Dunia Kayra Hana Nur Pramudya dalam satu malam membuat hidupnya jungkir balik. ketika dirinya mendapat pelecehan seksual di malam reuni sekolahnya oleh seorang pria merupankan cinta dalam diam Kayra yang tak lain mantan sahabatnya.
Karena trauma dan sakit hati yang di alami oleh Kayra, Setelah kejadian naas tersebut membuat kedua orang tua nya memutuskan membawa Kayra kembali ke Amerika.
Tiga tahun berlalu Kayra kembali di pertemukan dengan Arjuna mantan sahabat sewaktu SMA dulu. Arjuna sangat terkejut melihat seorang bocah kecil yang sangat begitu mirip dengan wajahnya, bersama dengan Kayra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amillea24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 Adu Mulut antara Dhava dan Maya
" Dasar Bodoh Kerja gitu saja tidak benar. " seru Arjuna ketika melihat Marko yang berada di depan ruangannya.
" Maaf tuan, maksudnya apa ya ? Saya ngga ngerti ? " tanya Marko keheranan. Tiba - tiba saja dirinya kena omelan dari Bosnya itu.
" Alamat yang kamu kasih saya itu salah ! Kayra sudah tidak di alamat rumah yang kamu berikan ! " seru Arjuna berapi - api.
" Hah ko bisa tuan ? "
" Pake nanya lagi, dasar bodoh. Uang bonus yang saya janjikan ke kamu batal, karena salah memberikan informasi " ucap Arjuna dengan garang. Arjuna langsung pergi begitu saja setalah berkata seperti itu pada Marko.
Mendang ucapan tersebut mata Marko membulat sempurna. Bagaimana bisa alamat yang ia dapatkan salah ?
Udah salah memberikan informasi pada atasnya. Ia juga gagal mendapatkan uang bonus dari Arjuna. Sial sekali Marko hari ini.
" Gagal maning dapet uang bonus nya " ucap Marko dengan lesu.
🌹🌹🌹
Di Tempat Berbeda....
Kayra berserta si kecil Dhava sedang menunggu seseorang di salah satu Cafe yang tidak jauh dari rumahnya.
" Una, Ava boleh enda emam kue kokat ini " izin Dhava pada sang Bunda, sambil menunjuk salah satu kue coklat yang tadi Kayra beli untuk putranya.
" Boleh dong, masa ngga boleh. Bunda beli kue ini khusus buat Dhava ko " ucap Kayra sambil menyodorkan piring berisi kue coklat tersebut ke hadapan Dhava.
Mendapatkan izin dari sang Bunda membuat kedua mata Dhava berbinar cerah. Apa lagi melihat Bundanya menyodorkan kue tersebut ke hadapannya.
" Wah, Telimakacih Una Ava yang paling tantik " ucap Dhava dengan mulut manisnya.
Kayra tersenyum lebar mendengar ucapan sang putra. Ia langsung mengusap kepala sang putra dengan gemas.
Ketika Dhava sedang menikmati sepotong kuenya dengan lahap. Seseorang yang Kayra dan Dhava tunggu akhirnya datang juga.
" Sorry nunggu lama, Kay " ucap Orang tersebut, yang tak lain dan tak bukan. Iyalah Maya teman dekat Kayra sejak SMA.
" Engga lama ko, May. Santai aja " ucap Kayra lalu cepika cepiki pada Maya.
Usai cepika cepiki dengan Kayra, mata Maya menatap bocah kecil nan gembul yang sedang asik memakan sepotong kue coklat dengan sangat lahap.
" OMG apa bocah endut ini keponakan gua, Kay !! " seru Maya dengan mata berbinar melihat sosok Dhava yang berada di depannya.
Belum Kayra menjawab ucapan Maya, Tapi langsung di serobot dengan Dhava yang berbicara terlebih dahulu.
" Ava enda endut, tapi gemoy !! " seru Dhava dengan kesal. Melut mencebi dengan lucunya. Belum lagi saat ini seluruh mulutnya sudah belepotan dengan coklat membuat bocah itu bertambah lucu.
