NovelToon NovelToon
[Bukan] Muhalil

[Bukan] Muhalil

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:665.1k
Nilai: 5
Nama Author: syitahfadilah

Kiara percaya cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Tapi ternyata, bermodalkan cinta saja tidaklah cukup. Pernikahan yang baru berjalan 1 tahun atas dasar perjodohan itu harus berakhir begitu saja setelah Erick menjatuhkan talak untuk yang ketiga kalinya. Alasannya selalu sama, hanya karena merasa tidak diperhatikan. Padahal, sebelum memutuskan menikah mereka sudah sepakat akan saling memahami profesi masing-masing.

3 bulan kemudian Erick kembali dengan sejuta penyesalan dan meminta rujuk. Kiara yang sejatinya masih mencintai sang mantan suami kembali memberikan kesempatan meski tahu jalan kembali kali ini harus melewati lika-liku yang rumit. Kiara harus menikah terlebih dahulu dengan laki-laki lain yang disebut muhalil.

Bagaimanakah perjalanan rumah tangga Kiara bersama suami muhalilnya dalam bayang-bayang Erick yang menanti mereka segera bercerai? Namun, siapa sangka dibalik pernikahan muhalil itu, ternyata tersimpan sebuah rahasia yang berusaha dibongkar oleh sang muhalil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA

"Kia," panggil Denis.

Kiara yang sedang mengompres dingin kaki suaminya hanya menyahuti dengan deheman, tanpa mendongak sedikitpun. Fokusnya hanya tertuju pada kegiatannya saat ini, sesuai pesan dokter yang menangani Denis.

"Mamaku bilang, kita baru beberapa hari menikah sebelum aku jatuh dari tangga."

"Iya," jawab Kiara singkat.

Terdengar Denis menghela nafas panjang, namun Kiara sama sekali tidak perduli apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya itu.

"Sayang sekali, seharusnya sekarang adalah momen disaat-saat kita menikmati bulan madu kita. Iya kan?"

Kiara menanggapinya dengan senyum semu. Bulan madu? Itu tidak akan terjadi! Bahkan jika bukan karena memenuhi persyaratan, dia tidak akan mau disentuh oleh Denis. Seketika dia menipiskan bibir menahan umpatan yang tentunya tertuju pada dirinya sendiri, kala bayangan malam itu kembali terlintas, merutuki diri karena bisa-bisa terbuai oleh sentuh Denis malam itu.

"Boleh aku tanya sesuatu?"

"Tanya saja," kata Kiara sembari membolak-balik kompres di kaki Denis sambil melirik arloji dipergelangan tangannya. Sudah sepuluh menit berlalu, maka lima menit lagi dia akan mengakhirinya.

"Em, apa kita sudah melakukan... malam pertama kita?" Kedua mata Denis menyipit menanti jawaban. Dia ingin tahu apa jawaban Kiara soal itu.

Kiara yang sejak tadi hanya fokus pada kegiatannya, mengangkat wajahnya menatap Denis dengan datar. Haruskah dia menjawab pertanyaan itu? Ah dia hampir lupa jika saat ini Denis sedang kehilangan ingatannya.

"Iya," jawab Kiara akhirnya. Karena faktanya mereka memang sudah melakukannya.

Denis mengulum senyum, dia pikir Kiara akan menjawab belum. "Aku jadi tak sabar menantikan hasilnya," ucapnya. Kalimat basa-basi itu sengaja ia ucapkan demi memperlancar sandiwaranya, karena sejatinya dia pun tahu bibit yang dia tanam malam itu tidak akan pernah tumbuh lantaran Kiara telah menyiraminya dengan racun.

Sekali lagi, Kiara menanggapinya dengan senyum semu sekaligus mengumpat Denis dalam hati. Bisa-bisanya suami muhalilnya itu berpikir untuk menipunya dengan menyogok suster Maria demi mengambil pil kontrasepsi darurat itu. Tapi keberuntungan masih berpihak padanya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau telat mengkonsumsi pil darurat itu.

Suasana kembali hening, Kiara kembali fokus pada kegiatannya. Entah kenapa waktu lima menit lagi itu terasa begitu lambat. Sementara Denis memfokuskan tatapannya pada Kiara, perlahan kedua matanya menyendu. Kini yang ada dalam pikirannya, bagaimana perasaan Kiara nanti setelah semuanya terbongkar?

Sakit hati, kecewa, itu sudah pasti. Dan yang jelas akan ada banyak air mata yang dikeluarkan oleh istrinya itu. Teringat jawaban Kiara saat dia bertanya, kenapa masih ingin memberikan kesempatan pada Erick. Jawabannya karena Kiara masih sangat mencintai Erick.

Cinta? Denis tersenyum miris. Ingin sekali dia mengatakan bahwa dialah yang selama ini mencintai istrinya itu bukan Erick. Tapi itu belum saatnya dia katakan. Terlebih, dia dan Liana harus mempersiapkan semuanya dengan matang sebelum membongkar semuanya.

'Semoga kau bisa menerima semua kenyataan itu, Kia. Kau harus kuat menerima kenyataan bahwa Erick bukan takdirmu. Aku juga tak mengatakan bahwa akulah yang ditakdirkan untukmu, tapi satu hal yang pasti, Erick hanya milik Ana dan Shanum.' Gumam Denis dalam hati.

