untukku
anna fatullah
up lagi dong thor. aku kangen sama cerita novel ini, selain novel vanila dan addicated
Trie Hartati
di tunggu up nya thor
Ana
Othornya keder klo up nya bareng " ya hehee
Gabungin ja thor sm MCH biar bareng sm triple A.
Ana
Cb di gabungin thor sm anak2nya lovi devan
Khadziya ketinggaln jauh dech si triple A udh pd gede si dziya mlh msh baby 😂
Ayah Addad
Lama nih br update lg selalu ditunggu terus up"nya jangan lama" Thor..............................😏😏👌👌🙏 🙏 😘 tetap semangaaaaat 💪 💪
༄ 👑💗 яυκмαиα ρтħš αям༄ 👑💗
update nya sebulan sekali thor? 🤭
saira
Levin dah cinta blm sih ma Alona?
saira
luama bgt upny kak
다이아몬드 ʕ•ﻌ•ʔ
Kirain ada lebihnyaaaa....
Ayah Addad
Yaaah kok br update lg sih hrsnye dibikin double upkan lama gak up" 😏😏 🤪 terus lanjut lg up"nya yg banyak ditunggu jangan lama" Thor....................................😘👌👌🙏 semangaaat 💪 💪
Kartika Noviana
di kumpulin bareng penasaran apa yg mau di buat adrian sm khadzia
Kartika Noviana
ada devan juga ya
Ana
Koq cmn satu tor up nya pdhl q nungguinnya dh laaaammmmaaaa bingit sambil nengokin trio A yg lucu anaknya devan n lovi
saira
lanjut...
Mae
lanjuut
다이아몬드 ʕ•ﻌ•ʔ
Hmmm, ternyata bapak² yg sahabatan bikin novel barengan. See seru apa hidup mereka masing² bareng istri²nya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!