" Emangnya apa bedanya Endut sama Gemoy ? Menurut tante sama aja tuh " ucap Maya sambil mengambil duduk di dekat Dhava.
" Beda tahu, tante. Endut itu olang nya gede besal. Kalo kaya Ava ini gemoy badannya enda besal "
" Kata siapa orang endut badanya besar. Endut sama gemoy itu sama aja, Cil " ucap Maya sambil menewel pipi tembam Dhava dengan gemas.
" Jangan tewel - tewel pipi Ava " ucap Dhava dengan jutek.
" Galak banget Bos " ucap Maya semakin meledek Dhava dengan cara menewel pipi Dhava kembali.
Kayra melihat Maya dan Dhava akan beradu mulut kembali. Membuat Kayra langsung memisahkan kedua manusia tersebut.
Padahalan ini pertama kalinya mereka bertemu. Kenapa pertemuan pertama mereka malah berantem begini ?
" Sudah cukup !! Kalian berdua baru pertama bertemu malah udah berantem aja deh " ucap Kayra menghentikan keduanya yang bersiap beradu mulut kembali.
" Tante itu duluan, Una. Buat Ava kecal tahu " ucap Dhava sambil memberengut.
" Huft " Kayra menghela nafas kasar melihat putra kecilnya mulai merengut seperti ini.
" Oke oke tante ngga bakal ganggu Dhava gemoy lagi. Bagaimana tanda maaf, tante akan membelikan Dhava Coklat Dubai ? " ucap Maya sambil memberikan penawaran sebagai tanda baikan pada Dhava.
Mendengar kata Coklat membuat kedua mata Dhava bersinar terang bagaikan rembulan yang bersinar terang saat malam hari.
Coklat adalah cemilan yang paling Dhava sukai. Maka dari itu bocah kecil nan tampan kesayangan keluarga Pramudya itu langsung menerima perkataan Maaf dari Maya padanya.
" Oke kalo begitu Ava maafkan kesalahan tante tadi " ucap bocah cilik itu dengan senyum manis yang bisa mengikat para wanita yang melihatnya.
" Kamu kalo di iming - imingkan coklat pasti langsung luluh. Dasar bocah ! " ucap Kayra dengan gemas. Tangan terangkat lalu mengacak - ngacak rambut Dhava dengan gemas.
" Anak lo lucu banget sih, Kay ? Rasanya pingin gua culik bawa pulang aja " bisik Maya lalu menatap Dhava sedang menghabiskan sisa kue coklatnya.
" Enak aja, bikin sendiri sana lah. Tapi lo harus nikah dulu baru buat "
" Gimana gua mau nikah orang kerjaan yang lo kasih banyak mulu. Belum lagi gua juga belum punya gebetan lagi "
" Lah pacar lo yang itu kemana emang nya ? "
" Udah gua putusin, dia selingkuh sama perempuan cabe - cabean "
" Loh - loh B*jing*n banget dia. Muka sih kaya orang bener gitu. Tenyata Brengsek juga si Firaun "
" Ya gitu lah. Jangan menilai dari cover nya. Dari luar kaya orang baik - baik, tenyata dari dalamnya busuk "
" Nanti cari lagi yang lebih segalanya dari mantan lo itu, May. Yang penting kita hidup happy dulu aja "
" Ah lo bener banget bu bos " ucap Maya sambil menewel lengan Kayra dengan menggoda.
" Jijik gua liat lo kaya gitu, dan Stop manggil gua Bu Bos, Jir "
" Iya - iya Sorry deh "
" Oh iya gua sampe lupa mau ngasih ke lo laporan tahun ini. " ucap Maya sambil menepuk keningnya. Ia langsung mengambil sebuah map berwarna merah dari dalam tasnya lalu membeikan pada Kayra.
Kayra menerima map tersebut lalu membacanya tulisan yang ada di dalam kertas laporan butiknya dengan teliti. Kayra meneliti setiap angka yang di tuliskan disana.
" Lapor nya sudah benar dengan laporan bulan - bulan yang lalu " ucap Kayra sambil menutup map laporan keuangan butik miliknya.