Begitu pekerjaannya selesai, Kiara menurunkan kaki Denis yang diletakkan diatas pahanya dengan berbalut bantal. Kemudian beranjak sambil membawa wadah berisi kompres menuju dapur.

"Kamu mau sesuatu? Minuman atau cemilan?" Tanya Kiara sebelum keluar dari kamar.

"Aku mau kamu cepat kembali ke kamar," jawab Denis sambil tersenyum. Selain menunggu kakinya benar-benar pulih untuk membongkar semuanya, dia juga akan menggunakan amnesia pura-pura nya itu untuk mendekatkan diri pada Kiara.

Kiara hanya mengangguk kemudian keluar dari kamar sambil menghela nafas panjang. 'Kapan semua ini akan berakhir,' gumamnya sambil berjalan menuju dapur.

.

.

.

Pukul lima sore Liana dan Shanum sampai di rumah mama Kasih. Dia tidak bisa menolak panggilan untuk menginap. Kata mama Kasih, malam ini akan ada pertandingan bola secara live dan papa Bagas hanya akan menghabiskan waktu didepan televisi berukuran besar di kamar mereka dan mengabaikannya. Mama Kasih memanggilnya menginap karena akan kesepian tidak ada teman mengobrol.

Begitu memarkirkan motornya, Liana pun membantu putrinya turun dari motor lalu menggenggam tangannya menuju pintu rumah. Belum sempat mengetuk, pintu sudah terbuka lebih dulu.

"Akhirnya kalian datang juga," mama Kasih tersenyum sambil mencubit gemas pipi Shanum." Ayo masuk." Ajaknya.

Mereka bertiga langsung menuju dapur, tadi mama Kasih sedang berada di dapur membuat camilan, buru-buru keluar begitu mendengar suara klakson motor.

Tidak butuh waktu lama, hanya kurang dari lima belas menit camilan buatan mama Kasih akhirnya selesai. Churros, makanan khas Spanyol yang cukup terkenal di Indonesia. Rasa gurihnya karena churros ditaburi gula dan bubuk kayu manis.

"Shanum, boleh Nenek minta tolong?"

"Boleh, Nek." Jawab Shanum.

"Tolong antarkan camilan ini ya, buat Kakek di kamar." Titah mama Kasih sambil memberikan wadah plastik yang berisi Churros pada Shanum.

Setelah mengambil wadah tersebut, Shanum pun gegas ke kamar menemui papa Bagas.

Mama Kasih mengajak Liana ke ruang tengah, wanita paruh baya itu duduk sambil membuang nafas panjang.

Liana menoleh, hanya dengan helaan nafas itu saja dia sudah dapat menebak akan ada sesuatu penting yang ingin dibicarakan mama Kasih padanya.

"Jujur saja, sampai sekarang Mama masih berharap kamu menggugat cerai Erick. Untuk apa mempertahankan pernikahan yang sudah tidak sehat lagi, Ana." Mama Kasih menoleh sebentar menatap keponakannya yang sudah dia anggap anak kandung sendiri.

Liana tersenyum tipis, benar dugaannya. Mama Kasih tak hanya memanggilnya menginap untuk teman mengobrol. Tapi juga untuk membahas tentang rumah tangganya.

"Kalau saja Mama tahu siapa wanita yang dinikahi Erick itu, Mama pasti sudah akan datangi dan labrak dia. Bisa-bisanya mau menikahi suami orang!" Mama Kasih membuang nafas berat dengan sorot mata tajam.

Liana memejamkan mata. Mama kasih memang belum tahu, jika Erick telah menjatuhkan tiga kali talak pada istri keduanya itu. Dan entah bagaimana kalau

nanti mama Kasih tahu wanita yang pernah dinikahi Erick adalah kini yang menjadi istri Denis, menantu mama Kasih sendiri.

1
Ray
apakah Erick dipaksa orang tuanya juga, karena Kiara kaya raya, tapi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama?
...
eh jgn² hamil
...
berarti erick jadi sapi perah papa nya
...
kayak nya papa nya erick ini butuh suntikan dana dari papa nya kiara.. mka nya si erick di suruh papa nya rujuk lagi
Muslika
Erick lu enak dpt 2 perawan🤭
Nurlinda: duh mau gimana lagi, sudah begitu takdirnya mereka🤭
total 8 replies
Muslika
novel pertama yg aku baca n ngeri juga cerita y
...
owwwwww ternyata sepupu
...
si liana manggil Denis abang
si erik manggil Denis abang liana atau erik yang adik nya Denis ini🧐
...
seburuk apa sih kelakuan liana zaman dulu, sampai² mama kasih gak mau lihat wajah anak sendiri.
Wawan Rustandi
waduh
Wawan Rustandi
waduh aku udah siap mau tahlillan tapi ternyata bang denisnya hidup kembali 😄😄😄😄
Wawan Rustandi
ah gak asyik ko tokoh utamanya meninggal sih
Wawan Rustandi
ah gak asyik ko tokoh utamanya meninggal sih
Wawan Rustandi
mungkinkah alex
Wawan Rustandi
lega rasanya 😄😄😄
Wawan Rustandi
😄😄😄😄 kasian banget kebayang sakitnya satu kepala aja segitu berdenyut nya apalagi dua duanya
Wawan Rustandi
ngeri banget 🤭🤭🤭
Wawan Rustandi
akan kah detik detik pengakuan itu terucap dari mulut Erick
Wawan Rustandi
semoga cepat terbongkar
Wawan Rustandi
siap siap aja bila semuanya terbuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!