" Syukur deh, gua takut ada yang salah dalam menulisnya. " ucap Maya lalu menyeruput jus yang tadi ia pesan.
" Oh iya kapan lo mau memegang butik lo sendiri, Kay ? " tanya Maya dengan wajah serius.
" Entah lah gua juga ngga tau kapan. Gua masih banyak barang endorse yang harus gua buat di kanal Youtube sama Instagram gua, May " jawab Kayra.
" Jadi orang sibuk banget sih lo. Kay, bagaimana jadi influencer ? Gua yang pengikut di media social lumayan banyak aja jengah banget, jir. Gimana lo ya ? "
" Ya gitu lah, May. Tingkah laku kita harus di kontrol biyar citra kita ngga rusak di mata masyarkat. Pas gua hamil Dhava sama Depresi aja, gua harus vakum dari dunia sosial media dengan jangka panjang "
" Untungnya barang endrosan saat itu udah gua buat dulu, sebelum gua dateng ke Indonesia. Jadi pas kondisi gua depresi, video buatan gua tinggal di upload saja ke media sosial sama mama "
Ucap Kayra panjang lebar pada Maya. Ketika berapa tahun dia mengalami hal naas tiga tahun yang lalu Kayra sempat hengkang dari dunia maya.
Sampa ayah Rama dan mama Rika memberikan pengumuman di Instagram, Tiktok dan Youtube milik Kayra. Kalo anak mereka akan rehat semantara dari media social dengan waktu yang tidak di tentukan.
Karena Kayra masih punya tanggung jawab dengan endrosan yang harus di upload di media socialnya selama satu minggu waktu itu. Membuat Ayah Rama dan Mama Rika bekerja sama melihat jadwal barang endrosan yang harus di upload di social media yang telah Kayra buat di buku catatannya.
" Kay, lo beruntung mempunya kedua orang tua kaya Om Rama serta Tante Rika yang selalu sayang sama lo. Gua ngga ke bayang kalo lo punya orang tua yang masa bodo sama anaknya sendiri. Pasti lo sampe saat ini masih Depresi berat " ucap Maya dengan raut wajah sedih dengan kejadian Kayra tiga tahun lalu.
" Lo benar May. Gua bersyukur punya Mama sama Ayah yang selalu pengertian dan sayang sama anaknya " ucap Kayra tersenyum sambil membayangkan kedua orang tuanya.
" Gua jadi kangen masak Tante Rika, Kay. Gara - gara ngomongin Bonyok ( Bokap, Nyokap ) lo tadi "
" Ah lo, May. Ya udah suruh anak - anak sekalian main ke rumah baru bokap gua aja besok. Kebetulan besok liburkan " ucap Kayra sambil menatap ke arah anaknya yang sedang asik menonton di layar Ipad miliknya.
" Oke gua hubungin mereka dulu di group kalo gitu " ucap Maya dengan cepat ia mengambil ponsel dari dalam tas lalu membuka group mereka.
Mereka berdua menghabisikan waktu dengan mengobrol dengan banyak hal. Sedangkan si kecil Dhava asik sendiri dengan Ipad milik Bundanya. Bocah itu kalo sudah di berikan izin memainkan Ipad ia akan lupa waktu.
Mereka semua menghabiskan waktu di dalam cafe tersebut sampai pukul empat sore. Saking asiknya mengobrol sampai lupa waktu.
Tanpa Kayra dan Maya sadari ada seseorang yang baru saja masuk ke dalam cafe tersebut matanya menatap sosok Kayra berada di sudut meja cafe dekat dengan Jendela.
" Itu bukan Kayra... "
Bersambung.....
###
Hallo Chinggu semunya mohon maaf ya kalo author update nya kelamaan. Karena lagi ada kesibukan di dunia nyata, jadi ngga bisa update setiap hari. Tapi mulai besok author akan usahain update setiap hari buat kalian semua.
Jangan lupa Like, subscrib, komen dan Vote ya. Supaya author semangat mengetiknya 😊😘🥰